Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran penjaskes kelas X semester 1 tingkat SMA/SMK/MA yaitu tentang lompat tinggi, dimana kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, sejarah singkat lompat jauh di indonesia dan dunia, tujuan, teknik dasar, Sarana prasarana. Gaya gaya dan peraturan pertandingan / permainan lompat tinggi. Semoga dapat membantu
Lompat Tinggi
Pengertian Lompat Tinggi
Lompat tinggi adalah salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh,
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 meter.
Sejarah Lompat Tinggi
Sejarah singkat Lompat Tinggi dimulakan seawal Olimpik pada zaman Greece, rekod pertama acara Lompat Tinggi ketika di Scotland pada abad ke-19, dengan pencapaian atas 1.68 meter oleh peserta pada masa itu. Pelompat pada masa dahulu menggunakan gaya Gunting. Gaya ini sudah tidak dikenali oleh dunia lain sungguh pun masih ada peserta-peserta tanah air yang menggunakan gaya ini. Gaya ini dilakukan dengan lunjakan kaki yang jauh dari palang. Kaki bersilang diatas palang dan badan menyeberang palang dalam lakuan “duduk berlunjur”. Kemudian pada sekitar abad ke 20, gaya Lompat Tinggi telah dimodernisasi oleh seorang warga Irlandia – Amerika bernama Michael Sweeney. Pada tahun 1895, Michael Sweeney berhasil melakukan lompatan setinggi 1,97 meter gaya eastern cut-off.
Baca Juga: LOMPAT JAUH ;Pengertian, Sejarah, Ukuran Lapangan, Gaya, Teknik dan Peraturan Lompat Jauh
Warga Amerika lainnya bernama George Horine mengembangkan teknik lompat yang lebih efisien bernama Western Roll. Melalui teknik ini, Horine bisa mencapai lompatan setinggi 2,01 meter pada tahun 1912. Kemudian pada Olimpiade Berlin (Tahun 1936), teknik lompatan ini menjadi dominan dilakukan dan untuk cabang lompat tinggi telah dimenangkan oleh Cornelius Johnson yang mencapai ketinggian 2.03 m.
Tujuan Lompat Tinggi
Tujuan olahraga lompat tinggi ini adalah untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar tersebut dengan ketinggian tertentu.
Teknik Dasar Lompat Tinggi
Secara umum teknik dasar yang harus dikuasai dalam cabang olahraga lompat tinggi ada 4, yaitu teknik awalan, tolakan, sikap badan saat melayang dan saat mendarat.
1. Teknik dasar awalan
Pada Awalan Lompat tinggi, anda juga harus melakkan lari untuk selanjutnya melakukakn tumpuan untuk menghasilkan lompatan yang maksimal, namun kecepatan lari saat lompat tinggi tidak secepat teknik awalan lompat jauh.
- Sudut Awalan dan Titik Awalan Harus tepat. Titik awalan merupakan titik dimana anda berdiri untuk memulai melakukan awalan. Pada setiap gaya terdapat sudut titik awalan yang berebeda untuk memaksimalkan lompatan.
- Arah dari awalan tergantung dari kaki yang akan anda gunakan untuk melakukan tumpuan. Karena sudut yang dipakai dari tiap gaya juga berbeda sehingga anda juga harus mengetahui kaki mana yang terkuat dan juga disesuikan dengan teknik lompaatanya. Jika kaki kanan anda yang akan digunakan untuk melakukan tolakan, anda bisa mengambil start dari sisi kanan juga.
- Berbeda dengan teknik lompat jauh, dimana harus berlari cepat untuk mendapatkan lompatan yang jauh, pada teknik lompat tinggi kecepatan saat berlari bukanlah kunci untuk mendapatkan lompatan yang tinggi. Hal ini bahkan malah mendorong tubuh anda kedepan, sehingga mempersulit untuk melakukan tolakan. Langkah kaki ketika melakukan awalan adalah diawali dengan berlari pelan untuk selanjutnya dipercepat dengan wajar.
- Biasanaya langkah yang dilakukan dalam melakukan awalan dalam lompat tinggi adalah antar 9 hingga 15 langkah.
2. Teknik dasar tolakan
Untuk melakukan tumpuan bisa menggunkan kaki yang paling kuat dan harus pada titik tolakan. Titik tolakan atau titik tumpuan merupakan titik dimana tempat untuk melakukan tolakan agar bisa melompat melewati mistar. Setelah melakukan awalan dengan berlari, anda sudah bisa memprediksi kaki mana yang akan jatuh pada kaki tumpuan. Untuk melatihnya, anda bisa mengulangi latihan dalam menentukan jumlah langkah dan juga jatuh kaki saat berada di titik tumpuan. Titik awalan yang baik adalah ketika melakukan lompatan, titik tertinggi tepat ketika melayang diatas mistar.
Baca Juga: TENIS MEJA (Pengertian, Sejarah Singkat di dunia dan di indonesia, Teknik Dasar, Ukuran, Cara Bermain, dan Pencipta Tenis Meja, teknik penyerangan dan bertahan)
Jika titik tumpuan terlalu jauh, maka tinggi maksimal lompatan maksimal, dan ketika turun dari lompatan bisa menyenruh mistar. Dan jika titik tumpuan terlalu dekat, mistar bisa tersentuh saat akan melayang diudara.
3. Teknik dasar badan saat melayang diatas mistar
Sikap badan ketika melayang diatas mistar ditentukan oleh masing-masing gaya yang digunakan. Jadi sikap saat melayang diudara menentukan gaya yang digunakan dalam melakukan lompat tinggi.
- Lompat Tinggi Gaya Straddle, Gaya Stradle digunakan pertama kali oleh Charlers Dumas. Untuk melakukan gaya straddle posisi badan saat diatas mistar adalah dengan tengkurap, dan ketika turun , segerakan kaki untuk diposisikan lurus kebawah. Untuk menghasikan lompatan yang tinggi, otot perut juga diperlukan untuk mengangkat tubuh saat melayang diudara.
- Lompat tinggi gaya guling sisi, gaya guling sisi juga dikenal dengan gaya western roll, dimana untk melakukanya dari samping misatar. Kemudian setelah tubuh terngkat keatas dengan keadaan telentang dan mencapai mistar, tubuh dimiringkan kesisi lain tolakan untuk segera melakuka pendaratan. Namun, ketika melakukan gaya ini, kepala berada lebih rendah daripada pinggul dan gaya ini juga pernah dilarang dalam perlombaan lompat tinggi.
- Lompat Tinggi Gaya Gunting, Ada dua gaya gunting dalam lompat tinggi, yaitu gaya gunting klasik yang kemudian disempurnakan oleh micahel Sweeney. Pada gaya gunting klasik lompatan dilakukan dengan memakai gaya jongkok dimana tubuh diposisikan di depan mistar. Sedangakan Sweeney mengubah sedikit dari gaya yang sudah ada yaitu awalan dialakukan dengan tubuh berada pada posisi di samping mistar, sehingga posisi tubu sejajar atau miring dengan mistar.
- Lompat tinggi gaya flop, gaya Flop atau juga dikenal dengan Fosbury Flop, diciptakan oleh dick ricarod Fsobury yang berasal dari Amerika Serikat. Gaya ini merupakan gaya yang cukup sulit dilakukan oleh pemula, karena untuk melakukan lompatan, tubuh harus membelakangi mistar, kemudian melewati mistar dengan memakai punggung. Sehingga gaya ini mirip dengan salto, dengan berbalik dan menggunakan punggung sebagai tumpuan ketika melewati mistar.
4. Teknik dasar saat mendarat
Teknik mendarat dalam melakukan lompat tinggi, bukanlah sesuatu hal yang menentukan dalam perlombaan lompat tinggi. Karena inti dari lompat tinggi adalah melompat setinggi-tingginya, tanpa menyentuh atau bahkan menjatuhkan mistar. Jadi setelah atlet melewati mistar, hasil dari lommpat tinggi sudah terlihat. Dalam melakukan pendaratan, disesuaikan dengan gaya yang digunakan. Usahakan untuk menggunakan tumpuan kaki dan melakukan gerakan anti klimaks yang mirip dengan gaya pegas pada kaki. Dan lakukan dengan sadar, sehingga tidak terjadi cidera saat melakukan lompat tinggi.
Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana untuk cabang olahraga lompat tinggi ada 3 yaitu untuk saat pada awalan, tiang lompat tinggi, dan tempat pendaratan, berikut penjelasannya:
Daerah awalan panjangnya. tidak terbatas minimum 15 m
Daerah tumpuan harus datar dan tingkat kemiringanya 1 : 100
Tiang lompat harus kuat dan kukuh,dapat terbuat dari apa saja asal kuat dan kukuh.jarak kedua tiang tersebut adalah 3,98 – 4,02 m
Bilah Lompat terbuat dari kayu,metal atau bahan lain yang sesuai dengan :
a). Panjang mistar lompat 3,98 – 4,02 m dan berat maksimal mistar adalah 2,00 kg
b). Garis tengah mistar antara 2,50 – 3,00 m, dengan penampang mistar terbentuk bulat dan permukaannya harus datar dengan ukuran 3cm x 15 cm x 20 cm c) Lebar penopang bilah 4 cm dan panjang 6 cm
Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cmdan di atasnya ditutupi oleh matras yang tebalnya 10 – 20 cm.
Macam-Macam gaya Lompat Tinggi
Secara umum terdapat 4 macam gaya yang terdapat pada lompat tinggi, yaitu:
Tempat Pendaratan Tempat pendaratan tidak boleh kurang dari 3 x 5 m yang terbuat dari busa dengan ketinggian 60 cmdan di atasnya ditGaya gunting bisa dikatakan Gaya Sweney, sebab pada waktu sebelumnya (yang lalu) masih digunakan gaya jongkok. Tepatnya tahun 1880, selanjutnya tahun 1896 sweny mengubahnya dari gaya jongkok menjadi gaya gunting. Diganti karena kurang ekonomis.Cara melakukan:Si pelompat mengambil awalan dari tengah. Bila pelompat pada saat akan melompat, tumpuan pakai kaki kiri (bila ayunan kaki kanan), maka ia mendarat (jatuh) dengan kaki lagi. Waktu di udara badan berputar ke kanan, mendarat dengan kaki kiri, badan menghadap kembali ke tempat awalan tadi.utupi oleh matras yang tebalnya 10 – 20 cm.
- Gaya Guling sisi (Western Roll)
Pada gaya ini sama dengan gaya gunting, yaitu tumpuan kaki kiri jatuh kaki kiri lagi dan bila kaki kanan jatuhnyapun kaki kanan hanya beda awalan, tidak dari tengah tapi dari samping.
Pelompat mengambil awalan dari samping antara 3, 5, 7, 9 langkah Tergantung ketinggian yang penting saat mengambil awalan langkahnya ganjil.
Menumpu pada kaki kiri atau kanan, maka ayunan kaki kiri/ kanan kedepan. Setelah kaki ayun itu melewati mistar cepat badan dibalikkan, hingga sikap badan diatas mistar telungkap. Pantat usahakan lebih tinggi dari kepala, jadi kepala nunduk.
Pada waktu mendarat atau jatuh yang pertama kali kena adalah kaki kanan dan tangan kanan bila tumpuan menggunakan kaki kiri, lalu bergulingnya yaitu menyusur punggung tangan dan berakhir pada bahu.
Cara Melakukan Gaya lompat jauh fosbuty flop:
Awalan, harus dilakukan dengan cepat dan menikung/ agak melingkar, dengan langkah untuk awalan tersebut kira – kira 7-9 langkah.
Tolakan, Untuk tolakan kaki hampir sama dengan lompat tinggi yang lainya. Yakni, harus kuat dengan bantuan ayunan kedua tangan untuk membantu mengangkat seluruh badan. Bila kaki tolakan menggunakan kaki kanan, maka tolakan harus dilakukan disebelah kiri mistar. Pada waktu menolak kaki bersamaan dengan kedua tangan keatas disamping kepala, maka badan melompat keatas membuat putaran 180 derajat dan dilakukan bersama-sama.
Sikap badan diatas mistar, sikap badan diatas mistar terlentang dengan kedua kaki tergantung lemas, dan dagu agak ditarik ke dekat dada dan punggung berada diatas mistar dengan busur melintang.
Cara mendarat, mendarat pada karet busa dengan ukuran (5 x 5 meter dengan tinggi 60 cm lebih) dan diatasnya ditutup dengan matras sekitar 10 – 20 cm, dan prtama kali yang mendarat punggung dan bagian belakang kepala.
Yang diutamakan dalam melakuakan Lompatan ialah, lari awalan dengan kecepatan yang terkontol. Hindari kecondongan tubuh kebelakang terlalu banyak. Capailah gerakan yang cepat pada saat bertolak dan mendekati mistar. Doronglah bahu dan lengan keatas pada saat take off. Lengkungan punggung di atas mistar. Usahakan mengangkat yang sempurna dengan putaran kedalam dari lutut kaki ayun (bebas). Angkat kemudian luruskan kaki segera sesudah membuat lengkungan.
Peraturan Lompat Tinggi
Peraturan dalam olahraga lompat tinggi, Dalam pertandingan olahraga Lompat Tinggi (High Jump), mistar akan dinaikkan setelah peserta lompat tinggi berhasil melewati ketinggian mistar. Peserta mestilah melonjak dengan sebelah kaki Peserta juga boleh mulai melompat di mana ketinggian permulaan yang disukainya. Lompatan atlet lompat tinggi akan dinyatakan batal jika peserta menyentuh palang dan tidak melompat. Menjatuhkan palang pada saat membuat lompatan atau menyentuh kawasan mendarat apabila tidak berjaya melompat.
Baca Juga: TOLAK PELURU (Pengertian, Sejarah singkat, Ukuran Lapangan, Berat Bola, Teknk Dasar, Tips Trik Gaya dan Peraturan Tolak Peluru)
Apabila peserta yang gagal melompat melintasi palang sebanyak tiga kali bertutrut-turut (tanpa di ambil kira di aras mana kegagalan itu berlaku) akan dikeluarkan dari pertandingan. Seseorang peserta lompat tinggi berhak meneruskan lompatan (walaupun semua peserta lain gagal) sehingga dia tidak dapat meneruskannya lagi mengikut peraturan. Ketinggian lompatan di ukur secara menegak dari aras tanah hingga bahagian tengah disebelah atas padang.
Setiap peserta akan diberi peluang sebanyak tiga kali untuk melakukan lompatan. Jika peserta tidak berhasil melewati mistar sebanyak tiga kali berturut-turut, dia dinyatakan gagal.Untuk menentukan kemenangan, para peserta harus berusaha melompat setinggi mungkin yang dapat dilakukan. Pemenang ditentukan dengan lompatan tertinggi yang dilewati.