AKULTURASI ; (Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Manfaat, Faktor, Ciri-Ciri, Dampak dan Contoh Akulturasi)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi yaitu tentang akulturasi, adapun disini kita akan merangkun atau meringkasnya mulai dari pengertian atau definisi akulturasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, manfaat akulturasi, manfaat, faktor, ciri-ciri dan dampak positif dan negatif akulturasi serta contoh akulturasi dalam kehidupan sehari-hari. Semoga dapat membantu

Akulturasi

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi yaitu tentang akulturasi, adapun disini kita akan merangkun atau meringkasnya mulai dari pengertian atau definisi akulturasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, manfaat akulturasi, manfaat, faktor, ciri-ciri dan dampak positif dan negatif akulturasi serta contoh akulturasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Akulturasi

Pengertian atau definisi akulturasi secara umum bahwa akulturasi adalah proses bercampurnya dua lebih budaya yang unsur-unsur dari kebudayaan asli masih terlihat dan tidak hilang. Secara Istilah Akulturasi berasal dari bahasa Latin “acculturate” yang memiliki arti tumbuh dan berkembang bersama-sama. Akulturasi juga dapat diartikan sebagai masuknya budaya asing ke dalam suatu masyarakat dimana sebagian menerima dan sebagian lagi menolak.
Pengertian Akulturasi menurut para ahli:
1. Menurut Suyono Akulturasi adalah suatu proses transfer penerima dari beragam unsur budaya yang saling bertemu dan berhubungan serta menumbuhkan proses interaksi budaya yang tanpa meninggalkan budaya aslinya.
2. Menurut Nardy Akulturasi adalah sebagai bagian dari proses sosial yang muncul dari sekelompok masyarakat dengan kebudayaannya dan bertemu dengan kelompok masyarakat lain tentunya dengan kebudayaan mereka  (asing) dan berbaur yang menciptakan interaksi sosial sehingga lambat laun diterima oleh dan disatukan menjadi kebudayaan bersama tanpa menghilangkan identitas budaya itu sendiri.
3. Menurut Murdock adalah lebih ke sebuah modifikasi secara adaptif dari beragam elemen maupun unsur dari budaya yang diakibatkan dari sebuah proses interaksi antar kelompok yang membawa kebudayaan dengan tingkat persamaan unsur yang besar.
4. Menurut Kroeber, Akulturasi yaitu bagian dari perubahan kebudayaan akibat penyatuan dua kebudayaan yang memiliki tingkat persamaan tinggi antar budaya yang satu dengan budaya yang lain tanpa menghilangkan budaya atau unsur aslinya.
5. Menurut Harsoyo, definisi akulturasi adalah suatu fenomena bersumber dari sebuah hasil kontak secara langsung dan continue antara sekelompok masyarakat yang memiliki budaya masing-masing dan menimbulkan perubahan dalam kebudayaan dari masing-masing dengan tetap menjaga keaslian unsurnya.

Tujuan dan Manfaat Akulturasi

Tujuan akulturasi adalah penggabungan budaya yang lama dengan budaya yang baru agar dalam masuknya budaya yang baru, budaya yang lama tidak tergantikan namun digabungkan.
Secara umum manfaat akulturasi adalah dapat melahirkan gagasan-gagasan baru bagi perkembangan masyarakat nusantara dan menghasilkan budaya yang baru tapi budaya lama tidak hilang begitu saja.

Faktor – Faktor Akulturasi

Sebutkan beberapa faktor yang dapat menimbulkan proses akulturasi!
Berikut dibawah ini adalah faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya proses akulturasi baik faktor internal maupun faktor eksternal, yaitu
Faktor Internal:
  • Bertambah dan berkurangnya penduduk singh, orang asli, kadazan, iban, batak and lain-lain
  • Adanya penemuan baru
  • Invention atau penyempurnaan penemuan baru 
  • Pemberontakan ataupun revolusi
  • Konflik yang terjadi dalam masyarakat
  • Innovation atau pembaruan ataupun penemuan baru yang diterapkan dalam kehidupan masyarkat sehingga dapat menambah, melengkapi ataupun mengganti yang telah ada. Penemuan demikian mendorong kesadaran masyarakat akan kekurangan unsur dalam kehidupannya, kualitas ahli atau anggota masyarakat. 
Faktor Eksternal:
  • Perubahan alam
  • Terjadinya peperangan
  • Pengaruh kebudayaan lain melalui difusi (penyebaran kebudayaan), akulturasi (pembauran antara budaya yang masih terlihat dengan sifat-sifat khasnya masing-masing), asimilasi (pembauran antara budaya yang menghasilkan budaya yang sama sekali baru batas budaya lama tidak tampak lagi).

Ciri-Ciri Akulturasi

Salah satu ciri ciri terlah terjadinya akulturasi adalah
  • Munculnya sikap terbuka terhadap kebudayaan yang dipengaruhi
  • Adanya rasa kecocokan yang dirasakan oleh kelompok masyarakat tertentu terhadap masuknya nilai-nilai kebudayaan baru sehingga timbul rasa suka terhadap budaya tersebut.

Dampak Akulturasi

Adapun berikut ini adalah dampak dampak yang terjadi dari akulturasi yaitu:
  • Terjadi perubahan cara pandang tentang kehidupan bermasyarakat dari yang sebelumnya telah lama ke hal yang lebih baru.
    Contohnya seperti silaturahmi kepada orang tua dan juga kerabat harus dengan cara berhadap-hadapan, kini dapat melalui telepon, vidio call, pesan singkat dan sebagainya. 
  • Perubahan mentalitas, rasa malu dan kepiawaian masyarakat.
    Contohnya Seperti perempuan dapat bekerja diluar rumah, berpolitik, penguasa dan pengusaha, dan dapat mengendalikan perusahaan besar yang notabene hanya bisa dilakukan oleh kaum laki-laki.
  • Terbukanya wawasan masyarakat ke arah pengetahuan yang luas, seperti penemuan baru yang mudah di ketahui dan teknologi yang canggih. 
  • Terjadinya perubahan pergaulan serta makin terbukanya hal yang dianggap tabu, seperti hubungan antar remaja yang semakin terbuka.

Contoh Akulturasi

Berikut dibawah ini adalah contoh contoh akulturasi dalam berbagai aspek, mulai dari seni, sistim pemerintahan, kehudipan sehari-hari, bahasa dan sebagainya.

Dalam Seni Bangunan

Seni bangunan sebagai salah satu misal akulurasi tampak dari bangunan candi. Ini sebagai wujud akulturasi antara kebiasaan asli Indonesia dengan kebiasaan Hindu-Budha. Candi sendiri ialah bentuk perwujudan akulturasi yang terjadi diantara Indonesia dengan India.

Dalam Seni Tari

Contohnya adalah tari betawi. Orang Betawi tersebar dan bermukim di sekian banyak  daerah di Jakarta. Mulai bermukim di pesisir, tengah kota bahkan terdapat yang berlokasi tinggal di pinggir kota. Perbedaan lokasi tinggal berikut yang menciptakan perbedaan kelaziman serta karakter yang menyebabkan akibat negatif pembiasan sosial. Tidak melulu itu saja, interaksi dengan suku lain pun mempengaruhi ciri khas untuk orang Betawi. Tidak heran andai tari yang dibuat menjadi berbeda. Yang sangat terasa ialah contoh akulturasi kebiasaan seni tari dianatar orang Betawi dengan negara Cina dimana mereka sukses menciptakan tari cokek, lenong, serta gambang kromong.

Dalam Seni Berpakaian

Pada adat betawi Adat Betawi, orang Betawi seringkali mengenakan sejumlah jenis pakaian. Tapi yang sangat sering digunakan yaitu pakaian adat dengan tutup kepala atau destar. Serta baju jas yang memblokir leher dengan bawahannya berupa celana panjang. Bagi melengkapi pakaiannya, lelaki Betawi akan menggunakan selembar kain batik yang dilingkarkan pada pinggang. Tidak ketinggalan dicantumkan sebilah belati pada unsur depan perut.

Dalam Aksara dan Sastra

Tersebarnya agama Islam di Indonesia berpengaruh terhadap bidang aksara ataupun tulisan, yaitu masyarakat mulai mengenal tulisan Arab, dan bahkan dapat berkembang menjadi tulisan Arab Melayu atau biasa dikenal dengan istilah Arab Gundul yakni Tulisan Arab yang digunakan untuk bahasa Melayu akan tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u misalnya tulisan Arab. Di samping itu, huruf Arab berkembang menjadi seni kaligrafi yang sering digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran dan gambar wayang. Adapun bentuk-bentuk seni sastra yakni hikayat, babad, suluk, dan primbon. 

Dalam Sistem Pemerintahan

Sistem pemerintahan juga ikut dipengaruhi dari hadirnya akulturasi. Sebelum masuknya Islam di Indonesia, kerajaan bercorak Hindu-Budha mengalami keruntuhan dan digantikan dari peranan kerajaan-kerajaan bercorak Islam misalnya Samudra Pasai, Demak, Malaka dan juga sebagainya. Sistem pemerintahan Islam, dimana rajanya bergelar sultan atau Sunan seperti halnya para wali dan rasa yang meninggal tidak lagi dimakamkan candi akan tetapi dimakamkan secara Islam.

Dalam Sistem Kalender

Sebelum budaya Islam masuk ke Indonesia, masyarakat telah mengenal sistem kalender yang berupa kalender Saka (Kalender Hindu) di tahun 78 M. Setelah berkembangnya Islam di Indonesia, sultan agung dari mataram membuat kalender Jawa, dari perhitungan peredaran bulan (komariah) misalnya tahun Hijriah (Islam). 
Lalu ada budaya budaya seperti memberi angpao (china)
perayaan hallowen (eropa)
Thanksgiving, valentine dan lain sebagainya.

Rangkuman Dividen ;(Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, Teori Kebijakan, Pengaruh, Prosedur Pembayaran, Cara Menghitung dan Contoh Dividen)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi maupun manajemen yaitu tentang ringkasan / rangkuman dividen, disini kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian dividen secara umum dan menurut para ahli, tujuan, jenis-jenis, teori kebijakan, pengaruh, prosedur pembayaran cara menghitung dan contoh dividen. Semoga dapat membantu

Dividen

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi maupun manajemen yaitu tentang ringkasan / rangkuman dividen, disini kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian dividen secara umum dan menurut para ahli, tujuan, jenis-jenis, teori kebijakan, pengatuh, prosedur pembayaran cara menghitung dan contoh dividen.

Pengertian Dividen

Pengertian Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Artinya, besar dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.
adapun definisi lain dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan.
Pengertian dividen menurut para ahli:
Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.
Menurut Stice et al. (2010:787), dividen adalah distribusi kepada pemegang saham suatu perusahaan secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.
Menurut Tangkilisan dan Hessel (2003:227), dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri, equity).
Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen adalah pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.
Menurut Reeve dkk (2010:275), dividen adalah aliran kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham.
Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

Jenis-Jenis Dividen

Jenis jenis dividen menurut para ahli, berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen yang perlu diketahui yang dikemukakan oleh Baridwan, antara lain:

1. Dividen Kas

Pengertian dividen kas adalah jenis dividen yang diberikan dalam bentuk kas. Sebelum membagikan dividen kas, tentu saja pemimpin perusahaan harus memastikan jumlah kas yang tersedia, apakah cukup untuk pembagian dividen atau tidak.

2. Dividen aktiva selain kas (dividen properti)

Selain deviden kas, deviden aktiva yang dapat dishare kepada pemilik saham dapat berbentuk surat berharga perusahaan lain namun dipegang perusahaan, produk dagang dan berbagai macam aktiva lainnya.

3. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Pengertian dividen lukuidasi adalah pengembalian modal yang diberikan pada para pemegang saham. Dividen ini bukan berasal dari laba yang diterima perusahaan.

4. Dividen Saham

Pengertian deviden saham adalah pembagian saham tambahan meskipun tidak melakukan penambahan modal. Pembagian deviden saham memiliki nilai yang sama dengan saham yang dimiliki sebelumnya meski jenis sahamnya bisa sama ataupun berbeda.

5. Dividen Hutang (dividen scrip)

Pengertian Scrip Dividen / dividen hutang adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen secara umum, antara lain:

1. Cash Dividend (Dividen Tunai)

Pengertian Cash dividend atau dividen tunai adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Pada umumnya cash dividend lebih disukai oleh para pemegang saham dan lebih sering dipakai perseroan jika dibandingkan dengan jenis dividen yang lain.

2. Stock Dividend (dividen saham)

3. Property dividend (dividen barang)

4. Dividen Interim (Interim Dividend)

Pengertian Dividen interim adalah dividen yang diumumkan serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai membukukan keuntungan tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Teori Kebijakan Dividen

Berikut dibawah ini adalah teori kebijakan dividen menurut para ahli :
1. Teori Dividen Tidak Relevan
Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.
Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.
2. Teori The Bird in The Hand
Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.
3. Teori Perbedaan Pajak
Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.
4. Teori Clientele Effect
Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
5. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis

Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula.
Berikut dibawah ini adalah resiko resiko bisnis akibat kebijakan dividen:

1. Dividen menjadi sumber konflik

Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Pengaruh Saat Dividen Ditiadakan

Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.
Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.
Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

3. Pengaruh Saat Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.
Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.
Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.
Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.

Prosedur Pembayaran Dividen

Berikut dibawah ini adalah prosedur atau langkah langkah pembayaran dividen :

1. Tanggal Pengumuman (declaration date)

Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang mana secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting yakni: tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.

2. Tanggal pencatatan (date of record)

Setelah mengumumkan, perusahaan akan melakukan pencatatan tentang nama-nama pemegang saham. Pemegang saham yang terdaftar akan mendapatkan hak mereka berupa dividen. Jika nama mereka tidak terdaftar, maka itu artinya mereka tidak mendapatkan dividen.

3. Tanggal cum-dividend 

Tanggal ini merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.

4. Tanggal ex-dividend

Tanggal ex-dividend adalah tanggal di mana pemegang saham tidak lagi memiliki hak untuk memiliki dividen. Dengan kata lain, jika ada investor yang baru membeli saham pada tanggal ini atau tanggal sesudahnya, maka investor tersebut tidak akan terdaftar dan tidak akan mendapatkan dividen.

5. Tanggal pembayaran (payment date)

Tanggal ini merupakan saat pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen. Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten (dividen tunai, dividen saham).

Cara Menghitung Dividen

Perhitungan deviden sangat tergantung dengan performa perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dalam mengitung deviden terdapat data yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu:
  • Laba Bersih/Saham (EPS)
  • DPR atau Devidend Payout Ratio
  • Jumlah/Besaran saham yang beredar (apabila perusahaan belum go public)
Apabila data-data diatas sudah diperoleh, maka dapat dihitung berapa jumlah deviden yang harus dibagi. Berikut dibawah ini adalah contoh dalam perhitungan jumlah deviden:
Perusahaan ABC mempunyai 10.000.000 lembar saham. Perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1.600.000.000,-. Kebijakan pembagian deviden atau Devidend  Payout Ratio adalah 40% dari laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Melalui data tersebut maka cara menghitung deviden pada perusahaan ABC adalah:
1. Dividen                        = Laba bersih x Devidend  Payout Ratio
                                                 = Rp 1.600.000.000 x 40%
                                                 = Rp 640.000.000
2. Deviden/saham beredar = Rp 640.000.000/10.000.000 lembar saham
                                                        = Rp 64 per lembar saham

ARSIP ; (Pengertian, Jenis, Macam, Fungsi, Tujuan dan Nilai guna Arsip)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen yaitu tentang arsip, dimana disini kita akan rangkum materi arsip mulai dari pengertian arsip dan kearsipan secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis, macam-macam, fungsi, tujuan dan nilai guna arsip. Semoga dapat membantu

Arsip

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen yaitu tentang arsip, dimana disini kita akan rangkum materi arsip mulai dari pengertian arsip dan kearsipan secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis, macam-macam, fungsi, tujuan dan nilai guna arsip.

Pengertian Arsip

Pengertian Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan.

Jenis Jenis Arsip

Secara umum arsip terbagi menjadi beberapa jenis, arsip menurut subjek atau isinya, menurut kekuatan . legalitas hukum, tingkat keasliannya, tempat / tingkat pengolahannya, berdasarkan fungsi, sifat kepentingannya, nilai guna serta bentuk, masalahnya dan wujud fisiknya, berikut penjelasannya

Jenis-jenis arsip berdasarkan sifatnya

Berikut dibawah ini adalah jenis jenis arsip berdasarkan sifatnya, antara lain:
  1. Arsip tidak penting yaitu arsip hanya memiliki kegunaan informasi saja.
  2. Arsip penting yaitu arsip yang memiliki hubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang.
  3. Arsip biasa yaitu arsip yang semula penting, namun akhirnya tidak berguna lagi pada saat informasinya sudah berlalu.
  4. Arsip sangat penting yaitu arsip yang dapat dijadikan alat pengingat selama-lamanya yang bernilai sejarah atau ilmiah.
  5. Arsip rahasia yaitu arsip yang hanya boleh diketahui oleh orang tertentu saja dalam organisasi tertentu.

Jenis-jenis arsip berdasarkan fungsinya

Lalu yang ke-2, ada jenis arsip berdasarkan fungsinya, berikut penjelasannya:
  1. Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Arsip dinamis terdiri dari 3 jenis yaitu arsip aktif, arsip inaktif dan arsip vital.
  2. Arsip statis yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan berbangsa pada umumnya, maupun untuk penyelenggaraan administrasi negara.

Jenis-jenis arsip berdasarkan bentuknya

Yang ke-3 yaitu jenis arsip menurut bentuknya, antara lain:
  1. Arsip berbentuk lembaran, contohnya seperti surat, kuitansi dan faktur
  2. Arsip tidak berbentuk lembaran, contohnya seperti disket, flashdisk, CD dan DVD

Jenis arsip berdasarkan masalahnya

Lalu arsip juga dapat dikelompokan kedalam jenis yang berdasarkan masalahnya dan berikut contohnya yaitu:
  1. Financial record yaitu arsip yang berkaitan dengan masalah keuangan. Contoh arsip financial adalah kuitansi, giro dan cek
  2. Inventory record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris. Contoh arsip inventory adalah catatan tentang jumlah barang, merek, ukuran dan harga
  3. Personal record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Contoh arsip personal adalah surat lamaran kerja, curriculum vitae (CV) dan absensi
  4. Sales record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan. Contoh arsip sales adalah daftar agen distributor dan daftar penjualan barang
  5. Production record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah produksi. Contoh arsip production adalah data produksi barang atau jasa

Jenis arsip berdasarkan pemiliknya

Lalu ada juga jenis arsip menurut atau berdasarkan pemiliknya, yaitu:
  1. Arsip Lembaga Pemerintahan yang antara lain meliputi Arsip Nasional di Indonesia (Arsip Nasional Republik Indonesia). Arsip Nasional di tiap ibu kota Daerah Tingkat I atau provinsi (Arsip Nasional Daerah)
  2. Arsip Instansi Pemerintah/swasta yang antara lain meliputi arsip primer dan sekunder serta arsip sentral dan arsip unit.

Jenis Arsip berdasarkan subjek atau isinya

Juga ada jenis jenis arsip berdasarkan isi atau subjeknya, yaitu:
  1. Arsip kepegawaian, contohnya seperti daftar riwayat hidup pegawai, surat lamaran, surat pengangkatan pegawai dan rekaman prestasi
  2. Arsip Keuangan, contohnya sepertilaporan keuangan, bukti pembayaran, daftar gaji, bukti pembelian dan surat perintah bayar
  3. Arsip Pemasaran, contohnya seperti surat penawaran, surat pesanan, surat perjanjian penjualan, daftar pelanggan dan daftar harga.
  4. Daftar pendidikan, contohnya seperti kurikulum, satuan pelajaran, daftar hadir siswa, raport dan transkip mahasiswa.

Jenis Arsip berdasarkan legalitas atau kekuatan hukum

Berikut ini adalah jenis jenis arsip berdasarkan legalitas hukum atau kekuatan hukumnya, yaitu:
  1. Arsip Autentik, yaitu arsip yang diatasnya terdapat tanda tangan asli dengan tinta sebagai tanda keabsahan dari sisi arsip bersangkutan.
  2. Arsip Tidak Autentik, yaitu arsip yang diatasnya tidak ada tanda tangan asli dengan tinta

Fungsi Arsip

Setelah kita memahami definisi kearsipan dan jenis jenisnya, berikut ini adalah fungsi dari arsip yang sedang kita bahas, yaitu:
  1. Sebagai sumber ingatan bagi organisasi atau perorangan jika lupa dengan isi dokumen atau permasalahan yang butuh diperhatikan isinya serta memiliki keterkaitan dengan permasalahan baru.
  2. Sebagai bahan penelitian, arsip merupakan data dan fakta yang otentik untuk dijadikan dasar pemikiran penelitian.
  3. Sebagai bahan penelitian, arsip merupakan data dan fakta yang otentik untuk dijadikan dasar pemikiran penelitian.
  4. Sebagai alat bukti tertulis suatu hal
  5. Sebagai gambaran peristiwa masa lampau atau sebagai bukti sejarah.

Tujuan Arsip

Dalam melakukan suatu hal tentulah ada tujuan tertentu, berikut dibawah ini adalah tujuan tujuan dari adanya arsip atau kearsipan :
  • Agar arsip terpelihara dengan baik, teratur dan aman
  • Menghemat waktu dan tenaga
  • Jika dibutuhkan bisa ditemukan dengan cepat dan tepat
  • Jika dibutuhkan bisa ditemukan dengan cepat dan tepat
  • Menjaga rahasia arsip
  • Menjaga kelestarian arsip
  • Menyelamatkan pertannggung jawaban perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan.

Nilai Guna Arsip

Nilai guna arsip secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu nilai guna primer dan sekunder,
Nilai guna primer adalah arsip yang memiliki nilai namun didasari oleh kegunaan untuk pembuatan arsip tersebut. Nilai guna primer ini meliputi:
  • Nilai Guna Administrasi
    Nilai guna administrasi bermakna bahwa arsip dijadikan sebagai kebijaksanaan serta prosedur persyaratan ketika mengadakan kegiatan. Hal  ini hanya berlaku untuk organisasi pembuat arsipnya.
  • Nilai Guna Keguangan
    Suatu arsip dapat dikatakan memiliki nilai guna keuangan apabila arsip tersebut mengandung segala transaksi dan pertanggungjawaban keuangan.
  • Nilai Guna Hukum
  • Suatu arsip yang memberikan segala informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pembuktian dalam bidang hukum.
    Dengan kata lain, arsip yang memiliki hak dan kewajiban baik itu dalam jangka pendek ataupun panjang, untuk pegawai suatu instansi pemerintahan ataupun swasta yang terdapat dalam kontrak, sewa-menyewa dan masih banyak lainnya.
  • Nilai Guna Ilmiah dan teknologi
    Suatu arsip yang berisi data ilmiah dan teknologi sebagai hasil dari penelitian yang telah dilakukan.
Nilai Guna Sekunder adalah suatu arsip yang memiliki nilai namun didasari oleh kegunaannya untuk kepentingan perusahaan ataupun umum dan berguna dalam menjadi bahan bukti dan pertanggungjawaban suatu kegiatan. Nilai guna sekunder meliputi:
  • Nilai Guna Kebuktian
    Arsip berfungsi untuk menunjukkan fakta dan keterangan yang bisa digunakan ketika menjelaskan perihal pendirian instansi, pengembangan serta fungsi dan tugasnya, dan bahkan menjelaskan hasil dari tugas dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
  • Nilai Guna Infomational
    Suatu arsip yang berisi tentang segala macam kepentingan bagi penelitian dan sejarah.

Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis dan Contoh ;LAPORAN KEUANGAN

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran perkuliahan akuntansi yaitu tentang laporan keuangan, disini kita akan membahasnya secara singkat dan lengkap mulai dari pengertian laporan keuangan secara umum dan menurut para ahli, fungsi, jenis jenis dan contohnya laporan keuangan. Semoga dapat membantu

Laporan Keuangan

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran perkuliahan akuntansi yaitu tentang laporan keuangan, disini kita akan membahasnya secara singkat dan lengkap mulai dari pengertian laporan keuangan secara umum dan menurut para ahli, fungsi, jenis jenis dan contohnya laporan keuangan.

Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian / definisi secara umum, laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses pencatatan dan perhitungan yang berisi ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan selama periode tertentu.
Berikut ini adalah pengertian laporan keuangan menurut para ahli:
  • Menurut Mahmud M. Hanafi dan Abdul Halim. Laporan keuangan adalah laporan yang isinya diharapkan dapat memberikan informasi kinerja perusahaan dan digabungkan dengan informasi lain, misalnya industri, kondisi ekonomi, dan lain-lain
  • Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia. Laporan keuangan adalah susunan laporan yang menampilkan posisi keuangan serta kinerja keuangan dalam sebuah entitas/ perusahaan. Tujuan dari laporan keuangan menurut IAI adalah untuk memberikan informasi detail tentang posisi keuangan (financial positition), kinerja keuangan (financial performance) dan arus kas (cash flow).
  • Menurut Munawir. Laporan Keuangan pada umumnya terdiri dari neraca dan perhitungan laba rugi serta perubahan ekuitas. Neraca berisi gambaran jumlah aset, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada peroide tertentu. Sedangkan laba rugi menunjukan hasil-hasil dan beban perusahaan yang telah dicapai.
  • Menurut Harahap. Laporan keuangan berisi gambaran keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan pada jangka waktu tertentu.
  • Menurut Gitman. Laporan keuangan adalah Laporan tahunan dalam sebuah perusahaan dan harus diberikan kepada pemegang saham, isinya merangkum dan mendokumentasikan kegiatan keuangan selama satu tahun terakhir.

Fungsi Laporan Keuangan

Secara umum, laporan keuangan memiliki fungsi sebagai berikut:
  1. Sebagai alat untuk mengetahui kondisi keuangan dan kinerja perusahaan
  2. Menyusun Perencanaan Kegiatan Perusahaan
  3. Mengendalikan Perusahaan
  4. Dasar Pembuatan Keputusan Dalam Perusahaan
  5. Pertimbangan dan pertanggung jawaban pada pihak Ekstern

Tujuan Laporan Keuangan

Secara umum tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi selengkapnya yang berhubungan dengan keuangan, kinerja perusahaan dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Jenis Jenis Laporan Keuangan

Secara garis besar laporan keuangan terbagi menjadi 3 (tiga) jenis, namun dalam 3 jenis tersebut masih tercepah menjadi beberapa macam macam laporan keuangan, berikut penjelasannya:

1. Laporan Laba Rugi

Sesuai dengan namanya, jenis laporan keuangan ini berfungsi untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis berada dalam posisi laba atau rugi. Apabila pendapatan perusahaan lebih besar daripada beban atau biayanya, maka bisnis memperoleh laba. Sebaliknya, jika pendapatan cenderung lebih kecil dari beban atau biayanya, maka kemungkinan besar bisnis mengalami kerugian.
Pada umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step.

2. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal atau yang biasa disebut Capital Statement dalam istilah akuntansi merupakan jenis laporan keuangan yang memberikan informasi mengenai perubahan modal atau ekuitas perusahaan dalam periode tertentu. Laporan perubahan modal ini berfungsi untuk menunjukkan seberapa besar perubahan modal yang terjadi dan apa yang menyebabkan perubahan tersebut terjadi.

3. Neraca (Balance)

Neraca adalah jenis laporan keuangan ini menyajikan akun-akun aktiva, kewajiban, dan modal dalam satu periode. Neraca biasanya terdiri dari dua bentuk, yaitu bentuk skontro/horizontal (account form) dan bentuk vertikal/stafel (report form). Nilai modal pada neraca merupakan nilai yang tercatat pada Laporan Perubahan Modal. Keseimbangan pada neraca dapat tercapai karena pada Laporan Perubahan Modal sudah terdiri dari pendapatan dan biaya yang tercatat pada Laporan Laba-Rugi.
3.1 Aktiva, merupakan harta yang dimiliki perusahaan dengan nilai manfaat di masa depan (future economic benefit). Contohnya seperti truk, mobil kargo, dan mobil pengangkat barang, untuk perusahaan ekspedisi. Aktiva terdiri dari Aktiva Lancar (Current Assets) dan Aktiva Tetap Berwujud (Tangiable Fixed Assets)

Baca Juga: Materi Lengkap Tentang Aktiva

3.2 Kewajiban, terdiri dari Utang Lancar (Current Liabilities) dan Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities).
3.3 Modal,  Modal adalah harta kekayaan perusahaan yang dimiliki oleh pemilik perusahaan. Modal akan bertambah jika pemilik perusahaan menambahkan investasinya ke dalam perusahaan dan jika perusahaan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, modal akan berkurang jika pemilik perusahaan mengambil dana investasinya (prive) dan jika perusahaan mengalami kerugian.

Laporan Arus Kas

Untuk selengkapnya bisa anda baca mengenai arus kas disini

Contoh Laporan Keuangan

Berikut ini adalah salah satu contoh laporan keuangan
Kami contohkan laporan keuangan berdasarkan informasi yang diperoleh dari neraca lajur per 31 April 2017 Perusahaan PT Adam Jaya:
  1. Telah diterima pembayaran sebesar Rp.10.000.000 atas penjualan produk A kepada PT Sukses
  2. Mendapat pendapatan atas sewa sebesar Rp. 4.500.000
  3. Stok awal barang dagang per tanggal 1 Mei 2017 adalah Rp.3.500.000
  4. Stok akhir barang dagang per tanggal 31 April 2017 adalah sebesar Rp. 4.200.000
  5. Pembelian stok bahan baku baru ke supplier sebesar Rp.3.000.000
  6. Pembayaran biaya transportasi masuk atau ekspedisi sebesar Rp.750.000
  7. Pembayaran biaya gaji serta komisi atas penjualan barang sebesar Rp.1.750.00
  8. Biaya promosi iklan online instagram, google, dll sebesar Rp.500.000
  9. Pembayaran biaya transportasi keluar atau ekspedisi sebesar Rp.700.000
  10. Membayar biaya tagihan telepon sebesar Rp. 250.000
  11. Taksiran penyusutan peralatan sebesar Rp. 300.000
  12. Taksiran penyusutan gedung sebesar Rp.500.000
  13. Pembayaran Administrasi Rp.150.000
  14. Pembayaran Pajak penghasilan sebesar 5%
Dari 14 penjelasan diatas maka akan dibuat laporan keuangan seperti di bawah ini.
Perusahaan Dagang PT Abadi Jaya
Laporan Laba Rugi
per 31 April 2018

Pendapatan
Penjualan                                                                            Rp.10.000.000
Pendapatan atas sewa                                                        Rp.4.500.000
Total pendapatan                                                               Rp.14.500.000
Beban
Harga pokok penjualan                                             Rp.3.050.000
Beban penjualan                                                         Rp3.250.000
Administrasi                                                                Rp.150.000
Total Beban                                                                  Rp.6.450.000

AKUNTANSI BIAYA(Cost Accounting) ;Pengertian, Tujuan, Fungsi, Karakteristik dan Klasifikasi Akuntansi Biaya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi yaitu tentang akuntansi biaya, adapuan disini kita akan merangkum akuntansi biaya yaitu pengertian akuntansi biaya atau cost accounting, tujuan akuntansi biaya, fungsi akuntansi biaya, karakteristik dan klasifikasi akuntansi biatya(cost accounting). Semoga dapat membantu

Akuntansi Biaya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi yaitu tentang akuntansi biaya, adapuan disini kita akan merangkum akuntansi biaya yaitu pengertian akuntansi biaya atau cost accounting, tujuan akuntansi biaya, fungsi akuntansi biaya, karakteristik dan klasifikasi akuntansi biatya(cost accounting).

 

Pengertian Akuntansi Biaya

Pengertian akuntansi biaya (cost accounting) adalah salah satu bagian dari bidang akuntansi meliputi kegiatan proses pencatatan dan monitoring seluruh aktifitas biaya dan menyajikan informasi tersebut dalam suatu laporan.  
Juga Perusahaan dalam menjalankan seluruh aktifitas untuk memperoleh keuntungan atau laba tidak bisa terlepas dari biaya.

Hal utama yang perlu diantisipasi serta direncanakan dengan baik yaitu dengan melakukan efisiensi terhadap seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan pengendalian anggaran yang telah direncanakan.

Tujuan

Adapun tujuan dari akuntansi biaya adalah sebagai pengendalian biaya, penentuan harga pokok produk dan pengambilan keputusan khusus :
1. Pengendalian biaya
Pengendalian biaya harus didahului dengan penentuan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk. Jika biaya yang seharusnya ini telah ditetapkan, akuntansi biaya bertugas untuk memantau apakah pengeluaran biaya yang sesungguhnya sesuai dengan biaya yang seharusnya tersebut. Akuntansi biaya kemudian melakukan analisis terhadap penyimpangan biaya sesungguhnya dengan biaya seharusnya dan menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih tersebut. Dari analisis penyimpangan dan penyebabnya tersebut, manajemen akan dapat mempertimbangkan tindakan koreksi, jika hal ini perlu dilakukan. Dan analisis ini juga manajemen puncak akan dapat mengadakan penelitian prestasi para manajer dibawahnya.
2. Penentuan Harga Pokok Produk
Untuk memenuhi tujuan penentuan harga pokok produk, akuntansi biaya mencatat, menggolongkan, dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa. Biaya yang dikumpulkan dan disajikan adalah biaya yang telah terjadi dimasa yang lalu atau biaya historis.
3. Pengambilan Keputusan Khusus
Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa yang akan datang. Oleh karena itu informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan khusus selalu berhubungan dengan informasi yang akan datang. Akuntansi biaya untuk
pengambilan keputusan khusus menyajikan biaya masa yang akan datang (future cost). Informasi biaya ini tidak dicatat dalam catatan akuntansi biaya, melainkan hasil dari suatu proses peramalan.

Fungsi Akuntansi Biaya

Secara umum fungsi akuntasi biaya ada dua yaitu Penentuan Harga Pokok Produksi atau Jasa (Cost of Good Sold) dan Perencanaan dan Pengendalian Biaya (Forcasting and Controlling)
Penentuan Harga Pokok Produksi atau Jasa (Cost of Good Sold) adalah bagian tugas utama dari akuntansi biaya adalah mencatat, menggolongkan, monitoring dan meringkas seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi, dari data historis ini dijadikan
Perencanaan dan Pengendalian Biaya (Forcasting and Controlling) adalah atas dasar data historis dari laporan keuangan tentang seluruh aktifitas biaya dapat dijadikan acuan dalam membuat perencanaan anggaran (Budgeting) kemudian melakukan monitoring terhadap penyimpangan biaya atas anggaran yang telah ditetapkan sehingga meningkatkan efisiensi biaya perusahaan.

Klasifikasi Akuntasi Biaya

Klasifikasi biaya merupakan proses pengelompokan biaya berdasarkan tujuan dari informasi biaya yang disajikan.

Berdasarkan Fungsi Pokok dari Aktifitas Perseroan.

1. Biaya Produksi (Production Cost) atau Biaya Harga Pokok Produksi (Cost of Good Sold) meliputi : Biaya Bahan Baku (Material), Tenaga Kerja Langsung / Buruh (Direct Labour), dan Biaya Operasional (Direct Overhead).
2. Biaya Pemasaran (Marketing Expenses) : Biaya Promosi dan Iklan.
3. Biaya Administrasi dan Umum (General Administration Expenses) : Biaya Gaji Karyawan, Overhead Kantor, dan biaya terkait lainnya. 

Berdasarkan Kegiatan atau volume Produksi.

1. Biaya Variabel (Variable Cost), Komponen biaya proporsional sesuai mengikuti volume produksi yang dihasilkan. Contoh Biaya Bahan Baku dan Overhead Langsung.
2. Biaya Tetap (Fixed Cost), Biaya yang tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Contoh Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), walaupun volumenya disesuaikan dengan kapasitas produksi namun pembayarannya bersifat lumpsum per bulan. 

Berdasarkan Objek yang dibiayai

1. Biaya Langsung (Direct Cost), Biaya yang dapat diidentifikasi langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), dan Biaya Bahan Baku (Direct Material)
2. Biaya Tidak Lansung (Indirect Cost), Biaya yang tidak dapat diidentifikasi langsung dengan objeknya. Contoh : Biaya Overhead Pabrik (Direct Overhead).

Berdasarkan Periode Akuntansi

1. Biaya Investasi (Capital Expenditure), Biaya yang memberikan masa manfaat pada beberapa periode akuntansi. Contoh Mesin Pabrik biaya depresiasi penyusutannya selama 5 tahun.
2. Biaya Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure), Biaya yang dikeluarkan memberikan masa manfaat hanya pada satu periode akuntansi. Contoh : Biaya Overhead Pabrik.