Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi maupun manajemen yaitu tentang ringkasan / rangkuman dividen, disini kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian dividen secara umum dan menurut para ahli, tujuan, jenis-jenis, teori kebijakan, pengaruh, prosedur pembayaran cara menghitung dan contoh dividen. Semoga dapat membantu
Dividen
Pengertian Dividen
Pengertian Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Artinya, besar dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.
adapun definisi lain dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan.
Pengertian dividen menurut para ahli:
Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.
Menurut Stice et al. (2010:787), dividen adalah distribusi kepada pemegang saham suatu perusahaan secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.
Menurut Tangkilisan dan Hessel (2003:227), dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri, equity).
Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen adalah pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.
Menurut Reeve dkk (2010:275), dividen adalah aliran kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham.
Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.
Jenis-Jenis Dividen
Jenis jenis dividen menurut para ahli, berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen yang perlu diketahui yang dikemukakan oleh Baridwan, antara lain:
1. Dividen Kas
Pengertian dividen kas adalah jenis dividen yang diberikan dalam bentuk kas. Sebelum membagikan dividen kas, tentu saja pemimpin perusahaan harus memastikan jumlah kas yang tersedia, apakah cukup untuk pembagian dividen atau tidak.
2. Dividen aktiva selain kas (dividen properti)
Selain deviden kas, deviden aktiva yang dapat dishare kepada pemilik saham dapat berbentuk surat berharga perusahaan lain namun dipegang perusahaan, produk dagang dan berbagai macam aktiva lainnya.
3. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)
Pengertian dividen lukuidasi adalah pengembalian modal yang diberikan pada para pemegang saham. Dividen ini bukan berasal dari laba yang diterima perusahaan.
4. Dividen Saham
Pengertian deviden saham adalah pembagian saham tambahan meskipun tidak melakukan penambahan modal. Pembagian deviden saham memiliki nilai yang sama dengan saham yang dimiliki sebelumnya meski jenis sahamnya bisa sama ataupun berbeda.
5. Dividen Hutang (dividen scrip)
Pengertian Scrip Dividen / dividen hutang adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen secara umum, antara lain:
1. Cash Dividend (Dividen Tunai)
Pengertian Cash dividend atau dividen tunai adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Pada umumnya cash dividend lebih disukai oleh para pemegang saham dan lebih sering dipakai perseroan jika dibandingkan dengan jenis dividen yang lain.
2. Stock Dividend (dividen saham)
3. Property dividend (dividen barang)
4. Dividen Interim (Interim Dividend)
Pengertian Dividen interim adalah dividen yang diumumkan serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai membukukan keuntungan tahunan.
5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)
6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)
Teori Kebijakan Dividen
Berikut dibawah ini adalah teori kebijakan dividen menurut para ahli :
1. Teori Dividen Tidak Relevan
Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.
Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.
2. Teori The Bird in The Hand
Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.
3. Teori Perbedaan Pajak
Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.
4. Teori Clientele Effect
Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
5. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.
Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis
Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula.
Berikut dibawah ini adalah resiko resiko bisnis akibat kebijakan dividen:
1. Dividen menjadi sumber konflik
Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.
2. Pengaruh Saat Dividen Ditiadakan
Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.
Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.
Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.
3. Pengaruh Saat Dividen Dinaikkan
Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.
4. Daya Tarik Dividen
Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.
Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.
5. Menginvestasikan Dividen
Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.
Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.
Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.
Prosedur Pembayaran Dividen
Berikut dibawah ini adalah prosedur atau langkah langkah pembayaran dividen :
1. Tanggal Pengumuman (declaration date)
Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang mana secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting yakni: tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.
2. Tanggal pencatatan (date of record)
Setelah mengumumkan, perusahaan akan melakukan pencatatan tentang nama-nama pemegang saham. Pemegang saham yang terdaftar akan mendapatkan hak mereka berupa dividen. Jika nama mereka tidak terdaftar, maka itu artinya mereka tidak mendapatkan dividen.
3. Tanggal cum-dividend
Tanggal ini merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.
4. Tanggal ex-dividend
Tanggal ex-dividend adalah tanggal di mana pemegang saham tidak lagi memiliki hak untuk memiliki dividen. Dengan kata lain, jika ada investor yang baru membeli saham pada tanggal ini atau tanggal sesudahnya, maka investor tersebut tidak akan terdaftar dan tidak akan mendapatkan dividen.
5. Tanggal pembayaran (payment date)
Tanggal ini merupakan saat pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen. Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten (dividen tunai, dividen saham).
Cara Menghitung Dividen
Perhitungan deviden sangat tergantung dengan performa perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dalam mengitung deviden terdapat data yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu:
- Laba Bersih/Saham (EPS)
- DPR atau Devidend Payout Ratio
- Jumlah/Besaran saham yang beredar (apabila perusahaan belum go public)
Apabila data-data diatas sudah diperoleh, maka dapat dihitung berapa jumlah deviden yang harus dibagi. Berikut dibawah ini adalah contoh dalam perhitungan jumlah deviden:
Perusahaan ABC mempunyai 10.000.000 lembar saham. Perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1.600.000.000,-. Kebijakan pembagian deviden atau Devidend Payout Ratio adalah 40% dari laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Melalui data tersebut maka cara menghitung deviden pada perusahaan ABC adalah:
1. Dividen = Laba bersih x Devidend Payout Ratio
= Rp 1.600.000.000 x 40%
= Rp 640.000.000
2. Deviden/saham beredar = Rp 640.000.000/10.000.000 lembar saham
= Rp 64 per lembar saham