Rangkuman PENDAPATAN NASIONAL ;Pengertian, Manfaat, Metode, Konsep, Komponen dan Contoh pendapatan nasional

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Manajemen dan bisnis kelas 10 SMK, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman materi pendapatan nasional lengkap, mulai dari pengertian, manfaat, metode perhitungan, konsep, komponen dan contoh pendapatan nasional. Semoga dapat membantu

Pendapatan Nasional

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Manajemen dan bisnis kelas 10 SMK, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman materi pendapatan nasional lengkap, mulai dari pengertian, manfaat, metode perhitungan, konsep, komponen dan contoh pendapatan nasional.

Pengertian Pendapatan nasional

Pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun.

Baca Juga: Materi tentang Biaya Peluang / Opportunity Cost

Manfaat Pendapatan Nasional

Adapun manfaat dari pendapatan nasional yaitu :
  • Menilai perkembangan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu
  • Menilai prestasi ekonomi suatu bangsa
  • Membandingkan perekonomian dengan negara lain
  • Menerangkan struktur perekonomian negara
  • Mengetahui pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita
  • Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Metode perhitungan pendapatan nasional ada 3 yaitu metode pendekatan produksi, pendapatan dan pengeluaran, berikut adalah penjelasan dan rumus perhitungan pendapatan nasional :

1. Metode Produksi

Metode perhitungan pendapatan nasional yang pertama adalah metode pendekatan produksi. Dengan menggunakan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan jalan menjumlahkan seluruh hasil produksi barang dan jasa yang berhasil dihasilkan oleh seluruh pelaku ekonomi yang ada dalam satu negara dalam satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).
Dan rumusnya adalah 
Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) …]

2. Metode  Pendapatan

Metode perhitungan pendapatan yang ketiga adalah metode pendekatan pendapatan. Perhitungan pendapatan nasional menggunakan metode ini dilakukan dengan jalan menjumlahkan semua pendapatan yang berhasil diterima oleh seluruh pelaku ekonomi dari hasil penyediaan produk (baik barang maupun jasa) yang dihitung selama satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).
Dan rumus yang dipakai adalah
Y = r + w + i + p
(rent, wage, interest, profit)

3. Metode Pengeluaran

Metode perhitungan pendapatan nasional yang kedua adalah metode pendekatan pengeluaran. Dengan menggunakan metode perhitungan ini, pendapatan nasional suatu negara dihitung dengan menjumlahkan semua pos – pos pengeluaran yang dipakai untuk membeli barang dan jasa akhir seluruh pelaku ekonomi (baik rumah tangga konsumen, pemerintah, rumah tangga produksi / perusahaan, serta sektor luar negeri) yang terjadi dalam satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).

Baca Juga: Rangkuman Otoritas Jasa Keuangan / OJK

Rumus yang dipakai dalam metode pengeluaran adalah
Y = C + I + G (X – M)

Konsep Pendapatan Nasional

Secara garis besar konsep pendapatan nasional ada 6 yaitu Produk Domestik Bruto (GDB), Produk Nasional Bruto (GNP), Produk Nasional Netto (NNP), Pendapatan Nasional Netto (NNI),Pendapatan Perseorangan (PI) dan Pendapatan yang siap dibelanjakan, berikut ini adalah penjelasannya :

Produk Domestik Bruto

Pengertian Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau domestik selama satu tahun.
GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN
Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan maupun instansi asing yang terkait, asalkan wilayah nya masih dalam wilayah suatu negara atau domestik tersebut. Contohnya seperti perusahaan X dari Jepang, yang mempunyai cabang di Indonesia, hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk kedalam GDP. Barang yang dihasilkan termasuk modal yang belum diperhitungkan, makanya bersifat bruto atau/kotor.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Pengertian Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan diluar negeri. Contohnya seperti seseorang pria dari Indonesia yang menjual pakaian di Malaisya, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam GNP.
GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

Produk Nasional Netto (NNP)

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)
Penyusutan adalah penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil.

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pengertian Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dll.

Pendapatan Perseorangan (PI)

Pengertian pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat , temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Misalnya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara berantai.
PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment
Transfer Payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.

Pendapatan yang siap dibelanjakan / Disposible Income

Disposible Income yaitu pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
DI = PI – Pajak Langsung
Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan.

Komponen Komponen Pendapatan Nasional

Secara garis besar komponen pendapatan nasional terbagi menjadi 2 yaitu komponen utama dan omponen penunjang, berikut penjelasannya :

Komponen Utama

Komponen utama pendapatan nasional dapat dilihat dari pendekatan yang digunakan dalam menghitung pendapatan itu sendiri.

Baca Juga: Rangkuman Perdagangan Internasional

Apabila dengan menggunakan pendekatan produksi maka pendapatan nasional memiliki komponen sebagai berikut :
  • Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
  • Pertambangan dan penggalian
  • Industri pengolahan
  • Listrik, gas, dan air minum
  • Bangunan
  • Perdagangan, hotel, dan restoran
  • Pengangkutan dan komunikasi
  • Bank dan lembaga keuangan lainnya
  • Sewa rumah
  • Pemerintahan dan pertahanan
  • Jasa – jasa
Jika dilihat dari pendekatan pengeluaran, maka komponen pendapatan nasional terdiri dari :
  • Konsumsi
  • Investasi
  • Pengeluaran pemerintah
  • Selisih ekspor dengan impor atau sebaliknya
Sedangkan bila pendekatan pendapatan yang digunakan, maka komponen pendapatan nasional terdiri dari :
  • Sewa (rent) yang diterima pemilik sumber daya alam
  • Upah / gaji (wage) yang diterima tenaga kerja
  • Bunga (interest) yang diterima pemilik modal
  • Laba (profit) yang diterima pemilik skill / wirausaha.

Komponen Penunjang

Unsur lain yang mendukung komponen pendapatan nasional meliputi konsumsi, tabungan, dan investasi.
  • Konsumsi.
    Konsumsi disini adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi menghubungkan antara laju pengeluaran dengan pendapatan nasional. Namun harus diakui, bahwa tambahan laju pengeluaran konsumsi tidak berarti tambahan pendapatan. Sebab, tidak semua pendapatan digunakan untuk konsumsi. Sebagian lagi digunakan untuk tujuan menabung atau investasi.
  • Tabungan.
    Tabungan adalah sisa pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Semakin besar pendapatan seseorang, semakin besar kemungkinan ia untuk menabung. Besarnya tingkat pendaptan nasional akan mempengaruhi tingkat tabungan nasional. Sedang tabungan di bank dapat digunakan untuk investasi sehingga dapat pula menunjang pendapatan nasional.
  • Investasi.
    Investasi adalah pengaktifan tabungan masyarakat dalam produksi untuk memperoleh keuntungan. Ini berarti investasi tergantung pada tabungan, semakin besar tabungan masyarakat, semakin besar pula kemungkinan investasi. Semakin besar volume investasi, semakin banyak lapangan kerja dibuka, yang akhirnya memperbesar pendapatan nasional.

Tinggalkan komentar