Rangkuman KEBIJAKAN FISKAL | (Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Instrument dan Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi yaitu tentang kebijakan fiskal, adapun kita akan merangkum materi kebijakan fiskal mulai dari pengertian kebijakan fiskal secara umum dan menurut para ahli, fungsi, tujuan, jenis-jenis, macam-macam, instrument dan contoh kebijakan fiskan yang ada di indonesia. Semoga dapat membantu

Kebijakan Fiskal

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi yaitu tentang kebijakan fiskal, adapun kita akan merangkum materi kebijakan fiskal mulai dari pengertian kebijakan fiskal secara umum dan menurut para ahli, fungsi, tujuan, jenis-jenis, macam-macam, instrument dan contoh kebijakan fiskan yang ada di indonesia.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Sebutkan apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal?
kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengarahkan dan mengelola kondisi perekonomian negara menjadi lebih baik atau lebih produktif dari sebelumnya.

Pengertian Kebijakan Fiskal Menurut Para Ahli

Pengertian kebijakan fiskal menurut Alam (2007:57) adalah kebijakan yang menyesuaikan pengeluaran dan penerimaan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi.
Pengertian kebijakan fiskal menurut Ahman (2007: 126) adalah kebijakan dalam ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik.
Pengertian kebijakan fiskal menurut Tim Visi Adiwidya (2015:92) adalah kebijakan yang dibuat oleh suatu pemerintah untuk mengarahkan ekonomi negara melalui pendapatan (pajak) dan pengeluaran negara.
Pengertian kebijakan fiskal menurut Haryadi (2014: 82) adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengarahkan perekonomian suatu negara ke arah yang lebih baik atau sesuai dengan yang diinginkan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah.
Pengertian kebijakan fiskal menurut Zain (2008:12) adalah pengeluaran pemerintah dan pajak, dimana pajak adalah pungutan yang dilakukan oleh negara, baik pemerintah pusat maupun daerah yang diatur oleh undang-undang untuk pembiayaan umum dari pemerintah dalam rangka menjalan fungsi pemerintah dan tidak mengandung unsur imbalan individual oleh pemerintah terhadap pembayaran pajak.

Tujuan dan Fungsi Kebijakan Fiskal

Sebutkan tujuan utama kebijakan fiskal!
Tujuan utama kebijakan fiskal adalah untuk menentukan arah, sasaran, dan prioritas pembangunan ekonomi nasional.
Berikut dibawah ini adalah tujuan kebijakan fiskal secara rinci / umum:
  • Untuk mencapai kestabilan ekonomi secara nasional
  • Untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional
  • Untuk membuka lapangan pekerjaan lebih luas
  • Untuk memacu laju investasi di Indonesia
  • Untuk mewujudkan keadilan nasional
  • Untuk pemerataan dan pendistribusian pendapatan
  • Dan untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa agar laju inflasi dapat dikendalikan
Fungsi Kebijakan Fiskal
Sebutkan apa saja fungsi kebijakan fiskal?
Berikut dibawah ini adalah salah satu fungsi dari kebijakan fiskal, yaitu:

  1. Mengoptimalkan Penggunaan Sumber Daya
  2. Mengoptimalkan Aktivitas Investasi

Jenis Jenis Kebijakan Fiskal

Sebutkan Jenis jenis / macam macam kebijakan fiskal!
Kebijakan fiskal terdiri dari 2 macam yaitu berdasarkan Jumlah Penerimaan dan Pengeluaran dan berdasarkan teori, berikut penjelasannya

1. Berdasarkan Jumlah Penerimaan dan Pengeluaran

Jenis kebijakan fiskal berdasarkan jumlah penerimaan dan pengeluaran terbagi menjadi 4 yaitu:
1. Kebijakan anggaran surplus yaitu merupakan kebijakan pemerintah untuk tidak menggunakan semua pendapatan untuk digunakan pengeluaran/ belanja. Dengan begitu pemerintah dapat menabung atau menambah tabungan serta dapat menekan angka inflasi.
2. Kebijakan fiskal seimbang adalah kebijakan pemerintah dengan membuat jumlah penerimaan dan pengeluaran menjadi seimbang atau sama. Kelebihan kebijakan ini adalah negara tidak perlu meminjam dana dari negara asing. Sedangkan kekurangan kebijakan ini adalah kondisi ekonomi nasional menjadi tidak menguntungkan atau bahkan terpuruk.
3. Kebijakan fiskal dinamis adalah kebijakan yang mirip dengan kebijakan seimbang, namun terdapat improvisasi di dalamnya yaitu jumlah pengeluaran dan pemasukan sama tapi dapat keduanya akan bertambah besar seiring berjalannya waktu.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan pemerintah yang bertambah seiring waktu.

4. Kebijakan Defisit adalah kebijakan yang berlawanan dengan kebijakan surplus. Dengan kata lain, jumlah pendapatan lebih rendah dibandingkan jumlah pengeluaran.

Kebijakan defisit dilakukan ketika terjadi kelesuan dan depresi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, kebijakan ini memiliki kekurangan yaitu anggaran negara selalu dalam kondisi kekurangan.

2. Berdasarkan Teori

Jenis jenis kebijakan fiskal berdasarkan teori terbagi menjadi 3 jenis, yaitu:
1. Kebijakan Fiskal Fungsional yaitu kebijakan yang dilakukan untuk pertimbngan pengeluaran anggaran dan penambahan lapangan pekerjaan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai akibat tidak langsung dari pendapatan nasional.
2. Kebijakan fiskal disengaja yaitu kebijakan yang memiliki tujuan untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi secara nasional.
Cara yang dilakukan adalah dengan memanipulasi anggaran belanja secara sengaja, baik melalui perubahan pajak maupun perubahaan pengeluaran negara. Kebijakan fiskal disengaja terbagi menjadi 3 bentuk kebijakan yaitu:
  • Mengubah pengeluaraan pemerintah
  • Mengubah pengelolaan pemerintah dan sistem pemungutan pajak secara serentak
  • Dan mengubah sistem pemungutan pajak
3. Kebijakan fiskal tak disengaja adalah Kebijakan yang bertujuan untuk mengendalikan siklus bisnis agar tidak terlalu fluktuatif.
Saat ekonomi mengalami depresi, kebijakan ini akan menambah aktivitas ekonomi. Sedangkan pada saat inflasi, kebijakan ini akan menekan angka inflasi tersebut.

Instrument Kebijakan Fiskal

Apa yang dimaksud dengan instrument kebijakan fiskal?
Yang dimaksud dengan instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan serta pengeluaran pemerintah yang erat berhubungannya dengan pajak. Dalam prakteknya dengan mengubah tarif pajak, maka akan berpengaruh pada perekonomian.
Sebagai contoh, manakala pajak diturunkan maka daya beli masyarakat akan meningkat dan industri dapat meningkatkan jumlah output. Namun sebaliknya, daya beli masyarakat akan menurun dan secara tidak langsung menurunkan output industri secara umum manakala pajak akan dinaikkan.

Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia

Berikut dibawah ini adalah salah satu contoh kebijakan fiskal yang ada di indonesia antara lain:

1.Contoh kebijakan fiskal di era pemerintahan soeharto

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu pada tahun 1968 s/d tahun 1998. Kebijakan fiskal yang pernah dilaksanakan adalah dengan cara melakukan:
  • Peningkatan penerimaan negara lewat intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak. Fungsi pajak dalam perekonomian adalah sebagai salah satu pemasukan negara. Intensifikasi dalam bidang pajak memiliki arti bahwa adanya kegiatan optimalisasi penggalian penerimaan pajak terhadap objek serta subjek pajak yang telah tercatat atau terdaftar dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Intensifikasi pajak adalah hasil dari adanya ekstensifikasi pajak. Sedangkan ekstensifikasi dalam bidang pajak memiliki arti bahwa adanya upaya yang berkaitan dengan penambahan jumlah Wajib Pajak (WP) terdaftar dan perluasan objek pajak dalam administrasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
  • Penghematan yang diaplikasikan pada pengurangan subsidi.

2. Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri

Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri, tepatnya pada tahun 2001 sampai dengan tahun 2004. Pada masa ini dilaksanakan kebijakan fiskal dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak.
Hasil dari kebijakan fiskal ini adalah:
  • Dari sisi pendapatan negara, yaitu rasio pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) mengalami peningkatan sebanyak 0,5 persen (tahun 2002 rasio pajak terhadap PDB sebesar 13 persen, dan pada tahun  2003 rasio pajak terhadap PDB sebesar 13,5 persen). Hasil lainnya juga terlihat pada peningkatan rasio pajak non migas (minyak dan gas bumi).
  • Dari sisi pengeluaran negara, yaitu rasio belanja negara terhadap produk domestik bruto (PDB) mengalami kestabilan, hal ini sejalan dengan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengefisiensikan dan mengefektivitaskan anggaran negara. Persentase rasio belanja negara terhadap PDB pada tahun 2002 adalah sebesar 20 persen, persentase rasio belanja negara terhadap PDB pada tahun 2003 adalah sebesar 21,1 persen, dan persentase rasio belanja negara terhadap PDB pada tahun 2004 adalah sebesar 21,6 persen.
  • Realisasi defisit dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun 2004 mencapai 1,3 persen. Di Indonesia sendiri tentunya telah memiliki dasar hukum APBN.
  • Defisit anggaran negara terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2002 dapat ditahan menjadi 1,5 persen.

3. Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, tepatnya pada tahun 2014 sampai dengan saat ini (tahun 2018). Kebijakan fiskal yang dilaksanakan berupa:
  • Pengurangan subsidi yang berupa BBM. Hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran, kemudian dari penghematan tersebut dapat digunakan untuk pembiayaan infrastruktur dan pemerataan harga BBM dari Sabang hingga Merauke.
  • Tax holiday, berupa pengurangan pajak penghasilan badan (PPh Badan) yang merupakan wajib pajak berbadan hukum sebesar 10 persen sampai dengan 100 persen dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemajuan industri dalam negeri.
  • Menambah daftar negara yang bebas visa untuk masuk ke negara Indonesia. Sampai dengan saat ini, terdapat 10 negara yang mendapat kebijakan bebas visa untuk masuk ke Indonesia, yaitu Jepang, China, Korea Selatan, Hongkong, Macau, Rusia, Ekuador, Peru, Chili, dan Maroko. Hal ini dilakukan untuk membantu bidang pariwisata di Indonesia serta mendapatkan peningkatan devisa dari turis mancanegara yang datang ke Indonesia.
  • Bea masuk antidumping dan tindakan pengamanan sementara, yaitu pungutan negara yang dikenakan pada masa penyelidikan terhadap barang dumping yang menyebabkan kerugian. Barang dumping sendiri merupakan barang yang diimpor dengan harga ekspor lebih rendah dari harga normal di negara pengekspor. Hal ini dilakukan untuk melindungi produk-produk dalam negeri dan memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk mau menggunakan produk-produk dalam negeri. Kebijakan antidumping merupakan salah satu faktor penghambat perdagangan internasional.
  • Meningkatkan penggunaan biodiesel CPO yang semula sebesar 10 persen menjadi 15 sampai 20 persen. Hal ini dilakukan untuk menekan nilai impor solar.
  • Pajak amnesti atau tax amnesty, merupakan program pengampunan pajak untuk wajib pajak orang pribadi, badan usaha, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta pengampunan pajak untuk orang pribadi, badan, atau UMKM yang belum menjadi wajib pajak.

Kegiatan KONSUMSI Ekonomi ;(Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Ciri, Faktor Yang Mempengaruhi dan Contoh Kegiatan Konsumsi)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi yaitu tentang konsumsi, adapun disini kita akan bahas lengkap mulai dari pengertian konsumsi dalam ekonomi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi konsumsi dan contoh konsumsi. Semoga dapat membantu

Kegiatan Konsumsi

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi yaitu tentang konsumsi, adapun disini kita akan bahas lengkap mulai dari pengertian konsumsi dalam ekonomi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, ciri-ciri, faktor yang mempengaruhi konsumsi dan contoh konsumsi.

Pengertian Konsumsi

Jelaskan apa yang dimaksud dengan konsumsi?
Pengertian Konsumsi secara umum adalah suatu kegiatan manusia yang menggunakan dan mengurangi daya guna suatu barang dan jasa yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kepuasan manusia, baik secara sekaligus maupun berangsur-angsur.
Berikut ini adalah mengertian konsumsi menurut para ahli:
1. Pengertian konsumsi menurut Gregory Mankiw (2007). Konsumsi adalah pembelanjaan barang dan jasa oleh rumah tangga. Yang dimaksud dengan barang adalah barang rumah tangga yang sifatnya tahan lama meliputi, perlengkapan, kendaraan, dan barang yang tidak tahan lama.
Contohnya makanan dan pakaian. Pembelanjaan jasa yang dimaksud adalah barang yang tidak berwujud konkrit, contohnya pendidikan.
2. Pengertian konsumsi menurut menurut T. Gilarso (2003). Konsumsi adalah titik pangkal dan tujuan akhir dari seluruh kegiatan ekonomi masyarakat.
3. Pengertian konsumsi menurut menurut Kamus Besar Ekonomi (KBBI). Arti kata konsumsi adalah tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi kegunaan (utility) suatu benda baik secara langsung atau tidak langsung-pada pemuasan terakhir dari kebutuhannya.

Tujuan Konsumsi

Sebutkan tujuan kegiatan konsumsi!
Secara umum, kegiatan konsumsi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hidup manusia, adapun tujuannya yaitu untuk:

1. Memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani manusia

Tujuan utama kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya. Kebutuhan jasmani misalnya makan minum, olah raga, dan lainnya. Sedangkan kebutuhan rohani misalnya hiburan, beribadah, membaca buku, berwisata dan lain-lain.

2. Memakai nilai guna suatu barang sekaligus

Barang yang nilai gunanya habis sekaligus ketika digunakan oleh manusia. Contoh yang habis sekaligus yaitu makanan dan minuman yang tidak dapat bertahan lama dan harus dihabiskan sekaligus.

3. Memakai nilai guna suatu barang secara bertahap

Barang atau jasa yang nilai gunanya akan berkurang secara bertahap ketika digunakan oleh manusia. Dengan kata lain, barang dan jasa ini mampu bertahan lama.
Contoh adalah komputer, meja, mobil, motor, dan lain-lain.

Ciri Ciri Kegiatan Konsumsi

Sebutkan ciri ciri kegiatan konsumsi!
Adapun ciri ciri kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut:
  1. Kegiatan dilakukan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan hidup manusia.
  2. Produk yang dikonsumsi bernilai manfaat bagi manusia.
  3. Produk yang digunakan dapat berkurang atau habis.
  4. Produk yang dikonsumsi merupakan barang ekonomi yang didapatkan dengan pengorbanan, misalnya membelinya.

Faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Konsumsi

Kegiatan konsumsi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, berikut dibawah ini adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan konsumsi, antara lain:

1. Penghasilan

Faktor pertama yaitu pengahasilan atau pendapatan seseorang sangat berpengaruh besar terhadap tingkat konsumsi seseorang atau organisasi. Semakin besar penghasilan seseorang maka orang tersebut akan mengkonsumsi lebih banyak barang atau jasa, dan sebaliknya. semakin kecil penghasilan makan kegiatan konsumsinya akan lebih sedikit.

2. Tingkat Pendidikan

Faktor kedua yaitu pendidikan, pendidikan mampu mempengaruhi pola pikir seseorang dalam melakukan kegiatan konsumsi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, umumnya tingkat konsumsinya juga akan semakin tinggi, dan sebaliknya.

3. Harga Barang dan Jasa

Faktor ke-3 yaitu harga barang dan jasa, harga dapat mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Semakin tinggi harga barang dan jasa, maka tingkat konsumsi akan semakin rendah, dan sebaliknya jika harga semakin rendah biasanya tingkat konsumsi akan tinggi.

4. Jenis Kelamin

Faktor ke-4 yaitu jenis kelamin, dimana kebutuhan barang atau jasa antara pria dan wanita sangat berbeda. Hal tersebut juga akan mempengaruhi tingkat konsumsi.

5. Jumlah Keluarga

Faktor ke-5 yaitu jumlah keluarga, dimana keluarga dengan jumlah anggota lebih besar akan membuat tingkat konsumsinya semakin besar, dan sebaliknya.

6. Selera dan gaya

Faktor ke-6 yaitu selera dan gaya, dimana sebagian orang memiliki selera dan gaya yang lebih baik dan berbeda, baik dalam hal penampulan maupun hal lainnya. Hal ini membuat tingkat konsumsi mereka menjadi lebih tinggi ketimbang mereka yang kurang memperhatikan gaya.

7. Kebiasaan (adat istiadat)

Faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan konsumsi yang terakhir adalah kebiasaan, dimana sebiasaan dan adat istiadat di suatu daerah juga mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakatnya.

Contoh Kegiatan Konsumsi

Sebutkan 3, 5, 10, 15, 20 contoh kegiatan konsumsi!
Berikut dibawah ini adalah contoh kegiatan konsumsi, antara lain:
  1. Menggunakan barang yang telah diproduksi
  2. Memakan makanan yang belum atau telah diolah terlebih dahulu
  3. Memakai barang yang ditujukan untuk penggunaan pribadi maupun umum
  4. Menggunakan layanan jasa transportasi umum
  5. Menggunakan layanan jasa informasi baik secara online maupun offline
  6. Memakai layanan internet
  7. Membeli atau belanja secara online
  8. Tinggal di suatu rumah, berarti mengonsumsi rumah untuk bertempat tinggal
  9. Naik angkot untuk pergi ke sekolah, berarti mengonsumsi jasa angkutan
  10. Berobat ke dokter, berarti mengonsumsi layanan kesehatan
  11. Menggunakan layanan transportasi udara
  12. Menggunakan layanan transportasi air
  13. Memakan makanan yang dimasak
  14. Bersekolah dan menggunakan jasa pendidik yang handal.
  15. Membayar iuran asuransi
  16. Membeli kendaan bermotor
  17. dan lain-lain

PASAR OLIGOPOLI (Pengertian, Tujuan, Struktur, Faktor, Ciri, Jenis, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan beserta Contoh Pasar Oligopoli)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi kelas X 10 SMA/SMK/MA kurikulum 2013 hasil revisi 2017 2018 yaitu tentang pasar oligopoli, adapun yang akan kita bahas yaitu materi lengkap rangkuman pengertian pasar oligopoli, tujuan, struktur, Faktor, ciri-ciri, jenis-jenis, karakteristik, kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli beserta contohnya. Semoga dapat membantu

Pasar Oligopoli

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi kelas X 10 SMA/SMK/MA kurikulum 2013 hasil revisi 2017 2018 yaitu tentang pasar oligopoli, adapun yang akan kita bahas yaitu materi lengkap rangkuman pengertian pasar oligopoli, tujuan, struktur, Faktor, ciri-ciri, jenis-jenis, karakteristik, kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli beserta contohnya.

Pengertian Pasar Oligopoli

Pengertian pasar oligopoli adalah salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna, dimana hanya terdapat beberapa produsen atau penjual dengan banyak pembeli dipasar.

Baca Juga: Rangkuman Dinamika Penduduk

Tujuan Pasar Oligopoli

Tujuan adanya pasar oligopoli adalah :
  • untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok dengan baik.
  • Memberi pelatihan berbasis kompetensi untuk mengembangkan keterampilan mengamati dan mendokumentasikan semua aspek yang berkaitan dengan pasar oligopoli.
  • Mengetahui pengertian dari pasar oligopoli.
  • Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui penyebab terjadinya pasar oligopoly.
  • Mengetahui ciri-ciri dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui macam-macam dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui dampak pasar oligopoly terhadap perekonomian.

Struktur Pasar Oligopoli

Dalam hal ini struktur pasar oligopoli, beberapa perusahaan besar mendominasi pasar, dan setiap perusahaan mengakui bahwa setiap kali dibutuhkan sebuah tindakan itu akan memicu respons di antara perusahaan lain. Tindakan ini, pada gilirannya, akan mempengaruhi perusahaan asli.

Baca Juga: Materi Pasar Lengkap

Faktor Pemicu Pasar Oligopoli

Ada beberapa hal atau beberapa faktor yang memicu adanya atau terbentuknya pasa oligopoli yaitu:
  • Adanya penerapan efisiensi skala besar.
Penerapan efisiensi skala besar erat kaitannya dengan adanya efisiensi teknis atau teknologi dan efisiensi ekonomi atau biaya produksi. 
  • Adanya kompetensi manajemen yang lebih kompleks
Adanya persaingan yang bebas dalam kegiatan pasar, maka akan menuntut perusahaan untuk melakukan langkah-langkah agar bisa bersaing dengan perusahaan lain. Dibutuhkan langkah khusus dalam menentukan kebijakan arah manajemen dalam melakukan kegiatan perusahaan dan untuk menemukan inovasi-inovasi baru agar produksi barang terus berkembang dan berkualitas, sehingga diminati oleh banyak masyarakat.

Ciri Ciri Pasar Oligopoli

Secara umum, pasar oligopoli memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:
  1. Barang yang diperjualbelikan relatif homogen namun terdiferensiasi. Contohnya adalah seperti sabun mandi dengan berbagai aroma dan bentuk, telepon seluler dengan berbagai ragam tekhnologi dan tampilan, dll.
  2. Terdapat beberapa penjual di pasar (umumnya kurang dari 10) dengan banyak pembeli di pasar
  3. Penjual di pasar oligopoli memiliki kemampuan dalam menentukan harga karena adanya perbedaan dari masing-masing produk yang ditawarkan.
  4. Masing-masing penjual bersaing sangat ketat dengan penjual lainnya.
  5. Produsen baru dapat memasuki pasar oligopoli ini walau sulit.
  6. Sistem harga yang kaku

Jenis Jenis Pasar Oligopoli

Secara umum, pasar oligopoli terbagi menjadi dua jenis yaitu pasar oligopoli murni dan terdiferensiasi.
  1. Oligopoli murni (pure oligopoly) adalah pasar dimana barang yang diperjualbelikan bersifat identik. Misalnya: semen, air mineral, seng.
  2. Oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoli) adalah pasar dengan barang yang homogen namun dapat dfibedakan. Misalnya sabun, sepeda motor, laptop

Karakteristik Pasar Oligopoli

Secara umum karakteristik / unsur-unsur penting dalam pasar oligopoli adalah:
  • Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)
  • Produk homogen atau terdiferensial (homogen of differentiated product)
  • Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decision)
  • Kompetisi non harga (non pricing competition)

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan pasar oligopoli antara lain:
  • Konsumen memiliki lebih banyak pilihan terhadap barang yang ingin dikonsumsinya
  • Perusahaan umumnya terus melakukan inovasi sehingga produk semakin berkembang, dan
  • Persaingan antar produsen dapat memberikan keuntungan bagi konsumen, terutama karena akan meningkatkan kesadaran produsen untuk memuaskan kebutuhan konsumen
Sedangkan kekurangan pasar oligopoli adalah:
  • Perang harga antar produsen sering terjadi
  • Produsen menggelontorkan banyak dana untuk iklan dan promosi agar produknya dapat dibedakan dengan produk dari produsen lainnya.
  • Pemborosan sumber daya ekonomi

Contoh Pasar Oligopoli

Beberapa contoh industri yang termasuk dalam kategori pasar oligopoli adalah industri rokok, industri mobil, industri semen, jasa penerbangan dan lainnya.

DINAMIKA PENDUDUK (Pengertian Menurut Para Ahli dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Beserta Rumusnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya. Semoga dapat membantu

Dinamika Penduduk

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya.

Pengertian Dinamika Penduduk

Pengertian Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Seperti yang telah kita ketahui bahwa faktor faktor penyebab dinamika penduduk adalah kelahiran, kematian dan perpindahan atau migrasi, berikut ini adalah penjelasannya:

Kelahiran (Natalitas)

Adakah di antara kamu yang memiliki adik? Dengan hadirnya adik tersebut berarti jumlah anggota keluarga di rumahmu bertambah. Pertambahan anggota keluarga ini tentunya juga akan mempengaruhi jumlah penduduk di daerah tempat tinggalmu.
Agar dapat mengetahui jumlah kelahiran bayi hidup setiap 1.000
penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun maka perlu
dilakukan penghitungan angka kelahiran. Angka kelahiran dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:
Angka Kelahiran= Jumlah bayi lahir dalam setahun : Jumlah Penduduk x 1000
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. 
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran / Pro Natalitas antara lain:
  1. Kawin di usia muda
  2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 
  3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah 
  4. Anak merupakan penentu status social, dan
  5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Penghambat kelahiran (anti Natalitas), antara lain:
  1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
  2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
  3. Semakin banyak wanita karir.
Angka kelahiran dapat dikatakan rendah apabila  kurang dari 30 per 1000 penduduk.
Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk

Kematian (Mortalitas)

Coba kamu pikirkan, apabila di suatu wilayah ada seseorang yang meninggal, bagaimanakah jumlah penduduk di wilayah tersebut? Kematian adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan jumlah penduduk. Agar dapat mengetahui jumlah kematian setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah dalam waktu satu tahun maka perlu dilakukan penghitungan angka kematian. Angka kematian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
Rumusnya sama dengan angka kelahiran
Secara garis besar, angka kematian terbagi menjadi dua / 2 yaitu, Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. dan Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. 
Berikut ini adalah faktor penunjang kematian (pro mortalitas) antara lain:
  1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
  4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
  5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Faktor Penghambat kematian (anti mortalitas) adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang memadai
  3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
Dikatakan angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk,
angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk, dan angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

Migrasi Penduduk

Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. 
Yang perlu diperhatikan seorang migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain yaitu factor persediaan sumber daya alam, factor lingkungan social budaya, factor potensi ekonomi. Dengan mengetahui factor-faktor dimuka, setidaknya terhindar dari akibat negative. 
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anank-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. 
Keadaan struktur penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk pyramida yang berbeda pula. Struktur penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan piramida penduduk tua.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap).Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Jenis Jenis Migrasi

Imigrasi terbagi menjadi 2 yaitu imigrasi nasional dan internasional,
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu Negara. sedangkan Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. 
Contoh Migrasi Nasional antara lain:
  1. Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. 
  2. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi. 
  3. Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 
  4. Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama 
  5. Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 
  6. Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah , dan
  7.  Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.
Contoh Migrasi Internasional yaitu:
  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran 
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant , dan
  3. Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

Rangkuman PENDAPATAN NASIONAL ;Pengertian, Manfaat, Metode, Konsep, Komponen dan Contoh pendapatan nasional

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Manajemen dan bisnis kelas 10 SMK, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman materi pendapatan nasional lengkap, mulai dari pengertian, manfaat, metode perhitungan, konsep, komponen dan contoh pendapatan nasional. Semoga dapat membantu

Pendapatan Nasional

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Manajemen dan bisnis kelas 10 SMK, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman materi pendapatan nasional lengkap, mulai dari pengertian, manfaat, metode perhitungan, konsep, komponen dan contoh pendapatan nasional.

Pengertian Pendapatan nasional

Pendapatan nasional adalah seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun.

Baca Juga: Materi tentang Biaya Peluang / Opportunity Cost

Manfaat Pendapatan Nasional

Adapun manfaat dari pendapatan nasional yaitu :
  • Menilai perkembangan ekonomi suatu negara dari waktu ke waktu
  • Menilai prestasi ekonomi suatu bangsa
  • Membandingkan perekonomian dengan negara lain
  • Menerangkan struktur perekonomian negara
  • Mengetahui pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita
  • Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah

Metode Perhitungan Pendapatan Nasional

Metode perhitungan pendapatan nasional ada 3 yaitu metode pendekatan produksi, pendapatan dan pengeluaran, berikut adalah penjelasan dan rumus perhitungan pendapatan nasional :

1. Metode Produksi

Metode perhitungan pendapatan nasional yang pertama adalah metode pendekatan produksi. Dengan menggunakan metode ini, pendapatan nasional dihitung dengan jalan menjumlahkan seluruh hasil produksi barang dan jasa yang berhasil dihasilkan oleh seluruh pelaku ekonomi yang ada dalam satu negara dalam satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).
Dan rumusnya adalah 
Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + (Qn x Pn) …]

2. Metode  Pendapatan

Metode perhitungan pendapatan yang ketiga adalah metode pendekatan pendapatan. Perhitungan pendapatan nasional menggunakan metode ini dilakukan dengan jalan menjumlahkan semua pendapatan yang berhasil diterima oleh seluruh pelaku ekonomi dari hasil penyediaan produk (baik barang maupun jasa) yang dihitung selama satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).
Dan rumus yang dipakai adalah
Y = r + w + i + p
(rent, wage, interest, profit)

3. Metode Pengeluaran

Metode perhitungan pendapatan nasional yang kedua adalah metode pendekatan pengeluaran. Dengan menggunakan metode perhitungan ini, pendapatan nasional suatu negara dihitung dengan menjumlahkan semua pos – pos pengeluaran yang dipakai untuk membeli barang dan jasa akhir seluruh pelaku ekonomi (baik rumah tangga konsumen, pemerintah, rumah tangga produksi / perusahaan, serta sektor luar negeri) yang terjadi dalam satu periode ekonomi tertentu (biasanya satu tahun).

Baca Juga: Rangkuman Otoritas Jasa Keuangan / OJK

Rumus yang dipakai dalam metode pengeluaran adalah
Y = C + I + G (X – M)

Konsep Pendapatan Nasional

Secara garis besar konsep pendapatan nasional ada 6 yaitu Produk Domestik Bruto (GDB), Produk Nasional Bruto (GNP), Produk Nasional Netto (NNP), Pendapatan Nasional Netto (NNI),Pendapatan Perseorangan (PI) dan Pendapatan yang siap dibelanjakan, berikut ini adalah penjelasannya :

Produk Domestik Bruto

Pengertian Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) adalah jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara atau domestik selama satu tahun.
GDP = Pendapatan Masyarakat DN (dalam negeri) + Pendapatan Asing DN
Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan maupun instansi asing yang terkait, asalkan wilayah nya masih dalam wilayah suatu negara atau domestik tersebut. Contohnya seperti perusahaan X dari Jepang, yang mempunyai cabang di Indonesia, hasil berupa barang dan jasa tersebut termasuk kedalam GDP. Barang yang dihasilkan termasuk modal yang belum diperhitungkan, makanya bersifat bruto atau/kotor.

Produk Nasional Bruto (GNP)

Pengertian Produk Nasional Bruto (Gross National Product) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk yang dihasilkan oleh warga negara tersebut yang dihasilkan diluar negeri. Contohnya seperti seseorang pria dari Indonesia yang menjual pakaian di Malaisya, hasil berupa barang dan jasanya termasuk dalam GNP.
GNP = Pendapatan WNI DN + Pendapatan WNI LN (luar negeri) – Pendapatan Asing DN

Produk Nasional Netto (NNP)

NNP = GNP – depresiasi (penyusutan barang modal)
Penyusutan adalah penggantian barang modal bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran, sehingga dapat menimbulkan kekeliruan meskipun relatif kecil.

Pendapatan Nasional Neto (NNI)

Pengertian Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) merupakan pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi.
NNI = NNP – Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak hadiah, pajak penjualan, dll.

Pendapatan Perseorangan (PI)

Pengertian pendapatan perseorangan (Personal Income) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat , temasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Misalnya gaji seorang pegawai negeri, maupun pendapatan pengusaha yang didapatkan secara berantai.
PI = NNI – Pajak Perusahaan – Iuran – Laba Ditahan + Transfer Payment
Transfer Payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi, melainkan diambil sebagian dari pendapatan nasional tahun lalu. Seperti pembayaran dana pensiunan, tunjangan pengangguran, dan sebagainya.

Pendapatan yang siap dibelanjakan / Disposible Income

Disposible Income yaitu pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi.
DI = PI – Pajak Langsung
Pajak langsung adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, seperti pajak pendapatan.

Komponen Komponen Pendapatan Nasional

Secara garis besar komponen pendapatan nasional terbagi menjadi 2 yaitu komponen utama dan omponen penunjang, berikut penjelasannya :

Komponen Utama

Komponen utama pendapatan nasional dapat dilihat dari pendekatan yang digunakan dalam menghitung pendapatan itu sendiri.

Baca Juga: Rangkuman Perdagangan Internasional

Apabila dengan menggunakan pendekatan produksi maka pendapatan nasional memiliki komponen sebagai berikut :
  • Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan
  • Pertambangan dan penggalian
  • Industri pengolahan
  • Listrik, gas, dan air minum
  • Bangunan
  • Perdagangan, hotel, dan restoran
  • Pengangkutan dan komunikasi
  • Bank dan lembaga keuangan lainnya
  • Sewa rumah
  • Pemerintahan dan pertahanan
  • Jasa – jasa
Jika dilihat dari pendekatan pengeluaran, maka komponen pendapatan nasional terdiri dari :
  • Konsumsi
  • Investasi
  • Pengeluaran pemerintah
  • Selisih ekspor dengan impor atau sebaliknya
Sedangkan bila pendekatan pendapatan yang digunakan, maka komponen pendapatan nasional terdiri dari :
  • Sewa (rent) yang diterima pemilik sumber daya alam
  • Upah / gaji (wage) yang diterima tenaga kerja
  • Bunga (interest) yang diterima pemilik modal
  • Laba (profit) yang diterima pemilik skill / wirausaha.

Komponen Penunjang

Unsur lain yang mendukung komponen pendapatan nasional meliputi konsumsi, tabungan, dan investasi.
  • Konsumsi.
    Konsumsi disini adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi menghubungkan antara laju pengeluaran dengan pendapatan nasional. Namun harus diakui, bahwa tambahan laju pengeluaran konsumsi tidak berarti tambahan pendapatan. Sebab, tidak semua pendapatan digunakan untuk konsumsi. Sebagian lagi digunakan untuk tujuan menabung atau investasi.
  • Tabungan.
    Tabungan adalah sisa pendapatan yang tidak dikonsumsikan. Semakin besar pendapatan seseorang, semakin besar kemungkinan ia untuk menabung. Besarnya tingkat pendaptan nasional akan mempengaruhi tingkat tabungan nasional. Sedang tabungan di bank dapat digunakan untuk investasi sehingga dapat pula menunjang pendapatan nasional.
  • Investasi.
    Investasi adalah pengaktifan tabungan masyarakat dalam produksi untuk memperoleh keuntungan. Ini berarti investasi tergantung pada tabungan, semakin besar tabungan masyarakat, semakin besar pula kemungkinan investasi. Semakin besar volume investasi, semakin banyak lapangan kerja dibuka, yang akhirnya memperbesar pendapatan nasional.

BIAYA PELUANG/OPPORTUNITY COST ;Pengertian, Rumus, Ciri, Cara Menghitung dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomitingkat SMA/SMK dan Perkuliahan yaitu tentang biaya peluang atau opportunity cost, adapun disini kita akan bahas lengkap mengenai pengertian biaya peluang secara umum dan menurut para ahli, rumus biaya peluang, ciri ciri, cara menghitung dan contoh biaya peluang. Semoga dapat membantu

Biaya Peluang

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomitingkat SMA/SMK dan Perkuliahan yaitu tentang biaya peluang atau opportunity cost, adapun disini kita akan bahas lengkap mengenai pengertian biaya peluang secara umum dan menurut para ahli, rumus biaya peluang, ciri ciri, cara menghitung dan contoh biaya peluang.

Pengertian

Pengertian biaya peluang atau opportunity cost adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Baca Juga: Rangkuman Ekonomi kelas 11

Biaya peluang menurut para ahli:
Menurut N. Gregoru Mankiw, Biaya peluang merupakan segala sesuatu yang wajib anda korbankan agar dapat mengorbankan sesuatu.
Menurut Robert B. Ekelund, Jr dan Robert D. Tollison, Biaya peluang adalah biaya penggunaan sumber daya ekonomi dengan maksud untuk tujuan yang tertentu yang di ukur berdasarkan ukuran keuntungan yang tidak jadi diperoleh yang disebabkan karena tidak memilih alternatif atau pilihan tersebut dibandingkan dengan komonditi yang diperoleh sebagai gantinya yang disebabkan karena memilih alternatif lain.
Menurut Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, jika keputusan untuk memilih biaya peluang disebabkan karena memilih 1 hal di dalam dunia kelangkaan yang menyebabkan harus menyerahkan sesuatu yang lainnya. Sehingga biaya peluang adalah nilai barang ataupun jasa yang paling berharga yang hilang.

Rumus

Adapun rumus opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya peluang dihitung dari yang dikorbankan atau tidak dipilih.
rumusnya adalah dengan memepertimbangkan pilihan dan peluang yang di buang itu menjadi hasilnya.

Baca Juga: Materi Otoritas Jasa Keuangan / OJK

Sebagai Contoh: amel mendapat tawaran di lembaga keuangan dengan gaji Rp 2.500.000-per bln , mendapat tawaran lagi dari di lembaga instansi pemerintah dengan gaji Rp 2.000.000-per bln ,dengan penuh pertimbangan amel pun memilih menerima tawaran dari lembaga instansi pemerintah dengan gaji Rp 2.000.000-per bln,karena dia ingin menjadi instansi pemerintah.jadi biaya peluang yang ditanggung amel adalah 2.500.000 karena telah menolak tawaran kerja dari lembaga keuangan dengan penghasilan 2.500.000

Ciri Ciri

Adapun biaya peluang memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  • Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang. Bisa berupa waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan dan lain-lain.
  • Memiliki banyak kemungkinan penggunaan.
  • Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi individu.
  • Biasanya merupakan suatu kebutuhan sekunder atau tersier.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Bagaimana cara menghitung biaya peluang? Secara garis besar, biaya peluang dapat dihitung dengan 2 (dua) cara yaitu:
  1. Dihitung dari nilai peluang yang tidak dipilih atau yang dikorbankan, jika ada 2 pilihan.
  2. Dihitung dari nilai peluang yang terbaik yang dikorbankan jika terdapat lebih dari 2 pilihan.
Perhitungan biaya peluang pada dasarnya telah dijelaskan secara implisit pada contoh biaya peluang. Cara menghitung biaya peluang diperoleh apabila terdapat dua pilihan atau lebih. Sedangkan dari beberapa pilihan tersebut ada pilihan yang ditinggalkan atau dikorbankan.

Contoh Biaya Peluang

Berikut ini adalah salah satu contoh biaya peluang :

Contoh 1

Perusahaan memiliki sumber daya misalnya gedung. Pilihannya adalah apakah perusahaan tersebut akan menyewakan beberapa bagian dari gedung tersebut untuk tempat usaha lain atau dengan menggunakan gedung tersebut sendiri. Namun perusahaan tersebut memilih untuk menggunakan gedung sebagai tempat usaha dan mengorbankan biaya peluang untuk mendapatkan keuntungan dari menyewakan beberapa bagian dari gedung.

Contoh 2

Setelah menjadi sarjana, Joko memperoleh 2 jenis penawaran pekerjaan. Satu, sebagai akuntan pada perusahaan A kemudian tawaran kedua sebagai Front Officer di Bank XYZ. Apabila Joko memilih untuk bekerja sebagai akuntan pada perusahaan A maka Joko dipastikan kehilangan kesempatan untuk menjadi Front Officer di Bank XYZ. Menurut ilustrasi tersebut biaya peluang yang dibebankan kepada Joko yaitu bekerja sebagai Front Officer di Bank XYZ. Hal ini dikarenakan Joko mengorbankan peluang kerjanya sebagai Front Officer di Bank XYZ.

Contoh 3

Anton mempunyai uang tabungan sebesar 15 juta. Jumlah uang tersebut dapat Anton gunakan untuk membeli komputer ataupun berlibur ke Singapura. Apabila Anton membeli komputer maka dia akan kehilangan peluang untuk menghabiskan liburannya di Singapura. Berlaku juga untuk sebaliknya jika Anton menetapkan untuk menggunakan uangnya untuk berpergian ke Singapore maka dia akan kehilangan kesempatan memperoleh Kompuer. “Peluang yang dikorbankan” inilah yang dinamakan dengan biaya peluang.

PASAR Lengkap (Pengertian Menurut Ahli, Fungsi, Ciri, Syarat, Klasifikasi, Jenis dan Peranan Pasar dalam ekonomi)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pelajaran ekonomi tingkat SMA kelas X / 10 yaitu mengenai pasar, adapun yang akan kita bahas lengkap mengenai pengertian pasar secara umum dan menurut para ahli, fungsi pasar, ciri-ciri, Syarat terjadinya pasar, klasifikasi, jenis-jenis dan peranan pasar dalam bidang ekonomi bagi produsen, bagi konsumen dan bagi pemerintah. Semoga dapat membantu

Pasar

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pelajaran ekonomi tingkat SMA kelas X / 10 yaitu mengenai pasar, adapun yang akan kita bahas lengkap mengenai pengertian pasar secara umum dan menurut para ahli, fungsi pasar, ciri-ciri, Syarat terjadinya pasar, klasifikasi, jenis-jenis dan peranan pasar dalam bidang ekonomi bagi produsen, bagi konsumen dan bagi pemerintah.

 

Pengertian Pasar

Pengertian pasar secara umum adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi ekonomi seperti jual beli atau jasa. Pengertian pasar tidak merujuk pada sebuah lokasi atau tempat-tempat tertentu, karena pasar tidak memiliki batas geografis. Hal ini juga berkaitan dengan adanya sistem jaringan komunikasi modern yang meniadakan batasan-batasan geografis, sehingga kegiatan tersebut memungkinkan antara penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi tanpa saling melihat wajah satu sama lain.
Contohnya Belanja Online

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

Pengertian pasar menurut William J.Stanton menyebutkan bahwa pasar merupakan sekumpulan orang yang memiliki keinginan untuk puas, uang yang digunakan untuk berbelanja, serta memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut.
Definisi pasar menurut Kotler dan Amstrong adalah bahwa pasar merupakan seperangkat pembeli aktual dan juga potensial dari suatu produk atau jasa. Ukuran dari pasar itu sendiri tergantung dengan jumlah orang yang menunjukkan tentang kebutuhan, mempunyai kemampuan dalam bertransaksi. Banyak pemasar yang memandang bahwa penjual dan pembeli sebagai sebuah pasar, dimana penjual tersebut akan mengirimkan produk serta jasa yang mereka produksi dan juga guna menyampaikan atau mengkomunikasikan kepada pasar. Sebagai gantinya, mereka akan mendapatkan uang dan informasi dari pasar tersebut.
Menurut KBBI, Pasar adalah tempat sekumpulan orang melakukan transaksi jual-beli. Merupakan sebuah tempat untuk jual beli yang diadakan oleh sebuah organisasi atau perkumpulan dan sebagainya dengan maksud untuk dapat mencari derma.

Fungsi Pasar

Pasar memiliki fungsi yang sangat penting bagi roda perekonomian suatu negara, secara umum fungsi pasar ada 3 yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi pembentukan harga
Fungsi pembentukan harga adalah pasar sebagai tempat dalam menentukan harga atua nilai suatu barang, hal tersebut dikarenakan pasar merupakan bertemunya penjual dan pembeli yang saling berinteraksi atau saling tawar menawar sehingga memunculkan suatu kesepakan harga.
2. Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi adalah pasaran memudahakan produsen dalma mendistribusikan barang kepada konsumen secara langsung.
3. Fungsi Promosi
Fungsi Promosi adalah pasar menjadi tempat yang paling cocok bagi produsen untuk memperkenalkan barang secara langsung dengan konsumennya.

Ciri Ciri Pasar

Dari Penjelasan dan fungsi diatas dapat kita simpulkan bahwa ciri ciri pasar adalah :
1. Adanya penjual dan pembeli
2. Adanya jasa atau barang yang akan diperjualbelikan
3. Adanya permintaan serta tawar menawar
4. Adanya interaksi antara penjual dan pembeli
5. Terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli

Syarat Terjadinya Pasar

Adapun sesuatu dapat dikatakan pasar apabila memenuhi syarat syarat terjadinya pasar sebagai berikut:
1. Adanya Penjual dan Pembeli
2. Adanya Hubungan antara Penjual dan Pembeli
3. Adanya Barang dan Jasa yang diperjual belikan

Klasifikasi

Secara umum pengklasifikasian Pasar terbagi menjadi 2 yaitu pasar tradisional dan pasar modern, berikut penjelasannya:
1. Pengertian pasar tradisional adalah sebuah pasar dimana tempat itu merupakan tempat bertemunya para penjual dan pembeli juga terdapat transaksi jual beli secara langsung serta biasanya terjadi proses tawar-menawar. Bangunan dari pasar tradisional umumnya berupa los, kios-kios ataupun gerai, juga dasaran terbuka yang dibuka oleh para penjual maupun dari pengelola pasar.
Pada umumnya pasar tradisional menjual beragam macam barang kebutuhan yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, jasa, dan lainnya. Pasar tradisional masih cukup banyak ditemukan di berbagai daerah-daerah di Indonesia. Beberapa pasar tradisional yang terkenal ialah pasar Klewer di Solo, pasar Beringharjo di Yogyakarta, serta daerah-daerah yang lainnya. Pasar tradisional itu masih terus mencoba untuk bertahan menghadapi ancaman dari adanya pasar modern.
2. Pasar Modern umumnya, pasar modern tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan  pasar tradisional, tetapi pasar modern terdapat penjual dan pembeli yang tak bertransaksi secara langsung melainkan konsumen ataupun pembeli melihat label harga yang telah tertulis dalam barang tersebut, pasar modern terdapat dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri atau disebut swalayan atau bisa juga dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual di pasar modern, selain dari bahan makanan, ada juga barang lainnya dan biasanya barang tersebut dapat bertahan lama. Contoh pasar modern ialah minimarket, supermarket dan lain sebagainya.

Jenis Jenis Pasar

Jenis pasar memiliki umumnya beragam, mulai dari berdasarkan bentuk kegiatannya, cara transaksi, waktu dan menurut jenis barangnya, berikut penjelasannya:

Jenis Pasar Berdasarkan Kegiatannya

Jenis pasar dalam kategori ini dibagi menjadi 2, yakni pasar nyata (konkret) dan pasar tidak nyata (abstrak).
1. Pasar nyata
Pasar nyata atau pasar konkret adalah suatu pasar dimana terdapat beragam jenis barang yang diperjualbelikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh dari pasar nyata ini ialah pasar swalayan dan juga pasar tradisional.
2. Pasar tidak nyata
Pasar abstrak adalah seuatu pasar dimana proses jual beli tidak dilakukan secara langsung, tetapi hanya menggunakan surat dagang saja. Contoh dari pasar abstrak ialah pasar online, pasar valuta asing, pasar modal, dan pasar saham.

Jenis Pasar Berdasarkan Cara Transaksinya

Jenis pasar dalam kategori ini dibagi menjadi 2, yaitu pasar tradisional dan pasar modern.
1. Pasar Tradisional
2. Pasar Modern

Jenis Pasar Berdasarkan Jenis Barangnya

Jenis pasar dalam kategori ini dibagi menjadi 2, yaitu pasar barang konsumsi dan pasar daya produksi.
1. Pasar barang konsumsi adalah suatu pasar yang memperjualbelikan beragam jenis barang yang bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kehidupan sehari-hari manusia.
2. Pasar sumber daya produksi adalah suatu pasar yang memperjualbelikan barang-barang atau jasa faktor-faktor produksi, misalnya, tenaga kerja, mesin-mesin,dan tenaga ahli.

Jenis Pasar Berdasarkan Waktu Operasionalnya

Jenis pasar dalam kategori ini dibagi menjadi 5, yaitu pasar harian, mingguan, bulanan, tahunan dan pasar kontemporer.
1. Pasar harian adalah tempat di mana pertemuan antara pembeli serta penjual yang bisa dilakukan setiap harinya. Pasar harian umumnya menjual beragam jenis barang kebutuhan konsumsi, kebutuhan bahan mentah, kebutuhan jasa, serta kebutuhan produksi.
2. Pasar mingguan adalah pasar yang melakukan kegiatannya setiap seminggu sekali. Umumnya pasar mingguan terdapat di daerah yang penduduknya masih sedikit, seperti di pedesaan.
3. Pasar bulanan adalah pasar yang melakukan kegiatannya sebulan sekali, dan hanya terdapat di daerah-daerah tertentu. Umumnya, para pembeli di pasar tersebut membeli barang-barang tertentu dan kemudian dijual kembali, contoh pasar bulanan ialah pasar hewan.
4. Pasar tahunan adalah pasar yang diselenggarakan tiap setahun sekali. Pasar tahunan umumnya bersifat nasional dan diperuntukkan untuk promosi terhadap sebuah produk baru. Contoh pasar tahunan antara lain ialah : Pameran Pembangunan, Pekan Raya Jakarta, dan lain-lain.
5. Pasar temporer adalah pasar yang diselenggarakan hanya pada waktu tertentu serta pasar temporer bisa terjadi secara tak rutin atau hanya sesekali saja. Umumnya, pasar temporer dibuka untuk merayakan suatu peristiwa tertentu. Contoh dari pasar temporer ialah Bazar.

Peranan Pasar Dalam Ekonomi

Pasar sangat berpengaruh besar dalam perkembangan ekonomi maupun pemerintahan, berikut ini adalah peran pasar dalam bidang ekonomi bagi konsumen, produsen dan bagi pemerintah :
Peranan pasar bagi konsumen:
1. Konsumen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
2. Konsumen untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan
3. Konsumen untuk menawarkan sumber daya yang dimilikinya.
Peranan pasar bagi produsen:
1. Promosi barang atau jasa
2. Untuk mencari bahan-bahan produksi
3. Menjual barang hasil produksi
Peranan pasar bagi pemerintah:
1. Sumber pendapatan bagi negara/pemerintah
2. Penunjang bagi kelancaran pembangunan nasional, karena terdapat bahan bangunan sebagai penunjang pembangunan dan di pasar pemerintah memperoleh pendapatan yang kemudian pendapatan itu dipakai untuk pembangunan.

OTORITAS JASA KEUANGAN / OJK (Pengertian, Asas, Prinsip, Visi Misi, Tujuan, Manfaat, Struktur, Tugas, dan Wewenang OJK serta Kegiatan Operasional)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ekonom yaitu tentang Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa kita ketahui sebagai OJK, adapun pembahasan kali ini yaitu mengenai Pengertian OJK, Asas, Prinsip,Visi Misi, Tujuan, Manfaat, Struktur, Tugas, dan Wewenang OJK serta Kegiatan Operasional lengkap, Semoga dapat membantu

Otoritas Jasa Keuangan

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ekonom yaitu tentang Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa kita ketahui sebagai OJK, adapun pembahasan kali ini yaitu mengenai Pengertian OJK, Asas, Prinsip,Visi Misi, Tujuan, Manfaat, Struktur, Tugas, dan Wewenang OJK serta Kegiatan Operasional lengkap,

Pengertian

Pengertian atau definisi Otoritas jasa keuangan adalah sebuah lembaga yang memiliki tugas,wewenang, fungsi, pengawas dan mengatur sebuah lembaga yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan. Otoritas jasa keuangan merupakan lembaga yang aktif dan tidak ada kaitannya dengan pihak-pihak manapun. Lembanga ini telah disahkan dalam uu Nomor 21 tahun 2011, lembaga ini memiliki peran sebagai pengganti peran bank Indonesia dalam hal pengawasan dan pengaturan, juga sebagai pelindung bagi konsumen yang berperan dalam sebuah jasa keuangan.

Asas Asas OJK

Adapun Asas asas OJK ada 4, yaitu:

1. Asas kepastian hukum adalah asas yang mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam sebuah undang-undang dan hukum untuk setiap mengambilan keputusan mengenai masalah yang timbul dalam jasa keuangan.

2. Asas profesionalisme adalah asas yang mengutamakan keahlian seseorang dan tetap dalam kaidah yang ditetapkan oleh undang-undang sebagai pelaksanaan tugas dan wewenang.

3. Asas keterbukaan adalah asas yang ada untuk mendapatkan sebuah informasi agar tidak ada yang mendiskriminatif terhadap pelaksanaan otoritas jasa keuangan, sehinga memperoleh sebuah informasi yang jujur dan dapat dipercaya.

4. Asas akuntabilitas adalah asas ini berperan sebagai pertanggung jawaban dari hasil ahir pelaksanaan otoritas jasa keuangan, sebelum hasil dipublikasikan.

Prinsip Prinsip OJK

Prinsip dari otoritas jasa keuangan dibagi menjadi lima, berikut prinsip jasa keuangan:

1. Akuntabilitas adalah sebuah hasil atau kejelasan mengenai struktur,system,dan fungsi. Serta sebuah hasil yang jelas mengenai wewenang, hak dan kuwajiban elemen-elemen yang ada.

2. Transparanci adalah pemberian informasi yang akurat dan tidak mengalami keterlambatan.

3. Responsibilian atau dengan kata lain pertanggung jawaban adalah aturan yang dilaksanakan oleh pihak perusahaan, mengenai pelindungan bagi para pekerja, membayar pajak tepat pada waktunya,dan lain sebagainnya.

4. Independenci adalah cara mengelolah perusahaan secara professional dan tidak ada tekanan dari pihak manapun.

5. Fairness adalah sebuah tuntutan agar perusahaan berlaku adil pada setiap kariawan atau apapun yang berhubungan dengan sebuah perusahaan.

Visi dan Misi OJK

Agar OJK dapat berjalan dengan sebuah tujuan yang jelas maka harus adanya sebuah visi dan misi yang menjadi patokan untuk menjalankan lembaga ini, Visi dan misi Ojk yaitu :

Visi OJK: menjadi sebuah lembaga keuangan yang memiliki daya saing dalam dunia internasional, menjadi sebuah lembaga yang terpercaya dan jujur, serta ikut serta dalam pelindungan bagi masyarakat pengguna jasa keuangan.

Misi OJK: menjadikan jasa keuangan yang berkembang pesat tanpa mengalami sebuah penurunan, kegiatan dalam seKtor keuangan harus terselenggara dengan adil dan teratur.

Tujuan dan Manfaat OJK

Otoritas jasa keungan dibentuk dengan sebuah tujuan, tujuan yang dimaksut adalah sebagai berikut:

1. Mewujutkan system keuangan yang tumbuh secara pesat dan berkembang.
2. Dapat melindungi konsumen dalam menjalankan kepentingannya.
3. Adanya ojk agar kegiatan keuangan berjalan lancar, jujur, teratur dan adil.
4. Dapat menjalankan tugas-tugas dalam bidang jasa keuangan sektor perbankan, pasar modal, asuransi dan lembaga keuangan dengan sangat baik.
Adapun Manfaat OJK antara lain:
Mengawasi aturan main yg sudah dijalankan dari forum stabilitas keuangan
Menjaga stabilitas sistem keuangan
Melakukan pengawasan non-bank dalam struktur yg sama seperti sekarang
Pengawasan bank keluar dari otoritas BI sebagai bank sentral dan dipegang oleh lembaga baru

Struktur OJK

11 Struktur OJK yaitu :

1. Ketua beserta anggotanya
2. Wakil ketua
3. Kepala eksekutif pengawas pasar modal
4. Kepala eksekutif pengawas dana pensiunan
5. Kepala eksekutif lembaga keuangan lain
6. Kepala eksekutif pengawas asuransi
7. Lembaga dalam hal biyaya
8. Lembang dalam bidang edukasi
9. Kepala dewan audit
10. Anggota dewan gubenur Indonesia
11. Kementrian keuangan

Tugas dan Wewenang OJK

Tugas OJK  terhadap tugasnya mengawasi bank, tugas tersebut adalah:
a. Memeriksa bank tersebut.
b. Mengatur dan mengawasi lembaga bank.
c. Mengatur dan mengawasi agar bank tidak croboh sehingga tidak ada masalah yang ditimbulkan.
d. Mengatur dan mengawasi apakah kondisi bank masih layak dan memenuhi standar.

Wewenang OJK

berikut wewenanang otoritas jasa  keuangan:
A. Wewenang yang berhubungan dengan kondisi kelayakan bank meliputi rentabilitas, solvabilitas,kualitas asset, cadangan bank, dan likuiditas. Laporan ini memiliki kaitan dengan kelayakan bank dan kinerjanya.
B. Wewenang yang memiliki hubungan dengan tugas mengatur dan mengawasi bank adalah pemberiaan izin atas bukanya cabang bank baru, agaran pertama yang diberikan oleh bank baru, hak milik bank, merger, konsolidasi dan akuisisi bank, suber daya manusianya.
C. Wewenang yang memiliki hubungan denga tindakan agar tidak ceroboh yaitu cara mengelolah bank itu, menejemen yang mengurusi resiko yang akan timbul, cara mengenal nasabah yang sekiranya terlibat dalam proses pencucian uang, serta mencegah keluarnya uang dalam pembiyayaan bagi seorang teroris.
D. Wewenang dalam proses memeriksa bank.

Wewenang OJK dalam bidang Industri

Selain wewenang dalam pelaksanaan dan kegiatan bank, otoritas jas keuangan juga memiliki wewenang sendiri dalam bidang perindustrian, berikut wewenang dalam bidang perindustrian:
1. Penetapan kebijakan dalam menjalankan tugas dari otoritas jasa keuangan.
2. Penetapat terhadap peraturan yang telah diatur dalam undang-undang nomor 21 tahun 2011 mengenai orietas jasa keuangan.
3. Penetapan dalam bidang peraturan tentang jasa keuangan.
4. Penetapan yang diambil dari keputusan peraturan otoritas jasa keuangan.
5. Penetapan kebijakan dalam pelaksanaan tugasnya.
6. Mengawasi kepala eksekutif yang sedang melaksanakan tugasnya.
7. Ikut menunjang kegiatan yang dilaksanakan oleh jasa keuangan.
8. Melakukan pemeriksaan, mengawasi, menyelidiki dan melindungi konsumen.
9. Menetapkan saksi terhadap pihak-pihak yang telah melakukan pelanggaran, sangsi yang dimaksut adalah saksi administrative

Kegiatan Operasional

Berikut merupakan pelaksana bagi kegiatan oprasional otoritas jasa keuangan:
1. Ketua dewan komisioner yang bertugas sebagai pemimpin dalam menejemen strategis satu.
2. Wakil ketua dewan komisioner memiliki tugas sama dengan ketua dewan komisioner hanya saja dalam menejemen strategi tahap dua.
3. Kepala eksekutif pengawas pasar memiliki tugas sebagai pimpinan pasar modal.
4. Kepala eksekutif pengawas perbanka memiliki tugas sebagai pengawas dalam bidang perbankan.