Rangkuman BIOTEKNOLOGI ;(Pengertian, Jenis/Macam, Komponen, Manfaat, Dampak dan Contoh Bioteknologi)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 12 SMA/SMK semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman bioteknologi, adapun kita akan merangkumnya mulai dari pengertian bioteknologi, manfaat, jenis-jenis atau macam-macam, komponen-komponen, dampak dan contoh bioteknologi tradisional atau konvensional dan modern. Semoga dapat membantu

Bioteknologi

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 12 SMA/SMK semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman bioteknologi, adapun kita akan merangkumnya mulai dari pengertian bioteknologi, manfaat, jenis-jenis atau macam-macam, komponen-komponen, dampak dan contoh bioteknologi tradisional atau konvensional dan modern.

Pengertian Bioteknologi

Apa yang dimaksud dengan bioteknologi?
Pengertian bioteknologi adalah pemanfaatan prinsip-prinsip ilmiah dengan menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk untuk kepentingan manusia.

Jenis-Jenis / Macam-Macam Bioteknologi

Sebutkan macam-macam bioteknologi!
Secara umum bioteknologi terbagi menjadi 2 yaitu bioteknologi tradisional atau konvensional dan bioteknologi modern, berikut penjelasannya:

1. Bioteknologi Tradisional (konvensional)

Pengertian bioteknolo tradisional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroba, proses kimia, dan proses genetik secara alami serta dilakukan berdasarkan pengalaman yang sebenarnya sudah mengandung prinsip-prinsip ilmiah.
Produk tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman dan diwariskan secara turun temurun, tanpa memahami organisme yang berproses dan reaksinya yang timbul. Bioteknologi tradisional ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan umumnya belum dapat diproduksi secara massal.

2. Bioteknologi Modern

Pengertian bioteknologi modern adalah eksploitasi proses biologis untuk kepentingan industri dan tujuan lainnya, khususnya merekayasa genetik mikroorganisme untuk produksi produk seperti antibiotik, hormon dan banyak lagi.
atau bioteknologi berdasarkan manipulasi atau rekayasa DNA, yang dilakukan dengan memodifikasi gen-gen spesifik dan memindahkan pada organik yang berbeda seperti bakteri, tumbuhan, dan hewan. Bioteknologi modern ini tidak bisa lepas dari ilmu lain misalnya ilmu biokimia, genetika, biologi molekuler, fisika, mikrobiologi, dan biologi sel.

Komponen Bioteknologi

Sebutkan komponen-komponen dalam bioteknologi!
Pada dasarnya bioteknologi mempunyai komponen-komponen sebagai berikut:
  1. Adanya bajan yang akan di proses,
  2. Organisme yang melakukan proses,
  3. Prinsip-prinsip ilmiah dalam proses dan
  4. Hasilnya berupa produk.

Manfaat Bioteknologi

Sebutkan manfaat bioteknologi dalam kehidupan!
Berikut dibawah ini adalah manfaat bioteknologi dalam kehidupan manusia sehari-hari :

1. Menghasilkan Obat-obatan

Bioteknologi bisa menghasilkan obat yang lebih murah serta efektif misalnya seperti pembuatan hormon insulin yang berasal dari gen bakteri E. Coli.

2. Menghasilkan Antibiotik

Bioteknologi juga bisa menghasilkan antibiotik untuk membunuh beragam penyakit yang berbahaya. Saat ini sudah banyak sekali antibiotik yang ada di apotik-apotik yang harganya murah serta sangat efektif untuk pengobatan.

3. Mengurangi pencemaran lingkungan

Bioteknologi dapat membantu mengurangi pencemaran, sebagai contoh: ada beberapa bakteri yang bisa membantu dalam mendaur ulang untuk menghancurkan sampah-sampah organik dan juga mengurangi dampak tumpahan minyak yang tercecer di laut.

4. Meningkatkan hasil produksi pertanian dari tanaman transgenic

Tanaman transgenik mempunyai daya tahan yang cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan ekstrim dan tidak mudah terserang oleh hama.

5. Menghasilkan produk yang lebih baik

Dapat menghasilkan jenis hewan dan tanaman yang lebih baik dengan dilakukan rekayasa genetik

Dampak Bioteknologi

Sebutkan dampak yang timbil dari bioteknologi!
Selain memiliki manfaat yang begitu banyak dan besar bagi kehidupan kita, bioteknologi juga memiliki dampak negatif, yaitu:
  • Rusaknya Ekosistem
    Dapat menurunkan jumlah spesies tanaman yang ada di alam karena adanya teknologi rekayasa genetik yang berlebihan.
  • Hilangnya Jenis Hewan dan Tumbuhan tertentu
    Bila berlebihan dalam melakukan rekayasa teknologi genetika, maka hewan serta tumbuhan dengan kualitas kurang baik atau kualitas alaminya akan mengalami kepunahan.
  • Menyebabkan Alergi
    Tidak semua orang dapat cocok dengan Gen asing yang dimasukkan ke dalam tubuh. Jadi kita harus berhati-hati saat akan mengkonsumsi produk yang dihasilkan oleh bioteknologi karna dapat menyebabkan alergi.
  • Terjadi Pencemaran Biologis

Contoh Bioteknologi

Sebutkan contoh bioteknologi tradisional dan modern!
Setelah kita memahami pengertian, jenis jenis, macam macam, manfat, dampak bioteknologi, berikut dibawah ini adalah contoh bioteknologi tradisional (konvensional) dan modern:

Contoh Bioteknologi Tradisional (konvensional)

Contoh bioteknologi tradisional yaitu karena adanya penggunaan mikroorganisme secara langsung dan belum mengetahui penggunaan enzim yaitu:

1. Dalam Pengolahan Susu:
  • Yoghurt
Pada proses pembuatan yoghurt terlebih dahulu susu dipasteurisasi, kemudian sebagian lemak dibuang. Dan jenis mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan yoghurt namanya adalah Lactobacillus bulgaricus dan juga Streptococus thermophillus 
  • Keju
Pada pembuatan keju memanfaatkan bakteri asam laktat, jenis mikroorganismenya adalah Lactobacillus dan juga Streptococcus. Bakteri atau mikroorganisme ini fungsinya untuk menfermentasikan laktosa di dalam susu menjadi asam laktat.
  • Mentega
Pada proses pembuatan mentega menggunakan jenis mikroorganismenya yaitu Streptococcus lactis dan Lectonosto ceremoris.
Mikroorganisme ini akan membentuk proses pengasaman. Kemudian susu diberi cita rasa tertentu dan lemak mentega dipisahkan.
2. Dalam Pengolahan Kacang
  • Tempe dan Oncom
Pada proses pembuatan tempe dilakukanlah fermentasi kedelai memakai mikroorganisme Rhizopus sp. Yang bisa mengubah protein kompleks pada kacang kedelai menjadi asam amino. Sedang oncom dibuat dengan cara dilakukan fermentasi bungkil kacang tanah memakai mikroorganisme bernama Rhizopus oligosporus.
  • Kecap dengan Tauco
Proses pembuatan kecap yaitu terbuat dari kacang kedelai yang ditambahkan mikroorganisme atau jamur yang bernama Aspergilus soyae dan Aspergilus wentii. Sedang pada tauco terbuat dari kacang kedelai yang ditambahkan mikroorganisme yang bernama Aspergilus oryzae, mikroorganisme ini akan mengubah protein kompleks di kacang kedelai menjadi asam amino yang nantinya bisa dengan mudah dicerna tubuh manusia.

Contoh Bioteknologi Modern

Berikut dibawah ini adalah contoh penerapan bioteknologi modern, antara lain:

1. Rekayasa Genetika

Contoh penerapan bioteknologi yang pertama yaitu rekayasa genetika, Rekayasa genetika adalah suatu metode memanipulasikan Gen untuk menghasilkan makhluk hidup yang baru dengan sifat-sifat yang di tentukan. Rekayasa genetika biasanya disebut dengan sebutan rekombinasi DNA atau pencangkokan Gen. Pada rekayasa genetika dipakai DNA untuk menggabungkan sifat-sifat yang dimiliki makhluk hidup, karena DNA dari setiap makhluk hidup mempunyai struktur yang sama, hal inilah mengapa DNA mampu direkombinasikan. Kemudian DNA tersebut akan mengatur sifat-sifat makhluk hidup secara turun-temurun. Untuk mengubah DNA sel yang bisa dilakukan melalui berbagai macam cara misalnya dengan cara transplantasi inti, teknologi plasmid, rekombinasi DNA dan juga fusi sel. Tetapi hanya para ahli saja yang bisa melakukannya.

2. Pembuatan Vaksin

Hasil dari bioteknologi modern salah satunya adalah vaksin
Vaksin dipakai untuk mencegah tubuh dari serangan virus atau mikroorganisme yang berbahaya.

3. Pembuatan Antibiotik

Hasil bioteknologi modern lainnya adalah antibiotik, antibiotik yaitu suatu zat yang dihasilkan dari organisme-organisme tertentu dan mempunyai fungsi untuk menghambat pertumbuhan organisme lain yang ada di sekitarnya. Antibiotik bisa didapat dari mikroorganisme yang sudah di proses menggunakan cara-cara tertentu.

4. Kultur Jaringan

Seperti kultur jaringan pada hewan dan kultur jaringan pada tumbuhan. Ini merupakan teknik perbanyakan yang paling efektif dan efisien untuk skala besar karena dapat memperbanyak bibit dari satu individu tumbuhan yang sangat unggul. Bahkan satu daunnya dapat diperbanyak menjadi 10 ribu tumbuhan.

5.  Bioteknologi Pembuatan hormon

Dengan merekayasa DNA yang sudah menggunakan mikroorganisme untuk menproduksi hormon. Adapun hormon yang sudah berhasil di produksi misalnya seperti hormon pertumbuhan, insulin, kortison dan juga tertosteron.

6. Dalam Peternakan

Bioteknologipun bisa berguna untuk mengembangkan beragam produk di bidang peternakan. Misalnya seperti hormon untuk pertumbuhan hewan ternak. Dengan rekayasa genetika bisa terciptanya hormon buatan untuk pertumbuhan hewan atau disebut Bovin Somatotropin Hormon. Hormon ini dibuat dari bakteri atau mikroorganisme yang sudah di rekayasa.

7. Bioteknologi untuk bahan bakar masa depan

Alternatif bahan bakar masa depan untuk menggantikan minyak misalnya untuk biogas dan gasohol. Biogas terbuat dari fase anearob dalam fermentasi limbah makhluk hidup, sedang pada anarob akan dihasilkan gas metana yang dapat digunakan untuk bahan bakar.
Biogas bisa menjadi energi alternatif untuk pengganti minyak bumi, biogas dihasilkan melalui fermentasi kotoran ternak dan bahan-bahan organik lainnya. Dengan proses fermentasi ini, maka bahan-bahan ini diubah menjadi gas metana yang bisa berfungsi sebagai energi mirip seperti gas LPG, tetapi lebih ramah lingkungan dan cukup aman.

8. Kloning Domba Dolly

9. Kloning dan Bayi Tabung

SISTEM SALURAN IRIGASI: (Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Saluran Irigasi)

Kali ini kita akan membahas sebuah meteri pembelajaran biologi / pendidikan lingkungan hidup tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem saluran irigasi kita akan bahas mulai dari pengertian sistem saluran irigasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi, manfaat, jenis jenis (irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman, tetesan, sederhana, semi, teknik, primer sekunder dan tersier) dan contoh saluran irigasi. Semoga dapat membantu

Sistem Saluran Irigasi

Kali ini kita akan membahas sebuah meteri pembelajaran biologi / pendidikan lingkungan hidup tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem saluran irigasi kita akan bahas mulai dari pengertian sistem saluran irigasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi, manfaat, jenis jenis (irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman, tetesan, sederhana, semi, teknik, primer sekunder dan tersier) dan contoh saluran irigasi.

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan irigasi?
Pengertian irigasi adalah penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan pengaliran air menggunakan sistem, saluran dan bangunan tertentu sebagai penunjang produksi pertanian, persawahan dan perikanan.
Menurut istilah irigasi berasal dari bahasa Belanda yaitu irrigate dan dalam bahasa Inggris yaitu irrigation yang artinya pengairan atau penggenangan.
Pengertian irigasi menurut para ahli :
  • Menurut Hansen, dkk (1990), Pengertian irigasi adalah penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanam-tanaman.
  • Menurut Sosrodarsono dan Takeda (1987), Pengertian irigasi adalah menyalurkan air yang perlu untuk pertumbuhan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikannya secara sistematis.
  • Menurut Kartasapoetra (1994), Pengertian irigasi adalah kegiatan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kepentingan pertanian dengan memanfaatkan air yang berasal dari air permukaan dan tanah.
  • Menurut UU No. 7 Tahun 2004 pasal 41 ayat 1 tentang Sumber Daya Air, Pengertian irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Berdasarkan UU No.7 Tahun 2004, irigasi meliputi usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air dengan tujuan untuk menunjang pertanian.

Tujuan dan Manfaat Irigasi

Secara umum tujuan irigasi adalah sebagai berikut:
  1. Untuk membasahi tanaman.
    Membasahi tanah dengan menggunakan air irigasi bertujuan memenuhi kekurangan air di daerah pertanian pada saat air hujan kurang atau tidak ada.
  2. Untuk merabuk.
    Merabuk adalah pemberian air yang tujuannya selain membasahi juga memberi zat-zat yang berguna bagi tanaman itu sendiri.
  3. Untuk mengatur suhu tanah
  4. Membersihkan dan atau membasmi hama
  5. Kolmatase. Kolmatase adalah pengairan dengan maksud memperbaiki/meninggikan permukaan tanah.
  6. Menambah persediaan air tanah.
Berikut dibawah ini adamah manfaat irigasi :
  • Menambahkan air ke dalam tanah untuk menyediakan cairan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. 
  • Mendinginkan tanah dan atmosfer, sehingga berpengaruh terhadap lingkungan menjadi baik untuk pertumbuhan tanamam.
  • Untuk mencuci dan mengurangi garam tanah.
  • Mampu mengurangi bahaya erosi tanah.
  • Membantu melunakkan pembajakan dan gumpalan tanah.

Jenis Jenis Irigasi

Menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 irigasi terbagi menjadi 4 jenis yaitu irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman dan tetesan, berikut penjelasannya:

Irigasi Gravitasi (Gravitational Irrigation)

Pengertian irigasi gravitasi adalah irigasi yang memanfaatkan gaya tarik gravitasi untuk mengalirkan air dari sumbernya menuju tempat yang membutuhkan, pada umumnya irigasi ini banyak digunakan di Indonesia, Irigasi gravitasi dapat dibagi menjadi: irigasi genangan liar, irigasi genangan dari saluran, dan irigasi alur dan gelombang.

Irigasi Bawah Tanah (Sub Surface Irrigation)

Pengertian irigasi bawah tanah adalah irigasi yang menyuplai air langsung ke daerah akar tanaman yang membutuhkannya melalui aliran air tanah. Dengan demikian tanaman yang diberi air lewat permukaan tetapi dari bawah permukaan dengan mengatur muka air tanah.

Irigasi Siraman (Sprinkler Irrigation)

Pengertian irigasi siraman adalah irigasi yang dilakukan dengan cara meniru air hujan dimana penyiramannya dilakukan dengan cara pengaliran air lewat pipa dengan tekanan (4 sampai 6 Atm) sehingga dapat membasahi area yang cukup luas. Pemberian air dengan cara ini dapat menghemat dalam segi pengelolaan tanah karena dengan pengairan ini tidak diperlukan permukaan tanah yang rata, juga dengan pengairan ini dapat mengurangi kehilangan air di saluran karena air dikirim melalui saluran tertutup.

Irigasi Tetesan (Trickler Irrigation)

Pengertian Irigasi tetesan adalah irigasi yang prinsipnya mirip dengan irigasi siraman tetapi pipa tersiernya dibuat melalui jalur pohon dan tekanannya lebih kecil karena hanya menetes saja. Keuntungan sistem ini yaitu tidak ada aliran permukaan.
Namun jika berdasarkan cara pengaturan pengukuran aliran air dan lengkapnya fasilitas, jaringan irigasi dibagi menjadi tiga jenis yaitu: Irigasi sederhana, semi teknis dan irigasi teknis.

Jaringan Irigasi Sederhana

Jaringan irigasi sederhana biasanya diusahakan secara mandiri oleh suatu kelompok petani pemakai air, sehingga kelengkapan maupun kemampuan dalam mengukur dan mengatur masih sangat terbatas. Ketersediaan air biasanya melimpah dan mempunyai kemiringan yang sedang sampai curam, sehingga mudah untuk mengalirkan dan membagi air.

Jaringan Irigasi Semi Teknis

Jaringan irigasi semi teknis memiliki bangunan sadap yang permanen ataupun semi permanen. Bangunan sadap pada umumnya sudah dilengkapi dengan bangunan pengambil dan pengukur. Jaringan saluran sudah terdapat beberapa bangunan permanen, namun sistem pembagiannya belum sepenuhnya mampu mengatur dan mengukur.

Jaringan Irigasi Teknis

Jaringan irigasi teknis mempunyai bangunan sadap yang permanen. Bangunan sadap serta bangunan bagi mampu mengatur dan mengukur. Di samping itu terdapat pemisahan antara saluran pemberi dan pembuang. Pengaturan dan pengukuran dilakukan dari bangunan penyadap sampai ke petak tersier. Petak tersier menduduki fungsi sentral dalam jaringan irigasi teknis.
Jenis Jenis irigasi menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.32/PRT/M/2007, jaringan irigasi ada tiga jenis, yaitu jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier. Berikut penjelasannya

Jaringan Irigasi Primer

Pengertian jaringan irigasi primer adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri atas bangunan utama, saluran induk/primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.

Jaringan Irigasi Sekunder

Pengertian jaringan irigasi sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri atas saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.

Jaringan Irigasi Tersier

Pengertian jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri atas saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya.

Contoh Irigasi

Berikut dibawah ini adalah cara / contoh melakukan irigasi
Contoh Irigasi pemukiman
Mengambil air dari sumbernya, biasanya sungai, menggunakan bangunan berupa bendungan atau pengambilan bebas. Air kemudian disalurkan ke lahan pertanian menggunakan pipa atau selang memanfaatkan daya gravitasi, sehingga tanah yang lebih tinggi akan terlebih dahulu mendapat asupan air. Penyaluran air yang demikian terjadi secara teratur dalam ‘jadwal’ dan volume yang telah ditentukan.
Contoh irigasi bawah permukaan (tanah)
Digerakkan oleh gaya kapiler, lengas tanah berpindah menuju daerah akar sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Dengan demikian, irigasi jenis ini menyasar bagian akar dengan memberinya asupan nutrisi sehingga dapat disalurkan ke bagian lain tumbuhan dan dapat memaksimalkan fungsi akar menopang tumbuhan.
Contoh irigasi pancaran
menyalurkan air dari sumbernya ke daerah sasaran menggunakan pipa. Di lahan yang menjadi sasaran, ujung pipa disumbat menggunakan tekanan khusus dari alat pencurah sehingga muncul pancaran air layaknya hujan yang pertama kali membasahi bagian atas tumbuhan kemudian bagian bawah dan barulah bagian di dalam tanah.

Rangkuman OTOT Sebagai Alat Gerak Aktif (Pengertian, Jenis, Ciri, Macam, Fungsi, Struktur, Sifat dan Mekanisme Cara Kerja serta Kelainan Pada Otot)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK kelas 11 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi, adapun disini akan kita rangkum/ringkas materi tentang otot sebagai alat gerak aktif, pengertian otot, jenis jenis, Ciri ciri otot lurik, polos dan jantung, macam-macam otot, fungsi, struktur dan komponen otot dan mekanisme / cara kerja otot serta kelainan pada otot. Semoga dapat membantu

Otot

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK kelas 11 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi, adapun disini akan kita rangkum/ringkas materi tentang otot sebagai alat gerak aktif, pengertian otot, jenis jenis, Ciri ciri otot lurik, polos dan jantung, macam-macam otot, fungsi, struktur dan komponen otot dan mekanisme / cara kerja otot serta kelainan pada otot.

Pengertian Otot

Pengertian otot adalah suatu jaringan dalam tubuh manusia maupun hewan yang berperan sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan rangka tubuh serta pergerakan dari organ dalam tubuh. Otot juga merupakan salah satu dari empat kelompok jaringan pokok.
Ilmu yang mempelajari tentang otot adalah miologi.

Baca Juga: Rangkuman Tulang Sebagai Alat Gerak Pasif

Jenis Jenis / Macam Macam Otot

Secara umum jenis jenis otot ada 3 yaitu otot lurik, polos atau rangka dan jantung, berikut penjelasannya:

1. Otot Lurik / Rangka

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK kelas 11 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi, adapun disini akan kita rangkum/ringkas materi tentang otot sebagai alat gerak aktif, pengertian otot, jenis jenis, Ciri ciri otot lurik, polos dan jantung, macam-macam otot, fungsi, struktur dan komponen otot dan mekanisme / cara kerja otot serta kelainan pada otot.
Nama lain untuk otot lurik adalah otot rangka, atau sering pula disebut otot serat melintang. Disebut demikian karena keadaan fibril-fibril otot ini memiliki alur-alur melintang yang gelap disebut anisotrop, dan terang yang disebut isotrop. Alur gelap dan terang ini tersusun secara berselingan. Sel-sel otot lurik berbentuk silindris dan mempunyai inti yang jumlahnya cukup banyak.
Otot lurik mudah lelah karena adanya penumpukan asam laktat pada sel-selnya. Pergerakan otot lurik berasal dari sinyal motorik yang berasal dari otak dan bersifat sadar (bukan refleks). Otot lurik ada dimana? otot ini terdapat pada hampir keseluruhan tubuh bagian luar.
Sebutkan ciri ciri otot lurik!
Otot lurik atau otot rangka memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  • Bentuknya silindris, memanjang dan tidak bercabang.
  • Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselang-seling (lurik).
  • Mempunyai banyak inti sel di tepi
  • Bekerja dibawah sadar, artinya menurut perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut sebagai otot sadar.
  • Penyebaran otot lurik ada pada kerangka tubuh, diafragma dan organ lain seperti lidah, bibir dan palpebra
Otot lurik juga dikenal sebagi 2 tipe otot, tipe 1 yaitu otot merah dan tipe 2 dikenal sebagai otot pucat, berikut penjelasannya

Otot Merah

Otot merah memiliki myofibril yang relatif sedikit, tetapi sarkoplasma dan mitokondria relatif banyak serta mioglobin berjumlah banyak bila dibandingkan dengan otot pucat. Miofibril membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field), mengelompok dengan batas yang jelas.

Otot Pucat

Otot pucat memiliki myofibril banyak dan sarkoplasma dan mitokondria yang relatif sedikit. Miofibril tidak membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field) seperti otot merah. Otot pucat memiliki kandungan mioglobin lebih sedikit dari pada otot merah. Posisi inti lebih superficial langsung di bawah sarkolema. Otot pucat bekerja cepat dan kuat, tetapi lebih cepat lelah.

2. Otot Polos

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK kelas 11 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi, adapun disini akan kita rangkum/ringkas materi tentang otot sebagai alat gerak aktif, pengertian otot, jenis jenis, Ciri ciri otot lurik, polos dan jantung, macam-macam otot, fungsi, struktur dan komponen otot dan mekanisme / cara kerja otot serta kelainan pada otot.
Pengertian otot polos adalah otot besar yang menyusun organ-organ bagian dalam (otot viseral). Otot ini disebut juga otot involunter, disebut demikian karena otot ini bekerja di luar kesadaran. Bentuk sel-sel otot polos seperti kumparan halus, dengan setiap selnya memiliki satu inti yang letaknya di tengah. Seperti telah dikatakan di atas bahwa otot ini bekerja tidak menurut kehendak atau perintah, karena otot polos sarafnya adalah saraf otonom.

Baca Juga: Rangkuman Biologi tentang jantung

Dimana letak otot polos? Otot polos terdapat di dinding usus, dinding lambung, kandung kemih, peranakan, dinding pembuluh darah, saluran pernapasan dan saluran kelamin serta organ dalam lainnya. Juga berguna untuk mengontro diameter pembuluh darah dan gerakan pupil mata.
Sebutkan ciri ciri otot polos!
Otot polos mempunyai ciri ciri sebagai berikut:
  • Mempunyai satu inti sel,
  • Berbentuk gelondong, kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung,
  • Tidak memiliki garis-garis melintang (polos)
  • Bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai otot tak sadar,
  • Terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah otot saluran kemih, dan lain lain.

3. Otot Jantung

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK kelas 11 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi, adapun disini akan kita rangkum/ringkas materi tentang otot sebagai alat gerak aktif, pengertian otot, jenis jenis, Ciri ciri otot lurik, polos dan jantung, macam-macam otot, fungsi, struktur dan komponen otot dan mekanisme / cara kerja otot serta kelainan pada otot.
Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.
Jika anda perhatikan sepintas, otot jantung memiliki kemiripan struktur dengan otot lurik, tetapi apabila diperhatikan lebih teliti, ternyata otot jantung berbeda dengan otot lurik. Perbedaan yang terdapat pada otot jantung dan otot lurik, yaitu otot jantung serabut-serabut ototnya memiliki percabangan, sedangkan otot lurik tidak bercabang. Di samping itu, sistem persarafannya pun berbeda. Jika otot lurik bekerja di bawah pengaruh kesadaran, sedangkan otot jantung tidak karena sarafnya adalah sistem saraf otonom. Inti sel otot jantung terdapat di tengah.
Sebutkan ciri ciri yang dimiliki otot jantung!
Berikut ini adalah ciri ciri yang dimiliki otot jantung, antara lain:
  • Otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Strukturnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara berselang seling dan terdapat percabangan sel.
  • Kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh kemauan kita, tetapi bekerja sesuai dengan gerak jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seperti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.
  • Dilihat dibawah mikroskop tampak seperti otot  lurik tetapi bercabang dan intinya ditengah.
  • Sumber energinya dari metabolism aerobic dan membutuhkan energi lebih besar dari otot lainnya.

Fungsi Otot

Seperti yang telah kita ketahui bahwa otot berfungsi sebagai alat gerak aktif dan sebagai gerakan (kontraksi) karena adanya rangsangan, adapun lebih rincinya fungsi otot adalah :
  1. Menghasilkan gerakan rangka, seperti kontraksi dan relaksasi otot yang menempel pada rangka dapat mengggerakkan rangka.
  2. Mempertahankan postur dan posisi tubuh, misalnya mempertahankan posisi kepala saat membaca buku.
  3. Mengatur pintu masuk dan keluar saluran dalam sistem tubuh, misalnya menelan, buang air besar maupun kecil.
  4. Menyokong jaringan lunak, menggerakkan organ-organ dalam tubuh seperti usus.
  5. Mempertahankan suhu tubuh, kontraksi rangka memerlukan energidan menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal bagi tubuh.

Struktur dan Komponen pada Otot

Struktur dan komponen otot terdiri dari:
  • Tendon, tendon adalah jaringan ikat fibrosa (tidak elastic) yang tebal dan berwarna putih yang menghubungkan otot rangka dengan tulang. Urat-urat ini berupa serabut-serabut simpai yang putih, berkilap, tidak elastic. Aponeuroses adalah lembaran-lembaran datar atau simpai dari jaringan fibrus dengan maksud untuk nenuat kelompok-kelompok otot dan adakalanya menggandengkan sebuah oto dengan bagian yang menggerakkannya.
  • Fascia, Fascia adalah gabungan jaringan ikat dari jaringan fibrus dan areolar yang membungkus dan menghimpun otot menjadi satu. Setiap fasciculus dipisahkan oleh jaringan ikat perimysium. Di dalam pascicle, endomysium mengelilingi 1 berkas sel otot. Di antara endomysium dan berkas serat otot tersebar sel satelit yang berfungsi dalam perbaikan jaringan otot yang rusak. Dalam bagian-bagian tertentu, seperti dalam telapak tangan, fascia ini sangat padat dan kuat.
    Contohnya adalah fascia Palmaris dan fascia plantaris.
  • Sarcolemma, Sarcolemma (membrane sel/serat otot) dan sarcoplasma, adalah unit structural jaringan otot yang berdiameter 0,01 – 0,1 mm dengan panjang 1-40 mm yang melapisi suatu sel otot yang berfungsi sebagai pelindung otot. besar dan jumlah jaringan terutama jaringan elastic, akan meningkat sejalan dengan penambahan usia. Setial 1 serat otot dilapisi oleh jaringan elastic tipis yang disebut sarcolemma. Protoplasma serat otot yang berisi materi semicair disebut sarkoplasma. Di dalam matriks serat otot terbenam unit fungsional otot berdiameter 0,001 mm yang disebut dengan myofibril.
  • Miofibril, Miofibril adalah serat-serat yang terdapat dalam otot. Di bawah mikroskop, miofibril akan tampak spt pita gelap & terang yang bersilangan. Pita gelap (thick filament) dibentuk oleh myosin. Pita terang (thin filament) dibentuk oleh aktin, troponin dan tropomiosin)
  • Miofilamen, miofilamen adalah benang-benang atau filament halus yang merasal dari myofibril. Terbagi menjadi dua macam yaitu miofilamen homogeny yang terdapat pada otot polos dan miofilamen heterogen yang terdapat pada otot jantung atau otot kardiak dan pada otot lurik.
  • Sarkoplasma, Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang berfungsi untuk tempat dimana myofibril dan miofilamen berada.

Rektikulum sarkoplasma

Pengertian Retikulum sarkoplasma adalah bagian padat dari fasia dalam dan menambatkan tendon-tendon yang berjalan melalui pergelangan dan mata kaki masuk kedalam tangan dan kaki. Jejaring kantung dan tubulus yang terorganisir pada jaringan otot. Tubulus-tubulus yang sejajar dengan miofibril yang pada garis Z dan zona H bergabung membentuk kantung atau dikenal dengan lateral sac yang dekat dengan sistem tubulus transversal atau Tubulus T. Tempat penyimpanan ion Ca2+. Tubulus T mencapai saluran untuk berpindahnya cairan yang mengandung ion.ubulus T dan retikulum sarkoplasma berperan dlm metabolisme, eksitasi, dan kontraksi otot.
  • Mioglobin, Miglobin adalah pigmen yang ada pada otot, berguna sebagai pengikat oksigen.
  • Motor end plates adalah tempat inervasi ujung-ujung saraf pada otot.

Sifat Kerja Otot

Anda telah mengetahui pada pembahasan sebelumnya, bahwa fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif dan sebagai gerakan (kontraksi) karena adanya rangsangan. Namun, berkontraksinya otot tidak disebabkan oleh satu rangsangan saja, tetapi oleh serangkaian rangsangan yang sifatnya berurutan. Otot salah satu rangsangan akan memperkuat rangsangan yang lain. Dengan demikian, akan terjadi ketegangan (tonus) yang maksimum. Tonus yang terjadi berlangsung secara terus-menerus.
Saat bekerja otot memiliki dua sifat, yaitu antagonis dan sinergis. Berikut akan dijelaskan mengenai dua sifat otot tersebut.

Sifat Antagonis Otot

Dikatakan antagonis, apabila kerja otot menyebabkan pengaruh yang sifatnya berlawanan. Keadaan otot yang saling antagonis, misalnya pada kerja otot yang disebut ekstensor (meluruskan) dan fleksor (gerak membengkokkan), otot trisep dan otot bisep. Di samping itu, otot yang bekerja secara antagonis terjadi pada otototot yang bekerja abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan).
Contohnya pada gerakan tangan sejajar bahu dan sikap gerak yang sempurna

Baca Juga: Rangkuman Biologi Usus 12 Jari

Di samping itu, otot juga memiliki sifat antagonis yang disebut depresor (kebawah) dan elevator (ke atas).
Contohnya pada gerakan merunduk dan menengadahkan kepala. Gerak antagonis yang lain adalah supinator (membalik) dan pronator (menelungkup), contohnya pada gerak membalik dan menelungkupkan telapak tangan.

Sifat Sinergis Otot

Gerakan otot sifatnya sinergis adalah gerak otot yang apabila berkontraksi menimbulkan gerak searah. Gerak sinergis didapati pada gerakan menengadahkan telapak tangan atau menelungkupkan telapak tangan.

Mekanisme / Cara Kerja Otot

Untuk mengetahui mekanisme gerak otot, dua orang peneliti, yaitu Hansen dan Huxly pada tahun 1955 melakukan penelitian dengan cara mengamati gerakan otot menggunakan mikroskop elektron dan difraksi sinar X. Teorinya dikenal dengan sebutan teori model Sliding Filamen. Teori ini menyatakan bahwa kontraksi otot terjadi sebagai akibat adanya dua set filamen di dalam sel otot kontraktil. Kedua set filamen tersebut, yaitu filamen aktin dan filamen miosin.
Teori di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. “Pada saat terjadi rangsangan yang diterima asetilkolin, rangsangan itu menyebabkan aktomiosin mengerut (berkontraksi)”. Kontraksi yang terjadi membutuhkan energi
Pada saat kontraksi terjadi, filamen aktin akan berjalan di antara miosin ke dalam zona H (zona H, yaitu bagian terang di antara dua pita gelap). Dengan keadaan yang demikian itu, terjadi pemendekan serabut otot. Namun demikian, ada serabut yang tetap panjang, yaitu garis M (anisotrop/pita gelap), sedangkan garis Z (isotrop/pita terang) dan daerah H bertambah pendek waktu terjadi kontraksi.
Bagian ujung miosin dapat berkaitan dengan ATP dan menghidrolisis ATP tersebut menjadi ADP. Energi dilepaskan dengan cara mencegah pemindahan ATP ke miosin yang diubah bentuk menjadi konfigurasi energi tinggi. Miosin yang berenergi tinggi tersebut kemudian berikatan dengan aktin membentuk jembatan silang. Selanjutnya, energi yang tersimpan pada miosin akan dilepaskan sehingga ujung miosin berelaksasi menghasilkan energi yang rendah. Relaksasi yang terjadi akan mengubah sudut ikatan ujung miosin menjadi miosin ekor. Ikatan yang terjadi antara miosin berenergi rendah dan aktin akan terpecah, pada saat molekul baru ATP bergabung dengan ujung miosin. Siklus tersebut akan terus berulang.

Kelainan Pada Otot

Berikut dibawah ini adalah kelainan kelainan yang mungkin terjadi pada otot antara lain:
  • Distrofi otot adalah penyakit menurun yang disebabkan oleh mutasi gen yang bertanggung jawab untuk sintesis protein otot, sehingga otot menjadi lemah. Umumnya gangguan ini terjadi pada laki-laki umur antara 3-7 tahun.
  • Atrofi Otot adalah gejala terjadinya pengurangan ukuran otot, ketegangan dan kekuatan otot yang disebabkan oleh mengecilnya serabut-serabut otot. Segala jenis kerusakan pada neuron motorik akan menyebabkan terjadinya atrofi otot secara bertahap.
    Misalnya virus polio yang menyerang saraf otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan paralisis dan atrofi otot.
  • Hipertrofi adalah gejala membesarnya otot yang disebabkan oleh aktivitas berat otot yang dilakukan secara terus menerus. Otot yang mengalami hipertrofi membuat diameter serabut ototnya meningkat dan jumlah zat yang terdapat dalam otot juga bertambah.
  • Hiperplasia adalah gejala membesarnya otot yang disebabkan karena jumlah serabut otot bertambah, tetapi tidak disebabkan karena membesarnya serabut otot.
  • Tetanus adalah otot yang berkontraksi terus-menerus yang disebabkan oleh serangan bakteri Clostridium tetani. Tetanus ini sering dikenal dengan sebutan tonus atau kejang. Kelainan otot yang lain, yaitu yang dikenal sebagai miestenia gravis. Mestinia gravis merupakan kelainan otot sebagai akibat melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga terjadi kelumpuhan atau bahkan kematian. Penyebab utama kelainan ini hingga sekarang belum diketahui.
  • Kerusakan tendon yaitu sobek atau pecah. Tendon dapat teriris putus karena kecelakaan atau perkelahian.
  • Stiff terjadi sebagai akibat adanya peradangan pada otot trapesium leher yang menyebabkan leher terasa kaku. Stiff dapat terjadi karena kesalahan melakukan gerakan.

Rangkuman SISTEM GERAK MANUSIA (Pengertian, Fungsi, Tulang Sebagai Alat Gerak Pasif, Jenis dan Fungsi Tulang, Hubungan antar Tulang, Persendian, Rangka Aksial dan Apendiks, Kelainan Pada Tulang beserta Contohnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya. Semoga dapat membantu

Sistem Gerak Pada Manusia

Pengertian dan Fungsi

Kerangka tubuh manusia terletak didalam tubuh dan ditutupi oleh kulit serta daging sehingga disebut dengan rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga mempunyai fungsi sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah adalah pusat penghasil sel-sel darah.

Baca Juga: Rangkuman Biologi tentang Jantung

Rangka manusia kurang lebih terdiri dari 206 ruas tulang yang memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi. Tulang-tulang penyusun rangka dikelompokkan menjadi tulang tengkorak, tulang pembentuk tubuh dan tulang anggota gerak.

Tulang Sebagai Alat Gerak Pasif

Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia jumlahnya kurang lebih 200 buah dan terdiri dari beberapa jenis. Jumlah tulang pada manusia dewasa berbeda dengan jumlah tulang pada anakanak. Perbedaan ini terjadi karena adanya sejumlah tulang yang tumbuh menjadi satu. Pembicaraan kita mengenai tulang sebagai alat gerak akan diawali dengan pembahasan mengenai jenis tulang.

Jenis Jenis Tulang

Seperti telah kita ketahui pada pembahasan tentang jaringan dan organ, tulang dibagi menjadi dua kelompok yaitu tulang rawan atau kartilago dan tulang sejati atau osteon. Pembagian jenis tulang tersebut berdasarkan susunan jaringan dan sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimilikinya.
1. Tulang Rawan (kartilago)
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang menghasilkan matriks berupa kondrin.
Tulang rawan ini bersifat bingkas dan lentur karena terbentuk dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas).

2. Tulang Sejati (osteon)
Tulang sejati atau osteon bersifat keras. Di samping itu, memiliki susunan struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan tulang rawan. Tulang memiliki fungsi utama sebagai penyusun rangka tubuh. Struktur tulang dapat dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu osteoprogenator, osteoblas, osteosit, dan osteoklas.
  • Osteoprogenator adalah sel-sel tulang rawan yang bersifat khusus. Pada awal perkembangan organisme, sel-sel ini berasal dari mesenkim yang memiliki kemampuan membelah diri yang sangat baik dan mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas. Osteoprogenator yang terdapat di sebelah bagian luar membran disebut periosteum
  • Osteoblas adalah sel-sel tulang muda yang pada proses terbentuknya tulang akan membentuk osteosit. Osteosit ini merupakan sel-sel tulang yang telah dewasa. Osteoblas berasal dari monosit. Pada masa perkembangannya, osteoblas banyak ditemukan di sekitar permukaan tulang. Osteoblas berfungsi untuk merawat dan memperbaiki tulang serta berperan pada proses perkembangan. Gambar berikut memperlihatkan bentuk-bentuk sel penyusun tulang.

Pembagian tulang juga dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek, berikut penjelasannya:

1. Tulang Pipa
Tulang ini disebut tulang pipa karena bentuknya mirip dengan pipa, yaitu berbentuk bulat panjang dan berongga.
Pada ujung tulang pipa terdapat perluasan yang disebut bongkol. Bongkol ini berfungsi untuk penghubung antartulang. Contoh tulang pipa, antara lain tulang betis, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian tengah (diafisis), bagian kedua ujung tulang pipa (epifisis), dan daerah yang terdapat di antara epifisis dan diafisis (cakra epifisis).

2. Tulang Pipih
Sama halnya dengan tulang pipa, tulang pipih diberi nama demikian karena tulangnya berbentuk pipih atau gepeng yang di dalamnya berongga seperti spons. Tulang pipih ini tersusun atas dua lempengan tulang, yaitu lempengan tulang kompak dan tulang spons. Tulang pipih banyak ditemukan sebagai bagian dari penyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih sangat cocok fungsinya sebagai pelindung atau memperkuat bagian tubuh.
Contoh tulang yang termasuk tulang pipih, yaitu tulang belikat, tulang tengkorak, dan tulang rusuk.

3. Tulang Pendek
Tulang ini disebut demikian karena bentuknya yang bulat dan pendek. Di dalam tulang pendek terdapat sumsum merah yang cukup banyak. Pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang punggung termasuk jenis tulang pendek.

Fungsi Tulang

Selain fungsi utama tulang sebagai penyusun rangka tubuh, masih ada fungsifungsi tulang yang lain, antara lain sebagai berikut:
  • Pemberi bentuk tubuh.
  • Pelindung organ tubuh yang vital
  • Penahan/penegak tubuh
  • Tempat pembentukan sel darah.
  • Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan fosfor
  • Tempat menyimpan cadangan lemak di sumsum kuning.
  • Tempat melekatnya otot

Hubungan antar Tulang (Persendian)

Tulang di dalam tubuh saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk rangka tubuh. Hubungan antartulang disebut pula artikulasi. Untuk dapat bergerak, pada hubungan antartulang terdapat struktur yang khusus. Struktur khusus inilah yang disebut sendi. Proses terbentuknya sendi diawali dengan membengkaknya kartilago. Lalu kedua ujung kartilago itu diliputi jaringan ikat. Selanjutnya, kedua ujung kartilago itu membentuk sel-sel tulang dan keduanya diselubungi oleh selaput sendi yang disebut sinovial. Membran sinovial ini keadaannya liat dan dapat menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut minyak sinovial.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya
Pada rangka tubuh manusia terdapat tiga pola hubungan antartulang atau persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Berikut akan dijelaskan satu per satu.
1. Sinartrosis (Sendi Mati)
Sinartrosis adalah pola hubungan antartulang yang sama sekali tidak memiliki celah sendi. Hubungan antartulang pada pola ini, dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut, karena itu tidak bisa digerakkan (sendi mati).

Baca Juga: Rangkuman Biologi tentang Otak

Pola hubungan tulang yang disebut sinartrosis dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu suture dan sinkondrosis. Pengertian Suture adalah pola hubungan sinartrosis yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tulang tengkorak.
pengertian Sinkondrosis adalah sinartrosis yang dihubungkan oleh kartilago hialin, misalnya hubungan antara tulang epifisis dan diafisis pada tulang dewasa, hubungan tulang yang seperti ini tidak dapat digerakkan.
2. Amfiartrosis
Pada pola hubungan tulang amfiartrosis, sendi dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit terjadi gerakan. Pola hubungan ini dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang bentuknya pipih. Pola hubungan ini dapat ditemukan pada sendi intervertebral dan simfisis pubis, sedangkan pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sindesmosis contohnya pada sendi antara tulang betis dan tulang kering.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya

3. Diartrosis (Sendi Gerak)
Pada pola hubungan ini, kedua ujung tulang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Nama lain untuk pola hubungan diartrosis, yaitu hubungan sinovial. Diartrosis merupakan hubungan antartulang yang dicirikan oleh keleluasaannya pada saat digerakkan dan bersifat fleksibel.
Beberapa ciri khusus dari pola hubungan / Sendi diartrosis, yaitu:
  1. Permukaan sendinya diselubungi oleh selaput atau kapsul yang terbuat dari jaringan ikat fibrosa
  2. Di bagian dalam kapsul terdapat pembatas. Pembatas ini merupakan membran jaringan ikat yang disebut pula membran sinovial. Membran ini menghasilkan cairan pelumas yang disebut cairan sinovial yang fungsinya untuk mengurangi gesekan
  3. Kapsul-kapsul fibrosanya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada pula yang tidak, dan di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan-bantalan serabut tulang rawan.
Contoh hubungan tulang sendi yang termasuk ke dalam pola hubungan diartrosis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi ovoid, dan sendi luncur.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya
  1. Sendi Peluru
    Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan terjadinya mekanisme gerak ke segala arah. Persendian seperti ini terjadi pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang-tulang gelang bahu dan tulang lengan bagian atas, juga terdapat pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang gelang panggul dan tulang paha.
  2. Sendi Engsel
    Sendi engsel adalah persendian yang terbentuk oleh hubungan antartulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Persendian seperti ini dapat ditemukan pada persendian yang terbentuk oleh ruas-ruas tulang jari kaki maupun tangan atau persendian yang terbentuk oleh tulang-tulang yang membentuk siku dan lulut.
  3. Sendi Pelana / Sela
    Sendi pelana adalah persendian yang terbentuk oleh hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah. Persendian seperti ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu jari.
  4. Sendi Putar
    Sendi putar adalah persendian di mana ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Keadaan hubungan yang demikian memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, seperti persendian antara tulang hasta dan pengumpil atau antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
  5. Sendi Ovoid
    Pada persendian ini gerakannya berporos dua, yaitu gerak ke kiri dan ke kanan, maju mundur, dan ke muka ke belakang. Pada persendian ini salah satu ujung tulangnya berbentuk oval, sedangkan tulang lain yang merupakan pasangannya memiliki lekukan elips untuk tempat masuknya tulang yang berbentuk oval tadi. Persendian seperti ini terdapat pada tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
  6. Sendi Luncur
    Kedua ujung tulang pada sendi luncur agak rata sehingga memungkinkan gerakan menggeser dan tidak memiliki poros. Sendi luncur misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki, tulang selangka, dan tulang belikat.

Tulang Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya
Tulang-tulang pembentuk kerangka (skeleton) tubuh pada manusia, dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok rangka aksial(rangka penyusun tubuh) dan rangka apendikular(anggota tubuh).
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya

A. Rangka Aksial (Penyusun Badan)

Pengertian kelompok rangka aksial adalah rangka-rangka yang tersusun pada badan atau tubuh, yaitu rangka tulang belakang (vertebrae), tulang tengkorak (cranium), dan tulang rusuk. Untuk memahami dan memperjelas mengenai gambaran pengelompokan berbagai tulang yang menyusun rangka aksial pada tubuh manusia, anda dapat mempelajari pengelompokan tulang rangka aksial tersebut pada uraian berikut:
1.) Kelompok Tulang Tengkorak
Tengkorak disebut pula tulang kepala (cranium) memiliki hubungan antartulang yang disebut suture, artinya tidak dapat digerakkan. Tengkorak memiliki fungsi utama sebagai pelindung organ otak.
2.) Ruas Tulang Belakang
Tulang belakang memiliki ruas-ruas tulang belakang yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai jenis posisi dan gerakan, seperti berdiri, duduk, atau berlari
3.) Hioid
Rangka tulang hioid dibentuk oleh tulang yang berbentuk huruf U, terletak pada laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot, yaitu otot mulut dan lidah.
4.) Tulang Dada dan Rusuk
Fungsi tulang dada dan rusuk adalah ber-samasama tulang dada dan rusuk membentuk rongga dada sebagai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dalam rongga dada, seperti paru-paru dan jantung.

B. Rangka Apendiks (rangka anggota tubuh)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya
Rangka Apendiks (rangka anggota tubuh)Rangka apendiks adalah rangka yang terbentuk pada susunan rangka anggota tubuh, seperti pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Apabila anda kelompokkan, maka tulang apendiks ini kebanyakan merupakan tulang-tulang pembentuk alat gerak, yaitu tangan dan kaki. Rangka apendiks dibedakan menjadi rangka anggota tubuh bagian atas dan rangka anggota tubuh bagian bawah.
Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas tersusun oleh beberapa tulang yang terdiri dari tulang selangka, tulang belikat, tulang lengan atas, tulang pengumpil, dan tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang jari tangan, serta tulang telapak tangan.
Tulang apendiks bagian bawah adalah tulang-tulang yang membentuk anggota gerak bagian bawah, yaitu kaki. Bagian-bagian kaki terdiri dari tulang-tulang pembentuk kaki dan tulang-tulang pembentuk telapak kaki. Tulang kaki tersusun oleh tulang paha, tempurung lutut, tulang kering, dan tulang betis, sedangkan tulangtulang telapak kaki tersusun oleh tulang tumit, kalkanaeus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari-jari

Kelainan Pada Tulang

Berikut dibawah ini adalah kelainan atau penyakit yang terjadi pada tulang :

Skoliosis

Skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung yang mengakibatkan posisinya menjadi membengkok ke samping kanan atau kiri. hal ini dapat terjadi karena terlau sering mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. atau juga dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang miring sehingga beban tubuh bertumpu pada salah satu lengan.

Kifosis

Kifosis adalah suatu kelainan tulang punggung terlalu membengkok kearah belakang, kelainan ini biasanya dikarenakan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang terlalu membungkuk atau sering memanggul beban yang berat dengan menggunakan punggung.

Lordosis

Kebalikan dari kifosis adalah kelainan tulang punggung yang terlalu membengkok ke depan, posisi duduk dengan membusungkan dada dapat menjadi penyebab dari kelainan ini.

Polio

kelainan ini terjadi karena adanya infaksi virus polio, penderitanya akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil sehingga berujung pada kelumpuhan.

Rakhitis

Kelainan yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D, sehingga tulang kakinya berbentuk menyerupai huruf X atau O.

Masalah Persendian

Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada 200 tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut dengan sendi ataupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian mmpunyai fungsi serta peranan yang amat penting di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun gerakan.

Rangkuman Biologi JANTUNG (Pengertian, Fungsi, Struktur Anatomi, Bagian, Penyakit Pada Jantung dan Cara Kerja Jantung Manusia)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK  kelas 10,11,12 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru 2018 yaitu tentang rangkuman materi jantung, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian jantung, fungsi jantung, struktur atau anatomi jantung, bagian bagian jantung, macam macam penyakit penyakit yang ada atau yang menyerang pada jantung dan cara kerja jantung manusia. Semoga dapat membantu

Jantung

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK  kelas 10,11,12 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru 2018 yaitu tentang rangkuman materi jantung, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian jantung, fungsi jantung, struktur atau anatomi jantung, bagian bagian jantung, macam macam penyakit penyakit yang ada atau yang menyerang pada jantung dan cara kerja jantung manusia.

Pengertian Jantung

Pengertian jantung adalah suatu organ berotot yang memiliki empat ruang yang terletak dirongga dada dibawah perlindungan tulang iga, letaknya sedikit ke sebelah kiri sternum (tulang dada).

Fungsi Jantung

Fungsi utama jantung adalah untuk menyediakan oksigen (O2) ke seluruh tubuh dan membersihkan tubuh dari hasil metabolisme berupa karbondioksida (CO2). Cara jantung melaksanakan fungsi tersebut yaitu dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambil oksigen dan membuang karbondioksida (disebut sirkulasi pulmonal). Kemudian jantung mengumpulkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh (disebut sirkulasi sistemik).

Baca Juga: Rangkuman biologi tentang Otak

Struktur Anatomi Jantung

Berikut dibawah ini adalah struktur anatomi jantong yang perlu kita ketahui, yaitu mulai dari bentuk dan ukuran jantung, lapisan jantung, ruang jantung, katup katup jantung, betikut penjelasannya:

1.  Bentuk Serta Ukuran Jantung

Jantung adalah organ utama dalam sistem kardiovaskular. Jantung sendiri terbentuk oleh organ-organ muscular (otot), apex (pucak) dan basis cordis (dasar jantung), atrium (serambi) kanan dan kiri serta ventikel (bilik) kanan dan kiri.
Ukuran jantung masing-masing berurutan panjang, lebar, dan tebalnya adalah 12 cm, 8-9 cm, dan 6 cm. Dan jantung memiliki berat sekitar 7-15 ons atau setara dengan 200-425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan kanan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah.
Posisi jantung terletak diantara kedua paru (pulmo) dan berada ditengah rongga dada (thoraks).

2. Lapisan Jantung

Secara umum, jantung memiliki 3 lapisan yang terdiri dari perikardium, miokardium dan endokardium dan tiap tiap lapisan tersebut memiliki fungsi yang berbeda, berikut penjelasannya:
A. Perikardium, Perikardium adalah selaput-selaput yang mengitari jantung yang terdiri atas dua lapisan, yaitu:
  • Perikardium parietalis (lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru).
  • Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut epikardium).

Diantara kedua lapisan jantung diatas, terdapat 50cc cairan perikardium yang berfungsi  sebagai pelumas agar tidak terjadinya gesekan antara perikardium dan epikardium yang timbul akibat gerak jantung saat memompa.


B. Miokardium, miokardium adalah apisan tengah (lapisan inti) dari jantung dan paling tebal serta terdiri dari otot-otot jantung. Fungsinya adalah kontraksi jantung.
C. Endokardium, endokardium adalah lapisan terluar yang terdiri dari jaringan endotel.

3. Ruang Jantung

Jantung manusia terdiri dari 4 bagian atau 4 ruang yaitu atrium dextra (serambi kanan), atrium sinistra (kiri), ventrikel dextra (bilik kanan) dan ventrikel sinistra.
Pengertian atrium adalah ruangan sebelah atas jantung dan berdinding tipis, sedangkan pengertian ventrikel adalah ruangan sebelah bawah jantung dan mempunyai dinding yang lebih tebal karena harus memompa darah ke seluruh tubuh.
Berikut dibawah ini adalah fungsi dari masing-masing ruang yang ada pada jantung:

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK  kelas 10,11,12 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru 2018 yaitu tentang rangkuman materi jantung, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian jantung, fungsi jantung, struktur atau anatomi jantung, bagian bagian jantung, macam macam penyakit penyakit yang ada atau yang menyerang pada jantung dan cara kerja jantung manusia.
  1. Serambi (Atrium) kanan, Serambi kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen (O2) dari seluruh tubuh.
  2. Serambi (Artium) kiri, serambi kiri berfungsi sebagai menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan mengalirkan darah tersebut ke paru-paru.
  3. Bilik (Ventrikel) kanan, bilik kanan berfungsi sebagai penerima darah dari atrium kanan dan memompakannya ke paru-paru.
  4. Bilik (ventrikel) kiri, bilik kiri berfungsi sebagai memompakan darah yang kaya oksigen (O2) keseluruh tubuh.
Di tiap-tiap bagian jantung manusia, atrium dan ventrikel dipisahkan oleh suatu sekat atau septum. Dan kedua atrium dipisahkan lagi oleh suatu sekat antar atrium (septum interatriorum), sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antar ventrikel (septum inter ventrikulorum).

4. Katup Jantung

Diantara serambi kanan dan bilik kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup (valvula) trikuspidalis, sedangkan pada serambi kiri dan bilik kiri juga memiliki katup yang disebut dengan katup mitral atau bikuspidalis. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari serambi ke bilik.

Baca Juga: Rangkuman Jaringan Pada Tumbuhan

Katup pada jantung ada 4 macam, yaitu katup Trikuspid, Pulmonal, Bikuspid dan Aorta. Berikut penjelasannya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK  kelas 10,11,12 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru 2018 yaitu tentang rangkuman materi jantung, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian jantung, fungsi jantung, struktur atau anatomi jantung, bagian bagian jantung, macam macam penyakit penyakit yang ada atau yang menyerang pada jantung dan cara kerja jantung manusia.

  • Katup Trikuspid
    Letak katup trikuspid berada diantara serambi dan bilik kanan serta terdiri dari tiga daun katup. Bila katup trikuspid terbuka, maka darah akan mengalir dari serambi kanan menuju bilik kanan. Katup trikuspid berfungsi sebagai pencegah kembalinya darah menuju serambi kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi bilik (ventrikel).
  • Katup Pulmonal
    Setelah katup trikuspidalis tertutup, darah akan mengalir dari dalam bilik kanan melalui trunkus pulmonalis.
    Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari tiga daun katup yang akan terbuka jika bilik kanan bertkontraksi dan menutup jika bilik kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari bilik kanan menuju arteri pulmonalis.
  • Katup Bikuspid
    Katup bikuspid disebut juga dengan katup mitral, katup mitral terdiri dari dua daun katup. Katup ini berperan dalam mengatur aliran darah dari serambi kiri menuju bilik kiri. Sama halnya dengan katup trikuspidalis, katup ini akan menutup saat bilik berkontraksi.
  • Kaup Aorta
    Katup aorta terdiri dari tiga daun katup yang terdapat pada pangkal aorta.
    Ketika bilik kiri berkontraksi maka katup ini akan membuka sehingga darah akan mengalir ke seluruh tubuh.
    Sebaliknya katup akan menutup jika bilik kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam bilik kiri.

Penyakit Jantung

Pengertian  penyakit jantung merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Ada berbagai jenis penyakit jantung, mulai dari penebalan dan pengerasan dinding arteri sebagai akibat dari pengendapan bahan berlemak dikenal sebagai arteriosklerosis.
Proses yang sama juga mempengaruhi aorta dan pembuluh besar lainnya dan dikenal sebagai aterosklerosis.
Banyak penyakit yang tidak langsung berhubungan dengan jantung juga dapat terjadi jika sistem peredaran darah yang tidak berfungsi dengan baik. Ini termasuk tekanan darah tinggi, aneurisma dan stroke.
Berikut ini adalah langkah pencegahan pada penyakit jantung:
Dalam upaya mencegah penyakit jantung dan untuk mempertahankan sistem peredaran darah yang berfungsi baik.
Salah satunya adalah untuk menghindari merokok dan segala bentuk dari narkoba, terutama tembakau.
dan yang lainnya adalah untuk makan sehat dan mencoba dan meminimalkan pada makanan berminyak dan berlemak. Minum dalam jumlah yang cukup juga penting yaitu minimal 8 gelas sehari. Juga berolahraga secara teratur untuk menjaga fungsi sistem peredaran darah secara efisien. Pergi untuk jalan-jalan biasa, melakukan aerobik atau jogging adalah bentuk yang baik dari latihan kardiovaskular. Pergi untuk pemeriksaan rutin di tempat praktek dokter juga merupakan cara yang baik untuk memastikan bahwa orang sehat dan bahwa jantung dan pada gilirannya sistem peredaran darah berada dalam kondisi kerja yang baik.

Macam Macam Penyakit Pada Jantung

  1. Penyakit Jantung Koroner
    Penyakit jantung koroner merupakan penyumbatan yang terjadi di dalam pembuluh darah coroner akibat menumpuknya lemak dan kolesterol. Arteri coroner yang sebelumnya bertugas untuk memberikan nutrisi ke otot-otot jantung menjadi terganggu. Sehingga jika arteri coroner benar-benar tersumbat, maka akan menyebabkan jantung berhenti berdetak.
  2. Penyakit Jantung Bocor
    Penyakit jantung bocor adalah suatu kondisi atau keadaan dimana adanya lubang di sekat jantung akibat kelianan bawaan, atau kelainan yang terjadi dari lahir. Penyakit ini menyebabkan terganggunya distribusi darah, baik itu darah yang kaya oksigen atau darah yang kaya karbon dioksida, dikarenakan darah tersebut kaan bercampur-campur di ruang jantung.
  3. Penyakit Jantung Lemah
    penyakit jantung lemah, pada kondisi ini disebabkan karena melemahnya kondisi jantung akibat beberapa hal, seperti usia yang semakin tua, dan kondisi lain, sehingga kemampuan jantung untuk memompa darah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan tubuh. Kondisi ini banyak dialami oleh penderita hipertensi (tekanan darah tinggi). Penderita hipertensi lama kelamaan otot jantungnya akan membesar dan berpengaruh pada kerja jantung.

Cara Kerja Jantung Manusia

Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah disebut juga diastol. Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung disebut sistol. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.
Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida atau darah kotor dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikel kanan melalui katup trikuspidalis.

Baca Juga: Rangkuman Usus 12 Jari

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung. Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru. Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan ke seluruh tubuh, kecuali paru-paru. dan sebagainya.
Jantung bekerja melalui menkanisme secara berulang dan berlangsung terus menerus yang juga disebut sebagai sebuah siklus jantung sehingga secara visual atau disebut sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang-selang, jantung berkontraksi untuk mengosongkan isi jantung dan melakukan relaksasi guna pengisian darah. Secara siklus, jantung melakukan sebuah periode sistol yaitu periode saat berkontraksi dan mengosongkan isinya yaitu darah, dan periode diastole yaitu periode yang melakukan relaksasi dan pengisian darah pada jantung. Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan pula untuk melakukan mekanisme tersebut.
Sel otot jantung melakukan kontraksi dengn tujuan untuk memompa darah yang dicetuskan oleh sebuah potensi aksi da menyebar melalui membrane sel otot. Ketika melakukan kontraksi, jantung menjadi berdenyut secara ‘berirama‘, hal ini akibat dari adanya potensi aksi yang ditimbulkan oleh kegiatan dari jantung itu sendiri. Kejadian tersebut diakibatkan karena jantung memliki sebuah mekanisme untuk mengalirkan listrik yang ditimbulkannya sendiri untuk melakukan kontraksi dan memompa dan melakukan relaksasi. Mekanisme aliran listrik yang menimbulkan aksi tersebutdipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K+, Na+ dan Ca++. Sehingga apabila didalam tubuh terjadi gangguan pada kadar elektrolit tersebut maka akan menimbulkan gangguan pula pada mekanisme aliran listrik pada jantung manusia.
Otot jantung menghasilkan arus listrik dan disebarkan ke jaringan sekitar jantung dan dihantarkan melalui cairan-cairan yang dikandung oleh tubuh. Sehingga sebagian kecil aktifitas listrik ini mencapai hingga ke permukaan tubuh misalnya pada permukaan dada, punggung atau pada pergelangan atas tangan, dan hal ini dapat dideteksi atau direkam dengan menggunakan alat khusus yang disebut dengan ElectroKardioGram (EKG). Jadi fungsi EKG adalah merekam aktifitas listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh aliran listrik jantung yang muncul hingga mencapai permukaan tubuh. Berbagai komponen pada rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan berbagai proses spesifik di jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal, gangguan irama jantung, serta kerusakan otot jantung. Ini disebabkan oleh karena adanya aktivitas listrik yang dapat memicu aktivitas secara mekanis, sehingga apabila terjadi kelainan pola listrik, maka biasanya juga akan disertai adanya kelainan mekanis atau otot jantung manusia.
Setiap darah yang kehabisan oksigen dan mengandung terlalu banyak darah kotor (carbon diocsida), dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena besar untuk menuju ventrikel kanan. Hal ini berlangsung setelah pada atrium kanan terisi darah, yang selanjutnya mendorong darah ke dalam ventrikel kanan. Selanjutnya dipompa melalui katub pulmoner ke dalam arteri pulmonalis dan menuju ke paru-paru. Dari paru-pari darah mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil yang disebut kapiler, dan mengelilingi kantong udara pada paru-paru dan menyerap oksigen untuk melepaskan karbondioksida guna mengalirkan darah ke dalam vena pulmonalis menju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner. Ketika darah berada pada atrium kiri, selanjutnya didorong menuju ventrikel kiri, da selanjutnya akan memompa darah bersih melalui katup aurta masuk ke dalam aorta yang merupakan arteri terbesar dalam tubuh manusia. Pada darah yang kaya oksigen tersebut kecuali pada paru-paru, maka disediakan untuk kepentingan seluruh tubuh manusia.

Rangkuman Biologi OTAK (Pengertian, Struktur, Bagian – Bagian Pada Otak Beserta Fungsinya dan Gambar Otak)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 10,11,12 smester 1 dan 2 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru yaitu tentang rangkuman materi biologi tentang otak, pengertian otak, struktur otak, bagian bagian pada otak beserta fungsinya dan, fungsi otak secara umum. Semoga dapat membantu

Rangkuman Otak

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 10,11,12 smester 1 dan 2 kurikulum 2k13 edisi revisi terbaru yaitu tentang rangkuman materi biologi tentang otak, pengertian otak, struktur otak, bagian bagian pada otak beserta fungsinya dan, fungsi otak secara umum.

Pengertian Otak

Pengertian otak adalah salah satu organ terpenting pada tubuh manusia yang merupakan pusat dari sistem saraf. Otak memiliki Volume berkisar 1.350 cc dan mempunyai 100 juta sel saraf atau neuron untuk menunjang fungsinya.
fungsi otak salah satunya adalah sebagai pusat regulasi sebagian tindakan yang dialami dan sebagai pusat pengatur organ-organ tubuh (misalnya mengatur kerja jantung, hati, dan lain-lain)
Otak juga merupakan pengendali tubuh. Jika seseorang memiliki otak yang sehat, maka akan mendorong tubuh sehat juga. Namun sebaliknya, jika otak seseorang dalam kondisi yang tidak sehat, maka itu merupakan penyebab dari segala masalah pada tubuh.

Struktur Otak

Otak manusia terbentuk atas 2 sel, yaitu glia dan neuron. Glia adalah sel yang melindungi neuron, atau bisa disebut dengan sel pelapis neuron. Sedangkan neuron merupakan sel saraf yang membawa segala informasi yang dibutuhkan tubuh ke otak.
Neorun membawa informasi tersebut dalam bentuk potensial aksi.
Antara neuron yang satu dengan neuron yang lain saling terkait, sehingga dapat diibaratkan sebagai rantai yang tidak pernah terputus. Neuron yang satu akan membawa informasi berupa potensial aksi ke neuron yang lainnya dengan turut serta membawa bahan kimia yang disebut dengan neurotransmitter. Neurotransmitter ini dibawa dan dikirimkan melalui sinapsis (suatu celah antara neuron).
Manusia atau bahkan makhuk hidup lain memiliki ratusan bahkan jutaan neuron yang saling terkait untuk membawa segalam macam informasi ke otak.

Bagian Bagian Otak

Secara umum, otak terbagi menjadi 4 bagian yaitu otak besar atau cerembrum. otak kecil atau cerebellum, batang otak atau brainsteam dan sistem limbik namun dalam bagian besar tersebut masih terbagi menjadi bagian bagian kecil lagi, berikut penjelasannya:

1. Otak Besar (cerebrum)

Sesuai dengan namanya yaitu otak besar, otak besar merupakan bagian yang terbesar pada otak. Otak besar merupakan bagian yang membedakan antara otak manusia dengan otak binatang.
Dengan otak besar, manusia mampu berpikir, mengendalikan pikiran, berbicara, mengingat, dan bahkan berbicara. Kecerdasan seseorang juga turut diukur berdasarkan kemampuan otak besar.
Otak besar terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
  • Lobus Frontal, Lobus Frontal yaitu bagian otak besar yang menduduki bagian terdepan dari sturktur otak besar.
    Lobus temporal memiliki hubungan dengan perilaku manusia, seperti kemampuan bergerak, kognitif, perencanaan, penyelesaian masalah, kreativitas, pusat control perasaan, seks, dan kemampuan berbahasa.
  • Lobus Parietal, Lobus Pariental adalah bagian otak besar yang berada di tengah. Lobus Parietal berhubungan dengan proses sensorik tubuh berupa tekanan, sentuhan, rabaan, dan lain-lain.
  • Lobus Occipital, Lobus Occipital adalah bagian otak besar yang terletak paling belakang. Bagian otak besar ini memiliki hubungan dengan penglihatan (visual) manusia, sehingga tubuh mampu membedakan segala hal yang dilihat oleh mata.
  • Lobus temporal, Lobus Temporal adalah bagian otak besar yang berada di bagian samping kiri dan kanan otak. Lobus temporal berhubungan dengan suara (verbal) manusia, sehingga dengan adanya lobus temporal ini, manusia dapat berbicara serta membedakan berbagai bahasa yang digunakan.

2. Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil adalah salah satu bagian otak yang berada di bawah lobus occipital otak besar, tepatnya di bagian belakang kepala dan berhubungan dengan leher bagian atas.
Otak kecil memiliki hubungan dengan fungsi gerakan manusia, seperti mengontrol gerakan manusia, mengontrol gerak koordinasi antar otot, mengatur keseimbangan tubuh, dan mengatur sikap dan posisi tubuh.
Tanpa ada otak kecil, Gerakan manusia menjadi tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga mengakibatkan seseorang tidak dapat menggunakan otot-ototnya untuk melakukan aktivitas.

3. Batang Otak

Batang otak adalah bagian yang memiliki peran penting layaknya otak besar dan otak kecil. Batang otak berada di leher bagian atas dan memanjang hingga sampai ke sumsum tulang belakang manusia. Batang otak mengatur fungsi dasar manusia, seperti mengatur proses pernapasan, proses denyut jantung, proses kerja ginjal, dan hal lain yang vital bagi manusia. Oleh karena itu, di dalam medis dikenal dengan mati batang otak yaitu suatu keadaan cederanya batang otak yang mengakibatkan orang tersebut mati biologis.

Batang otak terbagi menjadi beberapa bagian lagi yaitu :

  • Otak Tengah (Mesencephalon),  Otak tengah adalah bagian batang otak yang menjadi penghubung antara otak besar dan otak kecil. Otak tengah berhubungan dengan proses penglihatan pada manusia.
  • Medulla Oblongata, Medulla Oblongata adalah titik awal dimulainya saraf yang akan menuju ke tulang belakang sehingga dilanjutkan ke seluruh tubuh. Medulla oblongata berhubungan dengan pengontrolan fungsi otomatis organ-organ pada manusia.
  • Pons, Pons adalah bagian batang otak yang terletak di bawah medulla oblongata dan mengatur serta meneruskan segala informasi ke bagian otak yang lain.

4. Sistem Limbik

Sistem limbik adalah bagian otak yang terletak di tengah-tengah otak. Komponen sistem limbik yaitu hipotalamus, thalamus, amigdala, korteks limbic, dan hippocampus.
Sistem limbik merupakan bagian otak yang berhubungan dengan alam sadar manusia.
Pusat emosi, pusat data, pusat haus, pusat lapar, pusat dorongan seks, dan masih banyak lagi, bahkan LeDoux mengistilahkan sistem limbik sebagai tempat duduk bagi segala nafsu manusia, tempat penghargaan, kejujuran, dan tempat bermuaranya cinta dan benci.

Fungsi Otak

Sebagai pusat regulasi untuk melakukan aktivitas atau bergerak, kognisi, mampu membuat perencanaan, mampu menyelesaikan masalah, memberikan penilaian, merangsang kreativitas pada manusia, mengontrol perasaan, mengontrol perilaku yang berhubungan dengan seksual dan juga mampu berbahasa secara umum, berikut ini adalah fungsi otak secara umum:
  1. Sebagai alat sensor terhadap perasaan contohnya adalah tertekan, tekanan, merespon sentuhan dan menghasilkan rasa sakit.
  2. Sebagai alat untuk menerjemahkan verbal sehingga seseorang mampu mendengar, mampu menangkap dan memaknai informasi dan mampu menangkap bahasa dalam bentuk suara.
  3. Sebagai pusat pengatur gerakan koordinasi antar otot tubuh dan pengaturan keseimbangan, sehingga seseorang akan dapat bergerak sebagai mana mestinya dan tidak terjatuh.
  4. Sebagai pusat masuknya informasi visual untuk deiterjemahkan dalam bentuk penglihatan yang sesuai dengan aslinya.
  5. Berfungsi dalam penerjemahan visual manusia, seperti menggerakkan bola mata, membesarkan atau mengecilkan pupil mata (sesuai cahaya yang masuk), dan juga mengatur gerakan tubuh manusia.
  6. Melakukan pengontrolan terhadap fungsi otomatis otak, seperti mengatur detak jantung, mengatur sirkulasi peredaran darah di dalam tubuh manusia, mengatur pernafasan dan juga mengatur sistem pencernaan manusia.
  7. menghasilkan perasaan, pengaturan emosi, pengaturan produksi hormon seperti fungsi hormon testosteron, memelihara homeostasis, menciptakan rasa haus, menciptakan rasa lapar, menciptakan keinginan tentang seks, merangsang perasaan untuk senang, mengatur metabolisme tubuh dan juga mengatur memori jangka panjang manusia.
  8. Sebagai penjaga tubuh bai dalam keadaan tertidur atau terjaga.

KLASIFIKASI KINGDOM MONERA: ( Pengertian, Peranan, Ciri-Ciri, dan Contoh Organisme Kingdom Monera Beserta Gambarnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 SMA/SMK  semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman klasifikasi kingdom monera, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai klasifikasi, pengertian, peranan kingdom monera dalam kehidupan sehari-hari, ciri-ciri eukariotik dan prokariotik, bentuk dan struktur tubuh bakteri dan contoh organisme kingdom monera beserta gambarnya. Semoga dapat membantu

Kingdom Monera

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 SMA/SMK  semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman klasifikasi kingdom monera, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai klasifikasi, pengertian, peranan kingdom monera dalam kehidupan sehari-hari, ciri-ciri eukariotik dan prokariotik, bentuk dan struktur tubuh bakteri dan contoh organisme kingdom monera beserta gambarnya.

Pengertian Kingdom Monera

Pengertian kingdom monera adalah makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular) sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal.
Monera belum mempunyai membran inti sel, memiliki nukleoid (bagian sel yang mengandung DNA), dan belum memiliki organel bermembran, seperti mitokondria, kloroplas, dan badan Golgi. Dinding selnya terbuat dari peptidoglikan yang tahan terhadap tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer. Anggota kingdom ini secara umum disebut dengan bakteri.

Peranan Kingdom Monera

Kingdomg monera memiliki banyak peran dalam kehidupan sehari hari kita, namun dalah hal tersebut ada bakteri yang menguntungkan dan ada juga yang merugikan, berikut penjelasannya:

Contoh Peranan Kingdom Monera Yang Menguntungkan

  1. Archaebacteria dari kelompok metanogen yang berperan menguraikan kotoran pada sampah dan hewan sehingga dapat dijadikan bahan bakar.
  2. Bakteri pembusuk sampah organik sehingga mudah diuraikan. Bakteri pembusuk ini antara lain, Pseudomonas, Xantomonas, Flavobacterium dan Streptomyces
  3. Bakteri Rhizobium adalah bakteri yang berperan mengikat nitrogen yang dibutuhkan tanaman karena ia hidup bersimbiosis dengan tumbuhan terutama polong-polongan dengan cara menginfeksi bulu akar dan memperbanyak diri sehingga terbentuk bintil. Bintil inilah yang mengikar unsur nitrogen yang akan diberikan ke tubuh tumbuhan.
  4. Bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang mampu mengubah amonium menjadi nitrat. Bakteri ini berfungsi menyuburkan tanah. Contoh bakteri nitrifikasi anatara lain, Nitro somonas,Nitrobacter.
  5. Bakteri Azotobacter adalah bakteri yang berperan mengikat nitrogen tanpa bersimbiosis dengan tanaman tinggi.
  6. Bakteri Streptomyces griceus,yaitu bakteri yang berperan membentuk antibiotik streptomisin
  7. Bakteri Escherichia coli,yaitu bakteri yang berperan membusukkan sisa makanan dan membentuk vitamin K dan Vitamin B12 yang ada di sistem ekskresi dalam usus besar (kolon)

Baca Juga: Klasifikasi Kelas Mamalia

Bakteri yang berperan dalam pembuatan makanan dan bidang industri,diantaranya sebagai berikut:
  1. Bakteri stretococcus termophlus dan Lactobacillus bulgaricus yang berperan dalam pembuatan yoghurt
  2. Bakteri Streptococcus sp. dan Propionibacterium skermanisi yang berperan dalam pembuatan keju
  3. Bakteri streptococcus lactis yang berperan dalam pembuatan kefir
  4. Bakteri Pseudomonas sp.yang berperan dalam pembuatan vitamin B
  5. Bakteri Acetobacter sp.yang berperan dalam pembuatan asam asetat
  6. Bakteri Candida krussei yang berperan dalam pembuatan cokelat
  7. Bakteri Acetobacter xylinum yang berperan dalam pembuatan nata de coco

Contoh Peranan Kingdom Monera Yang Merugikan

Berikut ini adalah beberapa contoh kingdom monera yang merugikan dalam kehidupan kita, yang dapat menimbulkan penyakit, mempercepat pembusukan dan merusak makanan.
Bakteri yang menimbulkan penyakit antara lain:
  • Clostridium tetani,bakteri yang menyebabkan penyakit tetanus
  • Corynebacterium dipteri,bakteri yang menyebabkan difteri
  • Staphylococcus aereus,bakteri yang menyerang saluran alat alat pernapasan
  • Streptococcus pyogenes,bakteri yang menyebabkan sistem pernapasan
  • Micrococcus gonorrhea,bakteri yang menyebabkan penyakit kelamin
  • Diplococcus pneumoniae,bakteri yang menyerang paru-paru
  • Klebsiella pneumoniae,bakteri yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan dan paru-paru
  • Salmonella typhosa,bakteri yang menyebabkan penyakit tifus
  • Shigella shigae,bakteri yang menyebabkan disentri
  • Brucella abortus,bakteri yang menyebabkan abortus
  • Pasteurella pestis, yang menyebabkan penyakit pes
  • Hemophylus influenza,bakteri yang menimbulkan influenza

Berikut dibawah ini adalah bakteri yang menyebabkan pembusukan:

  • Flavobacterium dan Archomobacter,yakni bakteri yang membusukkan telur
  • Lactobacillus,bakteri yang menimbulkan pembusukan pada syur-sayuran,buah-buahan dan umbi-umbian
  • Staphylococcus dan Achromobacter,bakteri yang menimbulkan pembusukan pada daging dan ikan

Berikut dibawah ini adalah contoh bakteri yang dapat merusak makanan:

  • Clostridium botulinum,yaitu bakteri yang menghasilkan racun pada makanan kemasan
  • seudomonas cocovenenans ,bakteri yang menghasilkan racun pada tempe bongkrek. Tempe bongkrek adalah tempe yang terbuat dari ampas kelapa,jika kebersihannya kurang maka bisa terjangkit bakteri Pseudomonas yang menghasilkan aflatoksin.

Klasifikasi Kingdom Monera

Ahli mikrobiologi Amerika Carl Woese pada tahun 1977 dan 1990, monera dipisahkan menjadi dua kelompok berdasarkan perbedaan struktur dinding sel dan fisiologinya yaitu Archaebacteria dan Eubacteria.

Baca Juga: Klasifikasi Kelas Reptilia

  1. Eubacteria meliputi kelompok Bakteri dan Cyanobacteria (bakteri fotosintetik, dulu disebut ganggang hijau-biru)
  2. Archaebacteria meliputi kelompok mikroorganisme yang hidup di lingkungan yang ekstrim dan mempunyai sifat fisiologis, materi genetik, dan komposisi sel yang berbeda dengan bakteri.

1.  Eubacteria (Bakteri)

Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang hidup bebas dimana-mana. Bakteri berukuran sangat kecil, yaitu hanya 0,2–10 mikrometer (1 mikrometer = 1/1000 milimeter).
Eubacteria merupakan kelompok bakteri yang memiliki dinding peptidoglikan. Kelompok eubacteria dibedakan menjadi:

1.1 Spirokaeta

Spirokaeta, berbentuk spiral (spiro: spiral) dengan panjang sekitar 0,25mm. dan mendapatkan energi melalui kemoheterotrof dan menyebabkan penyakit.
Contoh eubacteria spirokaeta adalah: Treponema pallidum (penyebab sifilis).

1.2 Klamidia

Klamidia adalah parasit di dalam sel hewan.
Contoh klamidia yaitu Chlamydia trachomatis penyebab kebutaan yang ditularkan melalui hubungan seksual. Bakteri ini mendapatkan energi dari inangnya.

1.3 Bakteri Gram

Bakteri gram adalah jenis bakteri yang didasarkan atas pewarnaan gram. Terdapat dua macam bakteri gram yaitu gram negatif dan positif :
  1. Gram negatif, dinding peptidoglikan tipis. Berwarna merah pada pewarnaan gram.
    Umumnya patogen, contohnya yaitu Salmonella sp.
  2. Gram positif, memiliki dinding peptidoglikan yang tebal. Berwarna ungu jika dilakukan pewarnaan gram.
    Umumnya menguntungkan, contohnya yaitu Basillus sp.

1.4 Cyanobacteria

Cyanobacteria adalah golongan alga hijau-biru. Fotoautotrof dengan fotosintesis. Memiliki klorofil a seperti pada tumbuhan.
Biasa ditemukan di air tawar, air laut atau dalam bentuk simbiosis dengan organisme lain seperti simbiosis dengan fungi membentuk lichens. Ada juga yang membentuk koloni dan tidak memiliki alat gerak seperti Anabaena sp.

1.5 Proteobacteria

Secara umum Proteobacteria, dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
  1. Bakteri ungu, memiliki pigmen. Fotoautotrof atau fotoheterotrof.
  2. Proteobacteri kemoautotrofik, bakteri yang bersimbiosis dengan tumbuhan,
    Contoh: Nitrosomonas.
  3. Proteobacteri kemoheterotrofik, bakteri yang hidup dalam tubuh hewan.
    Contoh: Eschericia coli.

Bentuk tubuh Bakteri

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 SMA/SMK  semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman klasifikasi kingdom monera, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai klasifikasi, pengertian, peranan kingdom monera dalam kehidupan sehari-hari, ciri-ciri eukariotik dan prokariotik, bentuk dan struktur tubuh bakteri dan contoh organisme kingdom monera beserta gambarnya.
Bakteri mempunyai bentuk yang bermacam-macam.
Bentuk bakteri yang paling dikenal adalah batang atau basil (tunggal: basilus), bulat atau cocci (tunggal: coccus), dan spiral atau spirila (tunggal: spirilum).
  • Bakteri coccus ada yang tersusun sendiri (monococcus) atau berkelompok.
Bentuk kelompok bakteri yaitu bergandengan (diplococcus), untaian anggur (staphylococcus), rantai (streptococcus), dan tersusun delapan-delapan (sarcina).
  • Bakteri bacillus ada yang berdiri sendiri (monobacillus), berpasangan (diplobacillus), dan membentuk rantai (streptobacillus).
  • Bakteri spiral ada yang berbentuk koma (vibrio), spiral, dan spiroseta (spirochete).

Struktur Tubuh Bakteri

Pad umumnya struktur tubuh bakteri terdiri dari membran plasma, dinding sel dan sitoplasma:
  1. Membran plasma adalah membran yang membatasi sitoplasma dan dinding sel serta tersusun atas lemak dan protein. Membran plasma memiliki banyak enzim yang terdapat dalam mitokondria sel eukariotik. Membran plasma ini membentuk tonjolan ke bagian dalam dan membentuk struktur multi membran yang disebut mesosom.
  2. Dinding Sel adalah membran sel yang diselaputi oleh dinding sel yang mengandung karbohidrat, lemak, protein,f ossfor, garan anorganik, asam amino, dan asam diamino pimelik (ditemukan pada sel bakteri dan alga biru).
    Fungsi dinding sel yaitu melindungi dan memberi bentuk tubuh pada bakteri. Di bagian luar dinding sel diselaputi oleh lapisan lendir yang disebut kapsul. bila bakteri kapsul maka itu menunjukkan bakteri memiliki tingkat menimbulkan penyakit yang tinggi juga kapsul tersebut melindunginya dari racun organisme lain.
    Contoh bakteri berkapsul yaitu, Diplococcus pneumonia. Ada juga bakteri yang memfungsikan dinding selnya sebagai pelindung yaitu Escherichia coli,bentuk dindingnya seperti rambut lalu disebut pili.
  3. Sitoplasma adalah bagian dalam membran plasma terdapat sitoplasma yang tidak mengandung organel, seperti retikulum endoplasma, badan Golgi, mitokondria, lisosom, dan sentriol. Bakteri yang memiliki organel adalah ribosom bebas.
    Pada sitoplasma bagian dalam terdapat juga materi genetik yaitu DNA dan RNA.

2. Archaebacteria

Kelompok Archaebacteria adalah organisme yang menempati daerah yang ekstrim seperti sumber air panas dan air dengan kadar garam (salinitas) tinggi. Para ilmuwan mengelompokkan Archaebacteria ke dalam tiga kelompok, yaitu Metanogenik, Halofilik dan Termofilik (Start and Taggart, 1995: 352).

2.1 Metanogenik

Kelompok Archaebacteria ini bersifat anaerobik dan kemosintetik.
Bakteri ini memperoleh makanan dengan mereduksi CO2 menggunakan H2 menjadi metana (CH4). kelompok bakteri metanogenik bisa kita temukan dan biasa hidup di rawa-rawa dan danau yang kekurangan oksigen karena konsumsi mikroorganisme lain. Metanogenik juga berperan dalam pembusukan sampah dan kotoran ternak.
Metanogenik merupakan bakteri utama dalam pembentukan biogas atau gas metana. Beberapa bakteri metanogenik bersimbiosis dalam rumen herbivora dan hewan pengonsumsi selulosa lainnya. Contohnya Methanosarcina mazei.

2.2 Halofilik

Bakteri Halofilik (halo: garam, philis: suka) ini hidup pada lingkungan dengan kadar garam tinggi dan sebagian memerlukan kadar garam 10 kali lebih tinggi dari pada air laut untuk dapat hidup. Beberapa bakteri halofilik dapat berfotosintesis dan memiliki zat warna yang disebut bacteriorodhopsin.

2.3 Termofilik

Sesuai dengan namanya yaitu (thermo: panas, philis: suka).
Archaebacteria ini hidup di tempat dengan suhu 60°C hingga 80°C. Beberapa bakteri termofilik mampu mengoksidasi sulfur, seperti Sulfolobus yang hidup di mata air sulfur.
Bahkan, beberapa spesies mampu hidup dekat rekahan dasar laut dengan suhu 105°C.

Ciri Ciri Kingdom Monera

Ciri ciri eukariotik dan prokariotik, dan atau perbedaan ciri ciri antara eukariotik dan prokariotik dapat anda lihat pada tabel dibawah ini !
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 SMA/SMK  semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman klasifikasi kingdom monera, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai klasifikasi, pengertian, peranan kingdom monera dalam kehidupan sehari-hari, ciri-ciri eukariotik dan prokariotik, bentuk dan struktur tubuh bakteri dan contoh organisme kingdom monera beserta gambarnya.

Contoh Organisme Kingdom Monera

Sebutkan contoh organisme yang termasuk kedalam kingdom monera!
Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh organisme yang termasuk atau tergolong kedalam kingkom monera, antara lain:

Baca Juga: Materi lengkap jaringan epitel

  • Actinomyces
  • Bacillus
  • Bacteroides
  • Bordetella
  • Campylobacter
  • Chlamydia
  • Clostridium
  • Corynebacterium
  • E.coli
  • Enterobacteriaceae
  • Haemophilus
  • Helicobacter
  • Klebsiella
  • Legionella
  • Listeria
  • Moraxella
  • Mycoplasma
  • Neisseria
  • Nostoc
  • Prochloron
  • Proteus
  • Pseudomonas
  • Rickettsia
  • Salmonella
  • Shigella
  • Staphylococcus
  • Streptococcus
  • Treponema

KLASIFIKASI KELAS MAMALIA; Pengertian, Peranan, Ciri, Reproduksi, Struktur Tubuh, Sistim Organ dan Contoh Mamalia LENGKAP

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013, adapun yang akan kita bahas yaitu tentang klasifikasi kelas mamalia, pengertian, peranan, ciri ciri kelas mamalia, reproduksi, struktur tubuh hewan mamalia, Sistem organ dan contoh mamalia. Semoga dapat membantu

Klasifikasi Kelas Mamalia

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013, adapun yang akan kita bahas yaitu tentang klasifikasi kelas mamalia, pengertian, peranan, ciri ciri kelas mamalia, reproduksi, struktur tubuh hewan mamalia, Sistem organ dan contoh mamalia.

Pengertian Mamalia

Pengertian hewan mamalia adalah hewan yang menyusui anaknya. Umumnya mamalia ini berkembang biak dengan melahirkan, dan tubuhnya tertutupi oleh rambut. Mamalia merupakan kelas tertinggi dalam taksa hewan, bayangkan saja, ia dapat hidup diberbagai tipe habitat dibelahan bumi, mulai dari kutub khatulistiwa, dari dasar laut sampai hutan lebat dan gurun pasir.

Peranan Mamalia

Mamalia memiliki peranan besar bagi kehidupan manusia dan juga pada ekosistem itu sendiri, namun tidak luput dari hal tersebut, mamalia juga memiliki peran yang merigukan, berikut ini adalah peranan peranan mamalia :

Peranan Mamalia Bagi Kehidupan Manusia

Berikut ini adalah peranan mamalia yang menguntungkan dalam kehidupan manusia sehari hari :
  • Dikonsumsi sebagai sumber protein, misalnya susu dan daging, contohnya sapi, kambing, dan kuda.
  • Sebagai hiburan, misalnya dilatih untuk bermain sirkus, contohnya kuda, harimau, singa, lumba-lumba, dan gajah.
  • Untuk alat transportasi, contohnya kuda penarik sado, sapi penarik gerobak, dan unta.
  • Membajak tanah sawah, contohnya kerbau.
  • Bahan industri kulit, contohnya kulit sapi dan kambing.
  • Barang kerajinan, contohnya tanduk untuk membuat sendok, sisir, tusuk konde, dan gantungan kunci.
  • Bahan wol, misalnya domba.
  • Penjaga rumah dan pelacak jejak, contohnya anjing.
  • Memberantas serangga (nyamuk), contohnya kelelawar.
Berikut ini adalah peranan hewan mamalia yang merugikan manusia :
  • Penyebar kuman penyakit, contohnya penyakit pes yang dibawa tikus dan rabies yang dibawa anjing yang terinfeksi virus rabies.
  • Pemakan buah-buahan kebun, contohnya kalong.
  • Perusak lahan pertanian, contohnya babi liar.

Peranan Mamalia dalam Ekosistem

Mamalia memiliki peran penting dalam jaring makanan dari hampir setiap ekosistem. Mamalia adalah anggota penting dari rantai makanan dan jaring makanan, sebagai pemakan rumput dan predator.
Mamalia juga berinteraksi dengan spesies lain dalam banyak hubungan simbiosis. Misalnya, kelelawar telah menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan tanaman. Kelelawar pemakan Nektarmenerima kelezatan dari setiap bunga, dan, sebagai imbalannya, mereka membantu penyerbukan bunga. Itu berarti mereka mentransfer serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lain, yang memungkinkan tanaman untuk mereproduksi. Mamalia penyerbuk Non-terbang termasuk marsupial, primata, dan hewan pengerat. Dalam kebanyakan kasus, hewan-hewan ini mengunjungi bunga untuk makan nektar mereka, dan berakhir dengan serbuk sari menempel di tubuh mereka. Ketika hewan mengunjungi bunga lain untuk makan nektar, serbuk sari tersebut dipindahkan ke bunga itu.
Kelelawar pemakan Buah(Gambar dibawah) juga menerima makanan dari tumbuh-tumbuhan. Sebagai imbalannya, mereka membantu tanaman ini menyebar benih mereka. Ketika kelelawar mengkonsumsi buah, mereka juga mengkonsumsi biji dalam buah. Kemudian mereka membawa benih dalam usus mereka ke lokasi yang jauh-jauh.

Ciri Ciri Mamalia

Berikut ini adalah beberapa ciri ciri mamalia :
  • Ciri utamanya adalah mempunyai kelenjar susu (glandula mammae) yang berfungsi untuk menyusui anaknya yang baru lahir.
  • Tubuhnya umumnya ditutupi oleh rambut
  • Rahangnya umumnya dilengkapi dengan gigi.
  • Kulitnya dilengkapi dengan berbagai macam kelenjar
  • Mammalia memiliki tungkai yang sesuai untuk berjalan, memanjat, menggali, berenang, dan terbang. 
  • Jarinya dilengkapi cakar, kuku atau teracak. 
  • Perkembangbiakan dengan beranak atau melahirkan (vivipar) dan bertelur (ovipar).
    Ordo Monotremata merupakan satu-satunya Mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Contoh Ordo Monotremata yang terkenal adalah Platypus sp. dari Australia, yang hidupnya di sungai. Sedangkan contoh dari Indonesia adalah nokdiak atau landak irian (Zaglossus bruijni).
Dari ciri-ciri yang telah disebutkan diatas, ciri ciri tersebut telah menunjukkan bahwa Mamalia merupakan kelas yang paling maju di antara kelas-kelas yang lain dari filum animalia.

Klasifikasi Mamalia

Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo, namun berikut ini akan saya jelaskan 5 ordo dari mamalia, yaitu:
  • Ordo Marsupialia
    Ciri khasnya yaitu pada mamalia betina memiliki kantung dibagian depannya. Contohnya seperti kanguru, kuskus, dan koala.
  • Ordo chiroptera
    Mamalia ini dapat terbang dikarenakan memiliki membran interdigital diantara kaki depan dan belakang. Ukuran kaki belakang lebih kecil. Hewan ini mencari makan dimalam hari. Contohnya seperti kelelawar
  • Ordo Primata
    Mamalia yang termasuk di ordo ini adalah mamalia yang termasuk herbivora, karnivora, ataupun omnivora. Jari pada bagian tangannya dapat lebih besar yang memudahkan untuk ia memanjat. Contohnya seperti kera, monyet, orang utan, dan manusia
  • Ordo Rodentia
    Ciri khususnya adalah tidak memiliki gigi taring untuk mengoyak makanan. Ia dapat hidup di segala habitat. Contohnya seperti tupai, tikus, landak, dan mencit.
  • Ordo Proboscidea
    Yang termasuk ordo ini adalah semua jenis gajah yang ada di dunia. Contohnya seperti gajah Afrika, gajah India, dan juga gajah yang terdapat di Indonesia

Reproduksi Mamalia

Semua hewan kelas mamalia melakukan reproduksi dengan seksual. Sebagian besar perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh mamalia betina kecuali pada kelompok monotremata yang hanya terdiri pada satu spesies platypus yang hanya satu-satunya mamalia yang bertelur.
Didalam tubuh induk betina embrio berkembang dengan masuk ke dalam lapisan dinding endometrium melalui proses implitasi . Embrio mendapatkan asupan gizi di dapatkan dari tubuh induk betina melalui plastena dan embrio juga terlindung dari gunjangan karena embrio di lindungi oleh selaput ekstra embrionik.
Perkembangan embrio di dalam tubuh induk betina bervariasi pada kelompok marsupialis ( kangguru dan walabi ) memili kantung yang berfungsi sebagai tempat perkembangan lanjutan karena embrio di lahirkan masih muda . Mamalia di lengkapi dengan kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi nutrisi saat bayi di lahirkan sampai waktu tertentu.

Struktur Tubuh Mamalia

Struktur tubuh atau anatomi pada mamalia umumnya sama dengan anatomi pada manusia. Begitu juga dengan fungsi fisiologis tubuhnya. Struktur mamalia terdiri dari caput (kepala), cervical (leher), corpus (badan), cauda (ekor) :

1. Kepala
Kepala pada mamalia terbentuk oleh tulang tengkorak. Pada kepala terdapat banyak organ pengindera seperti mata, telinga, hidung, dan lidah. Organ pengindera ini berhubungan langsung dengan otak. Yang mana terdapat sinyal sensoris (perasa) dari organ ke otak, dan sinyal motoris (pergerakan) dari otak ke organ.
2. Leher
Leher adalah tempat berlalunya saluran pernafasan, yaitu disebut dengan trakea. Trakea hanya tempat berlalu udara yang berawal dari hidung hingga sampai ke paru-paru nantinya. Di leher juga terdapat tempat berlalunya makanan yang disebut dengan esofagus. Esofagus akan bermuara ke dalam lambung untuk penyaluran makanan.
Di bagian belakang tulang leher merupakan tempat berlalunya saraf saraf penting. saraf ini akan mempersarafi otot-otot pernafasan, sehingga ketika terjadinya gangguan pada tulang belakang di leher, seseorang dapat meninggal diakibatkan oleh terjadinya gangguan pada saraf  pernafasannya.
3. Badan
Corpus mamalia terdapat organ organ penting seperti paru-paru, jantung, lambung, ginjal, juga glandula mammae yaitu tempat mamalia menyusui. Corpus mamalia dibentuk oleh tulang rusuk yang juga melindungi organ-organ penting di dalamnya. Ketika mamalia mengalami fertilisasi internal dan kemudian hamil. Uterus (rahim) yang berisi calon bayi akan memenuhi lebih dari setengah luas corpusnya.
4. Ekor
Struktur pembentuk tubuh mamalia lainnya adalah ekor. Pada mamalia yang memiliki dua kaki, biasanya hanya terdapat tulang ekor. Akan tetapi pada mamalia yang memiliki empat kaki, ekor akan tampak nyata seperti pada kuda, kucing, dan harimau.

Sistem Organ Mamalia

Berikut inilah sistim organ pada mamalia :
1. Sistem Pencernaan Pada Mamalia
Terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan yang terakhir adalah anus.
Kelenjar pencernaan adalah organ yang mempermudah proses pencernaan. Contohnya seperti hati yang menghasilkan enzim yang menghasilkan asam empedu, kemudian di alirkan ke kantong empedu. Asam empedu ini akan membantu pencernaan lemak
Lalu kelenjar saliva akan menghasilkan enzim amilase yang membuat karbohidrat yang di konsumsi akan terurai menjadi. Dilambung juga terdapat larutan asam yang berfungsi untuk melarutkan makanan yang masuk, juga sebagai pertahanan tubuh ketika terdapat mikroorganisme atau benda asing penyebab infeksi di dalam makanan.
2. Sisten Ekskresi Pada Mamalia
Sistem pengeluaran ini di atur oleh ginjal, yang fungsinya mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. Yang mana ketika air masuk kedalam tubuh, ginjal akan menyaringnya, kemudian mengalirkannya bersama zat-zat pembuangan lainnya seperti urea melewati ureter, kemudian tersimpan sementara di vesica urinaria. Kemudian ketika seseorang berkemih, vesica urinaria akan terbuka dan air di dalam nya mengalir ke dalam saluran uretra yang pada akhirnya air seni tersebut keluar dari tubuh.
3. Sistem Pernafasan Pada Mamalia
Saluran pernafasan terdiri dari hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiulus, dan yang terakhir adalah alveolus. Di dalam saluran pernafasan ini terdapat mekanisme pertahanan tubuh yang mana ketika masuk mikroorganisme maupun benda asing yang melewati saluran ini, akan terjadi nya reflex dari tubuh untuk mengeluarkannya, seperti bersin dan batuk.
Oksigen yang dihirup akan sampai pada paru-paru kemudian dibawa oleh hemoglobin di dalam darah hingga sampai ke seluruh sel dan organ ditubuh. Kemudian karbon dioksida dibawa kembali melalui darah dan sampai di paru-paru. Pada akhirnya juga akan dikeluarkan dari tubuh melalui hidung.
4. Sistem Peredaran Darah Pada Mamalia
Darah akan dipompa oleh jantung. Jantung pada mamalia memiliki empat ruang, yaitu atrium kanan dan kiri, dan ventrikel kanan dan kiri. Darah miskin oksigen masuk melalui vena kedalam atrium kanan, kemudian dilanjutkan ke dalam ventrikel kanan. Ventrikel kanan memompa darah tersebut sampai ke paru-paru, sehingga darah tersebutn yang mengandung hemoglobin didalamnya dapat membawa oksigen sampai di seluruh tubuh. Kemudian darah tersebut masuk ke atrium kiri, kemudian ke ventrikel kiri, dan darah tersebut keluar dari aorta (arteri terbesar) dan dialirkan ke seluruh tubuh.

KLASIFIKASI KELAS REPTILIA ;Pengertian, Peranan, Ciri, Reproduksi, Struktur Tubuh dan Habitatnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA yaitu tentang Reptil, mulai dari pengertian reptil, peranan dan contohnya, ciri ciri reptil, reproduksi, struktur tubuh dan habitat serta klasifikasi kelas reptilia. Semoga dapat membantu

Reptilia

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA yaitu tentang Reptil, mulai dari pengertian reptil, peranan dan contohnya, ciri ciri reptil, reproduksi, struktur tubuh dan habitat serta klasifikasi kelas reptilia.

Pengertian

Pengertian reptil adalah organism vertebrata (bertulang belakang) yang melata dan sebagian berkaki empat, memiliki sisik yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan bersifat poikiloterm (berdarah dingin). Menurut para ahli, reptile merupakan organism pertama yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang kering.

Peranan Reptil

Berikut ini adalah beberapa peranan reptilia bagi kehidupan manusia dan contohnya, antara lain:
  • Sebagai predator alami
contohnya ular memakan tikus, bengkarung memakan serangga.
  • Sebagai bahan pangan

contohnya daging ular, daging kura-kura, dan telur penyu.

  • Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan.
Namun beberapa reptilia juga merugikan,
misalnya ular memangsa hewan ternak dan ular berbisa dapat membunuh manusia.

Ciri Ciri Reptilia

Berikut dibawah ini adalah ciri ciri khusus reptilia, antara lain:
  • Reptil memiliki kulit bersisik dan kering yang terbuat dari zat tanduk yang fungsinya untuk melindungi dari kekeringan.
  • Reptil berjalan dengan melata dimana seluruh tubuh menelungkup ke tanah, sedangkan pada bangsa ular bergerak dengan mengerutkan otot di kedua sisi tulang belakang secara bergantian.
  • Reptil memiliki dua pasang kaki dan pada tiap kaki memiliki cakar. Sedangkan pada penyu kakinya memipih berbentuk kayuh untuk membantu ketika berenang.
  • Reptil berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) pada penyu dan bertelur melahirkan (ovovivipar) pada ular boa. Fertilisasi secara internal, alat kelamin jantan disebut sebagai hemipenis.

Reproduksi Reptilia

Reproduksi reptilia sangat unik, yaitu Beberapa jenis reptil ada yang bersifat ovipar (bertelur) dan ovovivipar (bertelur-beranak). Contohnya dari hewan yang bersifat ovovivipar yaitu pada ular dan beberapa jenis kadal. Telur-telur ular dan kadal tersebut menetas dalam tubuh induknya.

Baca Juga: Klasifikasi Makhluk Hidup

Akan tetapi makanan mereka diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur, berupa kuning telur. Perbedaan dengan amfibi yaitu fertilisasi terjadi secara internal atau terjadi dalam tubuh betina.

Struktur Tubuh Reptilia

Apa aja sih struktur dan fungsi anggota tubuh dari Reptil?
Reptil biasanya memiliki empat kaki untuk bergerak, kecuali untuk kelompok ular. Kaki ini memiliki struktur khusus dan berbentuk pendek sehingga perutnya hampir menyentuh tanah. Namun, walaupun kakinya pendek, mereka tetap dapat berlari dengan cukup cepat. Bahkan jenis buaya pelari yang hidup di Australia mampu berlari hingga 40 km/jam hanya dengan kaki belakangnya saja.
Reptil air seperti buaya memiliki selaput pelindung mata saat mereka menyelam di dalam air. Selaput ini cukup tipis yang memungkinkan buaya dapat melihat di dalam air dan matanya terlindungi dari air di sekitarnya. Jenis kadal tuatara yang hidup di benua amerika malahan memiliki mata ke-3 yang terletak di atap kepalanya. Mata ke-3 ini kecil, tidak sebesar mata normalnya dan tidak terlalu berkembang.
Reptil dari kelompok kura-kura memiliki pelindung tubuh yang kuat dan menjaganya dari benturan. Pelindung tersebut merupakan modifikasi dari tulang-tulang kura-kura yang berkembang besar dan saling menempel untuk membentuk pelindung. Kura-kura raksasa Galapagos memiliki ukuran sangat besar dan dapat hidup hingga berabad-abad dan bereproduksi ratusan kali.
Reptil adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm), suhu tubuhnya selalu menyesuaikan dengan suhu lingkungan. Banyak reptil akan berjemur di siang hari untuk memperoleh panas matahari untuk membantu proses metabolisme tubuhnya. Apabila tubuhnya terlalu dingin, proses metabolisme bisa terganggu dan dapat menyebabkan kematian. Reptil tidak memiliki kelenjar keringat, oleh karena itu untuk membuang kelebihan panas mereka akan membuka mulutnya lebar-lebar agar tubuhnya menjadi lebih dingin.

Organ khusus yang dimiliki reptil adalah jantung dengan 4 ruang, namun dengan sekat yang belum sempurna. Pada sekat yang membatasi serambi kiri dan serambi kanan terdapat lubang kecil yang dinamakan foramen panizzae, lubang ini nampak sangat jelas pada buaya. Karena adanya lubang ini, darah bersih dan darah kotor dalam serambi dapat sedikit bercampur.

Klasifikasi Reptilia

Klasifikasi reptilia, Secara umum reptilia digolongkan menjadi 9 ordo berbeda, namun 5 ordo telah punah dari muka bumi. 4 ordo yang masih tersisa adalah ordo squamata, chelonian, crocodylia, dan rhinchochepalia.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA yaitu tentang Reptil, mulai dari pengertian reptil, peranan dan contohnya, ciri ciri reptil, reproduksi, struktur tubuh dan habitat serta klasifikasi kelas reptilia.

Ordo squamata: subordo sauria

Sauria adalah reptil darat, berkaki empat, berjalan dengan perut mendekati tanah. Anggota dari subordo ini adalah kadal.

Ordo squamata: subordo serpentes

Serpentes adalah reptil tanpa kaki, berjalan dengan menggerakkan otot-otot di bagian ventral, sisiknya akan mengelupas agar tubuhnya dapat berkembang menjadi lebih besar. Anggota dari subordo ini adalah ular.

Baca Juga: Sistem Sekresi Pada Ikan dan Belalang

Ordo chelonia

Chelonia adalah reptil dengan lempeng-lempeng pelindung, tulang belakang dan rusuk saling menyatu membentuk pelindung tersebut. Contoh anggota dari ordo ini adalah kura-kura.

Ordo crocodylia

Crocodylia adalah reptil dengan habitat perairan. Memiliki gigi yang tajam dan kuat untuk mencabik daging mangsanya. Contoh anggota dari ordo ini adalah buaya.

Ordo rhinchochepalia

Rhinchochepalia merupakan reptil prasejarah yang masih tetap bertahan hingga saat ini. Reptil dalam kelompok ini memiliki mata ke-3 di dahinya yang kurang begitu berkembang. Contoh anggota ordo ini adalah tuatara.

Ordo ornithischia

Ordo ornithischia adalah dinosaurus dengan dua tulang pelvis yang saling membelakangi dan mirip dengan tulang pelvis burung. Anggotanya merupakan dinosaurus herbivora seperti apatosaurus. Status: punah.

Ordo Saurischia

Ordo Saurischia adalah dinosaurus dengan dua tulang pelvis yang saling berhadapan dan mirip dengan tulang pelvis kadal modern. Anggotanya merupakan dinosaurus omnivora dan karnivora misalnya tiranosaurus. Status: punah.

Ordo pterosaurus

Ordo pterosaurus adalah reptil terbang, sayap terbuat dari kulit yang membentang dari jari keempat hingga mencapai tubuh, rentang sayap dari 60 cm hingga 8 m. Contoh anggota ordo ini adalah pterosaurus. Status: punah.

Ordo plesiosaura

Ordo plesiosaura adalah reptil yang tinggal di perairan, dengan leher yang panjang, gigi yang tajam serta memiliki sirip renang seperti penyu. Panjang leher dapat mencapai 2 kali dari panjang tubuhnya. Contoh anggota ordo ini adalah plesiosaurus. Status: punah.

Ordo ichthyosauria

Ordo ichthyosauria adalah reptil perairan dengan tubuh menyerupai ikan hiu dan ikan modern. Contoh anggota ordo ini adalah ichthyosaurus. Status: punah.

Rangkuman Biologi JARINGAN PADA TUMBUHAN ;Pengertian, Macam, Ciri, Sistem, Struktur dan Fungsi beserta Gambarnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas XI / 11 semester 1 tingkat SMA yaitu tentang rangkuman / ringkasan biologi jaringan pada tumbuhan, adapun kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, macam macam, ciri ciri, sistem, struktur dan fungsi serta gambarnya dari jaringan tumbuhan. Semoga dapat membantu

Jaringan Pada Tumbuhan

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA yaitu tentang rangkuman / ringkasan biologi jaringan pada tumbuhan, adapun kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, macam macam, ciri ciri, sistem, struktur dan fungsi serta gambarnya dari jaringan tumbuhan.

Pengertian

Pengertian jaringan tumbuhan dalam arti luas adalah sebagai sekelompok sel yang memiliki fungsi, asal dan struktur yang sama. Jaringan dipelajari secara khusus dalam ilmu histologi. Dalam arti sempit, Pengertian jaringan tumbuhan adalah apabila sel-sel berkumpul pada tumbuhan.

Macam Macam, Ciri, Struktur dan Fungsi

Jaringan pada tumbuhan terbagi menjadi 6 macam, yaitu jaringan meristem, jaringan dewasa (permanen), Jaringan Penyokong atau Penguat (Mekanik), Jaringan Sklerenkim, Jaringan pengangkut dan Jaringan gabus yang dimana pada setiap jaringan tersebut masih terbagi menjadi beberapa macam / bagian bagian lagi, Berikut penjelasannya :

1. Jaringan Meristem (Embrional)

Jaringan meristem (embrional) adalah jaringan yang memiliki kemampuan untuk terus membelah diri tak terbatas.
Ciri-ciri jaringan meristem antara lain:
  • Selnya kecil-kecil
  • Dinding selnya tipis
  • Terdiri dari sel-sel muda dalam fase pembelahan dan pertumbuhan
  • Banyak mengandung sitoplasma
  • Selnya berbentuk kubus
  • Berinti sel besar, dan
  • Vakuolanya kecil
Jaringan meristem dibagi menjadi beberapa macam yaitu berdasarkan posisi dan asal usulnya:
Macam-macam jaringan meristem berdasarkan posisinya:
  • Meristem apikal : terdapat di ujung puncak utama dan pucuk lateral serta ujung akar
  • Meristem interkalar : terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya pada meristem pangkal ruas tumbuhan anggota suku rumput-rumputan
  • Meristem lateral : terletak sejajar dengan permukaan organ ditemukannya, contohnya pada kambium dan kambium gabus (felogen).

Macam-macam jaringan meristem berdasarkan asal-usulnya:

  • Meristem primer : apabila sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (meristem apikal)
  • Meristem sekunder : apabila sel-selnya berkembang dan jaringa dewasa yang sudah mengalami deferensiasi. Contohnya kambium dan kambium gabus (felogen)

2. Jaringan Dewasa (Permanen)

Jaringan meristem dewasa adalah jaringan yang telah mengalami deferensiasi. Jaringan ini sudah tidak mengalami pembelahan lagi atau tidak aktif.
Jaringan dewasa / permanen memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  • Tidak aktif membelah diri
  • Mempunyai vakuola yang berukuran besar, sehingga memiliki plasma sel yang sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
  • Di sela-sela selnya memiliki ruang antarsel
  • Sel telah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
  • Ukurannyalebih besar dari pada jaringan meristem
Macam Macam Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa dapat terdiri dari beberapa macam yang dibedakan berdasarkan dari bentuk dan fungsinya. yaitu jaringan epidermis dan parenkim

2.1 Jaringan Epidermis (pelindung)

Jaringan epidermis adalah lapisan paling luar pada setiap organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, buah, bunga, biji). Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung yang menutupi seluruh organ tumbuhan. Jaringan epidermis berasal dari protoderm. Setelah tua bisa tetap ada atau rusak, dan jika sampai rusak maka jaringan epidermis akan digantikan oleh gabus. Umumnya lapisan epidermis hanya terdiri dari selapisn namun ada juga yang lebih dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

2.2 Jaringan Parenkim (dasar)

Jaringan parenkin (dasar) adalah jaringan yang terdapat diseluruh organ tumbuhan. Jaringan parenkim terbentuk dari sel-sel yang hidup dengan struktur morfologis dan siologis yang beragam. Dapat disebut sebagai jaringan dasar karena memiliki peranan sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, buah, dan biji.

3. Jaringan Penguat

Jaringan penguat atau penyokong (mekanik) adalah jaringan yang memberikan kekuatan bagi tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak.
Jaringan penyokong (penguat) pada tumbuhan di bagi lagi berdasarkan sifat dan bentuknya antara lain sebagai berikut :

3.1 Jaringan Kolenkim

Pengertian Jaringan kolenkim adalah jaringan penyokong atau penguat pada organ tumbuhan muda dan tanaman herba. Kolenkim merupakan sel hidup yang sifatnya mirip dengan parenkim. Ada sel yang mengandung kloroplas dan berperan dalam proses fotosintetis. Kolenkim tersusun dari sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif dan memiliki bentuk memanjang dengan penebalan yang tidak merata. Jaringan penyokong berfungsi dalam memperkokoh tumbuhan. Sel-sel yang kuat, tebal dan telah mengalami spesialisasi. Jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung biji dam belas veskuler.

4. Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim adalah jaringan penguat yang diri dari sel-sel mati. Sklerenkim memiliki dinding sel yang kuat, tebal dan mengandung lignin.
Sklerenkim terbagi dari dua macam berdasarkan bentuknya yaitu, serabut dan sklereid (sel batu). Serabut atau serat berasal dari jaringan meristem yang terdiri dari sel-sel panjang dan bergerombol membentuk anyaman atau pita.
Misalnya pelepah daun pisang. Sedangkan pada sklereid (sel batu) adalah jaringan sklerenkim yang bentuk selnya membulat dengan dinding sel mengalami penebalan.
Misalnya pada tempurung kelapa atau kulit biji beras.

Ciri Ciri Jaringan Sklerenkim

Berikut ini adalah 5 ciri jaringan sklerenkim:
1. Mengalami penebalan pada seluruh bagian dinding sel
2. Penebalan yang berupa lignin
3. Berupa sel mati
4. Pada umumnya ditemukan pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengalami pertumbuhan dan perkembangna
5. Terletak pada perisikel, korteks dan diantara xilem dan floem

Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut adalah jaringan yang bertugas dalam mengangkut zat.
Jaringan pengangkut dibagi menjadi 2 yaitu xilem dan floem
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA yaitu tentang rangkuman / ringkasan biologi jaringan pada tumbuhan, adapun kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, macam macam, ciri ciri, sistem, struktur dan fungsi serta gambarnya dari jaringan tumbuhan.

Xilem

Xilem adalah pengakut zat makanan dengana menyalurkan air dan mineral dari akar menuju ke daun dan bagian tubuh lainnya.
Berikut ini adalah macam macam xilem
  • Unsur trakeal yaitu terdiri dari trakea (sel-sel berbentuk tabung) dan trakeid (sel-sel yang panjang dengan lubang pada dinding selnya)
  • Serabut xilem yaitu terdiri dari sel panjang degan ujung yang meruncing
  • Parenkim xilem yaitu berisi zat seperti cadangan makanan, tanin dan kristal

Floem

Floem adalah pengangkut zat makanan dari hasil fotosintetis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
Tersusun dari apa sajakah floem?
Floem tersusun dari :
  • Bulu tapis, berbentuk tabung dengan ujung yang berlubang
  • Sel pengiring, berbentuk silinder dengan plasma yang dekat
  • Serabut floem, berbentuk panjang dengan ujung berimpit dan dindingnya tebal
  • Parenkim floem, selnya hidup, memiliki dinding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah. Parenkim floem berisi tepung, damar, atau kristal.

6. Jaringan Gabus

Pengertian jaringan gabus adalah jaringan yang tersusun dari sel-sel gabus yang berbentuk memanjang. Jaringan gabus berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat dibawahnya agar tidak terlalu agak tidak terlalu banyak kehilangan air.
Jaringan gabus biasanya terdapat pada permukaan batang.
Ciri ciri jaringan gabus yaitu Disusun dari sel-sel parenkim gabus, merupakan sel mati dan kosong dan berbentuk memanjang dan berdinding gabus.
jaringan gabus terbagi menjadi 2 macam yaitu felem dan feloderm.
  • Felem adalah jaringan gabus yang dibentuk oleh kambium gabus berarah luar dan sel-sel matinya
  • Feloderm adalah jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-selnya hidup menyerupai parenkim