Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem gerak pada manusia, adapun berikut ini adalah rangkuman materi biologi organ sistem gerak manusia mulai dari pengertian, fungsi, tulang sebagai alat gerak pasif, jenis jenis tulang dan fungsi tulang, hubungan antar ulang, macam macam sendi, Rangka Aksial dan Apendiks, kelainan pada tulang beserta Contohnya. Semoga dapat membantu
Sistem Gerak Pada Manusia
Pengertian dan Fungsi
Kerangka tubuh manusia terletak didalam tubuh dan ditutupi oleh kulit serta daging sehingga disebut dengan rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga mempunyai fungsi sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah adalah pusat penghasil sel-sel darah.
Baca Juga: Rangkuman Biologi tentang Jantung
Rangka manusia kurang lebih terdiri dari 206 ruas tulang yang memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi. Tulang-tulang penyusun rangka dikelompokkan menjadi tulang tengkorak, tulang pembentuk tubuh dan tulang anggota gerak.
Tulang Sebagai Alat Gerak Pasif
Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia jumlahnya kurang lebih 200 buah dan terdiri dari beberapa jenis. Jumlah tulang pada manusia dewasa berbeda dengan jumlah tulang pada anakanak. Perbedaan ini terjadi karena adanya sejumlah tulang yang tumbuh menjadi satu. Pembicaraan kita mengenai tulang sebagai alat gerak akan diawali dengan pembahasan mengenai jenis tulang.
Jenis Jenis Tulang
Seperti telah kita ketahui pada pembahasan tentang jaringan dan organ, tulang dibagi menjadi dua kelompok yaitu tulang rawan atau kartilago dan tulang sejati atau osteon. Pembagian jenis tulang tersebut berdasarkan susunan jaringan dan sifat-sifat atau ciri-ciri yang dimilikinya.
1. Tulang Rawan (kartilago)
Tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan yang menghasilkan matriks berupa kondrin.
Tulang rawan ini bersifat bingkas dan lentur karena terbentuk dari selaput tulang rawan (perikondrium) yang banyak mengandung sel-sel pembentuk tulang rawan (kondroblas).
2. Tulang Sejati (osteon)
Tulang sejati atau osteon bersifat keras. Di samping itu, memiliki susunan struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan tulang rawan. Tulang memiliki fungsi utama sebagai penyusun rangka tubuh. Struktur tulang dapat dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu osteoprogenator, osteoblas, osteosit, dan osteoklas.
- Osteoprogenator adalah sel-sel tulang rawan yang bersifat khusus. Pada awal perkembangan organisme, sel-sel ini berasal dari mesenkim yang memiliki kemampuan membelah diri yang sangat baik dan mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas. Osteoprogenator yang terdapat di sebelah bagian luar membran disebut periosteum
- Osteoblas adalah sel-sel tulang muda yang pada proses terbentuknya tulang akan membentuk osteosit. Osteosit ini merupakan sel-sel tulang yang telah dewasa. Osteoblas berasal dari monosit. Pada masa perkembangannya, osteoblas banyak ditemukan di sekitar permukaan tulang. Osteoblas berfungsi untuk merawat dan memperbaiki tulang serta berperan pada proses perkembangan. Gambar berikut memperlihatkan bentuk-bentuk sel penyusun tulang.
Pembagian tulang juga dapat dibedakan berdasarkan bentuknya. Menurut bentuknya tulang dibagi menjadi tiga, yaitu tulang pipa, tulang pipih, dan tulang pendek, berikut penjelasannya:
1. Tulang Pipa
Tulang ini disebut tulang pipa karena bentuknya mirip dengan pipa, yaitu berbentuk bulat panjang dan berongga.
Pada ujung tulang pipa terdapat perluasan yang disebut bongkol. Bongkol ini berfungsi untuk penghubung antartulang. Contoh tulang pipa, antara lain tulang betis, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian tengah (diafisis), bagian kedua ujung tulang pipa (epifisis), dan daerah yang terdapat di antara epifisis dan diafisis (cakra epifisis).
2. Tulang Pipih
Sama halnya dengan tulang pipa, tulang pipih diberi nama demikian karena tulangnya berbentuk pipih atau gepeng yang di dalamnya berongga seperti spons. Tulang pipih ini tersusun atas dua lempengan tulang, yaitu lempengan tulang kompak dan tulang spons. Tulang pipih banyak ditemukan sebagai bagian dari penyusun dinding rongga, sehingga tulang pipih sangat cocok fungsinya sebagai pelindung atau memperkuat bagian tubuh.
Contoh tulang yang termasuk tulang pipih, yaitu tulang belikat, tulang tengkorak, dan tulang rusuk.
3. Tulang Pendek
Tulang ini disebut demikian karena bentuknya yang bulat dan pendek. Di dalam tulang pendek terdapat sumsum merah yang cukup banyak. Pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang punggung termasuk jenis tulang pendek.
Fungsi Tulang
Selain fungsi utama tulang sebagai penyusun rangka tubuh, masih ada fungsifungsi tulang yang lain, antara lain sebagai berikut:
- Pemberi bentuk tubuh.
- Pelindung organ tubuh yang vital
- Penahan/penegak tubuh
- Tempat pembentukan sel darah.
- Tempat menyimpan mineral terutama kalsium dan fosfor
- Tempat menyimpan cadangan lemak di sumsum kuning.
- Tempat melekatnya otot
Hubungan antar Tulang (Persendian)
Tulang di dalam tubuh saling berhubungan satu sama lain sehingga membentuk rangka tubuh. Hubungan antartulang disebut pula artikulasi. Untuk dapat bergerak, pada hubungan antartulang terdapat struktur yang khusus. Struktur khusus inilah yang disebut sendi. Proses terbentuknya sendi diawali dengan membengkaknya kartilago. Lalu kedua ujung kartilago itu diliputi jaringan ikat. Selanjutnya, kedua ujung kartilago itu membentuk sel-sel tulang dan keduanya diselubungi oleh selaput sendi yang disebut sinovial. Membran sinovial ini keadaannya liat dan dapat menghasilkan minyak pelumas tulang yang disebut minyak sinovial.
Pada rangka tubuh manusia terdapat tiga pola hubungan antartulang atau persendian, yaitu sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis. Berikut akan dijelaskan satu per satu.
1. Sinartrosis (Sendi Mati)
Sinartrosis adalah pola hubungan antartulang yang sama sekali tidak memiliki celah sendi. Hubungan antartulang pada pola ini, dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut, karena itu tidak bisa digerakkan (sendi mati).
Baca Juga: Rangkuman Biologi tentang Otak
Pola hubungan tulang yang disebut sinartrosis dibagi menjadi dua tipe utama, yaitu suture dan sinkondrosis. Pengertian Suture adalah pola hubungan sinartrosis yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat, misalnya pada tulang tengkorak.
pengertian Sinkondrosis adalah sinartrosis yang dihubungkan oleh kartilago hialin, misalnya hubungan antara tulang epifisis dan diafisis pada tulang dewasa, hubungan tulang yang seperti ini tidak dapat digerakkan.
2. Amfiartrosis
Pada pola hubungan tulang amfiartrosis, sendi dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit terjadi gerakan. Pola hubungan ini dibagi menjadi dua, yaitu simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang bentuknya pipih. Pola hubungan ini dapat ditemukan pada sendi intervertebral dan simfisis pubis, sedangkan pada sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Sindesmosis contohnya pada sendi antara tulang betis dan tulang kering.
3. Diartrosis (Sendi Gerak)
Pada pola hubungan ini, kedua ujung tulang tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan. Nama lain untuk pola hubungan diartrosis, yaitu hubungan sinovial. Diartrosis merupakan hubungan antartulang yang dicirikan oleh keleluasaannya pada saat digerakkan dan bersifat fleksibel.
Beberapa ciri khusus dari pola hubungan / Sendi diartrosis, yaitu:
- Permukaan sendinya diselubungi oleh selaput atau kapsul yang terbuat dari jaringan ikat fibrosa
- Di bagian dalam kapsul terdapat pembatas. Pembatas ini merupakan membran jaringan ikat yang disebut pula membran sinovial. Membran ini menghasilkan cairan pelumas yang disebut cairan sinovial yang fungsinya untuk mengurangi gesekan
- Kapsul-kapsul fibrosanya ada yang diperkuat oleh ligamen dan ada pula yang tidak, dan di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan-bantalan serabut tulang rawan.
Contoh hubungan tulang sendi yang termasuk ke dalam pola hubungan diartrosis, yaitu sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, sendi ovoid, dan sendi luncur.

- Sendi Peluru
Sendi peluru adalah persendian yang memungkinkan terjadinya mekanisme gerak ke segala arah. Persendian seperti ini terjadi pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang-tulang gelang bahu dan tulang lengan bagian atas, juga terdapat pada persendian yang terbentuk oleh hubungan antara tulang gelang panggul dan tulang paha.
- Sendi Engsel
Sendi engsel adalah persendian yang terbentuk oleh hubungan antartulang yang hanya memungkinkan terjadinya gerakan ke satu arah. Persendian seperti ini dapat ditemukan pada persendian yang terbentuk oleh ruas-ruas tulang jari kaki maupun tangan atau persendian yang terbentuk oleh tulang-tulang yang membentuk siku dan lulut.
- Sendi Pelana / Sela
Sendi pelana adalah persendian yang terbentuk oleh hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan kedua arah. Persendian seperti ini terdapat pada hubungan antara tulang telapak tangan dan pangkal ibu jari.
- Sendi Putar
Sendi putar adalah persendian di mana ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Keadaan hubungan yang demikian memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros, seperti persendian antara tulang hasta dan pengumpil atau antara tulang atlas dengan tulang tengkorak.
- Sendi Ovoid
Pada persendian ini gerakannya berporos dua, yaitu gerak ke kiri dan ke kanan, maju mundur, dan ke muka ke belakang. Pada persendian ini salah satu ujung tulangnya berbentuk oval, sedangkan tulang lain yang merupakan pasangannya memiliki lekukan elips untuk tempat masuknya tulang yang berbentuk oval tadi. Persendian seperti ini terdapat pada tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
- Sendi Luncur
Kedua ujung tulang pada sendi luncur agak rata sehingga memungkinkan gerakan menggeser dan tidak memiliki poros. Sendi luncur misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki, tulang selangka, dan tulang belikat.
Tulang Tulang Penyusun Rangka Tubuh Manusia

Tulang-tulang pembentuk kerangka (skeleton) tubuh pada manusia, dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu kelompok rangka aksial(rangka penyusun tubuh) dan rangka apendikular(anggota tubuh).
A. Rangka Aksial (Penyusun Badan)
Pengertian kelompok rangka aksial adalah rangka-rangka yang tersusun pada badan atau tubuh, yaitu rangka tulang belakang (vertebrae), tulang tengkorak (cranium), dan tulang rusuk. Untuk memahami dan memperjelas mengenai gambaran pengelompokan berbagai tulang yang menyusun rangka aksial pada tubuh manusia, anda dapat mempelajari pengelompokan tulang rangka aksial tersebut pada uraian berikut:
1.) Kelompok Tulang Tengkorak
Tengkorak disebut pula tulang kepala (cranium) memiliki hubungan antartulang yang disebut suture, artinya tidak dapat digerakkan. Tengkorak memiliki fungsi utama sebagai pelindung organ otak.
2.) Ruas Tulang Belakang
Tulang belakang memiliki ruas-ruas tulang belakang yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai jenis posisi dan gerakan, seperti berdiri, duduk, atau berlari
3.) Hioid
Rangka tulang hioid dibentuk oleh tulang yang berbentuk huruf U, terletak pada laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otot, yaitu otot mulut dan lidah.
4.) Tulang Dada dan Rusuk
Fungsi tulang dada dan rusuk adalah ber-samasama tulang dada dan rusuk membentuk rongga dada sebagai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dalam rongga dada, seperti paru-paru dan jantung.
B. Rangka Apendiks (rangka anggota tubuh)
Rangka Apendiks (rangka anggota tubuh)Rangka apendiks adalah rangka yang terbentuk pada susunan rangka anggota tubuh, seperti pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Apabila anda kelompokkan, maka tulang apendiks ini kebanyakan merupakan tulang-tulang pembentuk alat gerak, yaitu tangan dan kaki. Rangka apendiks dibedakan menjadi rangka anggota tubuh bagian atas dan rangka anggota tubuh bagian bawah.
Rangka anggota tubuh (apendikular) bagian atas tersusun oleh beberapa tulang yang terdiri dari tulang selangka, tulang belikat, tulang lengan atas, tulang pengumpil, dan tulang hasta, tulang pergelangan tangan, tulang jari tangan, serta tulang telapak tangan.
Tulang apendiks bagian bawah adalah tulang-tulang yang membentuk anggota gerak bagian bawah, yaitu kaki. Bagian-bagian kaki terdiri dari tulang-tulang pembentuk kaki dan tulang-tulang pembentuk telapak kaki. Tulang kaki tersusun oleh tulang paha, tempurung lutut, tulang kering, dan tulang betis, sedangkan tulangtulang telapak kaki tersusun oleh tulang tumit, kalkanaeus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari-jari
Kelainan Pada Tulang
Berikut dibawah ini adalah kelainan atau penyakit yang terjadi pada tulang :
Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung yang mengakibatkan posisinya menjadi membengkok ke samping kanan atau kiri. hal ini dapat terjadi karena terlau sering mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. atau juga dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang miring sehingga beban tubuh bertumpu pada salah satu lengan.
Kifosis
Kifosis adalah suatu kelainan tulang punggung terlalu membengkok kearah belakang, kelainan ini biasanya dikarenakan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang terlalu membungkuk atau sering memanggul beban yang berat dengan menggunakan punggung.
Lordosis
Kebalikan dari kifosis adalah kelainan tulang punggung yang terlalu membengkok ke depan, posisi duduk dengan membusungkan dada dapat menjadi penyebab dari kelainan ini.
Polio
kelainan ini terjadi karena adanya infaksi virus polio, penderitanya akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil sehingga berujung pada kelumpuhan.
Rakhitis
Kelainan yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D, sehingga tulang kakinya berbentuk menyerupai huruf X atau O.
Masalah Persendian
Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada 200 tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut dengan sendi ataupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian mmpunyai fungsi serta peranan yang amat penting di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun gerakan.