SISTEM SALURAN IRIGASI: (Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Jenis dan Contoh Saluran Irigasi)

Kali ini kita akan membahas sebuah meteri pembelajaran biologi / pendidikan lingkungan hidup tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem saluran irigasi kita akan bahas mulai dari pengertian sistem saluran irigasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi, manfaat, jenis jenis (irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman, tetesan, sederhana, semi, teknik, primer sekunder dan tersier) dan contoh saluran irigasi. Semoga dapat membantu

Sistem Saluran Irigasi

Kali ini kita akan membahas sebuah meteri pembelajaran biologi / pendidikan lingkungan hidup tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang sistem saluran irigasi kita akan bahas mulai dari pengertian sistem saluran irigasi secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi, manfaat, jenis jenis (irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman, tetesan, sederhana, semi, teknik, primer sekunder dan tersier) dan contoh saluran irigasi.

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan irigasi?
Pengertian irigasi adalah penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian dan pengaliran air menggunakan sistem, saluran dan bangunan tertentu sebagai penunjang produksi pertanian, persawahan dan perikanan.
Menurut istilah irigasi berasal dari bahasa Belanda yaitu irrigate dan dalam bahasa Inggris yaitu irrigation yang artinya pengairan atau penggenangan.
Pengertian irigasi menurut para ahli :
  • Menurut Hansen, dkk (1990), Pengertian irigasi adalah penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanam-tanaman.
  • Menurut Sosrodarsono dan Takeda (1987), Pengertian irigasi adalah menyalurkan air yang perlu untuk pertumbuhan tanaman ke tanah yang diolah dan mendistribusikannya secara sistematis.
  • Menurut Kartasapoetra (1994), Pengertian irigasi adalah kegiatan penyediaan dan pengaturan air untuk memenuhi kepentingan pertanian dengan memanfaatkan air yang berasal dari air permukaan dan tanah.
  • Menurut UU No. 7 Tahun 2004 pasal 41 ayat 1 tentang Sumber Daya Air, Pengertian irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan, dan pembuangan air untuk menunjang pertanian yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa, dan irigasi tambak. Berdasarkan UU No.7 Tahun 2004, irigasi meliputi usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air dengan tujuan untuk menunjang pertanian.

Tujuan dan Manfaat Irigasi

Secara umum tujuan irigasi adalah sebagai berikut:
  1. Untuk membasahi tanaman.
    Membasahi tanah dengan menggunakan air irigasi bertujuan memenuhi kekurangan air di daerah pertanian pada saat air hujan kurang atau tidak ada.
  2. Untuk merabuk.
    Merabuk adalah pemberian air yang tujuannya selain membasahi juga memberi zat-zat yang berguna bagi tanaman itu sendiri.
  3. Untuk mengatur suhu tanah
  4. Membersihkan dan atau membasmi hama
  5. Kolmatase. Kolmatase adalah pengairan dengan maksud memperbaiki/meninggikan permukaan tanah.
  6. Menambah persediaan air tanah.
Berikut dibawah ini adamah manfaat irigasi :
  • Menambahkan air ke dalam tanah untuk menyediakan cairan yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. 
  • Mendinginkan tanah dan atmosfer, sehingga berpengaruh terhadap lingkungan menjadi baik untuk pertumbuhan tanamam.
  • Untuk mencuci dan mengurangi garam tanah.
  • Mampu mengurangi bahaya erosi tanah.
  • Membantu melunakkan pembajakan dan gumpalan tanah.

Jenis Jenis Irigasi

Menurut Standar Perencanaan Irigasi KP-01 irigasi terbagi menjadi 4 jenis yaitu irigasi gravitasi, bawah tanah, siraman dan tetesan, berikut penjelasannya:

Irigasi Gravitasi (Gravitational Irrigation)

Pengertian irigasi gravitasi adalah irigasi yang memanfaatkan gaya tarik gravitasi untuk mengalirkan air dari sumbernya menuju tempat yang membutuhkan, pada umumnya irigasi ini banyak digunakan di Indonesia, Irigasi gravitasi dapat dibagi menjadi: irigasi genangan liar, irigasi genangan dari saluran, dan irigasi alur dan gelombang.

Irigasi Bawah Tanah (Sub Surface Irrigation)

Pengertian irigasi bawah tanah adalah irigasi yang menyuplai air langsung ke daerah akar tanaman yang membutuhkannya melalui aliran air tanah. Dengan demikian tanaman yang diberi air lewat permukaan tetapi dari bawah permukaan dengan mengatur muka air tanah.

Irigasi Siraman (Sprinkler Irrigation)

Pengertian irigasi siraman adalah irigasi yang dilakukan dengan cara meniru air hujan dimana penyiramannya dilakukan dengan cara pengaliran air lewat pipa dengan tekanan (4 sampai 6 Atm) sehingga dapat membasahi area yang cukup luas. Pemberian air dengan cara ini dapat menghemat dalam segi pengelolaan tanah karena dengan pengairan ini tidak diperlukan permukaan tanah yang rata, juga dengan pengairan ini dapat mengurangi kehilangan air di saluran karena air dikirim melalui saluran tertutup.

Irigasi Tetesan (Trickler Irrigation)

Pengertian Irigasi tetesan adalah irigasi yang prinsipnya mirip dengan irigasi siraman tetapi pipa tersiernya dibuat melalui jalur pohon dan tekanannya lebih kecil karena hanya menetes saja. Keuntungan sistem ini yaitu tidak ada aliran permukaan.
Namun jika berdasarkan cara pengaturan pengukuran aliran air dan lengkapnya fasilitas, jaringan irigasi dibagi menjadi tiga jenis yaitu: Irigasi sederhana, semi teknis dan irigasi teknis.

Jaringan Irigasi Sederhana

Jaringan irigasi sederhana biasanya diusahakan secara mandiri oleh suatu kelompok petani pemakai air, sehingga kelengkapan maupun kemampuan dalam mengukur dan mengatur masih sangat terbatas. Ketersediaan air biasanya melimpah dan mempunyai kemiringan yang sedang sampai curam, sehingga mudah untuk mengalirkan dan membagi air.

Jaringan Irigasi Semi Teknis

Jaringan irigasi semi teknis memiliki bangunan sadap yang permanen ataupun semi permanen. Bangunan sadap pada umumnya sudah dilengkapi dengan bangunan pengambil dan pengukur. Jaringan saluran sudah terdapat beberapa bangunan permanen, namun sistem pembagiannya belum sepenuhnya mampu mengatur dan mengukur.

Jaringan Irigasi Teknis

Jaringan irigasi teknis mempunyai bangunan sadap yang permanen. Bangunan sadap serta bangunan bagi mampu mengatur dan mengukur. Di samping itu terdapat pemisahan antara saluran pemberi dan pembuang. Pengaturan dan pengukuran dilakukan dari bangunan penyadap sampai ke petak tersier. Petak tersier menduduki fungsi sentral dalam jaringan irigasi teknis.
Jenis Jenis irigasi menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.32/PRT/M/2007, jaringan irigasi ada tiga jenis, yaitu jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier. Berikut penjelasannya

Jaringan Irigasi Primer

Pengertian jaringan irigasi primer adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri atas bangunan utama, saluran induk/primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.

Jaringan Irigasi Sekunder

Pengertian jaringan irigasi sekunder adalah bagian dari jaringan irigasi yang terdiri atas saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.

Jaringan Irigasi Tersier

Pengertian jaringan irigasi tersier adalah jaringan irigasi yang berfungsi sebagai prasarana pelayanan air irigasi dalam petak tersier yang terdiri atas saluran tersier, saluran kuarter dan saluran pembuang, boks tersier, boks kuarter, serta bangunan pelengkapnya.

Contoh Irigasi

Berikut dibawah ini adalah cara / contoh melakukan irigasi
Contoh Irigasi pemukiman
Mengambil air dari sumbernya, biasanya sungai, menggunakan bangunan berupa bendungan atau pengambilan bebas. Air kemudian disalurkan ke lahan pertanian menggunakan pipa atau selang memanfaatkan daya gravitasi, sehingga tanah yang lebih tinggi akan terlebih dahulu mendapat asupan air. Penyaluran air yang demikian terjadi secara teratur dalam ‘jadwal’ dan volume yang telah ditentukan.
Contoh irigasi bawah permukaan (tanah)
Digerakkan oleh gaya kapiler, lengas tanah berpindah menuju daerah akar sehingga dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Dengan demikian, irigasi jenis ini menyasar bagian akar dengan memberinya asupan nutrisi sehingga dapat disalurkan ke bagian lain tumbuhan dan dapat memaksimalkan fungsi akar menopang tumbuhan.
Contoh irigasi pancaran
menyalurkan air dari sumbernya ke daerah sasaran menggunakan pipa. Di lahan yang menjadi sasaran, ujung pipa disumbat menggunakan tekanan khusus dari alat pencurah sehingga muncul pancaran air layaknya hujan yang pertama kali membasahi bagian atas tumbuhan kemudian bagian bawah dan barulah bagian di dalam tanah.

Tinggalkan komentar