SENI RUPA; (Pengertian, Fungsi, Unsur, Jenis, Macam, Bidang dan Contoh Seni Rupa)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa. Semoga dapat membantu

Seni Rupa

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.

Pengertian Seni Rupa

Apa yang dimaksud dengan seni rupa?
Pengertian seni rupa adalah cabang kesenian yang membentuk sebuah karya seni dengan menggunakan media yang dapat ditangkap secara kasat mata dan juga dapat dirasakan ataupun di sentuh dengan indera peraba.

Fungsi Seni Rupa

Apa fungsi dari seni rupa? sebutkan!
secara umum, seni rupa memiliki banyak fungsi, baik bagi individu maupun kelompok atau sosial,
Fungsi seni rupa individu adalah bersifat untuk memuaskan diri sendiri. Artinya seseorang menciptakan karya seni itu hanya untuk mengekspresikan dirinya untuk memuaskan batin. Sedangkan Fungsi Seni rupa sosial dari seni merupakanyang memberikan kepuasan banyak orang, misalnya saja seni dalam bidang rekreasi yang bisa dinikmati banyak orang, seni dalam komunikasi agar bisa menarik di hadapan banyak orang, serta seni di bidang rohani.
Serta seni rupa memiliki fungsi pada aspek aspek beserta contohnya yaitu sebagai berikut:
  • Untuk memenuhi kebutuhan fisik
Karna pada dasarnya manusia itu menyukai hal-hal yang indah dan juga butuh benda yang bisa dipakai. Selain berfungsi sebagai estetika seni, fungsi seni rupa terapan adalah juga pemuas kebutuhan fisik dan memberi kenyamanan.
Contohnya seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/textile, seni kerajinan tangan, daan sebagainya.
  • Untuk memenuhi kebutuhan emosional
Manusia memiliki banyak sekali perasaan, terkadang dia sedih, senang, malas, semangat dan sebagainya. Jika dia sedih dan bosan maka dia perlu hiburan, dan salah satu hiburannya adalah seni rupa karena memang seni rupa bersifat menyenangkan, dan rekreatif.
Sebagai Contoh yaitu mengalami keletihan sehingga membutuhkan rekreasi seperti teater, menonton biskop, konsert, pameran seni dll.
  • Komunikasi
Karena manusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya, dan alat komunikasi yang sering mereka gunakan yaitu bahasa, namun setiap wilayah di dunia ini bahasanya berbeda-beda, maka dibutuhkan bahasa yang universal, dan salah satu bahasa yang universal adalah seni rupa. Seni rupa termasuk bahasa universal karena mampu menembus batas-batas universal ataupun perbedaan lahiriah tiap manusia.
  • Edukasi
Seni bisa memberikan informasi baik tersirat maupun tersurat membimbing dan mendidik tingkah laku kita menuju kondisi lebih baik.
Contohnya: seni pertunjukan wayang, selain juga berfungsi menghibur seni wayang juga terkandung pesan dan amanat di dalamnya.
  • Agama
Seni rupa dapat berfungsi sebagai media menyampaikan pesan yang diinginkan agama untuk umatnya.
Contohnya di agama Islam ada seni kaligrafi. Selain biasanya untuk mempercantik masjid-masjid dan lainnya, kaligrafi juga beberapa tulisannya bertulis lafadz al qur’an jadi juga merupakan sarana dakwah.

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa sendiri adalah elemen yang membangun perwujudan dari karya seni rupa. Meskipun suatu seni rupa sangat sederhana, akan tetapi tetap ada unsur di dalamnya.
Berikut ini adalah unsur unsur yang terkandung atau terdapat dalam seni rupa:

1. Titik

Titik adalah elemen atau unsur paling mendasar dalam seni rupa. Membuat titik bisa dilakukan dengan jarak lebar atau jarak sempit antar titik.
Titik bisa berukuran besar dan atau kecil dengan variasi warna berbeda tergantung kebutuhan atau dikenal istilahnya dengan teknik Pointilisme.

2. Garis

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Garis adalah gabungan antara titik titik yang membentuk sebuah garis. Garis banyak jenis-jenisnya diantaranya lurus, pendek, panjang, lebar, horizontal, vertikal, diagonal, dan lain-lain.
Pada umumnya setiap garis tersebut memiliki makna atau kesan tersendiri, misalnya:
  • Garis lurus dapat memberi kesan tegak dan keras
  • Garis patah-patah terkesan kaku
  • Garis lengkung berkesan lembut dan lentur
  • Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan
  • Garis spiral berkesan lentur
  • Garis halus, melengkung-melengkung berirama melambangkan kelembutan kewanitaan.
  • Garis miring, melambangkan akan kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  • Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.
Garis juga memiliki wujud seperti garis nyata dan garis semu.
  1. Garis nyata adalah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung
  2. Garis semu adalah garis yang muncul karena terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang.

3. Bidang

Unsur seni rupa yang ke-3 yaitu bidang. Bidang adalah hasil bentukan dari pertemuan ujung-ujung dari beberapa garis atau bisa juga hasil dari sapuan warna. Terdiri dari sisi panjang dan lebar dengan berbagai ukuran, bidang juga bisa diamati secara langsung di setiap karya seni rupa.
Berdasarkan bentuknya bidang terdiri dari bidang geometris, bidang biomorfis (organis, bidang tidak beraturan dan bidang tidak beraturan). Di setiap bentuk bidang memiliki lebar, tinggi dan panjang dan beberapa dari bidang juga terdapat isi dan volume.

4. Bentuk

Unsur ke-4 yaitu bentuk, Bentuk adalah perwujudan nyata dari suatu karya dan terbentuk dari gabungan berbagai bidang. Bentuk dalam seni rupa dibagi menjadi dua yaitu dan shape dan form. Shape adalah bentuk yang tidak memiliki unsur penjiwaan  dan hanya sekedar dilihat sifat bentuknya saja seperti ornamen, melingkar, dll. Sedangkan form tidak hanya dilihat saja tetapi juga terdapat unsur nilai di dalamnya.
Bentuk dibedakan lagi menjadi dua macam yaitu geografis dan nongeometris:
  • Geografis adalah Bentuk yang dibuat dengan perhitungan seperti bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok. Untuk bentuk silindris,
    Contohnya tabung, bola dan kerucut.
  • Nongeometris adalah Bentuk yang meniru objek di alam, seperti manusia,  hewan dan tumbuhan.

5. Ruang

Unsur ke-5 yaitu ruang, ruang adalah unsur seni rupa dari kumpulan dimensi yang terdiri dari panjang lebar dan tinggi, ruang juga memiliki dua sifat yaitu semuu dan nyata:
  • Ruang bersifat semu atau tidak nyata apabila dalam seni rupa dua dimensi.
    Contohnya ruangan yang terkesan dari seni rupa.
  • Ruang bersifat nyata dalam seni rupa tiga dimensi contohnya ruangan kamar dan ruangan patung.

6. Warna

Unsur seni rupa yang ke-6 yaitu warna. Kita telah mengetahui bahwa warna merupakan unsur seni rupa yang  bisa membuat seni rupa ada kesan, ekspresif dan terasa hidup.
Warna dipelajari dengan dua teori yaitu teori warna terhadap cahaya yang terdiri dari 7 spektrum warna dan teori pigmen warna.
Berikut ini adalah teori tentang pigmen warna yang terdiri dari beberapa jenis yaitu:
  1. Warna primer adalah warna asli dan bukan merupakan campuran dari warna lain. Hanya ada 3 yaitu merah, kuning dan biru
  2. Warna sekunder adalah hasil dari 2 campuran warna primer
  3. Warna tersier adalah hasil dari campuran warna sekunder
  4. Warna analogus adalah deretan warna yang letaknya berdampingan dalam satu lingkaran warna atau berdekatan.
    Contohnya deretan warna hijau ke warna kuning
  5. Warna Komplementer adalah Warna kontras dan letaknya berseberangan yang dibentuk dalam satu lingkaran warna.
    Contohnya warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.

7. Tekstur

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Pengertian tekstur adalah sifat permukaan bidang atau benda yang bisa dilihat dan diraba. Sifatnya bisa berkesan halus, kasar, licin, kusam, dan sebagainya.
Secara umum tekstur terbagi menjadi dua yaitu nyata dan semu:
  1. Tekstur nyata yaitu dimana sifat permukaannya menunjukkan kesan yang sebenarnya atau rasanya sama antara dilihat dan diraba.
  2. Teksur semu dimana kesan permukaannya dapat berbeda antara dilihat dan diraba.
Tekstur berfungs untuk memberikan karakter dan kesan tertentu pada bidang permukaan agar bisa menghasilkan nilai estetika.

8. Gelap dan Terang

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Gelap Terang adalah intensitas cahaya dengan tujuan supaya seolah-olah objek nyata atau untuk memperdalam kesan seni tersebut.
Intensitas cahaya besar maka terang,dan sebaliknya jika intensitas cahaya kecil maka gelap.
Teknik gelap terang ada 2 diantaranya chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yaitu bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi. Selain itu juga untuk menentukan gelap terang dengan cara memilih warna yang pas.

Jenis Jenis Seni Rupa

Jenis-jenis seni rupa dibedakan menjadi 3 macam, yaitu berdasarkan wujudnya, waktu/masanya dan terakhir berdasarkan fungsinya. Berikut penjelasan dari jenis jenis seni rupa tersebut:

A. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Dimensinya

Seni rupa berdasarkan dimensnya ada 2 macam yaitu seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi.
  1. Seni Rupa Dua Dimensi atau Dwimatra adalah karya seni rupa yang terbentuk dua ukuran, yaitu panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari arah depan.
    Contoh seni rupa dua dimensi adalah seni lukis, seni batik, sketsa, dan seni ilustrasi.
  2. Seni Rupa Tiga Dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga unsur yaitu panjang, lebar, dan tinggi serta memiliki unsur kesan ruang, bentuk, dan volume dan bisa dilihat dari segala arah.
    Contohnya bonsai, patung, seni keramik, diorama dan yang lainnya.

B. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Masanya

Seni rupa berdasarkan masanya terbagi menjadi 3 yaitu seni rupa tradisional, modern dan kontemporer.
  1. Seni Rupa Tradisional adalah Seni rupa zaman dahulu yang sudah memiliki aturan dan pakem tersendiri dan bersifat statis maksudnya baik bentuk maupun gayanya tidak mengalami perubahan. Aspek seni rupa tradisional ini dipertahankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi sampai saat ini.
  2. Seni Rupa Modern adalah karya seni terbaharui dari seni rupa tradisional yang mana aturan ataupun pola-pola yang ada sudah di ubah dan mengandalkan kekreatifitasan pembuat seni rupa atau bersifat individualis.
    Contoh seni rupa modern diantaranya adalah lukisan, grafis, patung dan kriya.
  3. Seni Rupa Kontemporer adalah karya seni yang muncul karena trend atau kondisi waktu dan bersifat kekinian.

C. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya

Jenis seni rupa berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 2 jenis yaitu seni rupa murni dan terapan
  1. Seni Rupa Murni adalah karya seni rupa yang dibuat hanya untuk nilai estetika dan ide saja pembuat saja, bukan untuk dipakai.
  2. Seni Rupa Terapan, adalah seni rupa yang lebih bertujuan untuk nilai pakai.
    Contohnya keramik, poster, senjata tradisional dan lain-lain.

Bidang Bidang Seni Rupa

Seni rupa banyak sekali cabangnya, tidak hanya yang kita kenal seperti seni lukis maupun seni ukir. Berikut ini adalah rangkuman dari bidangnya:

Seni Rupa Murni

Seni lukis
Seni grafis
Seni patung
Seni instalasi
Seni pertunjukan
Seni keramik
Seni film
Seni koreografi
Seni fotografi

Desain

Arsitektur
Desain grafis
Desain komunikasi visual
Desain interior
Desain busana
Desain produk

Seni Kriya

Kursi rotan sebagai hasil karya kriya
Kriya tekstil
Kriya kayu
Kriya keramik
Kriya rotan
Kriya Logam
Kriya Kulit
Kriya Bambu

Rangkuman TERMODINAMIKA (Pengertian, Prinsip, Rumus, Jenis, Sistem dan Hukum Termodinamika 1 2 3, Mesin, Siklus Carnot dan Contoh Soal Termodinamika)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya. Semoga dapat membantu

Termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya.

Pengertian Termodinamika

Pengertian Termodinamika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha antara sistem dan lingkungan.
Kalor yaitu perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu, sedangkan usaha merupakan perubahan energi melalui cara-cara mekanis yang tidak disebabkan oleh perubahan suhu.

Prinsip Prinsip Termodinamika

Prinsip prinsip termodinamika meliputi Mekanika, Panas dan Kalkulus.
Prinsip termodinamika adalah hal alami yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mekanisme yang dapat membantu manusia dalam melakukan kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu termodinamika sejak abad ke-17. Pengembangan ilmu termodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik yaitu perilaku umum partikel zat yang menjadi media pembawa energi.

Rumus Termodinamika Lengkap

Rumus Kesetaraan Kalor dan Energi:
Kalor adalah salah satu bentuk energi. Kesetaraan kalor dalam termodinamika dirumuskan
1 Kalori = 4,186 Joule= 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori
Rumus Gas yang Dipengaruhi Usaha dari Lingkungannya
Gaya sebesar F yang diperlukan oleh piston yang mempunyai luas penampang A untuk menekan gas di dalam ruang tertutup sebesar p dirumuskan F = pA
Besarnya usaha yang dilakukan oleh gas adalah:
W = pA (h2-h1)

oleh karena A (h2-h1) adalah volume maka dapat disederhanakan
W = p (V2-V1) atau W = p ΔV
dengan
V1 = volume mula-mula
V2 = volume akhir
ΔV = perubahan volume
W = usaha luar yang diterima
p = tekanan gas
Bila W > 0 → sistem melakukan usaha (V2 > V1)
Bila W < 0 → sistem menerima usaha dari lingkungan (V2 < V1)
Rumus Menentukan Usaha Luar menggunakan Grafik
Usaha luar yang dilakukan oleh gas pada tekanan tidak tetap dapat dinyatakan dalam diagrar p-V, yang besarnya sebanding dengan luas daerah di awah kurva:
1. Proses ke arah kanan:
V2 > V1, berarti W bernilai positif
W = p (V2-V1)
2. Proses Kearah Kiri
V2 < V1, sehingga W bernilai negatif
W = -p (V2-V1)
3. Proses Berbentuk Siklus
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya.

Proses 1 ke 2 → W = 0
Proses 2 ke 3(ke kanan) → W = positif
Proses 3 ke 4 → W = 0

Proses 4 ke 1 (ke kiri) → W = negatif
W Total = Δp x ΔV (p2-p1) x (V2-V1)

Jenis Jenis Sistem Termodinamika

Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan sifat dari batasan dan arus benda, energi dan materi yang melaluinya. Secara umum ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungannya, yaitu antara lain:

1. Sistem Terbuka

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi atau (panas dan kerja), dan benda (materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem seperti pada kompresor, turbin, nozel dan motor bakar.
Contohnya Sistem mesin motor bakar adalah ruang didalam silinder mesin, dimana campuran bahan bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem terbuka ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang bersifat permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah sehingga disebut juga dengan control volume.
Perjanjian yang kita gunakan untuk menganalisis sistem adalah:
  1. Untuk panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai negatif bila keluar dari sistem dan
  2. Untuk usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai negatif bila diberikan (masuk) kedalam sistem.

2. Sistem Tertutup

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis batas sistem. Tetapi, energi baik dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work) dapat melintasi lapis batas sistem tersebut.
Dalam sistem tertutup, meskipun massa tidak dapat berubah selama proses berlangsung, namun volume dapat saja berubah disebabkan adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving boundary) pada salah satu bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap, tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon.
Suatu sistem dapat mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya, biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya :
  1. Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
  2. Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu dinding adiabatik dan dinding diatermik. Dinding adiabatik adalah dinding yang mengakibatkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang lama (lambat).
Untuk dinding adiabatik sempurna tidak memungkinkan terjadinya pertukaran kalor antara dua zat. Sedangkan dinding diatermik adalah dinding yang memungkinkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang singkat (cepat).

3. Sistem terisolasi

Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya adalah air yang disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.
Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut property (koordinat sistem/variabel keadaan sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T), volume (v), masa (m), viskositas, konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga koordinat sistem yang didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti, berat jenis, volume spesifik, panas jenis dan lain-lain.
Suatu sistem dapat berada pada suatu kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat sistem tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem mempunyai nilai koordinat yang tetap. Apabila koordinatnya berubah, maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan.
Suatu sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbang (equilibrium).

Hukum Termodinamika

Pada dasarnya hukum termodinamika ada 4, yaitu Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika, hukum pertama, ke-2 dan ke-3, berikut bunyi dari hukum termodinamika awal kesatukedua dan ketiga berikut penjelasannya:

1. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

Hukum awal menyatakan bahwa “dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum ini dimasukkan setelah hukum pertama”.

2. Hukum Pertama Termodinamika

Hukum yang sama juga terkait dengan kasus kekekalan energi. Hukum ini menyatakan “perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup, sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum ini dapat diuraikan menjadi beberapa proses, yaitu proses dengan Isokhorik, Isotermik, Isobarik, dan juga adiabatik”.

3. Hukum Ke-2 Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Tidak ada bunyi untuk hukum kedua termodinamika yang ada hanyalah pernyataan kenyataan eksperimental yang dikeluarkan oleh kelvin-plank dan clausius.
Pernyataan clausius: “tidak mungkin suatu sistem apapun bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi”.
Pernyataan kelvin-planck: “tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil menerima energi panas dari satu reservoir termal”.
Total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya hal ini disebut dengan prinsip kenaikan entropi” merupakan korolari dari kedua pernyataan diatas (analisis Hukum kedua termodinamika untuk proses dengan menggunakan sifat entropi).

4. Hukum ke-3 Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa “pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol”.

PASAR OLIGOPOLI (Pengertian, Tujuan, Struktur, Faktor, Ciri, Jenis, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangan beserta Contoh Pasar Oligopoli)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi kelas X 10 SMA/SMK/MA kurikulum 2013 hasil revisi 2017 2018 yaitu tentang pasar oligopoli, adapun yang akan kita bahas yaitu materi lengkap rangkuman pengertian pasar oligopoli, tujuan, struktur, Faktor, ciri-ciri, jenis-jenis, karakteristik, kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli beserta contohnya. Semoga dapat membantu

Pasar Oligopoli

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomi kelas X 10 SMA/SMK/MA kurikulum 2013 hasil revisi 2017 2018 yaitu tentang pasar oligopoli, adapun yang akan kita bahas yaitu materi lengkap rangkuman pengertian pasar oligopoli, tujuan, struktur, Faktor, ciri-ciri, jenis-jenis, karakteristik, kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli beserta contohnya.

Pengertian Pasar Oligopoli

Pengertian pasar oligopoli adalah salah satu bentuk pasar persaingan tidak sempurna, dimana hanya terdapat beberapa produsen atau penjual dengan banyak pembeli dipasar.

Baca Juga: Rangkuman Dinamika Penduduk

Tujuan Pasar Oligopoli

Tujuan adanya pasar oligopoli adalah :
  • untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama dalam kelompok dengan baik.
  • Memberi pelatihan berbasis kompetensi untuk mengembangkan keterampilan mengamati dan mendokumentasikan semua aspek yang berkaitan dengan pasar oligopoli.
  • Mengetahui pengertian dari pasar oligopoli.
  • Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui penyebab terjadinya pasar oligopoly.
  • Mengetahui ciri-ciri dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui macam-macam dari pasar oligopoly.
  • Mengetahui dampak pasar oligopoly terhadap perekonomian.

Struktur Pasar Oligopoli

Dalam hal ini struktur pasar oligopoli, beberapa perusahaan besar mendominasi pasar, dan setiap perusahaan mengakui bahwa setiap kali dibutuhkan sebuah tindakan itu akan memicu respons di antara perusahaan lain. Tindakan ini, pada gilirannya, akan mempengaruhi perusahaan asli.

Baca Juga: Materi Pasar Lengkap

Faktor Pemicu Pasar Oligopoli

Ada beberapa hal atau beberapa faktor yang memicu adanya atau terbentuknya pasa oligopoli yaitu:
  • Adanya penerapan efisiensi skala besar.
Penerapan efisiensi skala besar erat kaitannya dengan adanya efisiensi teknis atau teknologi dan efisiensi ekonomi atau biaya produksi. 
  • Adanya kompetensi manajemen yang lebih kompleks
Adanya persaingan yang bebas dalam kegiatan pasar, maka akan menuntut perusahaan untuk melakukan langkah-langkah agar bisa bersaing dengan perusahaan lain. Dibutuhkan langkah khusus dalam menentukan kebijakan arah manajemen dalam melakukan kegiatan perusahaan dan untuk menemukan inovasi-inovasi baru agar produksi barang terus berkembang dan berkualitas, sehingga diminati oleh banyak masyarakat.

Ciri Ciri Pasar Oligopoli

Secara umum, pasar oligopoli memiliki beberapa ciri-ciri, diantaranya:
  1. Barang yang diperjualbelikan relatif homogen namun terdiferensiasi. Contohnya adalah seperti sabun mandi dengan berbagai aroma dan bentuk, telepon seluler dengan berbagai ragam tekhnologi dan tampilan, dll.
  2. Terdapat beberapa penjual di pasar (umumnya kurang dari 10) dengan banyak pembeli di pasar
  3. Penjual di pasar oligopoli memiliki kemampuan dalam menentukan harga karena adanya perbedaan dari masing-masing produk yang ditawarkan.
  4. Masing-masing penjual bersaing sangat ketat dengan penjual lainnya.
  5. Produsen baru dapat memasuki pasar oligopoli ini walau sulit.
  6. Sistem harga yang kaku

Jenis Jenis Pasar Oligopoli

Secara umum, pasar oligopoli terbagi menjadi dua jenis yaitu pasar oligopoli murni dan terdiferensiasi.
  1. Oligopoli murni (pure oligopoly) adalah pasar dimana barang yang diperjualbelikan bersifat identik. Misalnya: semen, air mineral, seng.
  2. Oligopoli terdiferensiasi (differentiated oligopoli) adalah pasar dengan barang yang homogen namun dapat dfibedakan. Misalnya sabun, sepeda motor, laptop

Karakteristik Pasar Oligopoli

Secara umum karakteristik / unsur-unsur penting dalam pasar oligopoli adalah:
  • Hanya sedikit perusahaan dalam industri (few number of firms)
  • Produk homogen atau terdiferensial (homogen of differentiated product)
  • Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decision)
  • Kompetisi non harga (non pricing competition)

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan pasar oligopoli antara lain:
  • Konsumen memiliki lebih banyak pilihan terhadap barang yang ingin dikonsumsinya
  • Perusahaan umumnya terus melakukan inovasi sehingga produk semakin berkembang, dan
  • Persaingan antar produsen dapat memberikan keuntungan bagi konsumen, terutama karena akan meningkatkan kesadaran produsen untuk memuaskan kebutuhan konsumen
Sedangkan kekurangan pasar oligopoli adalah:
  • Perang harga antar produsen sering terjadi
  • Produsen menggelontorkan banyak dana untuk iklan dan promosi agar produknya dapat dibedakan dengan produk dari produsen lainnya.
  • Pemborosan sumber daya ekonomi

Contoh Pasar Oligopoli

Beberapa contoh industri yang termasuk dalam kategori pasar oligopoli adalah industri rokok, industri mobil, industri semen, jasa penerbangan dan lainnya.

TITRASI ASAM BASA: (Pengertian, Fungsi, Tujuan, Jenis, Rumus, Perubahan pH dan Contoh Soal Titrasi Asam Basa)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kimia tingkat SMA/SMK/MA kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017 2018 yaitu tentang titrasi asam basa, adapun yang akan kita bahas yaitu rangkuman pengertian titrasi, cara menentukan kadar asam cuka, fungsi, tujuan, jenis jenis titrasi, rumus, perubahan pH dan contoh soal beserta jawabannya tentang titrasi asam basa. Semoga dapat membantu

Titrasi Asam Basa

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kimia tingkat SMA/SMK/MA kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017 2018 yaitu tentang titrasi asam basa, adapun yang akan kita bahas yaitu rangkuman pengertian titrasi, cara menentukan kadar asam cuka, fungsi, tujuan, jenis jenis titrasi, rumus, perubahan pH dan contoh soal beserta jawabannya tentang titrasi asam basa.

Pengertian Titrasi Asam Basa

Sebelum kita bahas mengenai titrasi asam basa mari kita kebelakang terlebih dahulu, dimana sebenarnya titrasi terbagi menjadi 3 yaitu titrasi asam basa pengendapan dan redoks, nah pengertian dari titrasi sendiri adalah prosedur menetapkan kadar suatu larutan dengan mereaksikan sejumlah larutan tersebut yang volumenya terukur dengan suatu larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar) secara bertahap.
Cara menentukan kadar asam cuka, yaitu dengan metode titrasi asam basa
Pengertian titrasi asam basa adalah penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang diketahui kadarnya atau sebaliknya, kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi.
Titrasi harus dilakukan hingga mencapai titik ekivalen, titik ekivalen adalah keadaan di mana asam dan basa tepat habis bereaksi secara stoikiometri.
Titik ekivalen umumnya dapat ditandai dengan perubahan warna dari indikator. Keadaan dimana titrasi harus dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi. Jadi, untuk memperoleh hasil titrasi yang tepat maka selisih antara titik akhir titrasi dengan titik ekivalen harus diusahakan seminimal mungkin.
Hal ini dapat diupayakan dengan memilih indikator yang tepat pada saat titrasi, yakni indikator yang mengalami perubahan warna di sekitar titik ekivalen.

Fungsi Titrasi

Fungsi indikator dalam proses titrasi adalah untuk menentukan titik ekivalen ketika dua larutan telah mencapai netralisasi. Indikator sendiri dapat berupa internal maupun eksternal.
Indikator internal dicampur dengan reaktan dan biasanya menyediakan tampilan visual segera. Sedangkan indikator eksternal adalah alat elektrokimia.

Tujuan Titrasi

Tujuan melakukan titrasi asam basa adalah antara lain:
  1. Menentukan konsentrasi suatu larutan asam atau basa dengan menggunakan titrasi asam-basa
  2. Mengetahui titik ekuivalen dan titik akhir titrasi-basa
  3. Mengetahui penetralan asam basa dengan metode titrasi

Jenis Jenis Titrasi

Seperti yang telah kita singgung diawal, titrasi terbagi menjadi 3 yaitu titrasi asam basa, titrasi pengendapan atau argentometri, dan titrasi redoks.

Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa yaitu penentuan kadar suatu larutan basa dengan larutan asam yang diketahui kadarnya atau sebaliknya, kadar suatu larutan asam dengan larutan basa yang diketahui, dengan didasarkan pada reaksi netralisasi.

Titrasi Pengendapan (argentometri)

Prinsip umumnya titrasi pengendapan adalah mengenai kelarutan dan tetapan hasil kali kelarutan dari reagen-reagen yang bereaksi.
Secara umum, metode titrasi argentometri terbagi menjadi tiga macam. yaitu:
  • Metode Mohr.
Pada metode ini tidak ada indikator yang digunakan. Sehingga untuk menandai titik akhir titrasi adalah tingkat kekeruhan dari larutan sampel. Ketika larutan standar telah mengalami reaksi stoikiometris dengan larutan sampel, maka ml larutan standar berikutnya yang menetes pada larutan sampel akan menghasilkan endapan karena larutan hasil reaksi titrasi telah jenuh. Namun, dapat juga digunakan indikator yang dapat bereaksi dengan kelebihan larutan standar dan membentuk endapan dengan warna yang berbeda dari endapan reaksi utama.
  • Metode Volhard.
Metode ini menggunakan indikator yang akan bereaksi dengan kelebihan larutan standar membentuk ion kompleks dengan warna tertentu.
  • Metode Fajans.
Metode ini menggunakan indikator adsorpsi. Endapan yang terbentuk dari reaksi utama dapat menyerap indikator adsorpsi pada permukaannya sehingga endapan tersebut terlihat berwarna.

Titrasi Redoks

Titrasi Redoks adalah Semula istilah “oksidasi” yang diterapkan pada reaksi suatu senyawa yang bergabung dengan oksigen dan istilah “reduksi” digunakan untuk menggambarkan reaksi dimana oksigen diambil dari suatu senyawa.

Rumus Titrasi

Rumus titrasi pada umumnya adalah Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalen asam akan sama dengan mol-ekuivalen basa, maka hal ini dapat ditulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa

Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara normalitas (N) dengan volume, maka rumus diatas dapat ditulis sebagai berikut :
N asam x V asam = N asam x V basa

Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH- pada basa, sehingga rumus diatas menjadi :
(n x M asam) x V asam = (n x M basa) x V basa
Keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = Jumlah ion H +(pada asam) atau OH- (pada basa)

Perubahan Ph

Pada saat larutan basa ditetesi dengan larutan asam, pH larutan akan turun dan sebaliknya, jika larutan asam ditetesi dengan larutan basa, maka pH larutan akan naik.
Jika pH larutan asam atau basa diplotkan sebagai fungsi dari volum larutan basa atau asam yang diteteskan, maka akan diperoleh suatu grafik yang disebut kurva titrasi.
Kurva titrasi menunjukkan perubahan pH larutan selama proses titrasi asam dengan basa atau sebaliknya. Bentuk kurva titrasi memiliki karakteristik tertentu yang bergantung pada kekuatan dan konsentrasi asam dan basa yang bereaksi.

Titrasi asam kuat dengan basa kuat

Contohnya adalah, 40 mL larutan HCl 0,1 M ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut kurva titrasi yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kimia tingkat SMA/SMK/MA kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017 2018 yaitu tentang titrasi asam basa, adapun yang akan kita bahas yaitu rangkuman pengertian titrasi, cara menentukan kadar asam cuka, fungsi, tujuan, jenis jenis titrasi, rumus, perubahan pH dan contoh soal beserta jawabannya tentang titrasi asam basa.
Kurva titrasi asam basa: HCl dengan NaOH.
Dari kurva diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa:
  1. Mula-mula pH larutan naik sedikit demi sedikit
  2. Perubahan pH drastis terjadi sekitar titik ekivalen
  3. Indikator yang dapat digunakan: metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein. Namun, yang lebih sering digunakan adalah fenolftalein karena perubahan warna fenolftalein yang lebih mudah diamati.
  4. pH titik ekivalen = 7 (netral)

Titrasi asam lemah dengan basa kuat

Contohnya yaitu 40 mL larutan CH3COOH 0,1 M ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut kurva titrasi berwarna biru yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut dibandingkan dengan kurva titrasi HCl dengan NaOH yang berwarna merah.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kimia tingkat SMA/SMK/MA kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017 2018 yaitu tentang titrasi asam basa, adapun yang akan kita bahas yaitu rangkuman pengertian titrasi, cara menentukan kadar asam cuka, fungsi, tujuan, jenis jenis titrasi, rumus, perubahan pH dan contoh soal beserta jawabannya tentang titrasi asam basa.
Kurva titrasi CH3COOH dengan NaOH dan titrasi HCl dengan NaOH
Dari kurva diatas dapat kita simpulkan bahwa:
  1. Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen lebih kecil, hanya sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±10
  2. Titik ekivalen berada di atas pH 7, yaitu antara 8 – 9
  3. Indikator yang digunakan: fenolftalein. Metil merah tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen.

Titrasi basa lemah dengan asam kuat

Contohnya adalah 40 mL larutan NH3 0,1 M ditetesi dengan larutan HCl 0,1 M sedikit demi sedikit. Berikut ditampilkan kurva titrasi yang menggambarkan perubahan pH selama titrasi tersebut
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kimia tingkat SMA/SMK/MA kelas 8 kurikulum 2013 revisi 2017 2018 yaitu tentang titrasi asam basa, adapun yang akan kita bahas yaitu rangkuman pengertian titrasi, cara menentukan kadar asam cuka, fungsi, tujuan, jenis jenis titrasi, rumus, perubahan pH dan contoh soal beserta jawabannya tentang titrasi asam basa.
Kurva titrasi NH3 dengan HCl
Dari kurva diatas dapat kita simpulkan, bahwa:
  1. Titik ekivalen berada di bawah pH 7, yaitu antara 5 – 6
  2. Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekivalen hanya sedikit, sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±4
  3. Indikator yang digunakan: metil merah. Fenolftalein tidak dapat digunakan karena perubahan warnanya terjadi jauh sebelum tercapai titik ekivalen.

GAYA : Pengertian, Jenis, Pengaruh, Hubungan, Pengukuran, 7 Macam dan Contoh gaya dalam kehidupan sehari-hari)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari. Semoga dapat membantu

GAYA

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari.

Pengertian Gaya

Pengertian Gaya, gaya merupakan dorongan, tarikan dan putaran yang membuat benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat, berubah arah atau bentuk.
Ketika gaya sedang mempengaruhi suatu benda berarti kerja sedang dilakukan pada benda tersebut sebagai wujud perubahan dari bentuk energi ke bentuk lain. Gaya dapat bekerja pada arah yang sama atau arah yang berlawanan. dan gaya tidak dapat dihilangkan tapi dapat dirubah ke bentuk gaya / energi lainnya.

Pengaruh Gaya

Pengaruh gaya terhadap benda lain dapat menyebabkan gerak benda dan atau mengubah bentuk benda, berikut dibawah ini adalah penjelasan dan contoh pengaruh gaya terhadap benda:

Gaya Mempengaruhi Gerak Benda
Gaya yang diberikan ke sebuah benda mengakibatkan berbagi perubahan. Contohnya diuraikan menjadi berikut:

  • Benda diam menjadi bergerak karena ada gaya. Contohnya yaitu bola yang berhenti kita tendang menjadi bergerak.
  • Benda bergerak menjadi diam. Contohnya yaitu pada saat kita menggayuh pedal sepeda yang sepeda tadi bergerak di rem menjadi berhenti.
  • Benda bergerak menjadi berubah arah. Contohnya yaitu pada saat kita menaiki motor yang tadinya bergerak kita belokan menjadi berubah arah.

Gaya Dapat Mengubah Bentuk Benda

Gaya yang kita lakukan juga dapat mengubah bentuk benda. Contohnya antara lain:
  • Almunium yang dibakar dan dipipihkan
  • Besi yang dibakar menjadi dipipihkan
  • Plastisin yang kita tekan akan berubah

Hubungan Gaya Dengan Kecepatan

Percepatan adalah dampak gaya yang paling mudah diamati.
Percepatan didefinisikan sebagai perbandingan antara perubahan kecepatan dengan selang waktu terjadinya perubahan itu. 
Memperbesar gaya pada suatu benda akan meningkatkan laju percepatannya.
Hubungan antara percepatan, gaya dan massa adalah bahwa gaya merupakan hasil kali massa dengan percepatan.
Benda dengan massa tertentu yang dijatuhkan dari ketinggian akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Gaya gravitasi tersebut membuat benda semakin cepat ke permukaan bumi. Benda itu mengalami percepatan karena pengaruh gaya gravitasi yang bekerja ke arah bawah. Percepatan beda semakin tinggi jiha pada saat benda dijatuhkan ada gaya dorong ke bawah.

Pengukuran Gaya

Besaran gaya dapat diukur menggunakan alat ukur gaya yang sederhana yang biasa disebut dengan neraca pegas.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari.
Neraca pegas terdiri atas sebuah pegas yang digantungi dengan kait penggantung beban. Di atas pegas terdapat jarum penunjuk gaya. Ketika gaya pada kait beban merentangkan pegas, jarum penunjuk akan bergerak pada skala neraca. Angka pada skala neraca menunjukkan besar gaya yang sedang diukur. Semakin kuat pegas, semakin besar gaya yang dapat diukur oleh neraca pegas.
Satuan gaya dalam Satuan Internasional (SI) adalah newton dan dilambangkan N.
Satuan yang lainnya adalah dyne
1 Newton = 105 dyne
Gravitasi menimbulkan gaya sebesar 9,8 N pada setiap kilogram massa

Macam Macam Gaya Beserta Contohnya

Setelah kita memahami apa yang telah kita bahas tadi, mulai dari pengertian, pengaruh, hubungan, dan pengukuran gaya. Ada beberapa macam gaya yang kita kenal diantaranya Gaya gesek, Gaya gravitasi, Gaya otot, Gaya mesin, Gaya pegas, Gaya magnet berikut dibawah ini adalah macam-macam atau jenis jenis gaya beserta contohnya:

1. Gaya Gesek

Gaya gesekan adalah gaya yang ditimbulkan oleh permukaan benda yang saling bergesekan. Kedua permukaan yang bergesekan pasti bersentuhan sehingga gaya gesekan dikatakan gaya sentuh. Gaya gesekan arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda, sehingga dapat melambatkan gerak benda.
Gesekan mengubah energi kinetik menjadi energi panas ketika gesekan menahan gaya gesekan.
Gaya Gesek secara umum terbagi menjadi 2, yaitu gaya gesek statis dan kinetis:
  1. Gaya gesekan statis adalah gaya gesekan yang timbul sejak benda diberi gaya sampai sesaat sebelum benda dimulai bergerak.
  2. Gaya gesekan kinetis adalah gaya gesekan yang timbul ketika benda bergerak.
Gaya gesekan sangat ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran suatu permukaan benda yang bersentuhan. Semakin halus permukaan benda maka semakin kecil gaya gesekan. Dan sebaliknya, semakin kasar permukaan benda, semakin besar gaya gesekan.
5 Contoh Gaya Gesek Dalam Kehidupan Sehari-hari:
  1. Pembuatan jalan raya tidak boleh licin sehingga saat bergesekan dengan ban tidak akan tergelincir
  2. Gesekan antara sepatu pemain sepak bola dengan rumput menyebabkan pemain tidak mudah jatuh. Pada bawah sepatu terdapat paku-paku agar tidak tergelincir.
  3. Mata bor dengan gerinda dan pisau yang diasah juga memanfaatkan gaya gesekan sehingga pisau bisa lebih tajam
  4. Korek api menggunakan gesekan.
  5. Rem pada sepeda dengan menggunakan dua bantalan karet untuk menjepit poros ban sepeda.
Selain itu, gaya gesek juga ada yang merugikan, berikut ini adalah gaya gesek yang merugikan antara lain:
  1. Gaya gesekan pada permukaan dan yang sedang bergerak menimbulkan panas pada permukaan tersebut. Ban yang melaju dengan waktu yang lama akan menjadi panas dan mudah pecah.
  2. Gaya gesekan antara air hujan dengan tanah pegunungan yang tandus menyebabkan erosi dan kesuburan tanah menjadi hilang.
  3. Gaya gesekan pada mesin kendaraan menyebabkan mesin cepat aus, cepat panas, dan penggunaan bahan bakar menjadi boros. Karena itu, mesin diberi minyak pelumas untuk mengurangi gesekan.
  4. Gesekan antara mobil dengan udara menyebabkan mobil tidak dapat bergerak dengan kecepatan maksimal.

2. Gaya Gravitasi / Gaya Berat

Gaya gravitasi gaya tarik antara dua benda yang memiliki massa.
Adanya gaya gravitasi bumi menyebabkan semua benda yang ada di permukaan bumi selalu ditarik ke arah pusat bumi. Semakin jauh dari pusat bumi, maka berat benda semakin berkurang.
Contoh Penerapan gaya gravitasi dalam kehidupan sehari hari antaralain:
  1. Para penerjun bebas mengalami percepatan gravitasi penuh hanya selama beberapa saat setelah melompat dari pesawat.
  2. Pesawat luar angkasa yang sedang beredar mengelilingi bumi akan mengalami percepatan ke arah bumi akibat gaya gravitasi. Akibatnya penumpang pesawat merasa kehilangan berat badan karena gaya yang dapat menyebabkan benda jatuh bebas.

3. Gaya Pegas

Pengertian Gaya pegas adalah gaya yang dimiliki oleh pegas yang tergantung atau pegas yang terenggang ataupun termampatkan.
Contoh gaya pegas: perenang yang meloncat dari papan loncat di kolam renang.

4. Gaya Listrik

Pengertian Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda-benda yang memiliki atau bermuatan listrik.
Contoh gaya listrik adalah alat rumah tangga yang digerakkan dengan tenaga listrik, seperti solder dan setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi panas, radio mengubah energi listrik menjadi energi bunyi, serta lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.

5. Gaya Otot

Pengertian Gaya otot adalah tarikan atau dorongan terhadap suatu benda yang dihasilkan oleh otot.
Contoh gaya otot dalam kehidupan sehari-hari adalah kuda yang menarik kereta, orang yang mendorong mobil.

6. Gaya Mesin

Pengertian Gaya mesin adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh mesin.
Contohnya adalah sebuah mobil atau kendaraan yang sedang bergerak melaju karena adanya gaya mesin.

7. Gaya Magnet

Pengertian Gaya magnet adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh magnet.
Contohnya besi diatas meja akan tertarik oleh magnet saat didekatkan.

SUHU DAN PENGUKURNYA (Pengertian, Alat Ukur, Konversi Suhu, Pengertian dan Jenis Jenis serta Contoh Termometer)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin. Semoga dapat membantu

Suhu dan Penhukurnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin

Pengertian Suhu

Pengertian Suhu adalah derajat/tingkatan panas suatu benda atau kuantitas panas suatu benda. Seperti dalam materi sebelumnya, suhu juga merupakan salah satu besaran pokok dengan satuan derajat Kelvin.

Alat Ukur Suhu

Untuk menentukan panas atau tidaknya suatu benda atau objek, kita dapat menggunakan jari tangan kita, tetapi tangan tidak dapat dipakai untuk menentukan tingkat panas suatu benda secara tetap. sehingga digunakanlah alat yang bernama termoneter untuk menentukan tingkat atau ukuran panas suatu objek.
Termometer adalah alat untuk mengukur panas atau suhu. Pada umumnya, termometer terbuat dari tabung kaca yang diisi zat cair termometrik. Termometer berasal dari bahasa Latin thermo, yang artinya panas, dan meter, yang artinya untuk mengukur. Zat cair termometrik adalah zat cair yang mudah mengalami perubahan fisis jika dipanaskan atau didinginkan, misalnya air raksa dan alkohol.

Jenis-Jenis Termometer

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin
Kita akan membahas mengenai jenis jenis atau macam macam termometer berdasarkan termometrik, pembuatan dan kegunaannya.
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis termometer berdasarkan termometriknya, antara lain:

1. Termometer Zat Padat

Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pada mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas.
Contohnya Termometer platina

2. Termometer Zar Cair

Termometer zat cair dibuat berdasarkan perubahan volume. Zat cair yang digunakan biasanya raksa atau alkohol.
Contohnya yaitu termometer Fahrenheit, Celcius, Reamur.
Mengapa air raksa atau alkohol digunakan sebagai isi termometer? alasannya, air raksa atau alkohol digunakan sebagai bahan isian termometer yaitu :
  • mudah dilihat karena raksa terlihat mengkilap sedangkan alkohol dapat diberi warna merah.
  • daerah ukurannya sangat luas (raksa : – 390C s/d 3370C dan alkohol: -1140C – 780C)
  • keduanya merupakan panghantar kalor yang baik
  • keduanya mempunyai kalor jenis yang kecil.

3. Termometer Gas

Termomter gas menggunakan prinsip pengaruh suhu terhadap tekanan. Bagan alat ini sama seperti nanometer. Pipa U yang berisi raksa mula-mula permukaannya sama tinggi. Jika salah satu ujungnya dihubungkan dengan ruangan yang bersisi gas bertekanan, maka akan terjadi selisih tinggi.
Contohnya adalah termometer gas pada volume gas tetap
Lalu berikut dibawah ini adalah jenis jenis termometer berdasarkan Pembuatannya :
  • termometer Celcius
  • termometer Fahrenheit
  • termometer Reamur
  • termometer Kelvin
Jenis Jenis termometer berdasarkan kegunaannya:
  • Termometer suhu badan / klinis
Termometer ini khusus untuk mengukur suhu badan manusia. Termometer ini biasanya digunakan dalam bidang medis dan mempunyai batas skala 34-42 derajat Celcius.
  • Termometer Laboratorium
Termometer yang biasanya digunakan untuk eksperimen di lab.

Skala Termometer 

Skala pada termemoter ada 3 jenis yaitu fahrenheit, celcius dan Kelvin
1. Fahrenheit
Pada tahun 1714, seorang ilmuwan Jerman yang bernama Daniel George Fahrenheit membuat termometer yang mula-mula diisi alkohol dan kemudian diganti dengan raksa. Sebagai titik tetap pertama ia menggunakan campuran es dan garam dapur yang diberi angka 00F (suhu terendah yang ia ketahui) dan titik tetap kedua ia menggunakan tubuh manusia dan diberi angka 960C.
Berdasarkan definisi modern, skala termometer Fahrenheit adalah skala dengan temperatur air mendidih ditetapkan sebagai 212 derajat dan temperatur es melebur sebagai 32 derajat.
Pada jaman dulu termometer ini banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi pada saat ini negara-negara di Eropa sudah banyak beralih ke termometer Celcius sedangkan Amerika Serikat masih tetap menggunakannya.
2. Celcius
Sekitar 20 tahun setelah Fahrenheit membuat termometer, seorang profesor dari Swedia yang bernama Ander Celsius juga membuat termometer. Termometer ini menggunakan titik tetap bawah adalah suhu es sedang mencair sebagai 00C dan titik tetap atas adalah suhu air sedang mendidih sebagai 1000C masing-masing pada tekanan standar. Skala antar kedua temperatur ini dibagi dalam 100 derajat.
Termometer ini banyak digunakan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia
3. Kelvin
Pada dasarnya skala kelvin sama dengan skala celcius (seperseratus). Hanya saja skala kelvin dimulai dari suhu nol mutlak (0 K) yang besarnya sama dengan -273,150C. Sehingga untuk suhu es mencair sama dengan 273,15 K dan air mendidih sama dengan 373,15 K.

Macam Macam Termometer

Secara umum termomether terbagi menjadi 5 macam jenis yaitu:
  1. Termometer Air Raksa: Termometer air raksa adalah termometer cairan yang menggunakan air raksa sebagai pengisinya. Termometer air raksa merupakan thermometer yang banyak digunakan dibandingkan dengan termometer alkohol. Termometer air raksa sering disebut termometer maksimum karena dapat mengukur suhu yang sangat tinggi. Jika suhu panas, air raksa akan memuai sehingga kita akan melihat air raksa pada tabung kaca naik. Ketika suhu turun, air raksa akan tetap berada pada posisi ketika suhu panas. Hal itu disebabkan adanya konstraksi yang menghambat air raksa untuk kembali ke keadaan semula. OIeh karena itu, untuk mengembalikan air raksa ke posisi dasar, kita harus mengibas-ngibaskan termometer ini dengan kuat.
  2. Termometer Alkohol: Termometer alkohol adalah termometer cairan yang menggunakan alkohol sebagai pengisinya. Alkohol lebih peka daripada air raksa sehingga ketika memuai, perubahan volumenya lebih terlihat jelas. Termometer alkohol disebut juga termometer minimum karena mampu mengukur suhu yang sangat rendah. Untuk menghindari gaya gravitasi bumi, termometer minimum diletakkan mendatar. Apabita suhu dingin, cairan alkohol akan bergerak ke kiri dan membawa indeks penunjuk berwarna. Sebaliknya, apabila suhu naik, indeks penunjuk berwarna akan tetap berada di posisinya walaupun cairan alkohol mengembang dan bergerak ke kanan.
  3. Termometer Klinis: Termometer klinis adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan yang banyak dimanfaatkan di bidang kedokteran. Suhu badan dapat diukur dengan termometer klinis melalui rongga mulut, ketiak, atau di antara lekukan tubuh lainnya. Suhu manusia normal berkisar pada 37°C dan tidak pernah lebih rendah dan 35°C dan tidak pernah lebih dari 42°C. Termometer klinis bisa dibedakan menjadi dua, yaitu termometer klinis analog dan termometer klinis digital. Perbedaan keduanya terletak pada penampilan nilai suhu. Pada termometer klinis analog, nilai suhu ditampilkan oleh naiknya air raksa dan kita mengetahui nilainya dengan melihat angka yang dicapai oleh air raksa pada pipa kapiler. Sementara itu, pada termometer klinis digital, nilai suhu ditampilkan langsung dalam bentuk angka yang tertera pada layar kecil termometer.
  4. Termometer Inframerah: Termometer inframerah digunakan untuk mengukur suhu benda yang sangat panas. benda yang bergerak cepat, atau benda yang tidak boleh disentuh karena berbahaya. Termometer inframerah bisa juga disebut termometer laser, jika menggunakan sinar laser untuk mengukur suhu benda. dan
  5. Termometer Bimetal Mekanik: Termometer bimetal mekanik adalah termometer yang terbuat dari dua buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai yang berbeda. Bimetal merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bi dan metal. Bi artinya duo dan metal artinya logam. Dua kepingan logam pada termometer bimetal mekanik akan melengkung jika terjadi perubahan suhu. Prinsip kerja dari termometer bimetal adalah pada suhu tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih tinggi. Sebaliknya, jika suhu rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai yang lebih rendah.

Konversi Skala Termometer

Untuk mengkorvensi suhu menurut termometer satu ke suhu menurut termometer yang lain, digunakan persamaan sebagai berikut :
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin
Sedangkan untuk skala celcius, fahrenheit dan kelvin berlaku rumus berikut:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin

DINAMIKA PENDUDUK (Pengertian Menurut Para Ahli dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Beserta Rumusnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya. Semoga dapat membantu

Dinamika Penduduk

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya.

Pengertian Dinamika Penduduk

Pengertian Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Seperti yang telah kita ketahui bahwa faktor faktor penyebab dinamika penduduk adalah kelahiran, kematian dan perpindahan atau migrasi, berikut ini adalah penjelasannya:

Kelahiran (Natalitas)

Adakah di antara kamu yang memiliki adik? Dengan hadirnya adik tersebut berarti jumlah anggota keluarga di rumahmu bertambah. Pertambahan anggota keluarga ini tentunya juga akan mempengaruhi jumlah penduduk di daerah tempat tinggalmu.
Agar dapat mengetahui jumlah kelahiran bayi hidup setiap 1.000
penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun maka perlu
dilakukan penghitungan angka kelahiran. Angka kelahiran dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:
Angka Kelahiran= Jumlah bayi lahir dalam setahun : Jumlah Penduduk x 1000
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. 
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran / Pro Natalitas antara lain:
  1. Kawin di usia muda
  2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 
  3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah 
  4. Anak merupakan penentu status social, dan
  5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Penghambat kelahiran (anti Natalitas), antara lain:
  1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
  2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
  3. Semakin banyak wanita karir.
Angka kelahiran dapat dikatakan rendah apabila  kurang dari 30 per 1000 penduduk.
Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk

Kematian (Mortalitas)

Coba kamu pikirkan, apabila di suatu wilayah ada seseorang yang meninggal, bagaimanakah jumlah penduduk di wilayah tersebut? Kematian adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan jumlah penduduk. Agar dapat mengetahui jumlah kematian setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah dalam waktu satu tahun maka perlu dilakukan penghitungan angka kematian. Angka kematian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
Rumusnya sama dengan angka kelahiran
Secara garis besar, angka kematian terbagi menjadi dua / 2 yaitu, Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. dan Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. 
Berikut ini adalah faktor penunjang kematian (pro mortalitas) antara lain:
  1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
  4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
  5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Faktor Penghambat kematian (anti mortalitas) adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang memadai
  3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
Dikatakan angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk,
angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk, dan angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

Migrasi Penduduk

Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. 
Yang perlu diperhatikan seorang migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain yaitu factor persediaan sumber daya alam, factor lingkungan social budaya, factor potensi ekonomi. Dengan mengetahui factor-faktor dimuka, setidaknya terhindar dari akibat negative. 
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anank-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. 
Keadaan struktur penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk pyramida yang berbeda pula. Struktur penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan piramida penduduk tua.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap).Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Jenis Jenis Migrasi

Imigrasi terbagi menjadi 2 yaitu imigrasi nasional dan internasional,
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu Negara. sedangkan Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. 
Contoh Migrasi Nasional antara lain:
  1. Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. 
  2. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi. 
  3. Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 
  4. Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama 
  5. Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 
  6. Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah , dan
  7.  Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.
Contoh Migrasi Internasional yaitu:
  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran 
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant , dan
  3. Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

8 Tahapan Budidaya Kedelai Di Lahan Kering (Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Prakarya tingkat SMA kelas 10 Semester 1 kurikulum 2013 K13 revisi 2018 yaitu tentang menanam atau praktek budidaya kedelai di lahan kering, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen. Semoga dapat membantu

8 Tahapan Menanam Kedelai Di Lahan Kering

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Prakarya tingkat SMA kelas 10 Semester 1 kurikulum 2013 K13 revisi 2018 yaitu tentang menanam atau praktek budidaya kedelai di lahan kering, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen.

1. Pengolahan Lahan

Tanah diolah dengan bajak dan cangkul sampai gembur. Untuk pengaturan
pengairan perlu saluran air pada setiap 4 meter di sekeliling lahan tanam sedalam
30 cm dan lebar 25 cm.

2. Penanaman

Dianjurkan menggunakan benih berserti kat dengan kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha. Penanaman benih dengan cara ditugal, jarak tanam 40 x 10 cm atau 40 x 15 cm sesuai kesuburan tanah. Setiap lubang tanaman diisi 2 butir benih lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah benih dimasukkan ke dalam lubang tanam, tanah diberi insektisida Furadan 3G yang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 5-6 butir. Karbofuran adalah bahan aktif dari insektisida Furadan 3G.

3. Pemupukan

Pemupukan tanaman kedelai dianjurkan menggunakan pupuk Urea, SP-36, dan KCl dengan dosis masing-masing sebesar 50 kg/ha, 100 kg/ha dan KCl 50 kg/ha atau sesuai anjuran setempat. Semua jenis pupuk diberikan pada waktu bersamaan setelah tanam. Mula-mula urea dan TSP dicampur, lalu disebar merata, disusul penyebaran KCl, kemudian diratakan dengan penggaruan. Pupuk hayati
juga diberikan dengan cara mencampurnya dengan benih.

4. Penyulaman

Benih yang tidak tumbuh segera disulam, sebaiknya memakai bibit dari varietas dan kelas yang sama. Penyulaman paling lambat dilakukan pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam.

5. Penyiangan

Penyiangan dilakukan paling sedikit dua kali karena di lahan kering gulma tumbuh dengan subur pada musim penghujan. Penyiangan I pada saat tanaman berumur 2 minggu. Penyiangan dilakukan menggunakan cangkul atau kored. Penyiangan II jika tanaman sudah berbunga (kurang lebih umur 7 minggu), menggunakan kored atau gulma dicabut dengan tangan.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan jika serangan sudah menimbulkan kerugian secara ekonomi agar tidak menambah biaya budidaya. Hama yang menyerang kedelai dapat dikendalikan menggunakan inseksitisida, sedangkan penyakit dikendalikan menggunakan fungisida. Beberapa jenis insektisida dan fungisida yang digunakan untuk kedelai adalah: Azodrin 15 WSC, Marshal 200 EC, Huslation 40 EC, Surecide 25 EC, Kharpos 50 EC, Agrothion 50 EC, Dursban 20 EC, Agrifos 400 SL.
Penggunaan insektisida dan fungisida harus sesuai dengan dosis anjuran yang terdapat dalam kemasannya.

7. Panen

Kedelai harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak biji keriput, sedangkan panen terlalu akhir menyebabkan kehilangan hasil karena biji rontok. Ciri-ciri tanaman kedelai siap panen adalah sebagai berikut:
  1. Daun telah menguning dan mudah rontok.
  2. Polong biji mengering dan berwarna kecoeklatan
  3. Panen yang benar dilakukan dengan cara menyabit batang dengan menggunakan sabit tajam dan tidak dianjurkan dengan mencabut batang bersama akar. Cara ini selain dapat mengurangi kesuburan tanah, juga tanah yang terbawa akan dapat mengotori biji. 

8. Pascapanen

ARSIP ; (Pengertian, Jenis, Macam, Fungsi, Tujuan dan Nilai guna Arsip)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen yaitu tentang arsip, dimana disini kita akan rangkum materi arsip mulai dari pengertian arsip dan kearsipan secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis, macam-macam, fungsi, tujuan dan nilai guna arsip. Semoga dapat membantu

Arsip

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen yaitu tentang arsip, dimana disini kita akan rangkum materi arsip mulai dari pengertian arsip dan kearsipan secara umum dan menurut para ahli, jenis-jenis, macam-macam, fungsi, tujuan dan nilai guna arsip.

Pengertian Arsip

Pengertian Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan.

Jenis Jenis Arsip

Secara umum arsip terbagi menjadi beberapa jenis, arsip menurut subjek atau isinya, menurut kekuatan . legalitas hukum, tingkat keasliannya, tempat / tingkat pengolahannya, berdasarkan fungsi, sifat kepentingannya, nilai guna serta bentuk, masalahnya dan wujud fisiknya, berikut penjelasannya

Jenis-jenis arsip berdasarkan sifatnya

Berikut dibawah ini adalah jenis jenis arsip berdasarkan sifatnya, antara lain:
  1. Arsip tidak penting yaitu arsip hanya memiliki kegunaan informasi saja.
  2. Arsip penting yaitu arsip yang memiliki hubungan dengan masa lalu dan masa yang akan datang.
  3. Arsip biasa yaitu arsip yang semula penting, namun akhirnya tidak berguna lagi pada saat informasinya sudah berlalu.
  4. Arsip sangat penting yaitu arsip yang dapat dijadikan alat pengingat selama-lamanya yang bernilai sejarah atau ilmiah.
  5. Arsip rahasia yaitu arsip yang hanya boleh diketahui oleh orang tertentu saja dalam organisasi tertentu.

Jenis-jenis arsip berdasarkan fungsinya

Lalu yang ke-2, ada jenis arsip berdasarkan fungsinya, berikut penjelasannya:
  1. Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Arsip dinamis terdiri dari 3 jenis yaitu arsip aktif, arsip inaktif dan arsip vital.
  2. Arsip statis yaitu arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan penyelenggaraan kehidupan berbangsa pada umumnya, maupun untuk penyelenggaraan administrasi negara.

Jenis-jenis arsip berdasarkan bentuknya

Yang ke-3 yaitu jenis arsip menurut bentuknya, antara lain:
  1. Arsip berbentuk lembaran, contohnya seperti surat, kuitansi dan faktur
  2. Arsip tidak berbentuk lembaran, contohnya seperti disket, flashdisk, CD dan DVD

Jenis arsip berdasarkan masalahnya

Lalu arsip juga dapat dikelompokan kedalam jenis yang berdasarkan masalahnya dan berikut contohnya yaitu:
  1. Financial record yaitu arsip yang berkaitan dengan masalah keuangan. Contoh arsip financial adalah kuitansi, giro dan cek
  2. Inventory record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah barang inventaris. Contoh arsip inventory adalah catatan tentang jumlah barang, merek, ukuran dan harga
  3. Personal record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Contoh arsip personal adalah surat lamaran kerja, curriculum vitae (CV) dan absensi
  4. Sales record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah penjualan. Contoh arsip sales adalah daftar agen distributor dan daftar penjualan barang
  5. Production record yaitu arsip yang berhubungan dengan masalah produksi. Contoh arsip production adalah data produksi barang atau jasa

Jenis arsip berdasarkan pemiliknya

Lalu ada juga jenis arsip menurut atau berdasarkan pemiliknya, yaitu:
  1. Arsip Lembaga Pemerintahan yang antara lain meliputi Arsip Nasional di Indonesia (Arsip Nasional Republik Indonesia). Arsip Nasional di tiap ibu kota Daerah Tingkat I atau provinsi (Arsip Nasional Daerah)
  2. Arsip Instansi Pemerintah/swasta yang antara lain meliputi arsip primer dan sekunder serta arsip sentral dan arsip unit.

Jenis Arsip berdasarkan subjek atau isinya

Juga ada jenis jenis arsip berdasarkan isi atau subjeknya, yaitu:
  1. Arsip kepegawaian, contohnya seperti daftar riwayat hidup pegawai, surat lamaran, surat pengangkatan pegawai dan rekaman prestasi
  2. Arsip Keuangan, contohnya sepertilaporan keuangan, bukti pembayaran, daftar gaji, bukti pembelian dan surat perintah bayar
  3. Arsip Pemasaran, contohnya seperti surat penawaran, surat pesanan, surat perjanjian penjualan, daftar pelanggan dan daftar harga.
  4. Daftar pendidikan, contohnya seperti kurikulum, satuan pelajaran, daftar hadir siswa, raport dan transkip mahasiswa.

Jenis Arsip berdasarkan legalitas atau kekuatan hukum

Berikut ini adalah jenis jenis arsip berdasarkan legalitas hukum atau kekuatan hukumnya, yaitu:
  1. Arsip Autentik, yaitu arsip yang diatasnya terdapat tanda tangan asli dengan tinta sebagai tanda keabsahan dari sisi arsip bersangkutan.
  2. Arsip Tidak Autentik, yaitu arsip yang diatasnya tidak ada tanda tangan asli dengan tinta

Fungsi Arsip

Setelah kita memahami definisi kearsipan dan jenis jenisnya, berikut ini adalah fungsi dari arsip yang sedang kita bahas, yaitu:
  1. Sebagai sumber ingatan bagi organisasi atau perorangan jika lupa dengan isi dokumen atau permasalahan yang butuh diperhatikan isinya serta memiliki keterkaitan dengan permasalahan baru.
  2. Sebagai bahan penelitian, arsip merupakan data dan fakta yang otentik untuk dijadikan dasar pemikiran penelitian.
  3. Sebagai bahan penelitian, arsip merupakan data dan fakta yang otentik untuk dijadikan dasar pemikiran penelitian.
  4. Sebagai alat bukti tertulis suatu hal
  5. Sebagai gambaran peristiwa masa lampau atau sebagai bukti sejarah.

Tujuan Arsip

Dalam melakukan suatu hal tentulah ada tujuan tertentu, berikut dibawah ini adalah tujuan tujuan dari adanya arsip atau kearsipan :
  • Agar arsip terpelihara dengan baik, teratur dan aman
  • Menghemat waktu dan tenaga
  • Jika dibutuhkan bisa ditemukan dengan cepat dan tepat
  • Jika dibutuhkan bisa ditemukan dengan cepat dan tepat
  • Menjaga rahasia arsip
  • Menjaga kelestarian arsip
  • Menyelamatkan pertannggung jawaban perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kegiatan kemasyarakatan.

Nilai Guna Arsip

Nilai guna arsip secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu nilai guna primer dan sekunder,
Nilai guna primer adalah arsip yang memiliki nilai namun didasari oleh kegunaan untuk pembuatan arsip tersebut. Nilai guna primer ini meliputi:
  • Nilai Guna Administrasi
    Nilai guna administrasi bermakna bahwa arsip dijadikan sebagai kebijaksanaan serta prosedur persyaratan ketika mengadakan kegiatan. Hal  ini hanya berlaku untuk organisasi pembuat arsipnya.
  • Nilai Guna Keguangan
    Suatu arsip dapat dikatakan memiliki nilai guna keuangan apabila arsip tersebut mengandung segala transaksi dan pertanggungjawaban keuangan.
  • Nilai Guna Hukum
  • Suatu arsip yang memberikan segala informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pembuktian dalam bidang hukum.
    Dengan kata lain, arsip yang memiliki hak dan kewajiban baik itu dalam jangka pendek ataupun panjang, untuk pegawai suatu instansi pemerintahan ataupun swasta yang terdapat dalam kontrak, sewa-menyewa dan masih banyak lainnya.
  • Nilai Guna Ilmiah dan teknologi
    Suatu arsip yang berisi data ilmiah dan teknologi sebagai hasil dari penelitian yang telah dilakukan.
Nilai Guna Sekunder adalah suatu arsip yang memiliki nilai namun didasari oleh kegunaannya untuk kepentingan perusahaan ataupun umum dan berguna dalam menjadi bahan bukti dan pertanggungjawaban suatu kegiatan. Nilai guna sekunder meliputi:
  • Nilai Guna Kebuktian
    Arsip berfungsi untuk menunjukkan fakta dan keterangan yang bisa digunakan ketika menjelaskan perihal pendirian instansi, pengembangan serta fungsi dan tugasnya, dan bahkan menjelaskan hasil dari tugas dalam setiap kegiatan yang dilakukan.
  • Nilai Guna Infomational
    Suatu arsip yang berisi tentang segala macam kepentingan bagi penelitian dan sejarah.

RANGKUMAN PENCAK SILAT (Pengertian, Sejarah Singkat, Tujuan, Manfaat, Teknik, Gerakan Dasar, Istilah, Perlengkapan dan Peraturan dalam Pencak Silat)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran sebuah cabang olahraga yaitu materi tentang pencak silat, adapun berikut ini adalah rangkuman materi pencak silat mulai dari pengertian, sejarah singkat, tujuan, manfaat, macam-macam teknik, gerakan, perlengkapan, kombinasi, variasi dan peraturan pertandingan Pencak Silat. Semoga dapat membantu

Pencak Silat

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran sebuah cabang olahraga yaitu materi tentang pencak silat, adapun berikut ini adalah rangkuman materi pencak silat mulai dari pengertian, sejarah singkat, tujuan, manfaat, macam-macam teknik, gerakan, perlengkapan, kombinasi, variasi dan peraturan pertandingan Pencak Silat.

Pengertian Pencak Silat

Pengertian Pencak silat adalah suatu seni bela diri tradisional berasal dari Indonesia. Pencak Silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.
Menurut bahasa, Pencak adalah permainan tari yang berdasarkan pada kesigapan dan banyak gaya serta bunga pada langkahnya. Sedangkan silat adalah kepandaian menjaga diri dari serangan yang tidak terduga yang berdasar pada sigap dan tangkas, serta memperhatikan tiap gerak dan gerik lawan.
Sedangkan pengertian pencak silat menurut IPSI adalah hasil budi daya manusia Indonesia untuk membela dan mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritas (kemanunggalan) terhadap lingkungan alam dan sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sejarah Singkat Pencak Silat

Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat.
Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia. Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.
Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.
Sejarah singkat pencak silat di Indonesia sendiri sudah ada sejak sangat lama, namun baru kelihatan dengan sangat jelas ketika berdirinya organisasi pencak silat (IPSI). Sejak saat itu pula nama pencak silat resmi digunakan. Sebelumnya, di daerah Sumatera lebih dikenal dengan istilah Silat, sedangkan di tanah Jawa kebanyakan dikenal dengan istilah Pencak Silat. Pada periode kepemimpinan Eddie M. Nalapraya, Indonesia memiliki hasrat untuk mengembangkan pencak silat ke mancanegara dengan mengambil prakarsa pembantukan dan pendirian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (PERSILAT) pada tanggal 11 Maret 1980 bersama Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam, Keempat negara tersebut akhirnya dinyatakan sebagai negara-negara pendiri organisasi pencak silat internasional.
Upaya pengembangan pencak silat yang dipelopori Indonesia dan anggota PERSILAT lainnya sampai saat ini berhasil manambah anggota PERSILAT. Penambahan anggota ini memberikan dampak pada usaha IPSI dan anggota PERSILAT lainnya untuk memasukkan pencak silat ke multi event di tingkat Asia, yaitu Asian Games, dengan membentuk organisasi Pencak Silat Asia Pasifik pada bulan Oktober 1999. Organisasi pencak silat di Indonesia yang disebut dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) didirikan pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, diprakarsai oleh Mr. Wongsonegoro, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan.

Tujuan Pencak Silat

Secara umum tujuan diadakan atau melakukan olahraga pencak silat adalah :
  1. Sebagai wadah bagi generasi yang mempunyai hobi olahraga khususnya beladiri untuk menyalurkan bakat dan minatnya.
  2. Membentuk masyarakat “Berjiwa Sehat, Berpikir Cerdas, Berprestasi”.
  3. Membentuk dan mendidik kader-kader bangsa agar memiliki sikap ksatria, berani membela kebenaran dan keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir dan batin.
  4. Mendidik generasi mudah agar tidak terjerumus pergaulan bebas, pengguna obat terlarang.
  5. Mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat dan manfaat olahraga Pencak Silat sebagai kebutuhan hidup.

Manfaat Pencak Silat

Tidak dapat kita pungkiri lagi, semua jenis olahraga tentu memiliki banyak manfaat, berikut ini adalah manfaat manfaat yang kita dapatkan jika melakukan olahraga pencak silat:
  • Aspek Olahraga dan Kesehatan
  • Membangkitkan Nilai atau rasa percaya diri
  • Membina sportifitas dan berjiwa kesatria
  • Sarana pendidikan dan melatih psokologi

Macam Macam Teknik Pencak Silat

Berikut dibawah ini adalah macam macam gerakan dasar / teknik dasar dalam pencak silat:
  • Sikap Kuda-Kuda
Sikap kuda-kuda adalah sikap dasar dengan posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela serang.
  • Sikap Pasang
Sikap pasang adalah suatu sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir rangkaian gerakan.
  • Sikap tangkisan
Sikap tangkisan adalah suatu gerakan untuk menangkis serangan lawan, dalam tangkisan ada tangkisan atas, belah tengah, silang atas, tangkisan luar dan tangkisan bawah.
  • Hindaran
Hindaran adalah suatu gerakan untuk menghindar dari gerakan lawan / dari serangan lawan.
  • Pukulan
 Pengertian pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang dilakukan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya.
  • Tendangan

Istilah Istilah dalam Pencak Silat

Dalam pencak silat, terdapat banyak istilah istilah yang sering digunakan didalamnya, berikut ini adalah istilah istilah yang sering dipergunakan dalam olahraga pencak silat :
  1. Kuda-kuda adalah posisi menapak kaki untuk memperkukuh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kukuh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
  2. Sikap dan Gerak Pencak silat adalah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
  3. Kembangan adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
  4. Buah, Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
  5. Jurus, pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
  6. Sapuan dan Guntingan adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
  7. Langkah, Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
  8. Kuncian adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata mu

Perlengkapan dan Peraturan Pertandingan Pencak Silat

Perlengkapan dan peraturan sangat diperlukan dalam kegiatan perlombaan atau pertandingan pencak silat, hal ini bertujuan demi keamanan dan sebagai bahan penunjang terlaksananya olahraga pencak silat itu sendiri, berikut ini adalah perlengkapan dan peraturan yang diperlukan atau dipergunakan dalam pertandingan pencak silat:
  • Perlengkapan Gelanggang Pencak Silat
1. Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras setebal 5 cm, ukuran 10 m x 10 m warna dasar hijau terang dan garis putih setebal 5 cm, bidang berbentuk lingkaran diameter 8 m, lingkaran tengah diameter 3 m.
2. Meja dan kursi pertandingan.
3. Meja dan kursi wasit.
4. Formulir pertandingan dan alat tulis.
5. Jam pertandingan, gong, dan bel.
6. Lampu babak.
7. Lampu isyarat berwarna merah,biru, dan kuning.
8. Bendera kecil berwarna merah dan biru.
9. Timbangan
10.Lain-lain sesuai perlengkapan yang dibutuhkan.
  • Perlengkapan Bertanding Pencak Silat
1. Pakaian, menggunakan pakaian pencak silat warna hitam sabuk putih, badge IPSI di sebelah kiri.
2. Perlindungan badan (body protector) warna hitam sesuai standar IPSI.
3. Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan (genetile protector).
4. Gum shil
5. Perlindungan sendi.

Peraturan Pencak Silat

Peraturan Pertandingan Pencak  Silat di Indonesia memuat tentang Ketentuan Bertanding, yang meliputi Ketentuan Kemenangan, Ketentuan Hukum Pesilat, dan Ketentuan Penilain. Baik kita kupas tentang Peraturan Pertandingan Pencak Silat sebagai berikut:
A. Ketentuan Bertanding
1. Pertandingan Pencak silat dilakukan oleh dua pesilat yang saling berhadapan untuk mencapai prestasi.
  • Melakukan pembelaan (hindaran, elakan dan tangkisan)
  • Melakukan serangan pada sasaran (serangan tangan dan kaki)
  • Menjatuhkan lawan.
  • Mengunci lawan.
2. Pertandingan pencak silat dilakukan dalam 3 babak, dangan masing-masing babak selama 2 menit dan istirahat antara babak 1 menit.
3. Ketentuan Pertandingan
  • Setiap pembela dan serangan harus berpola dasi sikap awal, pasangan, langkah serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan/pembelaan harus kembali kepada sikap awal/pasang.
  • Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara ke arah sasaran, sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan
  • Mematuhi ketentuan mengenai sasaran, larangan-larangan dan kaidah pencak silat dan ketentuan-ketentuan perwasitan umumnya.
4. Pertandingan Pencak silat dipimpin oleh satu rang wasit dan lima orang juri.
B. Ketentuan Ketentuan Kemenangan
Peraturan pertandingan Pencak silat memuat ketentuan kemenangan sebagai berikut:
  • Menang angka, jika pertandingan selesai 3 babak dan juri memenangkan salah satu pesilat dengan jumlahh angka lebih banyak dari lawannya.
  • Menang teknik jika lawannya tidak bisa melanjutkan pertandingan karena Menyatakan diri tidak dapat meneruskan pertandingan, Atas keputusa dokter pertandingan, karena kondisi atlet mungkin membahayakannang mutlak, dan Atas permintaan pelatih
  • Atas permintaan pelatihMenang mutlak, jika lawannya jatuh karena serangan yang sah dan tidak sadar setelah hitungan wasit sampai ke-10 dalam waktu 10 detik.
  • Menang karena pertandingan tidak seimbang
  • Menang karena lawan tidak hadir dalam pertandingan atau mengundurkan diri.
  • Menang diskwalifikasi,
Dinyatakan menang diskualifikasi apabila:
1. Lawan mendapat peringatan ke-3 setelah peringatan ke-2
2. Lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman langsung diskwalifikasi.
3. Lawan melakukan pelanggaran tingkat pertama dan lawan cedera dan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan.