KEWIRAUSAHAAN ;(Pengertian Secara Umum, Menurut Para Ahli, Tujuan, Ciri-Ciri, Karakteristik dan Contohnya Kewirausahaan)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kewirausahaan, adapun materi kewirausahaan yang akan kita bahas yaitu tentang pengertian kewirausahaan secara dan menurut para ahli, tujuan kewirausahaan, ciri-ciri, karekteristik dan contoh kewirausahaan dalam berbagai bidang. Semoga dapat membantu

Kewirausahaan

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran kewirausahaan, adapun materi kewirausahaan yang akan kita bahas yaitu tentang pengertian kewirausahaan secara dan menurut para ahli, tujuan kewirausahaan, ciri-ciri, karekteristik dan contoh kewirausahaan dalam berbagai bidang.

Pengertian Kewirausahaan

Sebutkan pengertian kewirausahaan secara umum!
Pengertian kewirausahaan secara umum adalah suatu proses dalam melakukan / menciptakan sesuatu yang baru dengan cara yang kreatif dan penuh dengan inovasi yang memberikan manfaat bagi orang lain dan bernilai tambah.
Sebutkan apa yang dimaksud dengan kewirausahaan menurut para ahli!
Adapun pengertian kewirausahaan menurut para ahli :
Pengertian kewirausahaan menurut Drs. Joko Untoro adalah suatu keberanian untuk melakukan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dilakukan oleh seseorang, berdasarkan kemampuan dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
Pengertian kewirausahaan  menurut Eddy Soeryanto Soegoto adalah usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Ahmad Sanusi adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.
Pengertian kewirausahaan menurut Soeharto Prawiro adalah suatu nilai yang dibutuhkan untuk memulai usaha dan mengembangkan usaha.
Pengertian kewirausahaan menurut Peter Drucker adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang lain.
Pengertian kewirausahaan menurut Zimmerer adalah sebuah proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan bisnis
Pengertian kewirausahaan menurut Siswanto Sudomo adalah segala sesuatu yang penting mengenai seorang wirausaha, yakni orang yang memiliki sifat pekerja keras dan mau berkorban, memusatkan segala daya dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan gagasannya.

Tujuan Kewirausahaan

Sebutkan apa saja tujuan kewirausahaan!
Berikut dibawah ini adalah tujuan dari kewirausahaan, antara lain:
  • Untuk meningkatkan jumlah para wirausaha yang berkualitas.
  • Untuk mewujudkan kemampuan dan kemantapan para wirausaha untuk menghasilkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Untuk menumbuhkembangkan kesadaran dan orientasi Kewirausahaan yang tangguh dan kuat terhadap masyarakat.
  • Membudayakan semangat sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat yang mampu, handal, dan unggul.
  • Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi.

Ciri-Ciri Orang Yang Memiliki Jiwa Kewirausahaan

Ungkapkan beberapa ciri manusia wirausaha!
Berikut dibawah ini adalah ciri ciri orang yang memiliki jiwa wirausaha, antara lain:
  • Mempunyai keberanian
  • Berdaya kreasi tinggi
  • Mempunyai semangat tinggi dan berkemauan keras
  • Memiliki daya analis yang sangat baik
  • Membuat keputusan dan melaksanakannya dengan pertimbangan baik
  • Memiliki tanggung jawab dan pengabdian yang besar terhadap bisnisnya

Karakteristik Kewirausahaan

Sebutkan apa saja karakteristik orang yang berjiwa kewirausahaan!
Berikut dibawah ini adalah karakteristik kewirausahaan, antara lain:
  1. Berani menanggung resiko
  2. Memiliki jiwa kepemimpinan
  3. Memiliki keorisinilan (original) “be my self”
  4. Jujur dan Tekun
  5. Kreativitasnya tinggi
  6. Selalu berkomitmen dan memiliki etos kerja yang baik
  7. Mandiri dan tidak bergantung pada orang lain
  8. Mampu melakukan manajemen yang baik
  9. Disiplin
  10. Realistis
  11. Dapat mengendalikan Emosi
  12. Memiliki mimpi dan berkeinginan tinggi untuk mewujudkannya
  13. Dan sebagainya

Contoh Kewirausahaan

Berikan contoh kewirausahaan!
Berikut dibawah ini adalah contoh kewirausahaan / usaha kecil dan usaha besar

Contoh Wirausaha kecil di bidang Kuliner

Usaha di bidang kuliner memang tidak pernah sepi karena setiap orang membutuhkan asupan makanan setiap harinya. Tentu ini menjadi peluang besar bagi Anda yang memang berminat untuk membuka usaha kecil bidang ini.
Contohnya yaitu: restauran, rumah makan, cafe, warung rames dan atau bahkan pedagang kaki lima.

Contoh Wirausaha kecil di bidang jasa

Ada berbagai macam jenis usaha kecil dibidang jasa. Sepertinya dalam usaha ini Anda memang harus memiliki keahlian maupun wawasan luas tergantung pada jasa yang ditawarkan.
Contohnya:  pengurusan surat-surat kendaraan, surat ijin mengemudi, surat ijin usaha, dan pengurusan dokumen penting lainnya.Sepertinya usaha ini cocok bagi Anda yang memiliki wawasan luas dalam bidang hukum.
Bidang jasa lainnya adalah yang berhubungan dengan IT seperti jasa pembuatan website, jasa SEO, desain grafis, pembuatan program komputer dan lain-lain.

Contoh Wirausaha kecil di bidang jual beli

Usaha kecil jual beli mungkin adalah salah satu bisnis yang cukup banyak diminati. Ada banyak sekali jenis produk yang memang cukup laku untuk dijual seperti ponsel, kendaraan pribadi (roda dua atau roda empat), komputer, kamera, bahkan sampai hewan peliharaan.
Dalam jenis usaha ini tidak diharuskan membuka toko khusus dengan lokasi strategis karena bisa juga dilakukan dirumah, baik secara offline ataupun memasarkan secara online agar bisnis Anda tersebut lebih dikenal luas.

Contoh Wurausaha di bidang agrobisnis

Bisnis Agrobisnis identik dengan bidang pertanian dan peternakan. Usaha ini sangat cocok dilakukan didaerah pedesaan atau Anda yang memiliki lahan luas untuk menjalankannya.
Contohnya:
budidaya ikan lele, peternakan ayam, peternakan sapi, budidaya hewan peliharaan, budidaya sayur mayur, buah-buahan dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rangkuman Dividen ;(Pengertian Menurut Para Ahli, Jenis, Teori Kebijakan, Pengaruh, Prosedur Pembayaran, Cara Menghitung dan Contoh Dividen)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi maupun manajemen yaitu tentang ringkasan / rangkuman dividen, disini kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian dividen secara umum dan menurut para ahli, tujuan, jenis-jenis, teori kebijakan, pengaruh, prosedur pembayaran cara menghitung dan contoh dividen. Semoga dapat membantu

Dividen

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran akuntansi maupun manajemen yaitu tentang ringkasan / rangkuman dividen, disini kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian dividen secara umum dan menurut para ahli, tujuan, jenis-jenis, teori kebijakan, pengatuh, prosedur pembayaran cara menghitung dan contoh dividen.

Pengertian Dividen

Pengertian Dividen adalah suatu bentuk pembagian keuntungan atau laba kepada para pemegang saham dalam satu periode tertentu berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Artinya, besar dividen tergantung pada besarnya saham masing-masing pemilik.
adapun definisi lain dividen adalah suatu pembayaran yang dilakukan kepada para pemegang saham yang berasal dari keuntungan perusahaan.
Pengertian dividen menurut para ahli:
Menurut Scot Besley dan Eugene F. Brigham (2005), pengertian dividen adalah pembagian uang tunai yang dilakukan oleh para pemegang saham atas keuntungan perusahaan, baik itu laba yang didapatkan dari periode yang sedang berjalan ataupun laba dari periode sebelumnya.
Menurut Stice et al. (2010:787), dividen adalah distribusi kepada pemegang saham suatu perusahaan secara proporsional dengan jumlah saham yang dimiliki oleh masing-masing pemegang saham.
Menurut Tangkilisan dan Hessel (2003:227), dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham (pemilik modal sendiri, equity).
Menurut Nikiforous (2013), pengertian dividen adalah pembayaran tunai yang dilakukan oleh perseroan kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merepresentasikan pemegang saham terhadap penerimaan langsung atau tak langsung atas investasi mereka di perusahaan.
Menurut Reeve dkk (2010:275), dividen adalah aliran kas yang dibayarkan kepada para pemegang saham.
Menurut Jamie Pratt (2011), pengertian dividen adalah distribusi uang tunai, properti, atau saham kepada para pemegang saham sebuah perusahaan. Dividen ini dinyatakan oleh resolusi resmi dewan direksi korporasi setiap triwulan, dan besarnya diumumkan berdasarkan basis per lembar saham.

Jenis-Jenis Dividen

Jenis jenis dividen menurut para ahli, berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen yang perlu diketahui yang dikemukakan oleh Baridwan, antara lain:

1. Dividen Kas

Pengertian dividen kas adalah jenis dividen yang diberikan dalam bentuk kas. Sebelum membagikan dividen kas, tentu saja pemimpin perusahaan harus memastikan jumlah kas yang tersedia, apakah cukup untuk pembagian dividen atau tidak.

2. Dividen aktiva selain kas (dividen properti)

Selain deviden kas, deviden aktiva yang dapat dishare kepada pemilik saham dapat berbentuk surat berharga perusahaan lain namun dipegang perusahaan, produk dagang dan berbagai macam aktiva lainnya.

3. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Pengertian dividen lukuidasi adalah pengembalian modal yang diberikan pada para pemegang saham. Dividen ini bukan berasal dari laba yang diterima perusahaan.

4. Dividen Saham

Pengertian deviden saham adalah pembagian saham tambahan meskipun tidak melakukan penambahan modal. Pembagian deviden saham memiliki nilai yang sama dengan saham yang dimiliki sebelumnya meski jenis sahamnya bisa sama ataupun berbeda.

5. Dividen Hutang (dividen scrip)

Pengertian Scrip Dividen / dividen hutang adalah pembagian dividen kepada para pemegang saham dalam bentuk janji tertulis dimana perusahaan akan membayarkan sejumlah kas di masa mendatang. Dividen scrip bisa berbentuk bunga atau tidak berbunga, dan bisa diperjualbelikan kepada para pemegang saham lainnya.
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis dividen secara umum, antara lain:

1. Cash Dividend (Dividen Tunai)

Pengertian Cash dividend atau dividen tunai adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai. Pada umumnya cash dividend lebih disukai oleh para pemegang saham dan lebih sering dipakai perseroan jika dibandingkan dengan jenis dividen yang lain.

2. Stock Dividend (dividen saham)

3. Property dividend (dividen barang)

4. Dividen Interim (Interim Dividend)

Pengertian Dividen interim adalah dividen yang diumumkan serta dibayarkan sebelum perusahaan selesai membukukan keuntungan tahunan.

5. Dividen Hutang (Scrip Dividen)

6. Dividen Likuidasi (Liquidating Dividend)

Teori Kebijakan Dividen

Berikut dibawah ini adalah teori kebijakan dividen menurut para ahli :
1. Teori Dividen Tidak Relevan
Menurut Modiglani dan Miller, nilai sebuah perusahaan tidak ditentukan besar kecilnya Dividend Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak dan kelas resiko perusahaan.
Dengan kata lain, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari asset perusahaan adalah faktor penentu nilai perusahaan tersebut.
2. Teori The Bird in The Hand
Menurut Linter dan Gordon, ketika Dividend Payout rendah maka biaya modal sendiri perusahaan akan meningkat. Hal ini disebabkan karena investor lebih memilih dividen ketimbang capital gains.
3. Teori Perbedaan Pajak
Teori kebijakan dividen menurut Litzenberger dan Ramaswamy, pajak diberlakukan terhadap dividen dan capital gains. Namun, para investor lebih menyukai capital gains karena pemegang saham dapat menunda pembayaran pajak.
4. Teori Clientele Effect
Menurut teori ini, para pemegang saham punya sudut pandang berbeda terhadap kebijakan dividen sebuah perusahaan. Dividend Payout Ratio yang tinggi lebih disukai oleh investor yang butuh penghasilan saat ini. Sedangkan investor yang tidak begitu butuh uang saat ini lebih memilih jika perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
5. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris yang menyebutkan bahwa jika ada kenaikan dividen maka akan diiringi dengan kenaikan harga saham. Begitu juga dengan sebaliknya. Ini menjadi alasan lain mengapa investor lebih suka dividen ketimbang capital gains.

Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Resiko Bisnis

Perusahaan yang baru berkembang sangat rentan terhadap peningkatan hutang. Rasio hutang terhadap aset total perusahaan yang semakin besar menunjukkan potensi resiko yang semakin besar pula.
Berikut dibawah ini adalah resiko resiko bisnis akibat kebijakan dividen:

1. Dividen menjadi sumber konflik

Kebijakan pembayaran dividen bisa menjadi salah satu sumber konflik antara pemberi pinjaman dengan pemegang saham dan hasilnya bisa memunculkan biaya keagenan hutang.

2. Pengaruh Saat Dividen Ditiadakan

Dividen yang dibatasi dalam perjanjian hutang perusahaan dapat berisiko terhadap rendahnya konversi dividen akibat perusahaan yang mengalami kesulitan sumber dana atau kas perusahaan.
Manajer perusahaan seringkali meniadakan dividen, padahal hal tersebut justru akan menjadi beban perusahaan untuk membayar lebih besar terhadap pemegang saham daripada ketika mereka membagian dividen dalam jumlah rendah.
Meniadakan dividen adalah pilihan yang buruk bagi suatu perusahaan yang kesulitan keuangan, karena para pemegang saham bisa saja merasa dirugikan dan meminta bagian lebih besar.

3. Pengaruh Saat Dividen Dinaikkan

Perusahaan yang menaikkan dividen untuk para investor padahal hutangnya sangat tinggi, bisa menjadi prespektif negatif bagi investor tersebut. Hal ini karena diduga dividen yang diberikan berasal dari penerbitan hutan atau dana investasi lain dengan mengabaikan kepentingan pembayaran hutang. Tentu ini membuat perusahaan rawan terhadap resiko kebangkrutan.

4. Daya Tarik Dividen

Perusahaan yang bisa memberikan dividen besar dengan tanggungan hutang yang sedikit bisa menjadi daya tarik bagi investor lain. Perusahaan akan dinilai memiliki kemampuan secara moril maupun finansial untuk mengelola perusahaan dengan benar tanpa belenggu hutang.
Bisnis atau perusahaan yang memiliki pengelolaan finansial yang baik memungkinkan profit yang lebih besar dikarenakan biaya produksi yang lebih rendah.

5. Menginvestasikan Dividen

Bisnis juga dapat berpengaruh terhadap penentuan kebijakan pembagian dividen. Profitabilitas seringkali dihasilkan dari penggunaan biaya operasi yang tetap dengan penjualan yang meningkat.
Perusahaan seringkali menginvestasikan keuntungan yang didapatkan untuk lebih meningkatkan laba di masa depan. Padahal ini menyebabkan berkurangnya dana perusahaan sehingga investor mendapatkan dividen rendah.
Dilema kebijakan dividen seringkali menjadi kendala bagi para pimpinan perusahaan. Dividen tidak dapat diputuskan hanya dari keuangan perusahaan saja, namun juga harus memperhatikan resiko yang bisa ditimbulkan.

Prosedur Pembayaran Dividen

Berikut dibawah ini adalah prosedur atau langkah langkah pembayaran dividen :

1. Tanggal Pengumuman (declaration date)

Tanggal pengumuman merupakan tanggal yang mana secara resmi diumumkan oleh emiten tentang bentuk dan besarnya serta jadwal pembayaran dividen yang akan dilakukan. Pengumuman ini biasanya untuk pembagian dividen regular. Isi pengumuman tersebut menyampaikan hal-hal yang dianggap penting yakni: tanggal pencatatan, tanggal pembayaran, besarnya dividen kas per lembar.

2. Tanggal pencatatan (date of record)

Setelah mengumumkan, perusahaan akan melakukan pencatatan tentang nama-nama pemegang saham. Pemegang saham yang terdaftar akan mendapatkan hak mereka berupa dividen. Jika nama mereka tidak terdaftar, maka itu artinya mereka tidak mendapatkan dividen.

3. Tanggal cum-dividend 

Tanggal ini merupakan tanggal hari terakhir perdagangan saham yang masih melekat hak untuk mendapatkan dividen baik dividen tunai maupun dividen saham.

4. Tanggal ex-dividend

Tanggal ex-dividend adalah tanggal di mana pemegang saham tidak lagi memiliki hak untuk memiliki dividen. Dengan kata lain, jika ada investor yang baru membeli saham pada tanggal ini atau tanggal sesudahnya, maka investor tersebut tidak akan terdaftar dan tidak akan mendapatkan dividen.

5. Tanggal pembayaran (payment date)

Tanggal ini merupakan saat pembayaran dividen oleh perusahaan kepada para pemegang saham yang telah mempunyai hak atas dividen. Jadi pada tanggal tersebut, para investor sudah dapat mengambil dividen sesuai dengan bentuk dividen yang telah diumumkan oleh emiten (dividen tunai, dividen saham).

Cara Menghitung Dividen

Perhitungan deviden sangat tergantung dengan performa perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Dalam mengitung deviden terdapat data yang harus diketahui terlebih dahulu yaitu:
  • Laba Bersih/Saham (EPS)
  • DPR atau Devidend Payout Ratio
  • Jumlah/Besaran saham yang beredar (apabila perusahaan belum go public)
Apabila data-data diatas sudah diperoleh, maka dapat dihitung berapa jumlah deviden yang harus dibagi. Berikut dibawah ini adalah contoh dalam perhitungan jumlah deviden:
Perusahaan ABC mempunyai 10.000.000 lembar saham. Perusahaan ini berhasil menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1.600.000.000,-. Kebijakan pembagian deviden atau Devidend  Payout Ratio adalah 40% dari laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Melalui data tersebut maka cara menghitung deviden pada perusahaan ABC adalah:
1. Dividen                        = Laba bersih x Devidend  Payout Ratio
                                                 = Rp 1.600.000.000 x 40%
                                                 = Rp 640.000.000
2. Deviden/saham beredar = Rp 640.000.000/10.000.000 lembar saham
                                                        = Rp 64 per lembar saham

Audit Internal; Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Ruang Lingkup Audit Internal

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen / management tingkat SMK maupun Perkulahan mengenai audit internal, disini kita akan merangkum materi tersebut yaitu tentang pengertian audit internal secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi dan ruang lingkup audit internal. Semoga dapat membantu

Audit Internal

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran manajemen / management tingkat SMK maupun Perkulahan mengenai audit internal, disini kita akan merangkum materi tersebut yaitu tentang pengertian audit internal secara umum dan menurut para ahli, tujuan, fungsi dan ruang lingkup audit internal.

Pengertian Audit Internal

Berikut dibawah ini adalah beberapa pengertian audit internal menurut para ahli :
  • Sukrisno
    Menurut sukrisno, pengertian audit internal adalah pemeriksanaan yang dijalankan oleh unit audit internal yang dimiliki perusahaan terhadap finansial report dan laporan akuntansi perusahaan serta meninjau kepatuhan akan kebijakan yang ditentukan pimpinan puncak, peraturan pemerintan, dan ketentuan dari perserikatan profesi.
  • Mulyadi
    Menurut muladi, Internal Audit adalah pelaksana audit/auditor yang menjalankan tugas di dalam perusahaan untuk mengetahui sejauh mana prosedur dan kebijakan yang telah dibentuk sebelumnya dipatuhi, menetapkan apakah pengelolaan akan aset organisasi/perusahaan sudah dilaksanakan dengan baik, menetapkan seberapa efektif dan efisien dari prosedur kegiatan organisasi/perusahaan, serta menilai keefektivitasan informasi yang diproduksi oleh tiap unit di dalam organisasi/perusahaan.
  • Dan Guy
    Menurut Dan Guy
    , ia mendeskripsikan audit sebagai proses untuk mengidentifikasi data dan mengevaluasi bukti dengan sistem yang obyektif dalam rangka memberi penilaian kesesuaian diantara pernyataan dan kriteria yang ditentukan yang kemudian hasi tersebut disampaikan kepada pihak yang memiliki kepentingan.
  • Hiro Tugiman
    Menurut Hiro
    , Audit internal adalah fungsi penilaian secara independen di dalam organisasi untuk mengetes dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan/program yang dijalankan.
  • Lawrence B. Sawyer
    Menurut lawrence,
    internal audit adalah proses penilaian yang dilaksanakan secara berurutan dan bersifat obyektif yang dilaksanakan oleh auditor internal kepada aktivitas operasional dan kontrol yang berbeda di dalam organisasi.

Tujuan Audit Internal

Menurut Hiro Tugiman (2006) tujuan audit internal adalah untuk membantu anggota organisasi agar dapat menjalankan tugas dengan efektif. Dalam aktivitas internal audit berusaha melakukan analisis dan memberikan berbagai saran dan penilaian. Proses pemeriksaan audit meliputi pengawasan yang efektif dengan cost yang normal.

Fungsi Audit Internal

Berikut dibawah ini adalah fungsi fungsi audit internal menurut sawyer (2005):
  1. Pengidentifikasian dan minimalisasi resiko.
  2. Report Validation kepada manajer.
  3. Mendukung dan membantu manajemen pada bidang-bidang teknis.
  4. Membanti proses decision making.
  5. Menganalisis masa mendatang.
  6. Pengawasan pada seluruh aktivitas yang sulit ditangani oleh pimpinan puncak.
  7. Membantu manajer dalam mengelola perusahaan.

Ruang Lingkup Audit Internal

Adapun ruang lingkup audit internal yang dikemukakan oleh para ahli adalah sebagai berikut :
  • Menganalisis keefektifan (Reliabilitas & Integrasi) informasi finansial dan operasional serta alat yang dipakai untuk mengidentifikasi, mengukur, mengelompokan, dan melaporkan informasi tersebut.
  • Melakukan pengamatan terhadap sistem yang ada dalam rangka memastikan adanya kesesuaian antara kegiatan/aktivitas/program yang dijalankan organisasi dengan kebijakan, peraturan, prosedur, hukum, rencana yang berdampak signifikan pada kegiatan organisasi.
  • Mengamati berbagai metode yang dipakai dalam menjaga aset/harta perusahaan. Apabila dibutuhkan maka akan melakukan verifikasi terhadap harta-harta tersebut.
  • Memberi penilaian terhadap efektifitas dan keekonomisan dalam pemakaian sumber daya.
  • Melakukan pengamatan terhadap kegiatan operasional atau program organisasi/perusahaan apakah hasil yang diperoleh konsisten dan sesuai dengan tujuan dan perencanaan yang telah ditentukan sebelumnya.