SENI TARI KELOMPOK ;(Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Macam, Unsur dan Contoh Seni Tari Kelompok)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran SBK / seni budaya dan tari kelas 11 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni tari kelompok, adapun disini kita akan membahas mengenai pengertian seni tari kelompok, tujuan, fungsi, jenis-jenis, macam-macam, unsur-unsur dan contoh seni tari kelompok yang ada di indonesia, jawa barat, tengah, timur, bali, yogyakarta maupun mancanegara. Semoga dapat membantu

Seni Tari Kelompok

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran SBK / seni budaya dan tari kelas 11 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni tari kelompok, adapun disini kita akan membahas mengenai pengertian seni tari kelompok, tujuan, fungsi, jenis-jenis, macam-macam, unsur-unsur dan contoh seni tari kelompok yang ada di indonesia, jawa barat, tengah, timur, bali, yogyakarta maupun mancanegara

Pengertian Seni Tari Kelompok

Apa yang dimaksud dengan seni tari kelompok?
pengertian seni tari kelompok adalah  bentuk tarian yang ditarikan secara kelompok atau berpasang-pasangan (2 atau lebih) dan tidak menutup kemungkinan bisa berbentuk drama tari/sendratari.
Jenis tariannya dapat berupa tari tunggal atau tari berpasangan yang ditarikan secara berkelompok. Adapun gerakannya terdiri atas gerak seluruh anggota badan dan kaki, badan, lengan, sampai kepala.

Tujuan Seni Tari Kelompok

Sebutkan apa saja fungsi seni tari kelompok!
Berikut dibawah ini adalah salah satu dari fungsi seni tari kelompok, antara lain untuk pertunjukan, upacara, hiburan, pergaulan dan kesenian. Berikut penjelasannya:

1. Untuk Pertunjukan

Fungsi tari untuk pertunjukan berarti tari yang disiapkan untuk suatu acara dan dipentaskan. Tarian ini menonjolkan dari sisi koreografi artistik, konsep yang bagus dan ide yang matang serta tema yang tertata sedemikian rupa sehingga tarian tersebut menjadi menarik dan indah.

2. Untuk Upacara

Untuk upacara artinya tarian yang hanya dilakukan pada upacara adat maupun acara yang bernuansa keagamaan. Tarian ini mengutamakan adanya ke khidmatan dan komunikasi pada Sang Pemilik Alam.

3. Hiburan

Untuk hiburan artinya adalah tarian yang diadakan hanya untuk menghibur penonton. Biasanya tarian ini dimainkan dengan diiringi alunan musik dan irama yang enak didengar. Gerakan tarinya juga bebas dari berbagai macam nilai, tradisi, atau adat. Yang terpenting dari tarian ini adalah mampu menghilangkan rasa jenuh para pendengar atau penonton.

4. Pergaulan

Untuk pergauan artinya tarian yang dimainkan untuk berinteraksi pada sesama. Tarian ini biasanya digunakan untuk saling adu unjuk rasa dalam kesenian. Dalam gerakanganya juga terlihat lincah dan memiliki sifat komunikatif. Sehingga mampu memberikan interaksi atau timbal balik ke sesama.

5. Kesenian

Fungsi seni tari untuk kesenian artinya tarian yang dilaksanakan untuk tujuan pelestarian budaya. Biasanya tarian ini bernuansa tradisional. Karena menghargai warisan budaya penggilan nenek moyang pada zaman dahulu. Tarian ini hanya dipentaskan pada saat hari atau momen kebudayaan saja.

Jenis-Jenis / Macam-Macam Seni Tari

Sebutkan jenis jenis atau macam macam seni tari!
Pada dasarnya jenis jenis seni tari terbagi menjadi 2 macam yaitu berdasarkan jumlahnya dan berdasarkan genre atau alirannya

Jenis jenis seni tari berdasarkan jumlahnya

  • Tari Tunggal (Solo) adalah sebuah tari seni yang dibawakan oleh satu orang penari. Baik itu penari laki-laki maupun perempuan.
    Contoh : Tari Gatotkaca asal Jawa Tengah.
  • Tari Berpasangan (Duet) adalah sebuah tari seni yang dibawakan oleh dua orang penari. Baik itu penari laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, ataupun campur laki-laki perempuan.
    Contoh : Tari Topeng asal Jawa Barat.
  • Tari Berkelompok (group) adalah Sebuah tari seni yang dibawakan oleh banyak orang atau berkelompok. Penari biasanya lebih dari dua orang. Baik dilakukan dengan laki-laki semua, perempuan semua, ataupun campur laki-laki dan perempuan.
    Contoh : Tari Saman asal Aceh.

Jenis jenis seni tari berdasarkan genrenya / alirannya

  • Seni tari tradisional adalah tarian yang diwariskan dari masa ke masa sejak zaman dahulu, yang dilestarikan lalu menjadi budaya di sebuah daerah. Dalam tarian tersebut terdapat nilai, filosofi, simbol dan unsur religius.
  • Seni tari klasik merupakan tarian tradisional yang dikembangkan oleh kalangan bangsawan istana atau keraton saja. Dikatakan bahwa tarian ini tidak boleh diganti gerakannya, pun juga semua jenis tari tradisional memang tidak bisa diganti gerakannya.
  • Tari tradisional kerakyatan
  • Tari kreasi baru adalah sebuah tarian yang dikembangkan oleh seorang koreaografer atau juga disebut penata tari.
  • Teri kontemporer adalah tarian yang mengunakan gerakan-gerakan yang beresifat simbolik, unik dan mengandung pesan tertentu didalamnya.

Unsur-Unsur Seni Tari

Suatu gerakan tidak bisa dikatakan sebagai tarian bila tidak memenuhi tiga unsur. Unsur utama seni tari tersebut yaitu wiraga, wirama dan wirasa, berikut penjelasannya

  • Wiraga (raga)
    artinya sebuah tarian harus menampakkan gerakan badan, baik dengan posisi duduk ataupun berdiri.
  • Wirama (irama)
    artinya sebuah seni tari harus memiliki unsur irama yang menyatukan gerakan badan dengan musik pengiringnya, baik dari segi tempo maupun iramanya.
  • Wirasa (rasa)
    artinya sebuah seni tari harus mampu untuk menyampaikan sebuah perasaan yang ada di dalam jiwa, melalui sebuah tarian dan gerakan juga ekspresi penarinya.
Selain 3 unsur utama seni tari diatas, seni tari juga mengandung unsur pendukung, yaitu
ragam gerak, iringan, rias dan kostum serta pola lantai atau blocking

Contoh Seni Tari

Berikut dibawah ini adalah contoh seni tari kelompok perorangan maupuk duet atau berpasangan dari jawa barat, jawa timur, yogyakarta dan jawa tengah serta bali
  1. Seni tari rampak srigadi dari jawa barat
  2. Tari klasik jaipong rampak senggot
  3. Tari kreasi merak
  4. Tari Bedhaya Anglir Mendhung Dari Yogyakarta
  5. Tari Bedhaya Kaduk Manis Dari Yogyakarta
  6. Tari Dari Surakarta
  7. Tari Serimpi Dari Jawa Tengah
  8. Tari Arjuna Dan Srikandi Dari Jawa Tengah

Rangkuman Merencanakan PAMERAN (Pengertian Menurut Para Ahli, Tujuan, Unsur, Jenis, Langkah Mengadakan, Manfaat dan Contoh

Kali  ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya/rupa kelas 12 SMA semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2017 yaitu tentang rangkuman pameran karya seni rupa atau mengadakan pameran, ada pun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian pameran menurut para ahli, tujuan, unsur-unsur, jenis-jenis pameran, langkah cara mengadakan sebuah pameran seni, manfaat dan contoh pameran. Semoga dapat membantu

Pameran

Kali  ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya/rupa kelas 12 SMA semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi 2017 yaitu tentang rangkuman pameran karya seni rupa atau mengadakan pameran, ada pun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian pameran menurut para ahli, tujuan, unsur-unsur, jenis-jenis pameran, langkah cara mengadakan sebuah pameran seni, manfaat dan contoh pameran.

Pengertian Pameran

Pengertian Pameran adalah kegiatan yang dilakukan oleh para seniman baik itu perorangan ataupun kelompok untuk menyampaikan ide gagasan pada masyarakat melalui media seni rupa sehingga pameran tersebut dapat menjadi alat komunikasi antara seniman dengan sang apresiator.
Pengertian Pameran Menurut Para Ahli:
Pengertian pameran menurut B. Myers, pameran adalah aktivitas yang menggunakan suatu ruangan untuk memamerkan hasil karya seni, seperti lukisan, cetakan, ukiran, foto, ataupun karya seniman lainnya.
Pengertian pameran menurut Adi Irwanto, pameran adalah cara untuk menyajikan hasil karya seni, baik itu karya seni dua dimensi ataupun tiga dimensi secara visual.
Menurut Galeri Nasional pengertian pameran adalah  suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.

Tujuan Pameran

Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa ke pada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antaran perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator
Berikut ini adalah tujuan dari diadakannya sebuah pameran seni rupa :
  • Tujuan sosial, artinya karya seni yang dipamerkan memiliki tujuan untuk kepentingan sosial.
  • Tujuan kemanusiaan, artinya pameran dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan pelestarian, pembentukan nilai-nilai, serta pengembangan hasil karya seni yang dimiliki masyarakat. Hasil keuntungan dari pameran dengan tujuan kemanusiaan akan disumbangkan ke korban bencana alam, masyarakat yang tidak mampu, dan lain sebagainya.
  • Tujuan Komersial, artinya pameran dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan bagi seniman atau penyelenggara pameran. Dengan kata lain, karya yang dipamerkan itu dijual kepada publik.

Unsur-Unsur Pameran

Berikut dibawah ini adalah unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah pameran seni rupa:
  • Karya seni rupa yang akan dipamerkan ke publik.
  • Dekorasi tertentu agar karya seni yang ditampilkan bisa terlihat lebih indah di mata publik.
  • Panel atau sketsel, standard display atau box yang digunakan untuk memajang karya seni yang akan dipamerkan.
  • Sound system, sebagai sarana audio yang diperlukan untuk menciptakan suasana nyaman bagi para pengunjung pameran.
  • Label karya, digunakan untuk menulis identitas seperti judul, nama pencipta, teknik yang digunakan, tahun cipta, dan lain sebagainya. Label karya biasanya ditempel di dekat karya seni yang dipamerkan.
  • Katalog adalah lembaran petunjuk yang berisi hal-hal seputar kegiatan pameran.
  • Buku tamu. Buku yang satu ini nantinya akan diisi oleh orang yang mengunjungi pameran.
  • Buku pesan atau kesan. Buku ini digunakan untuk mengetahui tanggapan pengunjung terhadap karya seni yang dipamerkan. Dengan kata lain, buku pesan merupakan media komunikasi antara seniman dengan para pengunjung.

Jenis Jenis Pameran

Secara umum pameran memiliki 3 jenis, yaitu pameran periodik, insindental dan permanen. Berikut penjelasannya :
  1. Pameran periodik adalah jenis pameran yang diadakan secara ruin dalam jangka waktu tertentu, seperti setiap bulan atau setiap tahun.
  2. Pameran insidental adalah pameran yang diadakan di saat yang diperlukan sehingga waktunya tak bisa ditentukan.
  3. Pameran permanen adalah pameran yang diadakan di tempat yang tetap dan dibuka pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Contohnya seperti pameran yang diadakan di musem tertentu.

Langkah Perencanaan Mengadakan Pameran

Tahapan umum mengadakan pameran adalah menentukan tujuan, menentukan tema, menyusun kepanitiaan, menentukan waktu dan tempat, menyusun agenda kegiatan, menyusun kegiatan proposal, 

1. Menentukan Tujuan

Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan tujuan pameran. Cobalah diskusikan dengan guru dan teman kamu tujuan penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran seniman atau lembaga kesenian profesional di sekolah.

2. Menentukan Tema

Setelah tujuan pameran dirumuskan selanjutnya adalah menentukan tema pameran. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Dengan adanya tema dapat memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Melalui penentuan tema ini kamu akan lebih mudah menentukan jenis karya yang akan dipamerkan.

3. Menyusun Kepanitiaan

Setelah rumusan tujuan dan tema telah kita tetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan pameran disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Oleh karena itu tujuannya adalah untuk memamerkan karya seniman atau lembaga kesenian profesional, maka seksi yang mengurus karya yang akan dipamerkan harus bekerja lebih hati-hati. Kehati-hatian dalam merawat karya yang akan dipamerkan menunjukkan profesionalitas penyelenggaraannya. Untuk itu, perlu dibuat seksi dan atau subseksi yang secara khusus menerima karya, mencatat, mengategorikan, merawat hingga mengembalikannya.

4. Penentuan Waktu dan Tempat

Penentuan waktu pameran yang diselenggarakan bersamaan dengan pekan seni di sekolah biasanya dilakukan saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas seperti pada akhir semester atau tahun ajaran menjelang hingga saat pembagian raport.
Penentuan tempat pameran disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan, apakah akan dilakukan di kelas, di aula, gedung serba guna, di halaman sekolah atau tempat lain di luar sekolah.

5. Menyusun Agenda Kegiatan

Penyusuan agenda kegiatan bertujuan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan dan tahapan kegiatan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan dapat disusun dalam sebuah tabel dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini contoh agenda kegiatan.

6. Menyusun Proposal Kegiatan

Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam kegiatan persiapan pameran. Proposal kegiatan dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Selain itu, proposal ini juga dapat digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak (sponsorship) untuk membantu kelancaran penyelenggaraan pameran. Secara umum sistematika isi proposal biasanya mencakup: latar belakang, tema, nama kegiatan, lkamusan/ dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, susunan panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsorship, dan lain-lain. 

Persiapan Kegiatan Pameran

Setelah menyusun perencanaan, maka kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan (pelaksanaan) pameran. Kegiatan utama dalam persiapan pameran ini menyiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan pameran.
Persiapan kegiatan pameran antara lain:
  1. Penyiapan dan memilih karya
  2. Menyiapkan perlengkapan pameran
  3. laporan kegiatan pameran

Manfaat Pameran

Berikut dibawah ini merupakan manfaat diadakannya pameran :
  • Bisa menumbuhkan dan menambah kemampuan apresiasi seseorang terhadap karya seni rupa.
  • Bisa melatih diri agar bisa bekerja sama dengan orang lain.
  • Bisa melatih sikap tanggung jawab dan mandiri.
  • Bisa menumbuhkan motivasi.
  • Bisa menghilangkan rasa stres dan jenuh setelah melakukan rutinitas tertentu.
  • Bisa dijadikan sebagai sarana promosi.

Contoh Pameran

Contoh pameran antara lain Karya seni lukis, seni patung, kramik, grafis, atau karya seni lainnya atas nama perorangan.
pameran produk kerajinan seperti arsitektur, pameran hasil riset produk, pameran kriya, pameran furnitur, pameran produk elektonik, pameran otomotif, pameran perhiasan, pameran produk pelengkap rumah sakit, dan sebagainya.

RANGKUMAN SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA (Pengertian, Sejarah Singkat, Fungsi, Bentuk, Makna, Teknik dan Contoh Karya Seni Rupa Terapan Nusantaran)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP, 10,22,12 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni rupa terapan nusantara, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman, pengertian, sejarah singkat seni rupa terapan nusantara, fungsi, bentuk, makna, teknik penciptaan karya dan contoh karya seni rupa terapan nusantara 33 provinsi. Semoga dapat membantu

Seni Rupa Terapan Nusantara

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP, 10,22,12 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni rupa terapan nusantara, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman, pengertian, sejarah singkat seni rupa terapan nusantara, fungsi, bentuk, makna, teknik penciptaan karya dan contoh karya seni rupa terapan nusantara 33 provinsi.

Pengertian Seni Rupa Terapan Nusantara

Pengertian seni rupa terapan nusantara adalah karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hari yang terdapat di wilayah Nusantara. Di wilayah Nusantara ini, terdapat beragam karya seni rupa terapan daerah. Ragam seni daerah tersebut tumbuh dan berkembang dalam sukusuku di wilayah Nusantara melalui proses waktu selama ratusan bahkan ribuan tahun.

Sejarah Singkat Seni Rupa Terapan Nusantara

Secara umum, sejarah seni rupa terapan nusantara terbagi menjadi 2 fase yaitu fase prasejarah dan fase sejarah berikut penjelasnnya:

Fase Prasejarah

Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa prasejarah tampak pada beberapa benda yang ditemukan pada masa itu.
  • Peninggalan zaman Palaeolithikum berupa benda-benda yang terbuat dari batu dan tulang yang dikerjakan secara kasar, misalnya kapak genggam.
  • Peninggalan zaman Mesolithikum, berupa kapak batu yang hasil pengerjaannya lebih halus, peralatan tulang, dan sejumlah gambar pada gua.
  • Peninggalan zaman Megalithikum, berupa benda-benda dalam ukuran besar yang berfungsi sebagai perlengkapan ritual, antara lain dolmen, menhir, kubur batu, sarkofagus, punden berunduk, dan relief batu.
  • Zaman logam, mulai digunakan logam sebagai karya terapan. Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan pengecoran. Benda-benda peninggalannya, antara lain kapak corong, candrasa, nekara, moko, emas, dan bejana.

Fase Sejarah

Keberadaan seni klasik di Indonesia pada masa sejarah tampak jelas pada wujud dibangunnya rumah-rumah berukir oleh para pendatang yang masuk Indonesia, yang sebelumnya berkediaman di Indo-Cina. Sejak adanya hubungan Indonesia-India, lahirlah seni Hindu-Indonesia,terutama di Jawa dan Bali.
Peninggalan-peninggalannya yang hingga kini masih ada adalah bangunan CandiBorobudur, Candi Prambanan, dan Candi Penataran.

Fungsi Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Pada dasarnya karya seni rupa terapan Nusantara memiliki dua fungsi yaitu :
  1. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
  2. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.

Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya seni rupa terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan beraneka jenis, bentuk, fungsi, dan juga teknik pembuatannya. Bentuk karya seni rupa terapan tersebut diantaranya terdapat pada bentuk rumah adat, senjata tradisional, transportasi tradisional, dan seni kriya. berikut penjelasannya:

1. Rumah Adat

Rumah adat di Indonesia mempunyai bentuk yang sangat beragam. Jika melihat bangunan rumah adat di Indonesia secara keseluruhan maka kita akan dapat membedakan bangunan rumah adat tersebut berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk, dan bahan bakunya.
Misalnya, rumah Gadang di Padang bentuknya memanjang ke samping dan rumah adat Minahasa bentuknya memanjang ke belakang.
Rumah beratap joglo di Jawa, rumah beratap bubungan tinggi di Jambi, rumah beratap gonjong di Minangkabau, dan rumah beratap limas terpenggal di Papua.
Bentuk rumah dengan tiang yang berkolong, atau yang biasa disebut rumah panggung terdapat di Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi.

2. Senjata Tradisional

Berbeda dengan masa lalu, beragam senjata tradisional saat ini lebih sering digunakan sebagai peralatan untuk bekerja. Selain itu juga digunakan sebagai perlengkapan acara ritual, perlengkapan pakaian adat, pertunjukkan seni tradisional, dan sebagai benda hias.
  • Pedang, badik, dan pisau tradisional.
Termasuk dalam jenis ini adalah parang dari Ambon, mandau dari Kalimantan, sundu dari NTT, celurit dari Madura, pasa timpo dari Sulawesi Tengah, karih dari Sumatra Barat, piso surit dari Sumatra Utara, golok dari Jakarta, dan rencong dari Aceh.
Sebagaimana senjata tradisional umumnya, bilah senjata dibuat dari bahan logam besi. Bilah mandau yang berkualitas terbuat dari batu gunung yang dilebur secara khusus dengan hiasan berasal dari bahan perak, tembaga, bahkan emas.
Hampir semua jenis senjata menggunakan ragam hiasan dengan beragam motif. Ragam hias senjata jenis rencong seringkali menggunakan motif ular, bunga, dan lipan. Hiasan berupa jumbai-jumbai menyerupai rambut terdapat pada sebagian senjata mandau. Pada sarungnya yang terbuat dari bahan kayu masih diberi hiasan manik-manik dan bulu burung. Senjata khas Suku Dayak Kalimantan ini memang penuh hiasan yang estetik.
  • Keris
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP, 10,22,12 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni rupa terapan nusantara, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman, pengertian, sejarah singkat seni rupa terapan nusantara, fungsi, bentuk, makna, teknik penciptaan karya dan contoh karya seni rupa terapan nusantara 33 provinsi.

Keris adalah senjata tradisional berujung lancip dan bermata dua yang merupakan karya asli bangsa Indonesia yang adiluhung. Termasuk dalam jenis ini adalah senjata kujang dari Jawa Barat.
Ada dua kelompok jenis keris, baik dari segi kegunaan, bahan, teknik pembuatan, dan kualitasnya. Ada keris yang digunakan untuk keperluan ritual-ritual adat, dibuat dari bahan-bahan pilihan dengan teknik yang lebih rumit dan lama. Kebanyakan keris ini diciptakan oleh para Mpu pada zaman dahulu.
Kelompok kedua adalah jenis keris yang kegunaannya lebih sebagai hiasan atau untuk pertunjukan kesenian tradisional, termasuk untuk pelengkap busana dalam acara adat perkawinan. Para pengrajin sekarang kebanyakan membuat keris jenis ini.

3. Transportasi Tradisional

Alat transportasi yang masih mempertahankan bentuk dan ciri khas tradisionalnya masih dapat dijumpai di wilayah Nusantara. Misalnya, perahu, kereta kuda, pedati, dan becak.
  • Perahu
Keberadaan perahu di Indonesia seusia datangnya nenek moyang bangsa Indonesia ke Nusantara. Sebagai bukti, telah ditemukan lukisan perahu pada dinding gua di Papua, Sulawesi, dan Maluku. Perahu pada masa itu bentuknya masih sederhana.
Perahu yang digunakan di Nusantara memiliki bentuk dan hias yang beragam. Keragaman tersebut sebagai akibat perbedaan latar budaya tiap tiap daerah, pengaruh budaya asing, daya kreasi pembuatnya, dan ketersediaan sumber daya alamnya. Semua pola hiasnya menggunakan warna, sebagian lagi paduan warna dan pahatan. Sebagian besar perahu tersebut bermotif garis dan bidang, baik bidang geometrik maupun bidang organik, sebagian lagi bermotif hewan, tumbuhan, stilasi, pilin berganda, serta motif huruf.
Posisi hiasan ada yang di seluruh bagian kapal, ada yang separuh bagian kapal, atau salah satu bagian saja. Misalnya, perahu penangkap ikan jenis compreng di Jawa Barat yang penempatan hiasannya di seluruh bagian kapal.
  • Andong, pedati, dan becak
Andong merupakan alat transportasi darat tradisional yang masih banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia.
Kendaraan ini terbuat dari bahan kayu, termasuk bagian rodanya. Hanya bagian-bagian tertentu yang harus menggunakan besi. Andong ditarik dengan tenaga kuda. Di Jawa Timur andong disebut dokar.
Setiap daerah memiliki pola khas yang sudah menjadi tradisi dalam menghias andongnya. Motif hiasan dokar di Jawa, terutama di Jawa Timur cenderung memiliki ciri khas khusus yang ditempatkan di beberapa bagian. Warna hitam mendominasi seluruh bagian dokar dengan motif hiasan warna cerah.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP, 10,22,12 SMA/SMK semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang seni rupa terapan nusantara, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai rangkuman, pengertian, sejarah singkat seni rupa terapan nusantara, fungsi, bentuk, makna, teknik penciptaan karya dan contoh karya seni rupa terapan nusantara 33 provinsi.
Selain andong, alat transportasi konvensional yang masih banyak dimanfaatkan adalah pedati. Meski sudah jarang terlihat, namun di beberapa daerah masih seringkali ditemukan kendaraan jenis ini. Kendaraan pengangkut bertenaga sapi ini biasanya untuk mengangkut barang dengan beban berat.
Jenis transportasi tradisional lainnya yaitu becak. Becak dapat dijumpai di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra. Becak bermotor terdapat di Gorontalo dan Pematang Siantar (Sumatra Utara). Becak motor merupakan kombinasi antara motor dan becak. Keunikannya adalah karena sebagian motor yang digunakan adalah motormotor tua yang kebanyakan peninggalan zaman Belanda.

4. Seni Kriya

Bentuk karya seni kriya Nusantara amat beragam. Beragam pula bahan alam yang digunakan. Dari sejumlah seni kriya Nusantara, ada yang tetap mempertahankan ragam hias tradisional dan ada pula yang sudah dikembangkan sesuai dengan tuntutan pasar. Seni kriya dapat dikelompokkan menjadi seni kriya pahat, seni kriya tekstil, seni kriya anyaman, dan seni kriya keramik, berikut penjelasannya :
  • Seni Kriya Pahat
Jenis, bentuk, bahan, dan teknik dalam seni pahat sangat beragam, dari jenis ukir, patung, dan aneka kerajinan lainnya. Seni pahat selain menggunakan bahan kayu, juga menggunakan batu, aneka logam, emas, serta tulang dan kulit hewan.
  • Seni Kriya Tekstil
Keragaman karya seni tekstil bisa dilihat dari jenis, teknik, ragam hias, dan bahan yang digunakan. Jenis karya tekstil di Nusantara bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu karya batik dan karya tenun.
1. Karya Batik, Proses pembuatan kain batik dapat dilakukan dengan teknik tulis, teknik cap, dan teknik lukis. Teknik batik tulis merupakan teknik yang paling banyak diterapkan di Indonesia. Selain di Jawa, batik juga terdapat di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Bali.
2. Karta Tenun, Indonesia adalah salah satu negara penghasil tenun terbesar terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Ada dua jenis tenun, yaitu tenun ikat dan tenun songket. Yang membedakan keduanya adalah pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Pada songket ada tambahan benang emas, perak, atau benang sutra.
  • Kriya Anyaman
Seni kerajinan anyaman di Indonesia sangat beragam, baik jenis, bahan, maupun bentuknya. Bahan untuk membuat anyaman kebanyakan dari kulit bambu, batang rotan, dan daun pandan. Bahan-bahan alam lainnya adalah pelepah pisang, enceng gondok, dan serat kayu. Teknik pembentukan anyaman adalah dengan memanfaatkan jalur lungsi (vertikal), jalur pakan (horizontal), dan jalur gulungan (diagonal). Pembentukan pola motif anyaman diperoleh dengan cara memanfaatkan perbedaan warna.
  • Kriya Keramik
Bahan dasar keramik adalah tanah liat. Benda keramik dibentuk dengan berbagai teknik, antara lain teknik cetak, lempeng, pijit, dan pilin. Setelah dibentuk, kemudian diberi hiasan. Jika sudah melalui proses pengeringan, dibakar dengan suhu tertentu.
Keramik diproduksi untuk benda-benda hias atau benda pakai dengan keragaman variasi bentuk, misalnya guci, pot bunga, vas bunga, dan sebagainya. Daerah-daerah penghasil keramik tersebar luas di Nusantara, antara lain di Yogyakarta, Malang, Cirebon, dan Purwokerto.

Makna dalam Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya-karya seni rupa terapan yang berkembang di wilayah Nusantara umumnya sarat dengan makna atau simbol-simbol tertentu. Makna tersebut berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai simbolis tersebut bisa dalam pemilihan warna, bentuk, atau motifnya. Misalnya, di Sumatra, kain tenun bagi masyarakat Melayu memiliki nama dan simbol tertentu, begitu pula warna-warna yang digunakan, masing-masing pewarnaan erat kaitannya dengan makna-makna tertentu.

Ragam teknik penciptaan karya seni rupa terapan nusantara

Teknik penciptaan karya seni rupa terapan Nusantara sangat beragam, yaitu :
  1. Teknik pahat, adalah mengurangi bahan dengan menggunakan alat pahat, seperti patung, relief, dan ukir.
  2. Teknik butsir, adalah mengurangi dan menambah bahan sehingga menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya kerajinan keramik atau gerabah.
  3. Teknik lukis, adalah membuat karya seni dengan cara menggoreskan kuas atau peralatan lainnya pada bahan kertas, kain, kaca, dan kulit. Misalnya, lukisan di atas kain kanvas, lukisan pada kain batik, dan lukisan kaca.
  4. Teknik cor, adalah membuat karya seni dengan membuat alat cetakan, kemudian dituangkan adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Misalnya, membuat patung.
  5. Teknik las, adalah membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu ke bahan lain sehingga membentuk karya seni yang unik. Misalnya, membuat patung kontemporer.
  6. Teknik konstruksi, adalah menggabungkan bahan bangunan yang satu ke bangunan yang lain. Misalnya, rumah dan mesin.
  7. Teknik cetak, adalah membuat karya seni dengan cara membuat mal (cetakan) terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung.
  8. Teknik tempa, adalah membuat karya seni dengan cara ditempa (dibentuk) melalui proses perapian. Misalnya, membuat keris, kujang, dan benda-benda perhiasan

RANGKUMAN SENI KRIYA (Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Macam, Teknik dan Corak Serta Contoh Seni Kriya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP maupun SMA/SMK kelas 10 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman seni kriya, adapun yang akan kita bahas taity mengenai pengertian, fungsi seni kriya, jenis jenis, macam macam, teknik dan corak serta contoh seni kriya nusantara indonesia. Semoga dapat membantu

Seni Kriya

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP maupun SMA/SMK kelas 10 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman seni kriya, adapun yang akan kita bahas taity mengenai pengertian, fungsi seni kriya, jenis jenis, macam macam, teknik dan corak serta contoh seni kriya nusantara indonesia

Pengertian Seni Kriya

Pengertian seni kriya adalah karya seni yang dibuat dengan keterampilan tangan (hand skill) dengan memerhatikan aspek fungsional dan nilai seni. Penciptaan karya seni kriya tidak hanya didasarkan pada aspek fungsionalnya (kebutuhan fisik) saja, tetapi juga untuk pemenuhan kebutuhan terhadap keindahan (kebutuhan emosional).
Dalam perkembangannya, karya seni kriya selalu identik dengan seni kerajinan.
Hal ini disebabkan pembuatan karya seni kriya yang tidak lepas dari pengerjaan tangan (hand made) dan memiliki aspek fungsional.

Fungsi Seni Kriya

Secara garis besar, fungsi seni kriya terbagi menjadi 3 golongan, yaitu sebagai hiasan, benda terapan, dan benda mainan, berikut penjelasannya:
  1. Hiasan (dekorasi)
    Banyak produk seni kriya yang berfungsi sebagai benda pajangan. Seni kriya jenis ini lebih menonjolkan segi rupa daripada segi fungsinya sehingga bentukbentuknya mengalami pengembangan. Misalnya, karya seni ukir, hiasan dinding, cinderamata, patung, dan lain-lain.
  2. Benda Terapan (Siap Pakai)
    Seni kriya yang sebenarnya adalah seni kriya yang tetap mengutamakan fungsinya. Seni kriya jenis ini mempunyai fungsi sebagai benda yang siap pakai, bersifat nyaman, namun tidak kehilangan unsur keindahannya. Misalnya, senjata, keramik, furnitur, dan lain-lain.
  3. Benda Mainan
    Di lingkungan sekitar sering kita jumpai produk seni kriya yang fungsinya sebagai alat permainan. Jenis produk seni kriya seperti ini biasanya berbentuk sederhana, bahan yang digunakan relatif mudah didapat dan dikerjakan, dan harganya juga relatif murah. Misalnya, boneka, dakon, dan kipas kertas.

Jenis Jenis Seni Kriya

Jenis-jenis seni kriya banyak sekali dan sangat mudah ditemukan di berbagai daerah di indonesia mapun dunia. Berdasarkan dimensinya, jenis-jenis seni kriya berdasarkan dimensinya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu seni kriya 2 dimensi dan 3 dimensi :
ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni budaya kelas 8 SMP maupun SMA/SMK kelas 10 semester 1 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman seni kriya, adapun yang akan kita bahas taity mengenai pengertian, fungsi seni kriya, jenis jenis, macam macam, teknik dan corak serta contoh seni kriya nusantara indonesia

Seni Kriya 2 Dimensi

Karya seni kriya dua dimensi meliputi sulaman, bordir, mozaik, kolase, batik, tenun, relief, dan hiasan dinding.

Seni Kriya 3 Dimensi

Karya seni kriya tiga dimensi meliputi kerajinan keramik, logam, kulit, kayu, anyaman, dll, berikut penjelasannya:
  • Kerajinan Keramik, Kerajinan keramik menggunakan bahan dasar tanah liat. Produk yang dihasilkan, misalnya vas bunga, guci, teko, kendi, dan peralatan rumah tangga.
  • Kerajinan Logam, Kerajinan logam menggunakan bahan jenis logam, seperti emas, perak, perunggu, besi, tembaga, aluminium, dan kuningan. Produk yang dihasilkan, misalnya perhiasan emas dan perak, patung perunggu, senjata tajam, peralatan rumah tangga, dan alat musik gamelan.Sekarang kerajinan logam dibuat dengan berbagai variasi bentuk.
  • Kerajinan Kulit, Kulit banyak digunakan untuk membuat berbagai benda kerajinan, seperti wayang kulit, tas, sepatu, jaket, dan alat musik rebana.
  • Kerajinan Kayu, Kayu banyak menghasilkan berbagai benda kerajinan, seperti topeng, wayang golek, furnitur, patung, dan hiasan ukir-ukiran.
  • Kerajinan Anyaman, Kerajinan anyaman biasanya menggunakan bahan dasar, seperti bambu, daun mendong, dan tali plastik untuk membuat tempayan, topi, tutup nasi, tikar, dan gantungan pot tanaman.
  • Kerajinan Lainnya, Masih banyak jenis kerajinan lain yang dapat kita jumpai di berbagai daerah, antara lain kerajinan rotan, kerajinan payung, dan kerajinan membuat lampu hias.

Macam Macam Seni Kriya

Macam macam seni kriya berdasarkan teknik pembuatannya dibedakan menjadi 5 macam yaitu seni kriya pahat atau ukir, batik, tenun, anyaman,dan bordir, berikut penjelasannya:

Seni Kriya Pahat atau Ukir

Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran dan aneka kerajinan lainnya.
Selain menggunakan kayu, seni pahat juga dapat menggunakan aneka jenis logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya.
Contohnya Bali, Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.

Seni Kriya Batik

Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik salahsatunya adalah menggunakan teknik cap, tulis dan teknik lukis.
Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali.
Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.

Seni Kriya Tenun

Indonesia adalah salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keberagaman corak hiasannya.
Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket dan tenun ikat. Perbedaannya tenun songket dan tenun ikat ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra.
Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.

Seni Kriya Anyaman

Seni kriya anyaman adalah tekhnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih – menindih, silang – menyilang dan lipat – melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu. Bahanyang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yaitu di bali, sulawesi, tasikmala, kalimantan dan papua.

Seni Kriya Bordir (sulam)

Seni kriya bordir atau sulam adalah kriya yang menempatkan hiasan dari benang yang dijaitkan pada kain yang berfungsi untuk menghias dan mempercantik tampilan kain.
Pengaplikasian kriya bordir digunakan pada baju, tas, kerudung, taplak, dan mukena.
Daerah penghasil bordir atau sulam adalah di jawa barat tepatnya di tasikmalaya. 

Merancang dan Membuat Karya Seni Kriya Daerah Setempat Daerah Setempat

Sebelum membuat karya seni kriya yang sesungguhnya, terlebih dahulu dibuat rancangan atau desain sebagai panduan. Berdasarkan rancangan tersebut, selanjutnya karya seni kriya dapat diwujudkan dalam bentuk karya jadi. Pembuatan karya seni kriya umumnya dikerjakan dengan tangan sehingga hasilnya tergantung dari keterampilan tangan pembuatnya.
Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membuat karya seni kriya adalah kegunaan, kenyamanan, bahan dan teknik serta nilai seni, berikut penjelasannya:

1. Kegunaan

Faktor kegunaan dalam seni kriya menempati porsi yang utama. Misalnya, pada kendi terdapat leher yang dibuat untuk pegangan saat menuangkan air ke dalam gelas. Jika tidak diberi leher atau pegangan, benda tersebut menjadi tidak berguna.

2. Kenyamanan

Karena kegunaan menempati porsi yang utama, maka seni kriya harus mempunyai unsur kenyamanan. Kenyamanan dalam hal ini berarti enak dipakai. Dengan adanya unsur kenyamanan, berarti suatu benda telah memenuhi fungsinya dengan baik. Misalnya, sebuah kursi harus disesuaikan dengan ukuran duduk sehingga nyaman untuk diduduki.

3. Bahan dan Teknik

Pengetahuan terhadap bahan serta penguasaan teknik pembuatan harus dimiliki seorang pencipta kriya. Setiap bahan selalu memiliki sifat yang berbeda-beda. Tanah liat berbeda dengan lilin. Semen berbeda dengan gips. Bahkan setiap jenis kayu mempunyai karakter yang berbeda pula.
Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan seni kriya harus dipilih sesuai karakteristik benda yang dibuat. Misalnya, keramik dibuat dari tanah liat yang baik agar tidak mudah retak (pecah). Pemilihan bahan tersebut disesuaikan pula dengan kemampuan teknis penciptaannya.

4. Nilai Seni

Daya tarik terhadap karya seni kriya ditentukan oleh tampilan keindahannya. Jika dikaitkan dengan tujuan komersial (penjualan), selain pertimbangan estetis, perlu juga mengikuti selera konsumen dan ide kreatif.

Teknik dan Corak Seni Kriya Daerah

Karya seni kriya di setiap daerah memiliki teknik dan corak yang beragam. Teknik pembuatan karya seni kriya pada umumnya masih menggunakan teknik yang sederhana dan tradisional. Teknik-teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, antara lain butsir (menggunakan alat sudip, cocok untuk bahan tanah liat), membentuk (cocok untuk bahan-bahan lunak), pahat (ukir), anyam, sulam (bordir, renda), cetak (grafis), dan lain-lain.
Corak karya seni kriya terapan di setiap daerah umumnya masih bersifat tradisional, terikat pakem, monoton, dan diwariskan secara turun-temurun. Namun ada juga pola hias yang mengalami pengembangan, tetapi masih dapat dikenali ciri-ciri corak tradisionalnya. Corak karya seni kriya biasanya mengambil objek flora, fauna, atau alam sekitar daerah setempat. Corak tersebut umumnya bersifat dekoratif (menggunakan ornamen atau ragam hias), lembut, kontras, klasik, dan penuh simbolik.

SENI RUPA; (Pengertian, Fungsi, Unsur, Jenis, Macam, Bidang dan Contoh Seni Rupa)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa. Semoga dapat membantu

Seni Rupa

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.

Pengertian Seni Rupa

Apa yang dimaksud dengan seni rupa?
Pengertian seni rupa adalah cabang kesenian yang membentuk sebuah karya seni dengan menggunakan media yang dapat ditangkap secara kasat mata dan juga dapat dirasakan ataupun di sentuh dengan indera peraba.

Fungsi Seni Rupa

Apa fungsi dari seni rupa? sebutkan!
secara umum, seni rupa memiliki banyak fungsi, baik bagi individu maupun kelompok atau sosial,
Fungsi seni rupa individu adalah bersifat untuk memuaskan diri sendiri. Artinya seseorang menciptakan karya seni itu hanya untuk mengekspresikan dirinya untuk memuaskan batin. Sedangkan Fungsi Seni rupa sosial dari seni merupakanyang memberikan kepuasan banyak orang, misalnya saja seni dalam bidang rekreasi yang bisa dinikmati banyak orang, seni dalam komunikasi agar bisa menarik di hadapan banyak orang, serta seni di bidang rohani.
Serta seni rupa memiliki fungsi pada aspek aspek beserta contohnya yaitu sebagai berikut:
  • Untuk memenuhi kebutuhan fisik
Karna pada dasarnya manusia itu menyukai hal-hal yang indah dan juga butuh benda yang bisa dipakai. Selain berfungsi sebagai estetika seni, fungsi seni rupa terapan adalah juga pemuas kebutuhan fisik dan memberi kenyamanan.
Contohnya seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/textile, seni kerajinan tangan, daan sebagainya.
  • Untuk memenuhi kebutuhan emosional
Manusia memiliki banyak sekali perasaan, terkadang dia sedih, senang, malas, semangat dan sebagainya. Jika dia sedih dan bosan maka dia perlu hiburan, dan salah satu hiburannya adalah seni rupa karena memang seni rupa bersifat menyenangkan, dan rekreatif.
Sebagai Contoh yaitu mengalami keletihan sehingga membutuhkan rekreasi seperti teater, menonton biskop, konsert, pameran seni dll.
  • Komunikasi
Karena manusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya, dan alat komunikasi yang sering mereka gunakan yaitu bahasa, namun setiap wilayah di dunia ini bahasanya berbeda-beda, maka dibutuhkan bahasa yang universal, dan salah satu bahasa yang universal adalah seni rupa. Seni rupa termasuk bahasa universal karena mampu menembus batas-batas universal ataupun perbedaan lahiriah tiap manusia.
  • Edukasi
Seni bisa memberikan informasi baik tersirat maupun tersurat membimbing dan mendidik tingkah laku kita menuju kondisi lebih baik.
Contohnya: seni pertunjukan wayang, selain juga berfungsi menghibur seni wayang juga terkandung pesan dan amanat di dalamnya.
  • Agama
Seni rupa dapat berfungsi sebagai media menyampaikan pesan yang diinginkan agama untuk umatnya.
Contohnya di agama Islam ada seni kaligrafi. Selain biasanya untuk mempercantik masjid-masjid dan lainnya, kaligrafi juga beberapa tulisannya bertulis lafadz al qur’an jadi juga merupakan sarana dakwah.

Unsur Unsur Seni Rupa

Unsur seni rupa sendiri adalah elemen yang membangun perwujudan dari karya seni rupa. Meskipun suatu seni rupa sangat sederhana, akan tetapi tetap ada unsur di dalamnya.
Berikut ini adalah unsur unsur yang terkandung atau terdapat dalam seni rupa:

1. Titik

Titik adalah elemen atau unsur paling mendasar dalam seni rupa. Membuat titik bisa dilakukan dengan jarak lebar atau jarak sempit antar titik.
Titik bisa berukuran besar dan atau kecil dengan variasi warna berbeda tergantung kebutuhan atau dikenal istilahnya dengan teknik Pointilisme.

2. Garis

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Garis adalah gabungan antara titik titik yang membentuk sebuah garis. Garis banyak jenis-jenisnya diantaranya lurus, pendek, panjang, lebar, horizontal, vertikal, diagonal, dan lain-lain.
Pada umumnya setiap garis tersebut memiliki makna atau kesan tersendiri, misalnya:
  • Garis lurus dapat memberi kesan tegak dan keras
  • Garis patah-patah terkesan kaku
  • Garis lengkung berkesan lembut dan lentur
  • Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan
  • Garis spiral berkesan lentur
  • Garis halus, melengkung-melengkung berirama melambangkan kelembutan kewanitaan.
  • Garis miring, melambangkan akan kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  • Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.
Garis juga memiliki wujud seperti garis nyata dan garis semu.
  1. Garis nyata adalah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung
  2. Garis semu adalah garis yang muncul karena terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang.

3. Bidang

Unsur seni rupa yang ke-3 yaitu bidang. Bidang adalah hasil bentukan dari pertemuan ujung-ujung dari beberapa garis atau bisa juga hasil dari sapuan warna. Terdiri dari sisi panjang dan lebar dengan berbagai ukuran, bidang juga bisa diamati secara langsung di setiap karya seni rupa.
Berdasarkan bentuknya bidang terdiri dari bidang geometris, bidang biomorfis (organis, bidang tidak beraturan dan bidang tidak beraturan). Di setiap bentuk bidang memiliki lebar, tinggi dan panjang dan beberapa dari bidang juga terdapat isi dan volume.

4. Bentuk

Unsur ke-4 yaitu bentuk, Bentuk adalah perwujudan nyata dari suatu karya dan terbentuk dari gabungan berbagai bidang. Bentuk dalam seni rupa dibagi menjadi dua yaitu dan shape dan form. Shape adalah bentuk yang tidak memiliki unsur penjiwaan  dan hanya sekedar dilihat sifat bentuknya saja seperti ornamen, melingkar, dll. Sedangkan form tidak hanya dilihat saja tetapi juga terdapat unsur nilai di dalamnya.
Bentuk dibedakan lagi menjadi dua macam yaitu geografis dan nongeometris:
  • Geografis adalah Bentuk yang dibuat dengan perhitungan seperti bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok. Untuk bentuk silindris,
    Contohnya tabung, bola dan kerucut.
  • Nongeometris adalah Bentuk yang meniru objek di alam, seperti manusia,  hewan dan tumbuhan.

5. Ruang

Unsur ke-5 yaitu ruang, ruang adalah unsur seni rupa dari kumpulan dimensi yang terdiri dari panjang lebar dan tinggi, ruang juga memiliki dua sifat yaitu semuu dan nyata:
  • Ruang bersifat semu atau tidak nyata apabila dalam seni rupa dua dimensi.
    Contohnya ruangan yang terkesan dari seni rupa.
  • Ruang bersifat nyata dalam seni rupa tiga dimensi contohnya ruangan kamar dan ruangan patung.

6. Warna

Unsur seni rupa yang ke-6 yaitu warna. Kita telah mengetahui bahwa warna merupakan unsur seni rupa yang  bisa membuat seni rupa ada kesan, ekspresif dan terasa hidup.
Warna dipelajari dengan dua teori yaitu teori warna terhadap cahaya yang terdiri dari 7 spektrum warna dan teori pigmen warna.
Berikut ini adalah teori tentang pigmen warna yang terdiri dari beberapa jenis yaitu:
  1. Warna primer adalah warna asli dan bukan merupakan campuran dari warna lain. Hanya ada 3 yaitu merah, kuning dan biru
  2. Warna sekunder adalah hasil dari 2 campuran warna primer
  3. Warna tersier adalah hasil dari campuran warna sekunder
  4. Warna analogus adalah deretan warna yang letaknya berdampingan dalam satu lingkaran warna atau berdekatan.
    Contohnya deretan warna hijau ke warna kuning
  5. Warna Komplementer adalah Warna kontras dan letaknya berseberangan yang dibentuk dalam satu lingkaran warna.
    Contohnya warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.

7. Tekstur

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Pengertian tekstur adalah sifat permukaan bidang atau benda yang bisa dilihat dan diraba. Sifatnya bisa berkesan halus, kasar, licin, kusam, dan sebagainya.
Secara umum tekstur terbagi menjadi dua yaitu nyata dan semu:
  1. Tekstur nyata yaitu dimana sifat permukaannya menunjukkan kesan yang sebenarnya atau rasanya sama antara dilihat dan diraba.
  2. Teksur semu dimana kesan permukaannya dapat berbeda antara dilihat dan diraba.
Tekstur berfungs untuk memberikan karakter dan kesan tertentu pada bidang permukaan agar bisa menghasilkan nilai estetika.

8. Gelap dan Terang

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni tingkat SMP SMA/SMK/MA kurikulum 2013 revisi yaitu tentang materi lengkap seni rupa mulai dari pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, unsur-unsur, jenis jenis, macam macam seni rupa, bidang dan contoh seni rupa.
Gelap Terang adalah intensitas cahaya dengan tujuan supaya seolah-olah objek nyata atau untuk memperdalam kesan seni tersebut.
Intensitas cahaya besar maka terang,dan sebaliknya jika intensitas cahaya kecil maka gelap.
Teknik gelap terang ada 2 diantaranya chiaroscuro yang merupakan peralihan bertahap atau gradasi dan silhouette yaitu bayangan tanpa peralihan bertahap atau gradasi. Selain itu juga untuk menentukan gelap terang dengan cara memilih warna yang pas.

Jenis Jenis Seni Rupa

Jenis-jenis seni rupa dibedakan menjadi 3 macam, yaitu berdasarkan wujudnya, waktu/masanya dan terakhir berdasarkan fungsinya. Berikut penjelasan dari jenis jenis seni rupa tersebut:

A. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Dimensinya

Seni rupa berdasarkan dimensnya ada 2 macam yaitu seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi.
  1. Seni Rupa Dua Dimensi atau Dwimatra adalah karya seni rupa yang terbentuk dua ukuran, yaitu panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari arah depan.
    Contoh seni rupa dua dimensi adalah seni lukis, seni batik, sketsa, dan seni ilustrasi.
  2. Seni Rupa Tiga Dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga unsur yaitu panjang, lebar, dan tinggi serta memiliki unsur kesan ruang, bentuk, dan volume dan bisa dilihat dari segala arah.
    Contohnya bonsai, patung, seni keramik, diorama dan yang lainnya.

B. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Masanya

Seni rupa berdasarkan masanya terbagi menjadi 3 yaitu seni rupa tradisional, modern dan kontemporer.
  1. Seni Rupa Tradisional adalah Seni rupa zaman dahulu yang sudah memiliki aturan dan pakem tersendiri dan bersifat statis maksudnya baik bentuk maupun gayanya tidak mengalami perubahan. Aspek seni rupa tradisional ini dipertahankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi sampai saat ini.
  2. Seni Rupa Modern adalah karya seni terbaharui dari seni rupa tradisional yang mana aturan ataupun pola-pola yang ada sudah di ubah dan mengandalkan kekreatifitasan pembuat seni rupa atau bersifat individualis.
    Contoh seni rupa modern diantaranya adalah lukisan, grafis, patung dan kriya.
  3. Seni Rupa Kontemporer adalah karya seni yang muncul karena trend atau kondisi waktu dan bersifat kekinian.

C. Jenis Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya

Jenis seni rupa berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 2 jenis yaitu seni rupa murni dan terapan
  1. Seni Rupa Murni adalah karya seni rupa yang dibuat hanya untuk nilai estetika dan ide saja pembuat saja, bukan untuk dipakai.
  2. Seni Rupa Terapan, adalah seni rupa yang lebih bertujuan untuk nilai pakai.
    Contohnya keramik, poster, senjata tradisional dan lain-lain.

Bidang Bidang Seni Rupa

Seni rupa banyak sekali cabangnya, tidak hanya yang kita kenal seperti seni lukis maupun seni ukir. Berikut ini adalah rangkuman dari bidangnya:

Seni Rupa Murni

Seni lukis
Seni grafis
Seni patung
Seni instalasi
Seni pertunjukan
Seni keramik
Seni film
Seni koreografi
Seni fotografi

Desain

Arsitektur
Desain grafis
Desain komunikasi visual
Desain interior
Desain busana
Desain produk

Seni Kriya

Kursi rotan sebagai hasil karya kriya
Kriya tekstil
Kriya kayu
Kriya keramik
Kriya rotan
Kriya Logam
Kriya Kulit
Kriya Bambu

Pengertian SENI TEATER (Sejarah, Fungsi, Unsur Unsur, Jenis Jenis dan Contoh Seni Teater)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni, yaitu tentang seni teater, dimana disini kita akan membahas lengkap tentang seni teater yaitu pengertian seni teater dalam makna/arti luas dan sempit, sejarah seni teater di dunia dan di indonesia, fungsi, unsur unsur teater, jenis jenisteater dan contoh seni teater serta perbedaan antara teater dan drama. semoga dapat membantu

Seni Teater

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran seni, yaitu tentang seni teater, dimana disini kita akan membahas lengkap tentang seni teater yaitu pengertian seni teater dalam makna/arti luas dan sempit, sejarah seni teater di dunia dan di indonesia, fungsi, unsur unsur teater, jenis jenisteater dan contoh seni teater serta perbedaan antara teater dan drama

Pengertian Seni Teater

Pengertian Teater dalam arti sempit yaitu bahwa teater dapat diartikan sebagai drama (kisah hidup atau kehidupan manusia baik fiktif maupun nyata) yang diceritakan dan dipentaskan di atas panggung/pentas, kemudian didiskusikan oleh orang banyak yang mengacu pada panduan teks/naskah.
Dalam arti luas, pengertian teater adalah segala macam pertunjukan atau tontonan yang dipertunjukkan di depan khalayak ramai. Misalnya, wayang orang, lenong, ketoprak, ludruk, arja, randai, reog, dan sebagainya.

Sejarah Seni Teater

Dalam sejarah Teater dunia, teater muncul sekitar abad ke-6 SM dari bangsa Yunani kuno yang telah mempunyai seni pertunjukan yang disebut drama. Pertunjukan drama berasal dari upacara keagamaan dalam bentuk pemujaan kepada Dewa Anggur bernama Dionysus. Teater pada zaman Yunani Kuno biasanya dipertunjukkan secara umum di sebuah tempat yang bernama theatron. Theatron merupakan bangunan khusus untuk pertunjukan drama, terbuka tanpa atap, dan dibangun di lereng-lereng bukit.
Di Italia, seni teater berkembang sangat pesat dan mengalami masa kejayaan, baik dari segi panggung, penambahan dekorasi, maupun penambahan ornamen serta layar pada tempat pertunjukan sehingga melahirkan teater modern. Berbeda dengan zaman Yunani, penonton teater di Italia terbatas pada kalangan tertentu,
yaitu kalangan bangsawan.

Sejarah Seni Teater Di Indonesia
seni pertunjukan seperti teater sudah muncul sejak lama. Teater Indonesia atau teater Nusantara ini mencakup teater tradisional yang berasal dari daerah-daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ketoprak dari Jawa, mak yong dari Riau, dan drama gong dari Bali. Pada awalnya, teater tradisional ini dijadikan sebagai upacara keagamaan. Namun, seiring berkembangnya zaman, beberapa teater tradisional menjadi sebuah pertunjukan untuk tontonan saja.
Selanjutnya, memasuki abad ke-20 teater nusantara mengalami perubahan sehingga muncul teater modern. Teater modern ini merupakan teater yang dipengaruhi oleh teater tradisional dan teater barat. Dengan adanya pengaruh dari barat, bentuk pertunjukan teater modern jauh berbeda dengan teater tradisional.
Perbedaan tersebut antara lain terlihat dari cerita yang disuguhkan, penataan panggung, dan penataan cahaya. Munculnya teater modern pun memunculkan kelompok-kelompok teater modern antara lain Teater Populer, Teater Kecil, Teater Koma, Bengkel Teater, Studiklub Teater Bandung, Teater Payung Hitam, dan Teater Gandrik.

Fungsi Seni Teater

Adapun fungsi teater saat ini yaitu dapat dijadikan sebagai sarana upacara, media ekspresi, media hiburan, dan media pendidikan, berikut penjelasannya:

Teater Sebagai Sarana Upacara

 Pada awal munculnya, teater hadir sebagai sarana upacara persembahan kepada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Teater  yang berfungsi  untuk  kepentingan  upacara  tidak  membutuhkan  penonton karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teater yang dijadikan sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater  tradisional.

Teater Sebagai Sarana Media Ekspresi

Teater merupakan salah satu bentuk seni dengan fokus utama pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik yang mengedepankan aspek suara dan seni tari yang menekankan pada keselarasan gerak dan irama. Dalam praktiknya, Seniman teater akan mengekspresikan seninya dalam bentuk gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

Teater Sebagai Sarana Hiburan

Dalam perannya sebagai sarana hiburan, sebelum pementasannya sebuah teater itu harus dengan persiapkan dengan usaha yang maksimal.  Sehingga harapannya penonton akan terhibur  dengan pertunjukan yang digelar. 

Teater Sebagai Sarana Media Pendidikan

Teater adalah seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan untuk mewujudkannya diperlukan kerja tim yang harmonis. Jika suatu teater dipentaskan  diharapkan pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. Melalui pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya membaca lewat sebuah cerita.

Unsur-Unsur Seni Teater

Secara Garis Besar unsur unsur seni teater ada dua yaitu insur internal dan unsur eksternal, namun dari bagian bagian tersebut masih terdapat beberapa bagian lainnya yaitu :

Unsur Internal

Unsur internal merupakan unsur yang menyangkut tentang bagaimana keberlangsungan pementasan suatu  teater. Tanpa unsur internal internal tidak akan ada suatu pementasan teater. Oleh karena itu, unsur internal dikatakan sebagai jantungnya sebuah pementasan teater. Unsur internal, meliputi:
  1. Naskah atau Skenario
  2. Pemain
  3. Sutradara
  4. Pentas
  5. Properti
  6. Penataan (Tata Rias, Busana, Lampu dan Suara)

Unsur Eksternal

Unsur eksternal adalah unsur yang mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan dalam sebuah pementasan. Unsur eksternal diantaranya, yaitu :

  1. Staff Produksi
  2. Sutradara
  3. Stage Manager
  4. Desainer
  5. Crew

Jenis Jenis Seni Teater

Berikut ini adalah jenis jenis seni teater beserta penjelasannya, antara lain :

Teater Boneka

Pertunjukan boneka telah dilakukan sejak Zaman Kuno. Sisa  peninggalannya ditemukan di makam-makam India Kuno, Mesir, dan Yunani. Boneka sering dipakai untuk menceritakan legenda atau kisah-kisah yang bersifat religius (keagamaan). Berbagai jenis boneka dimainkan dengan cara yang berbeda. Boneka tangan dipakai di tangan sementara boneka tongkat  digerakkan dengan tongkat yang dipegang dari bawah. Marionette atau boneka tali, digerakkan dengan cara menggerakkan kayu silang tempat tali boneka diikatkan.

Selain itu, contoh teater boneka yang cukup populer ialah pertujukan wayang kulit. Dalam pertunjukan wayang kulit, wayang dimainkan di belakang layar tipis dan sinar lampu menciptakan bayangan wayang di layar. Penonton wanita duduk di depan layar, menonton bayangan tersebut. Penonton pria duduk di belakang layar dan menonton wayang secara langsung.

Drama Musikal

Drama musikal adalah pertunjukan teater yang menggabungkan seni tari, musik, dan seni peran. Drama musikal lebih mengedepankan tiga unsur tersebut dibandingkan dialog para pemainnya. Kualitas pemainnya tidak hanya dinilai pada penghayatan karakter melalui untaian kalimat yang diucapkan tetapi juga melalui keharmonisan lagu dan gerak tari. Disebut drama musikal karena dalam pertunjukannya yang menjadi latar belakangnya merupakan kombinasi antara gerak tari, alunan musik, dan tata pentas. Drama musikal yang cukup tersohor ialah kabaret dan opera. Perbedaan keduanya terletak pada jenis musik yang digunakan. Dalam opera, dialog para tokoh dinyanyikan dengan iringan musik orkestra dan lagu yang dinyanyikan disebut seriosa. Sedangkan dalam drama musikal kabaret, jenis musik dan lagu yang dinyanyikan bebas dan biasa saja. 

Teater Dramatik

Istilah dramatik digunakan untuk menyebut pertunjukan teater yang berdasarkan pada dramatika lakon yang dipentaskan. Dalam teater dramatik, perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan. Situasi cerita dan latar belakang kejadian dibuat sedetil mungkin. Rangkaian cerita dalam teater dramatik mengikuti alur plot dengan ketat. Fokus pertujukan teater dramatik ialah menarik minat dan rasa penonton terhadap situasi cerita yang disajikan. Dalam teater dramatik, laku aksi pemain sangat ditonjolkan. Satu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lain hingga membentuk keseluruhan cerita. Karakter yang disajikan di atas pentas adalah karakter tanpa improvisatoris. Teater dramatik mencoba mementaskan cerita seperti halnya realita.

Teatrikalisasi Puisi

 Teatrikalisasi puisi merupakan pertunjukan teater yang dibuat berdasarkan karya sastra puisi. Karya puisi yang biasanya hanya dibacakan, dalam teatrikal puisi dicoba untuk diperankan di atas pentas. Karena bahan dasarnya adalah puisi maka teatrikalisasi puisi lebih mengedepankan estetika puitik di atas pentas. Gaya akting para pemain biasanya bersifat teatrikal. Tata panggung dan blocking dirancang sedemikian rupa untuk menegaskan makna puisi yang dimaksud.
Teatrikalisasi puisi memberikan kesempatan bagi seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya dalam menerjemahkan makna puisi ke dalam tampilan lakon dan tata artistik di atas pentas.

Teater Gerak

Teater gerak merupakan pertunjukan teater dengan unsur utamanya adalah gerak dan ekspresi wajah pemainnya. Dalam pementasannya, penggunaan dialog sangat minimal atau bahkan dihilangkan seperti dalam pertunjukan pantomim klasik. Seiring perkembangannya, pemain teater dapat bebas bergerak mengikuti suasana hati (untuk karakter tertentu) bahkan lepas dari karakter tokoh dasarnya untuk menarik minat penikmat. Dari kebebasan ekspresi gerak inilah gagasan mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul.

Teater gerak yang paling populer dan bertahan sampai saat ini  adalah pantomim. Sebagai sebuah pertunjukan yang sunyi karena tidak menggunakan suara, pantomim mencoba mengungkapkan ekspresinya melalui tingkah laku gerak dan mimik para pemainnya. Makna pesan yang hendak direalisasikan dipertunjukkan dalam bentuk gerak.

Perbedaan Seni Teater Dan Drama

Adapun Teater dan drama, memiliki arti yang sama, tapi berbeda uangkapannya.Teater berasal dari kata yunanikuno “theatron” yang secara harfiah berarti gedung/tempat pertunjukan. Dengan demikian maka kata teater selalu mengandung arti pertunjukan/tontonan. Drama juga dari kata yunanai ‘dran’ yang berarti berbuat, berlaku atau beracting. Drama cenderung memiliki pengertian ke seni sastra. Didalam seni sastra, drama setaraf denagn jenis puisi, prosa/esai. Drama juga berarti suatu kejadian atau peristiwa tentang manusia. Apalagi peristiwa atau cerita tentang manusia kemudian diangkat kesuatu pentas sebagai suatau bentuk pertunjukan maka menjadi suatu peristiwa Teater.

Kesimpulan teater tercipta karena adanya drama