Rangkuman Biologi KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Macam, Jenis, Langkah dan Tingkatan)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 Semester 1 (ganjil) untuk tingkat SMA/SMK/MA, adapun kita akan bahas mengenai rangkuman biologi pengklasifikasian makhluk hidup, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, macam-macam, jenis-jenis dan langkah-langkah serta tingkatan klasifikasi makhluk hidup dan contohnya. Semoga dapat membantu

Klasifikasi Makhluk Hidup

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi kelas 10 Semester 1 (ganjil) untuk tingkat SMA/SMK/MA, adapun kita akan bahas mengenai rangkuman biologi pengklasifikasian makhluk hidup, mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, macam-macam, jenis-jenis dan langkah-langkah serta tingkatan klasifikasi makhluk hidup dan contohnya.

Pengertian Klasifikasi Makhluk Hidup

Pengertian klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runtut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar.
Adapun ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Pada umumnya tujuan pengklasifikasian makhluk hidup adalah untuk:
  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
  • Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup, dan
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Dan berdasarkan pada tujuan diatas, berikut ini adalah manfaat dari pengklasifikasian makhluk hidup:
  • Untuk memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
  • Untuk mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

Macam-macam Klasifikasi Makhluk Hidup

Sistem Klasifikasi, pada dasarnya dapat kita golongkan menjai Tiga Golongan, yakni Sistem Alami, Buatan dan Filogenik, Berikut adalah penjelasan dari 3 sistem tersebut:

Klasifikasi Sistem Alami / Natural

Pada dasarnya klasifikasi berpijak dari adanya persamaan. Hal ini dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi.
Misalnya, kita mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau.
Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa kelima binatang itu mempunyai empat kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang dikehendaki alam, yaitu kelompok binatang yang berkaki empat. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa klasifikasi sistem alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup secara alami.
Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles, seorang berkebangsaan Yunani pada tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.

Klasifikasi Sistem Buatan / Artifisial

Sistem buatan adalah Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup. Penganut sistem ini di antaranya Aristoteles dan Theophratus (370 SM).

Baca Juga: Rangkuman Materi Usus 12 Jari

Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna, dan mudah

Klasifikasi Sistem Modern / Filogenetik

Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara evolusioner. Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai berikut:
  • Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal
  • Menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan Limulus polyphemus, dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan (Crab) karena bentuknya seperti rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa hewan ini lebih dekat dengan laba-laba (Spider). Berdasarkan bukti ini, Limulus dimasukkan ke dalam golongan laba-laba.
  • Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya kekerabatan.

Langkah-Langkah Klasifikasi Makhluk Hidup

Berikut dibawah ini adalah tahapan (tahap-tahap) atau langkah langkah klasifikasi makhluk hidup yang di lakukan oleh Linnaeus antara lain:
  1. Pencandraan atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
  2. Pengelompokan, yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.  Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu kelompok yang sama yang disebut dengan takson.
  3. Pemberian nama takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi, selanjutnya diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu kelompok mahluk hidup tertentu.
Kemudian Linnaeus memperkenalkan  hierarkki (tingkat) takson untuk mengelompokkan makhluk hidup. Hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah:
  • Kingdom (kerajaan)
  • Phylum (Filum) untuk hewan, atau Divisio (Divisi) untuk tumbuhan
  • Classis (Kelas)
  • Ordo (Bangsa)
  • Familia(Keluarga/Suku)
  • Genus (Marga)
  • Spesies (Jenis)
Mengingat keperluannya, kadang-kadang pada klasifikasi makhluk hidup di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok varietas dan di bawah varietas terdapat strain. Semakin ke atas urutan tingkatan klasifikasi, hubungan kekerabatan makhluk hidup semakin jauh, sedangkan semakin ke bawah hubungan kekerabatannya semakin dekat.

Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Agar memudahkan dalam pengelompokan Makhluk hidup yang sangat banyak serta beragam, maka dari itu di susunlah suatu aturan pengelompokan. Berikut ini adalah tingkatan klasifikasi makhluk hidup dari tertinggi hingga terendah:

1. Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)

Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan dimasukkan dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom Plantae.

2. Filum atau Divisio (Keluarga Besar)

Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk jenis tumbuhan.
Filum Chordata merupakan hewan bernotokorda dan hewan bertulang belakang.
Ada juga hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum Arthropoda.
Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan divisio tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji dimasukkan dalam divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam divisio Basidiomycota.

3. Kelas

Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila kelompok makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan dalam satu kelas.
Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/Mamalia, misalnya anjing, kucing, kelinci, dan lain-lain.
Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping dua. Dengan demikian, tumbuhan mempunyai divisio: Spermatophyta, kelas: Monocotyledonae dan Dicotyledonae.

4. Ordo (Bangsa)

Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran.
Contoh dari hewan mempunyai ordo Carnivora (bangsa pemakan daging), Omnivora (bangsa pemakan tumbuh-tumbuhan).
Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo Graminales (bangsa rumput-rumputan), Rosales (bangsa mawar-mawaran).

5. Familia (Suku/Keluarga)

Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi akhiran idae.
Contoh keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing). Contoh keluarga tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).

6. Genus (Marga)

Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas satu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat kandungan, dan sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah.

Baca Juga: Rangkuman Keanekaragaman Hayati

Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Felis (marga kucing), Taenia(marga cacing).
Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).

7. Species (jenis)

Species merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan antarsesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil).
Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus), sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya.
Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital. Contohnya: Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita), Rosa gallica(mawar), Carica papaya (pepaya), Oryza sativa (padi).

KLASIFIKASI KARBOHIDRAT | Pengertian, Fungsi, Jenis, Sumber dan Contoh penyakit beserta gambarnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya. Semoga dapat membantu

Karbohidrat

Pengertian Karbohidrat

Pengertian karbohidrat secara umum adalah molekul yang sangat penting bagi makhluk hidup. Karbohidrat terdapat pada semua jenis sel sebagai komponen membran sel, dinding sel, membran organel, dan sumber energi bagi sel.

Fungsi Karbohidrat

Fungsi karbohidrat pada umumnya mencakup beberapa hal, yaitu :

  1. Sebagai sumber Energi utama pada tubuh.
    Ini merupakan Fungsi karbohidrat yang utama yang berperan sebagai pasokan energi tubuh, setiap gram Karbohidrat mengandung 4 kalori.
  2. Cadangan Energi dalam otot dan hati.
    Keberadaan karbohidrat didalam tubuh manusia, sebagian terdapat dalam darah sebagai glukosa untuk energi tubuh, sebagian terdapat pada Hati dan jaringan otot yang diubah menjadi Glikogen, dan sebagiannya lagi Diubah menjadi lemak dan disimpan didalam jaringan otot yang berfungsi sebagai cadangan energi tubuh.
  3. Untuk memperlancar pencernaan.
    Karbohidrat juga berfungsi untuk memperlancar peristaltik usus dan memudahkan pembuangan feses, selain itu karbohidrat yang tidak dapat dicerna seperti serat bisa memberikan rasa kenyang.
  4. Sebagai pemanis alami
    Karbohidrat juga berfungsi sebagai pemberi rasa manis alami pada makanan khususnya Disakarida dan jenis karbohidrat Monosakarida

Klasifikasi Karbohidrat

Karbohidrat merupakan suatu polimer yang tersusun atas monomer-monomer (satuan gula) yang disatukan dengan ikatan glikosidik.
Berdasarkan jumlah gulanya, karbohidrat dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida. Berikut ini adalah pengklasifikasian karbohidrat berdasarkan jumlah gulanya :

Monosakarida

Monosakarida adalah karbohidrat yang tersusun atas satu monomer (satu molekul gula). Monosakarida mudah larut dalam air, memiliki rasa manis, dan merupakan gula yang umum ditemukan pada buah dan madu. Jenis-jenis monosakarida yang penting adalah glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga jenis monosakarida tersebut memiliki tingkat kemanisan yang berbeda-beda, dimana fruktosa lebih manis dibandingkan glukosa, dan glukosa lebih manis dibandingkan galaktosa.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.

Disakarida

Disakarida adalah karbohidrat yang tersusun atas 2 monomer (2 molekul gula yang berikatan). Disakarida mudah larut dalam air, berasa manis, dan merupakan gula yang paling banyak diproduksi dalam industri.
  • Sukrosa (gula meja) adalah disakarida yang digunakan dalam minuman, dan hampir ada di setiap rumah di Indonesia. Sukrosa tersusun atas molekul fruktosa dan glukosa yang berikatan dengan ikatan glikosidik.
  • Maltosa adalah disakarida yang umum terdapat pada umbi, tersusun atas 2 molekul glukosa yang saling berikatan.
  • Laktosa adalah gula yang terdapat pada susu, tersusun atas molekul glukosa dan galaktosa.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.
Berdasarkan tingkat kemanisannya, sukrosa memiliki rasa yang lebih manis dari maltosa, dan maltosa memiliki rasa lebih manis dari laktosa.
Sehingga urutan gula dari yang termanis adalah Sukrosa, Maltosa dan Laktosa

Oligosakarida

Oligosakarida adalah karbohidrat yang tersusun atas sedikit molekul gula (umumnya 3 hingga 10 molekul). Gula penyusun oligosakarida dapat berupa glukosa, fruktosa, maupun galaktosa. Oligosakarida dapat ditemukan dalam umbi-umbian seperti ubi rambat. Karena sifatnya yang sulit dicerna, oligosakarida akan menjadi medium pertumbuhan bakteri sehingga banyak menghasilkan gas-gas yang keluar dalam bentuk kentut.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.
Contoh oligosakarida adalah rafinosa (3 molekul gula) yang tersusun atas molekul galaktosa, glukosa, dan fruktosa.

Polisakarida

Polisakarida adalah kerbohidrat yang tersusun atas banyak monomer (banyak molekul gula), dan umumnya tidak berasa manis. Amilum, selulosa, dan glikogen adalah polisakarida yang umum dalam kehidupan sehari-hari.
  • Amilum atau pati adalah cadangan makanan tumbuhan yang dapat diperoleh dari batang, biji, maupun umbi. Amilum tersusun atas banyak molekul glukosa yang berikatan dengan ikatan alfa 1,4 glikosidik.
  • Selulosa adalah komponen penyusun dinding sel tumbuhan dan bakteri. Selulosa dalam sayuran dikenal dengan istilah serat makanan. Selulosa tersusun atas molekul glukosa yang disatukan dengan ikatan beta 1,4 glikosidik.
  • Glokogen adalah cadangan makanan pada hewan, yang disimpan dalam hati dan otot. Glikogen tersusun atas molekul glukosa yang diatukan dengan ikatan alfa 1,4 glikosidik.
Glikogen dan amilum tersusun dari glukosa dengan jenis ikatan yang sama,
perbedaan antara glokogen dan amilum adalah pada bentuk polimernya. Dimana polimer glikogen memiliki banyak sekali percabangan sedangkan amilum memiliki lebih sedikit percabangan.
Persamaan amilum dan selulosa, Amilum dan selulosa sama-sama tersusun atas molekul glukosa dengan perbedaan pada jenis ikatan yang terbentuk. Ikatan alfa 1,4 glikosidik pada amilum dapat dicerna oleh enzim amilase dalam sistem pencernaan manusia, sedangkan ikatan beta 1,4 glikosidik pada seulosa tidak dapat dicerna.
Oleh karena itu selulosa pada makanan akan menumpuk di usus besar dan sangat bermanfaat untuk memadatkan feses dan mempermudah keluarnya feses.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.
Amilum

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.
Glikogen

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA dan Perkuliahan yaitu tentang karbohidrat, adapun disini kita akan merangkumnya secara ringkas mulai dari klasifikasi karbohidrat, pengertian karbohdrat, fungsi karbohidrat, jenis jenis karbohidrat sumber karbohidratdan contohnya serta penyakit apa saja yang berhubungan dengan karbohidrat beserta gambarnya.
Selulosa

Sumber Karbohidrat

Seperti yang kita tahu, hampir disetiap makanan mengandung karbohidrat, mulai dari biji bijian, umbi umbian, daun dan pad buah buahan, berikut ini adalah sumber sumber karbohidrat dari makanan apa aja sih?
  • Biji Bijian antara lain: Beras, Jagung, Gandum Dll.
  • Sumber karbohidrat pada buah buahan: Pisang, Mangga, dan semua jenis buah yang memiliki rasa manis
  • Umbi Umbian : Ubi jalar, Ubi kayu, Ketela, Kentang Dll
  • dan Sayur sayuran berwarna hijau.

Penyakit Penyakit tentang Karbohidrat

Berikut ini adalah jenis jenis penyakit yang berhubungan dengan karbohidrat, antara lain:
  1. Obesitas yaitu kelebihan berat badan akibat kelebihan kalori / kelebihan karbohidrat
  2. Marasmus adalah Suatu kondisi serius malnutrisi kekurangan kalori dan protein.
  3. Diabetes Militus yaitu gangguan Metabolisme Karbohidrat
  4. Laktose intolerance yaitu gangguanmetabolisme laktosa karena difisiensi enzim laktase.

Rangkuman USUS 12 JARI; Pengertian, Fungsi, Karakteristik, Letak dan Bagian bagian Usus 12 Jari

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Biologi tingkat SMA/SMK/MA yaitu tentang rangkuman biologi usus 12 jari, adapun yang akan kita bahas tentang pengertian, fungsi, karakteristik, letak dan bagian bagian usus 12 jari. Semoga dapat membantu

Usus 12 Jari

Pengertian Usus 12 Jari

Pengertian usus 12 jari adalah bagian bagian berasal dari usus halus yang terletak sehabis lambung dan menyalurkan ke usus kosong (jejunum) dengan panjang antara 25-38cm.
Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek berasal dari usus halus, dimulai berasal dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz. Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus sepenuhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar terhadap derajat 9 (sembilan).

Baca Juga: Rangkuman biologi Bagian dan Fungsi telinga

Fungsi

Adapun berikut ini adalah fungsi fungsi dari usus 12 jari pada pencernaan :
  • Membantu Pencernaan makanan
    Makanan yang masuk ke dalam perut akan di olah di usus 12 jari. Dalam pengolahan ini di maksudkan agar makanan bisa lebih lebih lembut dan halus. Kemudian di ambil sari patinya. Sedangkan bagian sisanya akan di lanjut kan sampai usus besar.
  • Membantu Penyerapan Makanan
    Makanan yang masuk ke dalam usus 12 jari bukan hanya di cerna saja. Namun juga di serap nutrisi dan gizi yang ada di dalamnya. Misalnya dalam telur terdapat asam amino yang merupakan bagian dari protein. Zat ini bisa bermanfaat untuk tubuh. Salah satunya adalah membantu mengganti sel yang rusak. Ada lagi nasi, sayuran, buah, dan lain sebagainya.
  • Menghasilkan enzim yang berguna dalam proses penyerapan
  • Saluran ke usus halus
    Usus 12 jari merupakan saluran langsung dari lambung. Jadi makanan yang masuk dalam lambung terjadi pengolahan dengan derajat keasaman rendah.
  • Terdapat mukosa otot
    Pada bagian usus 12 jari ini terdapat lapisan lapisan tipis. Hal ini di gunakan usus untuk membentuk mukosa otot. Keberadaannya membantu dalam pengolahan makanan agar hasilnya lebih baik dan lebih bisa di cerna lebih lanjut.
  • Memiliki lendir yang bekerja spesifik
    Makana yang masuk dalam usus 12 jari tidak akan mudah di cerna. Namun usus 12 jari ini memiliki lendir yang di hasilkan oleh kelenjar Brunner.
  • Membantu dalam penyerapan protein
    Dalam usus 12 jari terdapat lipatan lipatan yang di namakan dengan jonjot jonjot usus. Di setiap jonjot tersebut terdapat sel kripta lieberkuhn. Dari sel tersebut mampu menghasilkan enzim enterokinase. Keberadaan enzim enterokinase mampu membantu mengaktivkan keberadaan enzim yang membantu dalam penyerapan protein. Enzim tersebut adalah tripsin. Tugasnya adalah mengubah protein menjadi asam amino.
  • Membantu penyerapan karbohidrat dan zat gula
  • Membantu penyerapan asam amino
  • Membantu dalam penyerapan asam lemak
  • Sebagai sistem imun
  • Tempat muaranya saluran saluran penting tubuh

Karakteristik Usus 12 Jari

Adapun karakteristik dari usus 12 jari adalah tidak benar satu bagian yang paling pendek berasal dari usus halus. Perjalanannya mampu di merasa dar bulbo duodenale selanjutnya melaju tetap hingga ligamentum treitz. Organ ini dinamakan termasuk dengan organ retroperitoneal, gara-gara seluruh bagiannya tidak terbungkus secara merata dan menyeluruh oleh selaput peritoneum. 

Baca Juga: Rangkuman Ginjal

Secara karakteristik, usus 12 jari ini miliki tingkat keasaman memadai rendah. Apabila di ukur memakai pH, maka bakal menunjukan angka 9, yang mana memberi tambahan informasi bahwa usus 12 jari ini basa. Maka makanan yang masuk ke di dalam usus 12 jari ini bakal berasa basa semua.

Letak Usus 12 Jari

Mungkin kalian akan bertanya, dimana letak usus 12 jari? usus 12 jari terletak pada bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum).
berikut ini adalah gambar dari letak usus 12 jari
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Biologi tingkat SMA/SMK/MA yaitu tentang rangkuman biologi usus 12 jari, adapun yang akan kita bahas tentang pengertian, fungsi, karakteristik, letak dan bagian bagian usus 12 jari.

Bagian Bagian

Berikut ini adalah bagian bagian usus 12 jari :
  • Pars suoerior dimulai berasal dari akhir pilorus. Selanjutnya, saluran bakal membelok ke lateral kanan. Bagian ini miliki panjang kira-kira 5 cm.
  • pars ascendens berupa saluran menaik dan berakhir terhadap awal usus kosong (jejunum).

Bagian Bagian dan Fungsi Telinga (Luar, Tengah dan Dalam telinga) dan gambarnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya. semoga dapat membantu

Telinga

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya.

 

Pengertian Telinga

Pengertian telinga adalah salah satu organ tubuh manusia yang berfungsi sebagai indra, yaitu pendengaran dan organ yang menjaga keseimbangan.
Telinga merupakan organ yang berperan terhadap pendengaran kita akan suara atau bunyi, hal ini dapat terjadi karena telinga memiliki reseptor khusus yang berfungsi untuk mengenali getaran suara. Namun Telinga memiliki batasan frekuensi suara yang dapat kita dengar, yaitu kisaran frekuensi 20 sampai 20.000 Hz.

Bagian Bagian dan Fungsi Telinga

Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar, telinga tengah dan telinga luar, dari masing masing bagian telinga tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda yaitu sebagai berikut:

Telinga Bagian Luar

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA/SMK yaitu tentang telinga, adapun kita akan bahas mengenai pengertian telingabagian bagian telinga dan fungsi telinga luar, fungsi telinga tengan dan fungsi telinga dalam beserta gambarnya.
Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga atau aurikula, saluran telingan luar atau analis auditoris eksternal, dan gendang telinga atau biasa kita ketahui sebagai Membran Timpani yang membatasinya dengan telinga dalam.
Daun Telinga tersusun oleh tulang rawan yang memiliki bentuk khas. Untuk mendukung fungsinya, yaitu untuk memusatkan gelombang suara yang masuk ke saluran telinga.
Dalam Saluran Telinga Luar terdapat kelenjar sudorifera yaitu kelenjar yang dapat menghasilkan serumen (bahan mirip lilin yang dapat mengeras). Serumen ini menjaga telinga agar tidak banyak kotoran dari luar yang masuk ke dalam, juga dapat menghindari masuknya serangga karena memiliki bau tidak sedap.
Fungsi membran timpani adalah untuk menangkap gelombang suara.

Telinga Tengan

Telinga tengah merupakan rongga yang berisi udara dan menjaga tekanan udara tetap seimbang. Dinding dari bagian ini dilapisi oleh sel epitel. Fungsi Utama bagian telinga tengah adalah untuk meneruskan suara yang diterima dari Telinga Luar ke Telinga Bagian Dalam.
Bagian Telinga Tengan memiliki Tuba Eustachius yaitu bagian yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut atau faring. Fungsi Tuba Eustachius adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara antara telinga bagian luar dengan telinga bagian tengah.

Telinga bagian tengah terdiri atas tiga tulang pendengaran utama yaitu Maleus atau Martil, Incus atau Landasan, dan Stapes atau sanggurdi, ketiga tulang ini saling berhubungan satu sama lain (dihubungkan oleh sendi), karena adanya sendi maka tulang – tulang ini dapat bergerak.

Rangkaian 3 Tulang yang sedemikian rupa ini berfungsi untuk mengirimkan getaran yang diterima dari membran timpani pada telinga luar menuju ke Jendela Oval Telinga Dalam.
Tuba Eustachius ini selalu menutup kecual saat menelan dan menganga. Oleh karena itu saat kita dalam ketinggian tertentu, apabila telinga berdengung, kita dianjurkan untuk menelan, karena menelan dapat membuka tuba eustachius yang akan menyeimbangkan kembali tekanan udara. 

Telinga Dalam

Telinga Dalam terdiri dari bagian tulang dan bagian membran. Telinga dalam disebut juga sebagai labirin dikarenakan bentuknya. Labirin tulang (Labirin Osea) merupakan rongga yang terbentuk pada tonjolan tulang pelipis yang berisikan cairan perilimfe. Labirin Membran terletak pada bagian yang sama dengan bagian labirin tulang, namun tempatnya lebih dalam dan dilapisi oleh sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Labirin Pada bagian telinga dalam terbagi menjadi 3 bagian yaitu koklea, vestibuli dan Kanalis Semisirkularis, berikut ini adalah penjelasan dan fungsi dari koklea, vestibuli dan Kanalis Semisirkularis tersebut :
  • Koklea atau Rumah siput

Koklea berbentuk seperti tabung bengkok ke belakang lalu berlilit mengelilingi tulang dan membentuk seperti kerucut di ujungnya. Koklea berfungsi sebagai reseptor karena memiliki sel-sel saraf di dalamnya. Dalam Tabung Koklea terdapat bagian yang dibentuk oleh tulang dan membran koklea, bagian ini disebut Membran Basilaris.

Membran Basilaris berfungsi memisahkan koklea menjadi 2 bagian, yaitu pada bagian atas disebut Skala Vestibuli, dan pada bagian bawah disebut skala timpani. Diantara skala vestibuli dan skala timpani terdapat skala media. Bagian atas Skala media dibatasi oleh membran vestibularis (reissner) dan bagian bawahnya oleh membran basilaris.

Dalam skala vestibuli dan Skala Timpani terdapat cairan yang disebut dengan cairan perilimfe. Cairan ini berasal dari cairan serebrospinal yang masuk melalui sebuah saluran kecil, kemudian bermuara di vestibuli. Sedangkan dalam skala media terdapat cairan yang disebut dengan endolimfe yang belum diketahui darimana asalnya.

Pada Bagian atas membran basilaris terdapat suatu struktur khusus yang dikenal dengan nama organ korti. Organ Korti berfungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Organ Korti adalah struktur yang disusun oleh sel-sel rambut dan sel penyokong, sel rambut pada organ korti ini dihubungkan dengan bagian auditori (pendengaran) dari saraf otak VIII.

  • Vestibuli

Vestibuli adalah bagian yang terdiri dari sakula dan utrikula. Sakula dan Utrikula ini disusun oleh sel rambut yang memiliki struktur khusus, sel rambut ini disebut macula acustika. Sel rambut pada sakula tersusun secara vertikal, sedangkan pada utrikula tersusun secara horizontal. Pada sel rambut macula austica ini tersebar partikel serbuk protein kalsium karbonat (CaCO3) yang disebut otolith.

  • Kanalis Semisirkularis

Kanalis Semisirkularis adalah saluran setengah lingkarang yang terdiri dari tiga saluran semisirkularis yang tersusun menjadi satu kesatuan dengan posisi yang berbeda.  3 Saluran tersebut yaitu Kanalis Semisirkularis Horizontal, Kanalis Semisirkularis Vertikal Superior (Vertikal Atas) dan Kanalis Semirikularis Vertikal Posterior (Vertikal Belakang)

7 Ciri & Klasifikasi Tumbuhan Lumut/Bryophyta (Lumut Hati, Daun dan Tanduk) beserta gambarnya

7 Ciri & Klasifikasi Tumbuhan Lumut/Bryophyta (Lumut Hati, Daun dan Tanduk), adalah materi pembelajaran biologi kita kali ini tentang tumbuhan lumut, adapun yang akan kita bahas disini yaitu tentang ciri ciri tumbuhan lumut dan klasifikasi tumbuhan lumut (lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk) atau biasa kita kenal dengan nama ilmiah bryophyta. Semoga dapat membantu

Ciri Ciri Tumbuhan Lumut

Ciri Ciri yang dimiliki oleh tumbuhan lumut yaitu antara lain :
1. Berukuran kecil dan jarang mencapai 15 cm

2. Bentuknya pipih seperti pita, dan adapula seperti batang dengan daun yang kecil

3. Susunan gametangiumnya (arkegonium ataupun anteredium) mempunyai susunan yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta), terutama arkegoniumnya. Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk bulat dan mengandung sel spermatozoid

4. Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang

5.  Batang dan daunnya memiliki susunan yang berbeda, yaitu:
+Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam mineral
+Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem
+Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari
dan garam mineral.

6. Daunnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan berbentuk sempit dan memanjang

7.Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit). Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid terbentuk didalam sporofit

Klasifikasi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Klasifikasi tumbuhan lumut atau yang bernama latin bryophyta antara lain :

Lumut Hati (Hepaticopsida)

7 Ciri & Klasifikasi Tumbuhan Lumut/Bryophyta (Lumut Hati, Daun dan Tanduk), adalah materi pembelajaran biologi kita kali ini tentang tumbuhan lumut, adapun yang akan kita bahas disini yaitu tentang ciri ciri tumbuhan lumut dan klasifikasi tumbuhan lumut (lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk) atau biasa kita kenal dengan nama ilmiah bryophyta.

Seperti namanya, tumbuhan lumut ini berbentuk hati, lumut hati merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih, dan berlobus. Pada umumnya lumut hati tidak berdaun, misalnya Marchantia dan Lunularia. Namun, ada lumut hati yang berdaun, misalnya Jungermannia. Lumut hati tumbuh mendatar dan melekat pada substrat dengan menggunakan rizoidnya. Lumut hati banyak ditemukan di tanah yang lembap, terutama di hutan hujan tropis. Ada juga yang tumbuh di permukaan air, misalnya Ricciocarpus natans.

Pada beberapa jenis lumut hati, misalnya Marchantia dan Lunularia, gametofit memiliki stuktur khas berbentuk seperti mangkok yang disebut gemmae cup (piala tunas). Gemmae cup berfungsi sebagai alat reproduksi secara vegetatif karena di dalamnya terdapat gemmae atau tumbuhan lumut kecil yang bila terlepas dan terpelanting oleh air hujan akan tumbuh menjadi lumut baru. Selain dengan gemmae cup, reproduksi vegetatif lumut hati juga dapat dilakukan dengan cara fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya).

Pada umumnya, lumut hati berumah dua, misalnya Marchantia sp. Namun, ada pula yang berumah satu. Pada lumut hati yang berumah dua, gametofit betina membentuk arkegoniofor yang di bagian ujung tangkainya terdapat struktur berbentuk cakram atau payung dengan tepi berlekuk ke dalam seperti jejari. Di bagian bawah cakram terdapat arkegonium. Arkegonium membentuk sel kelamin betina (ovum). Sementara itu, gametofit jantan membentuk anteridiofor yang di bagian ujung tangkainya terdapat struktur berbentuk cawan dengan tepi berlekuk tidak dalam. Di bagian atas cawan terdapat anteridium yang menghasilkan sel kelamin jantan (spermatozoid) berflagel dua. Bila spermatozoid membuahi ovum maka terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit terletak tersembunyi di bagian bawah cakram arkegoniofor. Sporofit (2n) akan membentuk sporogonium yang akan menghasilkan spora (n).

Terdapat sekitar 6.500 spesies lumut hati, antara lain Marchantia polymorpha, Ricciocarpus natans, Reboulia hemisphaerica, Pellia calycina, dan Riccardia indica.

Lumut Daun (Bryopsida)

7 Ciri & Klasifikasi Tumbuhan Lumut/Bryophyta (Lumut Hati, Daun dan Tanduk), adalah materi pembelajaran biologi kita kali ini tentang tumbuhan lumut, adapun yang akan kita bahas disini yaitu tentang ciri ciri tumbuhan lumut dan klasifikasi tumbuhan lumut (lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk) atau biasa kita kenal dengan nama ilmiah bryophyta.

Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik.
Bryopsida merupakan lumut sejati. Jumlahnya paling banyak dibandingkan spesies dari dua kelas yang lain dan menutupi sekitar 3% dan permukaan daratan bumi. Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel di kulit pohon. Di atas permukaan tanah yang lembap, lumut daun tumbuh rapat, menyokong satu sama lain, dan memiliki sifat seperti busa yang memungkinkannya menyerap dan menahan air.

Tubuh lumut daun berbentuk seperti tumbuhan kecil yang tumbuh tegak. Pada umumnya tinggi lumut ini kurang dari 10 cm, namun ada pula yang mencapai 40 cm, misalnya Polytrichum commune. Bila diperhatikan dengan cermat, tubuh lumut daun merupakan kormus yang memiliki bagian akar sederhana (rizoid), batang, dan daun. Rizoid tersusun dari banyak sel (multiseluler) dan bercabang. Batang lumut daun bercabang-cabang, tetapi ada pula yang tidak bercabang. Daun berukuran kecil dan berkedudukan tersebar di sekeliling batang.

Lumut daun mengalami pergiliran keturunan antara gametofit dengan sporofit. Gametofit dewasa akan membentuk alat kelamin jantan (anteridium) yang akan menghasilkan spermatozoid, sedangkan alat kelamin betina (arkegonium) akan menghasilkan ovum. Ada yang berumah satu dan ada pula yang berumah dua. Fertilisasi ovum oleh spermatozoid akan menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh menjadi sporofit. Sporofit membentuk sporogonium yang bentuknya bervariasi, antara lain bulat, kapsul horizontal, kapsul tegak, atau kerucut berparuh. Sporogonium memiliki sporangium yang di dalamnya terdapat banyak spora. Spora dapat tumbuh menjadi lumut daun yang baru bila jatuh pada habitat yang cocok. Selain dengan spora, lumut daun Spaghnum dapat pula bereproduksi dengan fragmentasi.

Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)

7 Ciri & Klasifikasi Tumbuhan Lumut/Bryophyta (Lumut Hati, Daun dan Tanduk), adalah materi pembelajaran biologi kita kali ini tentang tumbuhan lumut, adapun yang akan kita bahas disini yaitu tentang ciri ciri tumbuhan lumut dan klasifikasi tumbuhan lumut (lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk) atau biasa kita kenal dengan nama ilmiah bryophyta.

Anthocerotopsida atau hornwort berbentuk seperti lumut hati, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan mengandung kutikula. Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Setelah sporofìt masak, bagian ujungnya akan terbelah dua. Sporogonium memiliki benang-benang elater yang mengatur pengeluaran spora, dan pada kapsulnya terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada yang terletak pada talus yang sama (berumah satu), ada pula yang terletak pada talus yang berbeda (berumah dua).
Lumut tanduk tumbuh di batuan atau tanah yang lembap. Terdapat sekitar 100 spesies lumut tanduk, antara lain Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, Folioceros, dan Leiosporoceros.

Rangkuman Biologi GEN (Pengertian, Struktur, Fungsi/Sifat, Letak dan Contoh beserta gambar gen)

Rangkuman Biologi GEN (Pengertian gen, Struktur gen, Fungsi/Sifat gen, Letak gen  dan Contoh beserta gambar gen) adalah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 12 yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman biologi gen lengkap. semoga dapat membantu

Gen

Pengertian Gen

Pengertian gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup.
Bentuk fisik adalah urutan DNA yang mengkode protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.
Pengertian Gen pembatasan modern adalah lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan warisan dan dapat dihubungkan berfungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi yang, atau peran fungsional lainnya.

Struktur Gen

Rangkuman Biologi GEN (Pengertian gen, Struktur gen, Fungsi/Sifat gen, Letak gen  dan Contoh beserta gambar gen) adalah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 12 yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman biologi gen lengkap. semoga dapat membantu
 Berikut ini adalah struktur gen yang terdapat dalam sel eukariotik :
  • Domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri antara lain dari seri GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT dan kotak TATA.
  • Intron
  • Ekson, daerah kodikasi protein yang dapat ditranskripsi di tumpang tindih atau nonoverlapping. Sebagai contoh, pada kode dengan tiga baris nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG, dapat dibaca sebagai AUU GCU CAG nonoverlapping atau tumpang tindih dibaca sebagai AUU menyebutkan UGC GCU CUC CAG. Meskipun dalam tentang 1961, telah diketahui bahwa asam amino dikodikasi oleh kodon yang nonoverlapping, telah menemukan hasil transkripsi protein yang berbeda dalam shift kodon tumpang tindih.
  • Domain regulasi akhir transkripsi

Fungsi dan sifat gen

Adapun fungsi gen dan sifat gen adalah untuk :

  • Menyampaikan informasi genetik dari generasi ke generasi.
  • Kontrol, mengatur metabolisme tubuh dan perkembangan.
  • Menentukan sifat-sifat pada keturunannya. Seperti ditunjukkan dalam fakta-fakta di depan. Sifat-sifat yang dapat dalam bentuk rambut, bentuk tubuh, warna kulit, dan sebagainya.
  • Proses reaksi kimia dalam tubuh dapat terjadi secara berurutan. Pada setiap tahap reaksi adalah enzim yang diperlukan. Pembentukan dan pengendalian enzim ini pekerjaan yang dilakukan oleh gen. Dalam proses pembangunan yang memerlukan hormon juga diatur oleh gen.

Letak Gen

Banyak yang bertanya, dimanakah letak gen (yang ada pada kromosom)? berikut ini adalah letak gen yang ada pada organisme bersel satu / 1, pada manusia dan pada hewan:

Dalam organisme bersel satu primitif seperti bakteri, gen biasanya terletak pada kromosom melingkar tunggal dan juga pada cincin DNA yang disebut plasmid. Dalam organisme yang lebih maju, dari amuba hingga manusia, gen terletak pada sejumlah kromosom di bagian sel yang disebut nukleus.

Pada manusia dan hewan, kromosom ditemukan di setiap sel dalam tubuh, kecuali sel darah merah (satu-satunya jenis sel yang tidak memiliki nukleus). Dalam kebanyakan sel-sel tubuh, yang disebut sel somatik, kromosom muncul berpasangan, sama ukuran dan bentuknya. Setengah dari kromosom berasal dari ibu, dan setengah lainnya dari ayah.

Contoh Gen

Contoh gen antara lain salah satunya pada kucing dan ayam :

Kucing

Bagi kalian pecinta kucing pasti telah hafal dengan berbagai macam jenis kucing. Salah satu contoh perbedaan gen kucing yang paling mencolok bisa kita lihat dari contoh pola dan perbedaan warna bulu kucing tersebut. Selain itu ada juga jenis-jenis kucing yang memiliki gen berbeda meskipun masih dalam satu spesies.

contoh ada kucing anggora, kucing persia, kucing sphynx, kucing lokal, serta berbagai macam contoh jenis kucing lainnya. Perbedaan paling mencolok terlihat pada gen kucing sphynx, dimana kucing jenis tersebut pada seluruh tubuhnya tidak ditumbuhi bulu seperti kucing-kucing pada umumnya.

Ayam

Kalau hewan ternak yang satu ini pastinya kalian semua sudah tau. Ayam memiliki ragam jenis yang bermacam-macam. Sebagai contoh ayam kate, ayam hutan, ayam ras dan ayam kampung. Bahkan dengan perkembangan teknologi rekayasa genetik saat ini keanekaragaman jenis ayam tadi bertambah dengan adanya ayam potong serta ayam petelur.

Ayam potong sebagai salah satu contoh bentuk rekayasa keanekaragaman campur tangan manusia dimana ayam ini akan memiliki bobot tubuh yang lebih berat dari ayam normal, serta daging yang empuk. Begitu juga dengan contoh petelur, dimana ayam-ayam tersebut akan menghasilkan telur terus menerus walaupun tanpa melewati perkawinan dikarenakan telah terjadi perubahan gen yang sengaja di rekayasa untuk kebutuhan ekonomis.

205 CABANG CABANG BIOLOGI Terlengkap dari A sampai Z beserta pengertiannya dan objek kajiannya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran biologi tingkat SMA kelas 10 yaitu tentang cabang cabang biologi, adapun disini kita akan membahas 205 cabang cabang biologi lengkap dari A sampai Z dengan pengertiannya dan objek kajiannya. Semoga dapat membantu

Cabang Cabang Biologi

A

Aerobiologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut oleh udara.
Agroforestri adalah Ilmu biologi yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang menggabungkan kegiatan pengelolaan hutan
Agronomi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Anatomi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang bagian-bagian tubuh
Algologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang alga
Andrologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang macam hormon serta kelainan pada reproduksi pria
Anatomi perbandingan adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan anatomi dari makhluk hidup
Angiologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit pada sistem peredaran darah
Anestesiologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggunaan anestesi
Apiologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang lebah dan termasuk dengan ternak lebah
Antropologi biologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian biologi dan budaya tentang keanekaragaman manusia, perilaku, sejarah, evolusi manusia dan perbandingan anatomi
Artrologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi atau penyakit dalam sendi
Arachnologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang laba-laba
Astrobiologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan yang akan terjadi di masa depan
Antropodologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan antropoda

B

Batrakologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang amphibian
Bakteriologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang bakteri
Bioinformatika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan teknik komputasional yang digunakan untuk mengelola dan menganalisis tentang informasi biologis
Biofarmaka    Ilmu biologi yang mempelajari tentang budidaya tanaman obat
Biologi evolusioner    Ilmu biologi yang mempelajari tentang asal usul spesies yang memiliki nenek moyang yang sama
Biologi air tawar    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan dan ekosistem habitat air tawar
Biologi kelautan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kehidupan di laut beserta interaksinya dengan lingkungan
Biologi Integratif    Ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme secaya keseluruhan dengan cara fokus antarmuka diantara biologi dan fisika, kimia, pencitraan, teknik, dan informatika
Biologi kuantum    Ilmu biologi yang mempelajari tentang aplikasi dari mekanika kuantum terhadap objek biologi dan permasalahannya
Biologi konservasi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pelestarian, perlindungan dan restorasi lingkunga alam, vegetasi, ekosistem alami, dan satwa liar
Biologi molekuler     Ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
Biologi lingkungan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang lingkungan beserta permasalahan dan solusinya
Biologi perkembangan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan organisme
Biologi pembangunan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang lingkungan hidup dalam keruangan
Biologi psikologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaruh timbal balik diantara bidang psikologis dan biologi terhadap satu sama lain
Biologi populasi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang populasi organisme yang terutama pengaturan jumlah populasi , ciri-ciri sejarah kehidupan populasi dan kepunahannya
Biologi sintesis    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggabungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologi baru dan sistem yang tidak bisa ditemukan di alam
Biologi reproduksi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangbiakan
Biofisika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang aplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan fenomena hayati atau biologi
Biokimia    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kimia makhluk hidup
Biomatematika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian kuantitatif dari proses biologis dengan penekanan dan pemodelan
Biogeografi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati yang berdasarkan ruang dan waktu
Bionik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapab metode biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan sistem desain rekayasa serta teknologi modern
Biomekanika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis
Bioteknologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemanfaatan makhluk hidup maupun produk dari makhluk hidup dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
Biostatistika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penerapan ilmu statistika dalam ilmu biologi
Bryologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang bryophyte
Botani    Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan
Biogenering    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian ilmiah yang menggunakan prinsip-prinsip biologi dan tekhnik rekayasa untuk dapat menghasilkan produk yang bermanfaat.
Bioklimatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaruh adanya iklim di seluruh dunia pada seluruh makhluk hidup di dunia.

C

Conchologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kulit moluska
Cetologi    Ilmu biolologi yang mempelajari tentang cetacean

D

Dendrologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pohon ataupun tumbuhan berkayu lainnya seperti semak
Dermatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kulit dan penyakitnya
Dendrokonologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang analisis cincin lingkaran tahunan yang terdapat pada batang ysng berkambium

E

Ekologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
Ekofisiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang adaptasi fisik suatu organisme terhadap kondisi di lingkungannya
Ekologi molekuler    Ilmu biologi yang mempelajari tentang ekologi pada tingkat molekul
Embriologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan embrio
Entomologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang serangga
Endokrinologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hormone
Epigenetik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan dalam ekspresi gen yang disebabkan oleh mekanisme selain perubahan dalam urutan DNA yang mendasarinya
Epidemiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penularan penyakit
Etnobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan yang dinamis diantara manusia, biota dan lingkungannya
Epizoologi     Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit menuluar yang tedapat pada hewan
Etnozoologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan manusia dengan hewan
Etnobotani    Ilmu biologi yang mempelajari tentang manusia dengan tumbuhan
Eugenetika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Etologi    Ilmu biologi nyang mempelajari tentang perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme dan faktor-faktor penyebabnya
Enzimologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang enzim
Evolusi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan makhluk hidup yang terjadi dalam jangka panjang

F

Fenologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengaurh iklim atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu organisme
Farmakologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang obat-obatan, interaksi dan efeknya pada tubuh manusia
Filogeni    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan daiatra kelompok-kelompok organisme yang berkaitan dengan proses evolusi
Fikologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang alga
Fisioterapi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan dan gangguan otak
Fisiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi kerja tubuh
Florikultura    Ilmu biologi yang mempelajari tentang segala hal mengenai tanaman hias
Fitopatologi    Ilmbu biologi yang mempelajari tentang penyakit tumbuhan yang diakibatkan oleh serangan patogen maupun ketersediaan hara

G

Genetika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Gastrologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang saluran pencernaan yang umumnya pada lambung dan usus
Genetika Evolusioner    Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi dari pewarisan sifat makhluk hidup
Genetika ekologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang genetika dan ciri-ciri ekologi
Geobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penggabungan geologi dan biologi untuk mempelajari interaksi organinsme dengan lingkungannya
Genetika kuntitatif    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembahaan pewarisan sifat-sifat terukur
Geriatri    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit dari manusia yang sudah memiliki umur usia lanjut
Genomika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang bahan genetik dari suatu dari suatu organisme atau virus

H

Helminthologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang cacing
Herbakronologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang analisis cincin pertumbuhan tahunan dalam xylem akan sekuder tanaman herbaceous
Hematologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang darah, seperti organ pembentuk darah, dan penyakitnya
Histologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang jaringan
Herpetologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang reptilia dan amphibi seperti ular dan kadal
Higiene    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
Histopatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kondisi serta fungsi jaringan dan hubungannya dalam penyakit
Holtikultura lanskap    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembahasan khusus pemanfaatan tanaman holtikutura
Holtikultura    Ilmu biologi yang mempelajari tentang budidaya tanaman dimulai dari proses penanaman sampai pasca panen.

I

Ilmu gulma    Ilmu biologi yang mempelajari tentang gulma, perilakunya, serta pengendaliannya
Ikhtiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang ikan
Ilmu kedokteran forensik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hokum
Ilmu kedaruratan medis    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pertolongan pertama pada suatu penyakit
Ilmu kedokteran hewan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang yang menerapak prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi pada hewan
Ilmu kedokteran gigi    Ilmu yang mempelajari tentang pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut tanpa dilakukannya pembedahan
Ilmu kesehatan masyarakat    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemeliharaan, perlindungan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha pengorganisasian masyarakat
Ilmu kedokteran molekuler    Ilmu biologi yang mempelajari tentang tingkat molekul
Ilmu produksi ternak    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perawatan, perlindungan, pada hewan ternak dengan benar dalam rangka mengingkatkan kualitas pada produk ternak
Ilmu pemuliaan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari dalam pemeliharaan hewan dan tumbuhan serta untuk menjaga kemurnian galur atau ras dan memperbaiki produksi atau kualitasnya yang melalui penerapan genetika
Imunohematologi adalah Ilmu biologi yang mempelajari tentang golongan darah 
Ilmu teknologi enzim    Ilmu biologi yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim
Imunoserologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang identifikasi terhadap antibodi, mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi dan investigasi masalah kekebalan tubuh
Imunologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang sistem kekebalan imun tubuh
Informatika kedokteran    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan

K

Kardiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
Karsinologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang crustacean
Kriobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang bahan dan sistem biologis denggan suhu yang dibawah normal
Klimatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang gambaran dan penjelasan sifat iklim

Kronobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang fenomena dalah makhluk hidup secara periodik dan adaptasi terhadap ritme bulan dan matahari
Kriptozoologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pecarian keberadaan hewan yang belum terbukti

L

Ladistika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang metode klasisfikasi ke dalam kelompok yang terdiri dari organisme nenek moyang beserta keturunannya
Limnologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang rawa
Likenologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang lumut

M

Mamologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang mammalia
Mastologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentangpenelitian ilmiah payudara
Malakologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang moluska
Metabolomika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian dalam biologi molekular yang memusatkan perhatian pada keseluruhan produk enzimatik yang terjadi di dalam sel
Mellisopalinologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang serbuk sari yang terkandung dalam madu dan sumber serbuk sari
Mikrobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang organisme mikro
Mikobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang jamur
Miologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang otot
Mirmekologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang rayap
Mikrobiologi kedokteran    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pembelajaran mikroorganisme yang termasuk bakteri, virus, jamur dan parasit yang penting bagi kedokteran yang bisa menimbulkan penyakit
Morfologi    Imlu biologi yang mempelajari tentang bentuk atau luar ciri organisme

N

Nasofaringologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang nasofaring
Nefrologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang fungsi dan penyakit ginjal
Nematologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang nematoda
Neuroethologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kebiasaan hewan dan saraf yang berperan aktif dalam mengendalikan kebiasaan tersebut
Neufarmakologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang narkoba yang dapat mempengaruhi fungsi seluler di dalam sistem syaraf
Neurosains    Ilmu biologi yang mempelajari tentang sistem saraf atau sistem neuron
Neurologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penanganan penyimpanan pada sistem saraf
Nosologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
Neurosains evolusioner    Ilmu biologi yang mempelajari tentang evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf
Nutrisi    Ilmu biologi yang mmpelajari tentang penyediaan nahan yang diperlukan untuk mendukung kehidupan sel dan organisme

O

Obstetri    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan tentang persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya
Oftalmologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang mata
Olerikultura    Ilmu biologi yang mempelajari tentang segala hal tentang sayur
Ontogeni     Ilmu biologi yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup dimulai dari zigot sampai tumbuh menjadi dewasa
Onkologi     Ilmu biologi yang mempelajari tentang kanker serta cara pencegahannya
Ornitologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang burung
Ortodonti    Ilmu biologi yang mempelajari tentang ilmu kedokteran gigi yang berhubungan dengan faktor variasi genetik, perkembangan, dan bentuk wajah yang mempengaruhi oklusi gigi dsn fungsi organ sekitarnya
Ortopedi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang cedera yang sudah akut, kronis  dan trauma serta gangguan lainnnya pada system muskuloskeletel
Osteologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang tulang
Oseanografi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang laut seperti kehidupan laut, geografi, cuaca, lingkungan dan aspek yang lainnya yang mempengaruhi laut
Otologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang telinga dan kelainan yang terjadi pada telinga serta operasi mikro pada telinga
Otolaringologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian diagonosis dan pengobatan penyakit pada telinga, tenggorokan, hidung, kepala dan leher

P

Paleobotani    Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan masa lampau
Palentologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang fosil
Palinologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang polimomorf yang ada saat ini beserta fosilnya seperti serbuk sari, sepura, dinoflagelata, acritarchs, kista, chitinizoa, dan scolecodont dan bersama dengan partikel organik dan kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan
Paleozoologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hewan purba
Patologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit
Patologi klinik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kelainan yang terjadi pada fungsi organ  atau sistem organ lainnya
Patologi anatomi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kelainan struktur miksroskopik dan maksroskopik berbagai organ serta jaringan lainnya yang disebabkan oleh penyakit
Penelitian biomedis    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penelitian dasar, terapan atau translasi yang digunakan untuk membantu serta mendukung dalam bidang kedokteran
Pediatri    Ilmu biologi yang mempelajari tentang masalah penyakit pada bayi dan anak
Periodonti    Ilmu biologi yang mempelajari tentang aspek klinis serta jaringan yang mendukung gigi
Perinatologi     Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan janin dalam kandungan serta kesehatan bayi yang baru lahir
Pomologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hortikultura segala hal mengenai buah
Planktologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang plankton
Proktologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang gangguan pada rektum, usus besar dan anus
Primatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang primate
Protozoologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang protozoa
Proteomika    ilmu biologi yang mempelajari tentang kajian secara molekuler terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen yang berada di dalam sel
Pteridologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang tumbuhan paku
Psikiatri    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kedokteran jiwa
Pulmonologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang paru-paru
Protistologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang protista yaitu organisme yang bersel satu

R

Radiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang melihat bagian tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geloombang
Rekayasa genetika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang manipulasi sifat genetis
Reumatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang diagnosis dan terapi kondisi penyakit yang mempengaruhi otot, sendi dan tulang
Rodentiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang rodentia
Rematologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang diagnosis dan terapi penyakit rematik

S

Sanitasi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
Sitologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang sel
Sindesmologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang sendi
Simbiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan simbiosis dengan makhluk hidupnya
Stomatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang mulut beserta penyakit-penyakit di dalam mulut
Sosiobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perilaku sosial dan menjelaskan serta memeriksa perilaku sosial dan konteks tersebut
Splanologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ-organ internal

T

Teknik biokimia    Imu biologi yang mempelajari tentang kimia yang berhubungan dengan perancangan dan konstruksi proses produksi yang ikut melibatkan agen biologi
Taksonomi    Ilmu biologi yang memplajari tentang sistemnatika makhluk hidup
Teratologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang perubahan formasi dari jaringan, sel dan organ yang dihasilkan dari perubahan fisiolofi dan biokimia
Teknik biomedis    Ilmu biologi yang mempelajari tentang prinsip teknis untuk praktek kedokteran
Toksikologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pemahaman pengaruh-pengaruh bahan kimia yang akan merugikan bagi organisme hidup
Toksikogenomik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang interpretasi, pengumpulan, dan penyimpanan informasi gen dan aktivitas protein dalam jaringan tertentu untuk menanggapi zat beracun
Traumatologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang luka, terapi bedah serta perbaikan kerusakannya
Transkiptomika    Ilmu biologi yang mempelajari tentang produk transkripsi secara keseluruhan

U

Urologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik masih kecil maupun sudah dewasa dan organ reproduksi pada pria

V

Vereonologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang penyakit menular seksual
Viscerologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang organ dalam
Virologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang virus

X

Xenobiologi    Ilmu biologi yang mempelajari tentang pengetahuan spekulatif mengenai adanya makhluk hidup selain di bumi

Y

Z

Zoologi    Ilmu biologin yang mempelajari tentang hewan
Zoosemiotik    Ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan antar hewan
Zoologi perbandingan    Ilmu biologi yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan antar hewan

JARINGAN EPITEL ;Rangkuman, Pengertian, Macam/jenis, Fungsi, Ciri dan Sifat jaringan epitel

Jaringan epitel adalah sebuat materi pembelajaran biologi tingkat SMA, adapun yang akan kita bahas kali ini yaitu rankuman/ringkasan jaringan epitel tentang pengertian jaringan epitel, macam macam atau jenis jenis jaringan epitel, fungsi utama dan khusus jaringan epitel, ciri ciri jaringan epitel dan sifat jaringan epitel. Semoga dapat membantu

Jaringan Epitel

Pengertian Jaringan epitel

Pengertian Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi permukan tubuh, baik permukaan dalam maupun luar. Jaringan epitel dibagi tiga yaitu epitellum, endothellum, dan mesothellum. Jaringan epitellum adalah jaringan epitel yang melapisi permukaan luar tubuh. Endothellum adalah jaringan yang membatasi organ dalam. Sedangkan Mesotellum adalah jaringan epitellum yang membatasi rongga.

Macam dan Jenis Jaringan epitel

Berikut ini adalah jenis jenis atau macam macam jaringan epitel beserta fungsinya :
Secara Garis besar jaringan epitel di kelompokan menjadi 2 jenis lapisan sel penyusunnya. jaringan penyusun sel jaringan epitel adalah jaringan epitel satu lapis atau selapis (simple epithellum) dan jaringan epitel berlapis banyak (stratified epitellum).

  • Jenis Jaringan Epitel Selapis (Simple epithellum)

Jenis Jenis jaringan epitel selapis antara lain :
  

  1. Epitel pipih selapis, Epitel pipih selapis berfungsi sebagai jalan dalam pertukaran zat dari luar ke dalam tubuh dan sebaliknya. Contohnya, epitel terdapat pada pembuluh limfa, kapsul browman, pembentuk peritonium, alveoulus, dan pembuluh darah.
  2. Epitel kuboid selapis, Fungsi jaringan epitel kuboid selapis adalah sebagai alat sekresi dan pelingdung. Contoh epitel kuboid selapis adalah permukaan ovarium, kelenjar tiroid, saluran nefron ginjal dan retina mata. 
  3. Epitel Selapis Silindris, Sel epitel silindris ada yang memiliki silia pada daerah permukaannya, seperti pada oviduk. Contoh epitel selapis silindris adalah kantong empedu, lambung, saluran pernapasan bagian atas, dan jonjot usus.
  4. Epitel Batang Bersilia, Epitel batang bersilia terletak di dinding rongga hidung. Fungsi batang bersilia adalah sebagai penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk, dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk melekat pada mucus. Epitel batang bersilia terletak di trakea.
  • Jaringan Epitel Berlapis

Jenis jenis jaringan epiter berlapis antara lain:

  1. Epitel pipih berlapis, jaringan epitel yang terdapat di epidermis kulit vertebrata
  2. Epitel kuboid berlapis, jaringan epitel yang jarang terdapat di tubuh. Epitel kuboid berlapis hanya terdapat di saluran besar dari beberapa kelenjar. Epitel kuboid berlapis terdapat di kelenjar ludah, berperan dalam ekskresi, kelenjar susu, dan pangkal esofagus.
  3. Epitel silindris berlapis, jaringan epitel yang jarang ditemukan dan terdiri atas dua lapis. Fungsi jaringan epitel berlapis adalah sebagai tempat adsorpsi, ekskresi, sebagai pelindung gerakan zat melewati permukaan dan sebagai saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu. Contohnya epitel pada konjungtiva palpebra.
  4. Epitel transisional, jaringan epitel yang yang bentuknya dapat berubah-ubah. Epitel transisional terdapat di ureter dan ginjal

Fungsi Jaringan Epitel

Fungsi utama jaringan epitel adalah sebagai lapisan pelindung yang melindungi jaringan dibawahnya. Letak jaringan epitel terdapat di sepanjang sistem pencernaan yang membantu dalam penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dari proses pencernaan.
Selain fungsi utamanya, jaringan epitel juga memiliki fungsi khusus berdasarkan letak jaringan epitel tersebut, yaitu :

  1. Sebagai Perlindungan, sel epitel di kulit berfungsi dalam melindungi jaringan dibawahnya dari jaringan mekanik, bahan kimia berbaya, bakteri yang masuk dan dari kehilangan air yang banyak atau berlebihan.
  2. Sebagai Penerima Impuls, sel epitel khusus ditembus dari rangsangan sensorik dimana sel epitel terdapat ujung saraf sensorik yang berada pada telinga, kulit, lidah, dan hidung.
  3. Sebagai Alat Absorpsi, sel epitel yang melapisi usus kecil menyerap nutrisi dari pencernaan makanan.
  4. Sebagai Alat Sekresi, Pada kelenjar, jaringan epitel khusus untuk mengeluarkan zat-zat kimia tertentu seperti hormon, cairan pelumas dan enzim.
  5. Sebagai Alat Penyaring atau Filtrasi, epitel bersilia membantu dalam menghilangkan partikel debu dan benda asing yang masu ke saluran udara.
  6. Sebagai Alat Ekskresi, jaringan epitel pada ginjal mengekskresikan produk limbah dari tubuh dan menyerap bahan bahan yang diperlukan dari urin. Keringat juga dikeluarkan dari tubuh oleh sel-sel epitel di kelenjar keringat.
  7. Mengurangi Gesekan, sel-sel epitel yang halus, erat dan saling terkait melapisi seluruh sistem peredaran darah mengurangi gesekan antara darah dan dinding pembuluh darah.
  8. Sebagai Alat Difusi, epitel sederhana meningkatkan difusi gas, cairan dan nutrisi. Karena mereka membentuk lapisan tipis, mereka ideal untuk difusi gas seperti pada dinding kapiler dan paru-paru.

Ciri Ciri Jaringan Epitel

Berikut ini adalah 8 ciri ciri jaringan epitel antara lain:

  1. Dapat ditemukan di seluruh tubuh
  2. Berbentuk pipih, batang dan kubus
  3. Bentuk sel penyusunnya bervariasi bergantung pada fungsi dan letaknya
  4. Tidak terdapat material di antara sel-sel penyusunnya
  5. Sebagai penutup dan kelenjar
  6. Tersusun sel dan molekul ekstraseluler yang berbentuk matriks yang berguna untuk mengikat jaringan dengan bagian bawahnya
  7. Mempunyai sebuah permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan pada permukaan lainnya berhubungan dengan membrane bawahnya.
  8. Beberapa jenis epitel menunjukkan spesialisasi yaitu berupa tonjolan jaringan untuk memperluas permukaan, memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan

Sifat Jaringan epitel

Jaringan epitel memiliki sifat sebagai berikut :

  1. Terdiri atas selapis atau beberapa lapis sel
  2. Umumnya dilengkapi dengan mikrovili, flagela, dan stereosilia. 
  3. Bentuk sel penyusunnya bervariasi yang bergantung dari fungsi dan letaknya dalam tubuh
  4. Mempunyai sifat regenerasi (pertumbuhan kembali)
  5. Terdapat lamina basalis, lamina basalis adalah struktur ekstraselular yang berupa lembaran dengan mengikat jaringan dibawahnya.