FILM/DRAMA ;(Pengertian, Jenis, Ciri Umum, Struktur, Kaidah Kebahasaan/Penulisan dan Contoh Teks Film atau Drama)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang teks film atau drama, adapun kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri umum, struktur dan kaidah kebahasaan/penulisan teks film atau drama serta contoh teks film atau drama pendek. Semoga dapat membantu

Teks Film atau Drama

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia kelas 11 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang teks film atau drama, adapun kita akan membahasnya secara lengkap mulai dari pengertian, jenis-jenis, ciri-ciri umum, struktur dan kaidah kebahasaan/penulisan teks film atau drama serta contoh teks film atau drama pendek.

Pengertian Teks Film / Drama

Pengertian film atau drama adalah suatu karangan yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang dipentaskan dalam beberapa babak. Seni drama biasa disebut dengan seni teater.

Jenis-Jenis Drama

Pada umumnya drama dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan penyajian lakonnya dan berdasarkan sarana pementasannya serta berdasarkan ada tidaknya naskah :

Jenis Drama Berdasarkan Penyajian Lakonnya

Jenis drama berdasarkan penyajian lakonnya dibagi menjadi 8 jenis, yaitu:
  • Tragedi adalah drama yang penuh dengan kesedihan.
  • Komedi adalah drama penggeli hati yang penuh dengan kelucuan.
  • Tragekomedi adalah perpaduan antara drama tragedi dan komedi.
  • Melodrama adalah drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi melodi atau musik.
  • Opera adalah drama yang dialognya dinyanyikan dengan diiringi musik.
  • Farce adalah drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya dagelan.
  • Tablo adalah drama yang mengutamakan gerak, para pemainnya tidak mengucapkan dialog, tetapi hanya melakukan gerakan-gerakan.
  • Sendratari adalah gabungan antara seni drama dan seni tari.

Jenis Drama Berdasarkan Sarana Pementasannya

Jenis drama berdasarkan sarana pementasannya dibagi menjadi 6, yaitu:
  • Drama Panggung adalah drama yang dimainkan oleh para aktor dipanggung.
  • Drama Radio adalah drama radio tidak bisa dilihat dan diraba, tetapi hanya bisa didengarkan oleh penikmat.
  • Drama Film adalah drama film menggunakan layar lebar dan biasanya dipertunjukkan di bioskop.
  • Drama Televisi adalah hampir sama dengan drama panggung, hanya bedanya drama televisi tak dapat diraba.
  • Drama Wayang adalah drama yang diiringi pegelaran wayang.
  • Drama Boneka adalah para tokoh drama digambarkan dengan boneka yang dimainkan oleh beberapa orang.

Jenis Drama Berdasarkan Ada atau Tidaknya Naskah

  • Drama Tradisional adalah tontonan drama yang tidak menggunakan naskah. 
  • Drama Modern adalah tontonan drama menggunakan naskah.

Ciri-Ciri Umum Film / Drama

Adapun ciri ciri umum film / drama adalah sebagai berikut:
  • Berupa cerita.
  • Berbentuk dialog.
  • Bertujuan untuk dipentaskan.
  • Seluruh cerita drama berbentuk dialog, baik tokoh dan juga narator. Inilah ciri utama dalam naskah dialog, semua ucapan ditulis dalam bentuk teks.
  • Dialog dalam drama tidak menggunakan tanda petik (‘…”). Hal ini karena dialog drama bukan sebuah kalimat langsung. Oleh karena itu, naskah drama sendiri tidak menggunakan tanda petik.
  • Naskah drama terletak diatas dialog atau disamping kiri dialog.
  • Naskah drama dilengkapi dengan sebuah petunjuk tertentu yang harus dilakukan pada tokoh yang pemeran bersangkutan. Petunjuk tersebut ditulis dalam tanda kurung atau tanpa dapat juga dengan menggunakan jenis huruf yang berbeda dengan huruf pada dialog.
Ciri Ciri Film / Drama antara lain salahsatunya adalah di tayangkan pada layar besar contohnya pada televisi maupun di bioskop.

Struktur Film atau Drama

Struktur film atau drama antara lain adalah prolog, dialog dan epilog, berikut penjelasannya:

1. Prolog

Dalam prolog terdapat pengenalan, tokoh, latar, latar belakang cerita

2. Dialog

Dalam dialog terdapat orientasi, konflikasi, resolusi dari jalannya film drama tersebut

3. Epilog

Sedangkan dalam epilog terdapat penutup, intisari, dan cerita

Kaidah Penulisan / Kebahasaan

Ada beberapa point penting dalam kaidah kebahasaan atau kaidah penulisan film / drama, yaitu :
seperti yang yang tampak pada rujukan drama tersebut kalimat-kalimat yang tersaji di dalam teks drama berupa obrolan atau tuturan pribadi para tokohnya. Kalimat pribadi dalam drama lazimnya diapit oleh dua tanda petik ( “….” ).
Teks drama memakai kata ganti orang ketiga pada belahan Prolog atau epilognya. Karena melibatkan banyak pelaku (tokoh), kata ganti yang lazim dipakai yaitu mereka.
Lain halnya dengan belahan dialognya, yang kata gantinya yaitu kata orang pertama dan kedua. Mungkin juga dipakai kata-kata sagaan. Seperti yang tampak pada rujukan teks drama tersebut bahwa kata-kata ganti yang dimaksud yaitu aku, aku, kami, kita, engkau. Adapun kata sapaan, misalnya, anak-anak, ibu.
sepertiyang halnya percakapan sehari-hari, obrolan dalam teks drama juga tidak lepas dari munculnya kata-kata tidak baku dan kosakata percakapan, seperti:
kok, sih, dong, oh.
Di dalamnya juga banyak ditemukan kalimat seru, suruhan, pertanyaan.
Perhatikan rujukan diberikut!
  • Selamat pagi, Anak-anak!
  • Selamat pagi, Buuuuuu!
  • Wah.. .tidakboleh murka dong, saya kan cuma bercanda!
  • Agil, kenapa sih engkau selalu usil!
  • Kenapa engkau selalu mengejek aku!
  • Memangnya engkau suka kalau diejek?
  • Aduh. . .maaf deh! Kamu murka ya, bro?

Ciri Kebahasaan Film / Drama

Adapun teks drama mempunyai ciri-ciri kebahasaan sebagai diberikut :
  • Banyak memakai kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi temporal), seperti: sebelum, kini sehabis itu, mula-mula, kemudian.
  • Banyak memakai kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh, seperti: merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami.
  • Banyak memakai kata kerja yang menggambarkan suatu insiden yang terjadi, menyerupai menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, diberistirahat, menghadap, mengatakan, dan sebagainya
  • Menggunakan kata-kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud, misalnya, sepi, ramai, membersihkan, kotor, baik, kuat, gagah, santun, dan sebagainya

Contoh Drama

Adapun untuk contoh teks naskah film atau drama dapat kalian lihat di beberapa artikel yang telah kita buat sebelumnya

Tinggalkan komentar