DINAMIKA PENDUDUK (Pengertian Menurut Para Ahli dan Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk Beserta Rumusnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya. Semoga dapat membantu

Dinamika Penduduk

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Ilmu pengetahuan alam SMP kelas 9 Semester 1 Kurikulum 2013 K13 atau bisa dikategorikan dalam pelajaran ekonomi tentang dinamika penduduk asia, afrika, dunia indonesia, adapun disini kita akan membahas tentang pengertian dinamika penduduk secara umum dan menurut para ahli, faktor faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk (kelahiran / natalitas, kematian / mortalitas, dan migrasi atau perpindahan, penggolongan, penunjang dan penghambat beserta rumusnya.

Pengertian Dinamika Penduduk

Pengertian Dinamika penduduk adalah perubahan keadaan penduduk.Perubahan perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal.Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu Negara atau wilayah tersebut.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Seperti yang telah kita ketahui bahwa faktor faktor penyebab dinamika penduduk adalah kelahiran, kematian dan perpindahan atau migrasi, berikut ini adalah penjelasannya:

Kelahiran (Natalitas)

Adakah di antara kamu yang memiliki adik? Dengan hadirnya adik tersebut berarti jumlah anggota keluarga di rumahmu bertambah. Pertambahan anggota keluarga ini tentunya juga akan mempengaruhi jumlah penduduk di daerah tempat tinggalmu.
Agar dapat mengetahui jumlah kelahiran bayi hidup setiap 1.000
penduduk di suatu wilayah dalam kurun waktu satu tahun maka perlu
dilakukan penghitungan angka kelahiran. Angka kelahiran dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:
Angka Kelahiran= Jumlah bayi lahir dalam setahun : Jumlah Penduduk x 1000
Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati. 
Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.
Penunjang Kelahiran / Pro Natalitas antara lain:
  1. Kawin di usia muda
  2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki” 
  3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah 
  4. Anak merupakan penentu status social, dan
  5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.
Penghambat kelahiran (anti Natalitas), antara lain:
  1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
  2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
  3. Semakin banyak wanita karir.
Angka kelahiran dapat dikatakan rendah apabila  kurang dari 30 per 1000 penduduk.
Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk

Kematian (Mortalitas)

Coba kamu pikirkan, apabila di suatu wilayah ada seseorang yang meninggal, bagaimanakah jumlah penduduk di wilayah tersebut? Kematian adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan penurunan jumlah penduduk. Agar dapat mengetahui jumlah kematian setiap 1.000 penduduk di suatu wilayah dalam waktu satu tahun maka perlu dilakukan penghitungan angka kematian. Angka kematian dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.
Rumusnya sama dengan angka kelahiran
Secara garis besar, angka kematian terbagi menjadi dua / 2 yaitu, Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. dan Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. 
Berikut ini adalah faktor penunjang kematian (pro mortalitas) antara lain:
  1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  3. Keadaan gizi penduduk yang rendah
  4. Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir 
  5. Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan
Faktor Penghambat kematian (anti mortalitas) adalah sebagai berikut:
  1. Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  2. Fasilitas kesehatan yang memadai
  3. Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  4. Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan 
Dikatakan angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk,
angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk, dan angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

Migrasi Penduduk

Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut. 
Yang perlu diperhatikan seorang migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain yaitu factor persediaan sumber daya alam, factor lingkungan social budaya, factor potensi ekonomi. Dengan mengetahui factor-faktor dimuka, setidaknya terhindar dari akibat negative. 
Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anank-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan. 
Keadaan struktur penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk pyramida yang berbeda pula. Struktur penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan piramida penduduk tua.
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap).Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Jenis Jenis Migrasi

Imigrasi terbagi menjadi 2 yaitu imigrasi nasional dan internasional,
Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu Negara. sedangkan Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya. 
Contoh Migrasi Nasional antara lain:
  1. Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. 
  2. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi. 
  3. Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek 
  4. Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama 
  5. Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri 
  6. Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah , dan
  7.  Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.
Contoh Migrasi Internasional yaitu:
  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran 
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant , dan
  3. Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

Tinggalkan komentar