7 CONTOH TEKS BIOGRAFI PENDEK, SINGKAT dan PANJANG Beserta Strukturnya (tentang pahlawan, diri sendiri dan tokoh)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia tingkat SMA ataupun SMP kelas 8 semtester 1 yaitu tentang contoh teks biografi singkat, pendek dan panjang tentang pahlawan, diri sendiri, orang tua ayah / ibu dan tokoh dunia beserta strukturnya. Semoga dapat membantu

Contoh Teks Biografi

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia tingkat SMA ataupun SMP kelas 8 semtester 1 yaitu tentang contoh teks biografi singkat, pendek dan panjang tentang pahlawan, diri sendiri, orang tua ayah / ibu dan tokoh dunia beserta strukturnya. Semoga dapat membantu

Contoh 1

contoh pertama yaitu contoh teks biografi panjang tentang pahlawan Moh Hatta beserta strukturnya
Biografi Moh Hatta
Orientasi:
Muhammad Athar atau Muhammad Hatta yang sering disebut dengan panggilan Bung Hatta, lahir di Fort De Kock (Bukittinggi, Sumatera Barat) 12 agustus 1902. Bung hatta lahir dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha yang berasal dari Minangkabau. Ayahnya seorang keturunan ulama terekat di Batuhampar, Ibunya dari keluarga pedagang di Bukittinggi.
Rangkaian Peristiwa:
Hatta menikah dengan Rahmi Hatta pada tanggal 18 November 1945, setelah itu mereka tinggal di Yogyakarta. Kemudian dikaruniai tiga anak perempuan yang bernama Meutia Farida Hatta, Gemala Rabiah Hatta, dan Halida Nurrah Hatta.
Sejak kecil, ia telah dididik dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang  taat agama. Ayahnya neninggal pada saat ia masih berumur tujuh bulan. Setelah kematian ayahnya, ibunya menikah dengan Agus Haji Ning, seorang pedagang dari Palembang. Dari pernikahannya dikaruniai empat orang anak perempuan.
Bung Hatta pertama kali mengenyam pedidikan formal sekolah swasta. Ia lalu pindah ke ELS diPadang ( kini SMA Negeri 1 Padang) sampai tahun 1913, kemudian melanjutkan ke NULO sampai tahun 1917. Ia pernah belajar agama kepada Muhammad Jamil Jambek, Abdullah Ahmad, dan beberapa ulama lainnya. Hatta juga pernah bersekolah di Prins Hendrik School.
Bung Hatta dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan,ploklamator, pelopor koperasi dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya dibidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond Padang pada tahun 1916.
Pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indsche Vereeniging. Kemudian Hatta terpilih menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia (PI), Hatta mulai meniti karis di Jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua tahun 1925.
Bung Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI  sampai tahun 1930. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.
Pada bulan Juli  1932, Hatta berhasil menyelesaikan pendidikannya di Negeri Belanda dan sebulan kemudian tiba di Jakarta. Akhir tahun 1932 dan 1933, kesibukan utama Hatta adalah menulis berbagai artikel politik dan ekonomi untuk Daulat Ra’jat dan melakukan berbagai kegitan politik.
Januari 1935, Hatta dan kawan-kawan tiba di Tanah Merah, Boven Digoel (Papua). Disini mulai masa pembuangan untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Dalam pembuangan Hatta secara teratur menulis artikel artikel untuk surat kabar Pemandangan. Pada Desember 1935, Kapten Wiarda pengganti Van Langen, memberitahukan bahwa tempat pembuangan Hatta dan Syahrir dipindah ke Bandaneira.
Pada 3 Februari 1942, Hatta dan Syahrir dibawa ke Sukabumi. Pada tanggal 9 maret 1942, pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang. Hingga dengan berbagai cara ditempuh untuk menemukan titik terang agar Jepang menyerah kepada Indonesia.
Hingga tahun 1945, Bung Hatta dan Soekarno berhasil merebut Indonesia dari tangan penjajah. Hingga semua bergegas mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Soekarno yang dibantu peranan penting Hatta mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.
Tepat tanggal 17 Agustus 1945, diJalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pukul 10.00 WIB dikumandangkan Proklamasi Indonesia atas nama Bangsa Indonesia itu Soekarno dan Hatta. Yang ke esokan harinya Hatta diangkat menjadi Wakil Presiden RI Pertama mendampingi Presiden Soekarno.
Hatta mundur dari jabatannya sebagai wakil presiden RI pada 1 Desember 1956, dia dan keluarga berpindah rumah. Bung Hatta tak pernah menyesal atas keputusan yang ia buat. Kegiatan sehari-hari setelah pension adalah menambah penghasilan menulis buku dan mengajar.
Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 pukul 18.56 di RS. Cipto Mangunkusumo setelah 11 hari ia dirawat disana. Keesokan harinya dia disemayamkan di kediamannya di Jalan Diponegoro 57 Jakarta dan dikebumikan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.
Setelah wafat, pemerintah memberikan gelar proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama Bung Karno. Pada 7 November 2012 Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.

Reorientasi:
Bung Hatta memiliki sifat yang berprinsip teguh, dan selalu berjuang tanpa kekerasan dan selalu berkarya nyata denga segala prestasi yang patut dihargai dan dikenang oleh banyak orang, dan patut diberi gelar dengan sebutan Sang Pahlawan Prolamator

Contoh 2

contoh kedua yaitu contoh teks biografi singkat pendek tentang diri sendiri
Saya adalah seorang perempuan yang ketika lahir di tanggal 7 Mei 1992, diberi nama Tiara Nadia. Lahir di sebuah kota bersuhu dingin di Malang bernama kota Batu dari kedua orang tua bernama Suhaiman dan sumirat. Sejak kecil saya tinggal di Batu, menamatkan sekolah dasar di SD Fatimah 4 dan sempat bersekolah di SMP Muhammadiyah 5.

Saat berumur 13 tahun saya pindah sekolah sekaligus tempat tinggal. Rumah baru saya ada di kota Surabaya, meneruskan sekolah di sana tepatnya di SMP Al Azhar dan SMA 1 Surabaya. Karena berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, saya pun meneruskan kuliah di Universitas Negeri Surabaya mengambil jurusan Seni Rupa Murni.

Kuliah pun saya jalani selama 3,5 tahun tanpa kendala apapun serta sukses meraih predikat Mahasiswa dengan IPK tertinggi. Setelah lulus kuliah, saya memulai karir di dunia fashion. Adalah perusahaan HnM, tempat saya menimba pengalaman serta memperjuangkan karir hingga sekarang. Itulah biografi singkat mengenai perjalanan hidup sederhana seorang Tiara Marha. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

Contoh 3

Contoh ke-3 yaitu contoh teks biografi tokoh dunia singkat thomas alva edison

Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847. Ayahnya bernama Samuel Odgen Edison dan ibunya bernama Nacy Mathews. Tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan. Edison pun tumbuh besar di sana.

Sewaktu kecil Edison hanya sempat mengikuti sekolah selama 3 bulan. Gurunya memperingatkan Thomas Alva Edison kecil bahwa ia tidak bisa belajar di sekolah sehingga akhirnya Ibunya memutuskan untuk mengajar sendiri Edison di rumah.

Dianggap Bodoh Sewaktu Kecil
Kebetulan ibunya berprofesi sebagai guru. Hal ini dilakukan karena ketika di sekolah oleh gurunya, Thomas Alva Edison dianggap murid yang sering tertinggal, bodoh dan ia dianggap sebagai murid yang tidak berbakat.

Walaupun begitu ibunya Nancy Mathews percaya bahwa Thomas Alva Edison bukanlah anak yang bodoh dan terbelakang. keyakinan itulah yang membuat Thomas Alva Edison dikenal sebagai salah satu penemu terbesar dalam sejarah dan dikenal oleh dunia selamanya.

Meskipun tidak sekolah, Edison kecil menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba. Sebelum mencapai usia sekolah dia sudah membedah hewan-hewan, bukan untuk menyiksa hewan-hewan tersebut, tetapi murni didorong oleh rasa ingin tahunya yang besar.

Thomas Alva Edison Membuat Telegraf
Pada usia sebelas tahun Thomas Alva Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat sebuah telegraf yang meskipun bentuknya primitif tetapi bisa berfungsi.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit.

Agar waktu senggangnya di kereta api tidak terbuang percuma Edison meminta ijin kepada pihak perusahaan kereta api, “Grand Trunk Railway”, untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong kereta api. Di sanalah ia melakukan percobaan dan membaca literatur ketika sedang tidak bertugas.

Tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi perhatian orang-orang. Thomas Alva Edison melihat peluang ini dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar.

Ia kemudian mencetak sendiri korannya yang diberi nama “Weekly Herald”. Koran ini adalah koran pertama yang dicetak di atas kereta api dan lumayan laku terjual. Oplahnya mencapai 400 sehari.

Dalam biografi Thomas Alva Edison, pada masa ini Edison hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Tetapi dia tidak menganggapnya sebagai cacat malah menganggapnya sebagai keuntungan karena ia banyak memiliki waktu untuk berpikir daripada untuk mendengarkan pembicaraan kosong.

Tahun 1868 Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Seluruh waktu luangnya dihabiskan untuk melakukan percobaan-percobaan tehnik. Tahun ini pula ia menemukan sistem interkom elektrik.

Ribuan Kali Percobaan Sebelum Berhasil
Pada tahun 1877, ia menyibukkan diri dengan masalah yang pada waktu itu menjadi perhatian banyak peneliti yaitu lampu pijar. Edison menyadari betapa pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia.

Contoh 4

Contoh terakhir yaitu contoh teks biografi singkat tentang tokoh indonesia dengan strukturnya yaitu Ki Hajar Dewantara, Sosok Inspirasi Pendidikan Indonesia
Nama kecil Ki Hajar Dewantara yakni Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Berasal dari kalangan keluarga Kraton. Ada yang unik, ketika usianya menginjak 40 tahun, beliau mengganti namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, tujuan dari penggantian tersebut, agar beliau bisa berbaur dengan kalangan masyarakat pada umumnya.
Di pendidikannya, beliau menamatkan sekolah dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda), kemudian melanjutkan pendidikannya ke STOVIA (sekolah Dokter Bumiputera), beliau tidak sampai menamatkan sekolahnya karena sakit. Kemudian menginjak dewasa beliau bekerja sebagai wartawan di beberapa media surat kabar, di antaranya Sedyotomo, Midden Java, De Express, Kaoem Moeda dan sebagainya.
Selain aktif dalam dunia kewartawanan dan tulis menulis, beliau juga aktif di beberapa organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, beliau aktif sebagai propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia. Beliau sering menyuarakan perihal pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara.
Semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara semakin menggebu dalam bentuk perjuangannya hingga pada bulan Nopember 1913 beliau membentuk Komite Boemipoetra hingga melancarkan kritikan terhadap pemerintahan belanda yang ingin merayakan 100 tahun kebebasan Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya.
Kepribadian dan perjuangannya dalam dunia pendidikan tidak disangsikan lagi mengingat beliau merupakan pendiri Perguruan Nasional Taman Siswa pada 3 Juli 1922. Sepak terjangnya di dunia pendidikan menjadikannya Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan yang pertama, hingga tanggal lahirnya, yakni 2 Mei dijadikan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tinggalkan komentar