Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia yaitu tentang teks biografi, disini kita akan meringkas/merangkumnya mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, unsur-unsur, struktur, kaidah kebahasaan dan contoh teks biografi singkat sederhana, semoga dapat membantu
Teks Biografi
Pengertian Teks Biografi
Teks Biografi adalah sebuah buku yang menceritakan kejadian-kejadian hidup seseorang. Lewat biografi tersebut dapat ditemukan hubungan, keterangan arti dari sebuah tindakan tertentu atau sebuah misteri yang melingkupi hidup seseorang, dan juga merupakan sebuah penjelasan mengenai tindakan atau perilaku dalam hidupnya.
Tujuan Teks Biografi
Berikut ini adalah tujuan menulis teks biografi, antara lain:
Baca Juga: Rangkuman Materi Autobiografi Lengkap
- Agar pembaca dan penulis dapat menghetahui perjalanan hidup seorang tokoh yang ia baca
- Agar pembaca serta penulis dapat meneladani dan mengambil pelajaran dari seorang tokoh yang ia baca untuk dipakai dalam kehidupan sehari-harinya
- Penulis dan pembaca dapat meniru cara bagaimana tokoh tersebut sukses
- Agar dapat memberikan sesuatu yang berharga pada diri penulis dan pembaca setelah membacanya
Ciri Ciri Teks Biografi
Pada dasarnya teks biografi memilik 3 ciri, 3 ciri-ciri teks biografi tersebut adalah:
- Biografi memiliki struktur yang terdiri atas : orientasi, peristiwa atau masalah, serta reorientasi.
- Faktualnya (fakta) berdasarkan pengalaman hidup seseorang yang diceritakan dalam tokoh biografi tersebut.
- Biografi memuat berdasarkan informasi fakta serta disajikan dalam bentuk narasi
Unsur Unsur Teks Biografi
Secara umum, teks biografi memiliki 4 unsur, unsur teks biografi tersebut adalah:
- Identitas tokoh, meliputi nama, tempat & tanggal lahir, profesi / pekerjaan, dan riwayat pendidikan. Jika perlu sertakan informasi sekitar keluarga tokoh
- Pengalaman hidup tokoh, misalnya aktivitas keorganisasian sang tokoh
- Pandangan hiduptokoh, misalnya pendapat/opini sang tokoh atas suatu masalah
- Kebiasaan positif tokoh yang pantas diteladani dan telah membuatnya sukses
Struktur Teks Biografi
Struktur teks biografi terdiri dari orientasi, peristiwa dan masalah serta reorientasi.
- Orientasi adalah bagian dimana menjelaskan tentang pengenalan tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh yang diceritakan dalam biografi tersebut.
- Bagian peristiwa atau kejadian merupakan bagian yang berisi tentang sebuah peristiwa atau kejadian yang pernah dialami, termasuk didalamnya memuat tentang masalah yang pernah dihadapinya dalam mencapai tujuan serta cita-citanya. Hal-hal yang menarik, mengagumkan, mengesankan, dan mengharukan yang pernah dialami tokoh juga diuraikan dalam bagian ini.
- Reorientasi adalah bagian penutup. Bagian ini berisi tentang pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan tersebut. Reorientasi bersifat opsional, yang artinya pada bagian ini boleh ada atau tidak.
Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Pada dasarnya kaidah kebahasaan yang terdapat dalam teks biografi yaitu kata hubung, rujukan kata, peristiwa, waktu dan tempat, serta kata kerja
Kata Hubung
Kata hubung adalah kata yang berfungsi untuk menyambungkan antara satu kata dengan kata lainnya dalam suatu tulisan. Kata hubung juga digunakan untuk menghubungkan kalimat satu dengan kalimat yang lain.
Baca Juga: 5 Contoh Teks Autobiografi Singkat
Rujukan Kata
Rujukan kata adalah suatu kata yang merujuk pada kata lain yang telah diungkapkan sebelumnya pada tulisan tersebut.
Peristiwa, Waktu dan Tempat
Dalam sebuah teks biografi, kita akan sering menjumpai suatu kalimat atau kata yang menunjukkan peristiwa, wkatu dan juga tempat yang pernah dialami oleh tokoh. Jadi gunakanlah kata-kata yang benar-benar sesuai dengan peristiwa, waktu dan juga tempat pada masa tokoh alami.
Kata Kerja
Kata kerja adalah suatu kata yang digunakan untuk menjelaskan suatu hal yang dilakukan oleh tokoh. Kata kerja itu sendiri dibedakan menjadi dua macam, Yakni berdasarkan bentuk dan berdasarkan jenisnya.
Contoh Teks Biografi
berikut ini adalah salah satu contoh teks biografi singkat / pendek sederhana tentang biografi tokoh Moh Hatta
Biografi Drs. H. Mohammad Hatta
Lahir di Fort de Kock, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902 – meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun, adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta dikenal Sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Bandar Udara Internasional Jakarta menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasanya sebagai salah seorang proklamator kemerdekaan Indonesia.
Nama yang diberikan oleh orangtuanya ketika dilahirkan adalah Muhammad Athar. Anak perempuannya bernama Meutia Hatta menjabat sebagai Mentri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Berdatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta.
Bung Hatta adalah nama salah seorang dari beribu pahlawan yang pernah memperjuangkan kemerdekaan dan kemajuan Indonesia. Sosok Bung Hatta telah menjadibegitu dekat dengan hati rakyat Indonesia karena perjuangan dan sifatnya yang begitu merakyat. Besarnya peran beliaudalam perjuangan negeri ini ehingga disebut sebagai salah seorang “The Founding Father’s of Indonesi”.
berbagai tulisan dan kisah perjuangan Muhammad Hatta telah ditulis dan dibukukan, mulai dari masa kecil, remaja, dewasa dan perjuangan beliau untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Namun dalam hal yang rasanya perlu sedikit digali dan dipahami, yaitu melihat Bung Hatta sebagai tokoh organisasi san partai politik . hal ini dikaitkan dengan usaha melihat perkembangan kegiatan dan ketokohan beliau di dunia politik Indonesia saat ini. Maka pantas rasanya kita ikut melihat perjuangan dan perjalanan kegiatan politik Bung Hatta.
Setelah perng dunia I berakhir generasi muda Indonesia yang berprestasi makin banyak yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan luar negeri seperti di Belanda dan Kairo (Mesir). Hal ini diperkuat dengan dibelakukanya politik balas budi oleh Belanda. Bung Hatta adalah salah seorang pemuda yang beruntung , beliau mendapat kesempatan belajar di Belanda. Jika kita memperhatikan semangat berorganisasi Bung Hatta, sebenarnya telah tumbuh sewaktu beliau berada di Indonesia. Beliau pernah menjadi ketua Jong Sumatera (1918-1921) dan semngat ini makin membara dengan asahan dari kultur pendidikan Belanda / Eropa yang bernafas demokrasi dan keterbukaan
