5 CONTOH TEKS WAWANCARA DENGAN NARASUMBER SINGKAT 2018 Terbaru

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia, adapun kita akan membahas 5 contoh teks hasil wawancara singkat dengan narasumber pedagang cakue, pedagang kaki lima, dan pedagang tahu atau pengusaha tahu sukses terbaru 2018. Semoga dapat membantu

Contoh Teks Wawancara

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran bahasa indonesia, adapun kita akan membahas 5 contoh teks hasil wawancara singkat dengan narasumber pedagang cakue, pedagang kaki lima, dan pedagang tahu atau pengusaha tahu sukses terbaru 2018.

Contoh 1

Contoh pertama yaitu contoh teks wawancara singkat dengan narasumber pedagang atau penjual cakue dan 4 orang siswa-siswi
Siswi         : Permisi bang , maaf mengganggu ,boleh minta waktunya sebentar ?
Penjual      : Iya boleh neng , Ada yang bisa saya bantu ?
Siswi          : Begini bang kami mendapat tugas dari guru kewirausahaan kami untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber . Apa abang bersedia untuk di wawancarai ?

Baca Juga: Contoh Teks Wawancara Tentang Pendidikan

Penjual      : Silahkan saja neng .
Siswi         : Kapan abang memulai usaha menjual cakwue ?
Penjual      : Tahun 2005 neng
Siswi         : Pada saat awal abang berjualan , Abang keliling atau menetap dirumah (membuka usaha dirumah)
Penjual      : Pertama dagang abang langsung keliling ,biasanya abang langsung kesekolah sekolah .
Siswi         : Kenapa abang memilih berjualan cakwei , apa alasannya ?
Penjual      : Alasannya abang berjualan cakwei karena memang kemampuan yang dimiliki hanya sebatas itu .
Siswi          : Berapa modal awal yang abang keluarkan untuk berjualan ?
Penjual      : Waktu itu modalnya hanya Rp.40.000, untuk membuat bahan 3kg adonan cakue.
Siswi          : Apa saja bahan-bahan untuk membuat cakwei ?
Penjual       : Bahannya terigu ,garam,soda kue,bawang putih secukupnya ,dan saus siap pakai yang dimasak terlebih dahulu .
Siswi         : Dalam sehari abang berjualan dari jam berapa sampai jam berapa ?
Penjual      : Dari jam 09.00-17.00 atau 18.00.
Siswi         : dari pertama dagang abang sudah pakai gerobak atau dipikul baru menggunakan gerobak ?
Penjual      : Dulu pertama dipikul ,hampir satu tahun saya menggunakan pikulan, karena saya tidak kuat jika terus dipikul akhirnya saya memilih untuk menggunakan gerobak.
Siswi         : Setelah abang pakai gerobak ,dagangan abang bertambah (bervariasi) atau tidak ?
Penjual      :Ya neng abang tambah dengan cimol dan otak-otak.
Siswi         : Nah setelah abang tambah dagangannya ,berapa modal yang abang keluarkan setiapharinya ?
Penjual       : Ya sekitar Rp.130.000 neng .
Siswi          : Dengan modal Rp.130.000 ,masing-masing bahan bisa abang buat berapa kilogram ?
Penjual       : Cakwe 3kg , cimol 2kg, otak-otak 10 bungkus,minyak goring 1 ½ kg
Siswi           : Berapa penghasilan rata-rata abang setiap harinya ?
Penjual      : Penghasilan sehari Rp.200.000 dengan keuntungan bersih Rp.70.000.
Siswi           : Apabila adonan tidak habis terjual ,maka dibuang atau abang olah lagi ?
Penjual        : Kalau sekiranya masih bagus di simpan di kulkas , tetapi jika adonan sudah melembung di buang .
Siswi          : Nah untuk minyak goreng ,dalam penggunaannya abang pakai berapa kali ?
Penjual      : Saya pakai selama 3kali , setelah itu saya ganti dengan yang baru.
Siswi         : Usaha abang ini ,abang jalankan sendiri atau memang abang buka usaha juga di rumah ?
Penjual      : Tidak neng, abang jalankan sendiri.
Siswi          : Oh gitu yya bang ,saya kira kami sudah cukup banyak mengetahui tentang usaha cakwei ini ,kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang abang luangkan ,semoga usaha yang abng jalankan bisa maju.
Penjual          : Amiin ,sama sama neng.

Contoh 2

Contoh ke-2 yaitu contoh teks wawancara dengan narasumber pedagang kaki lima di komplek MONAS
Pewawancara : Selamat siang Bapak, saya dari sekolah swasta di Jakarta, bisa minta waktunya untuk wawancara sebentar?
Pedagang kaki lima : Siang, Iya silahkan saja dek!

Baca Juga: Contoh Teks Dialog Interaktif

Pewawancara :  Apakah Bapak sudah izin berjualan di komplek Monas ini?
Pedagang kaki lima : Aduhh saya tidak tahu Mbak, harus minta izin dengan siapa. Saya hanya ikut-ikutan teman saja yang berjualan di sini.
Pewawancara : Apakah Bapak sebenarnya tahu bahwa berdagang di komplek MONAS ini dilarang oleh pemerintah?
Pedagang kaki lima : Sebetulnya saya sudah mengetahui tentang pelarangan itu, tetapi mau bagaimana lagi Mbak ? saya harus mencari uang untuk biaya kehidupan sehari-hari keluarga saya.
Pewawancara : Lantas apakah Bapak tidak takut dikejar dan barang dagangan Bapak disita oleh Pol PP yang sering razia di sekitaran komplek MONAS ini?
Pedagang kaki lima : Yahh takut sih, tetapi saya anggap itulah resiko pekerjaan. Kalaupun ada razia kami akan segera merapikan barang kami dan lari.
Pewawancara : Apakah Bapak pernah terjaring razia?
Pedagang kaki lima : Iya pernah. Waktu itu saya sedang berjualan dompet, lalu tiba-tiba Pol PP datang dan mengambil barang-barang dagangan saya. Tidak hanya itu, mereka pun turut membawa saya.
Pewawancara : Emangnya bapak tidak merasa kapok pak?
Pedagang kaki lima : Iya kapok sih de, tetapi kalau engga kaya gini kami sekeluarga tidak bisa makan.
Pewawancara : Kalau boleh tahu Bapak berasal dari mana dan sejak kapan Bapak telah berdagang di sini?
Pedagang kaki lima : Saya berasal dari Jember de, dan sudah berjualan di Komplek ini sejak tahun 2014.
Pewawancara :  Setelah saya perhatikan, komplek MONAS ini penuh dengan orang-orang yang berkunjung, kira-kira berapa banyak yang Bapak bisa hasilkan sehari-hari ?
Pedagang kaki lima : Walaupun pengunjungnya banyak tetapi kalau tidak ada yang beli percuma de. Penghasilan yang saya dapatkan juga tidak menentu, kadang-kadang 100 ribu, dan kalau ramai yang beli bisa mencapai 500 ribu.
Pewawancara : Lalu bagaimana harapan Bapak kepada bapak walikota tentang pelarangan berjualan di komplek MONAS ini?
Pedagang kaki lima : Saya berharap bapak walikota bisa mendengar aspirasi dan memperhatikan nasib kami semua. Kami pun sebenarnya tidak mau berdagang, tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup, kami rela melakukannya daripada kami mencuri ini kan perbuatan yang halal. Dan mengenai peraturan ini, kami sebenarnya setuju, tetapi tolong berikan kami tempat yang layak agar kami bisa mengais rezeki di komplek MONAS ini.
Pewawancara : Baiklah Bapak, semoga bapak walikota bisa mendengar keluhan Bapak. Terimakasih atas waktunya dan semoga dagangan Bapak laku keras hari ini.
Pedagang kaki lima : Iya dek terimakasih kembali.

Contoh 3

Contoh terakhir yang ke-3 ini merupakan contoh teks wawancara pendek dengan narasumber pedagang tahu sukses atau pengusaha tahu sukses
Pewawancara :  Selamat sore Pak, bisa minta waktunya sebentar ?
Pengusaha : Selamat sore, tentu saja boleh, Adik dari mana dan ada keperluan apa ya ?
Pewawancara : Saya dari Majalah Sekolah Pak, Maksud dan keperluan saya adalah ingin memawancarai Bapak.
Pengusaha : Oh kalau begitu, mari silahkan dimulai!
Pewawancara : Sudah berapa lama Bapak memulai bisnis tahu ini ?
Pengusaha : Saya memulainya usaha pembuatan tahu ini sejak 3 tahun yang lalu.
Pewawancara : Bagaimana sih awal mula bapak menjadi seorang pengusaha dan mengapa Bapak memilih bisnis tahu ini ?
Pengusaha : Pada awalnya saya dan keluarga mengalami kesulitan hidup. Saya bekerja sebagai seorang PNS sementara istri saya tidak bekerja. Meskipun saya bekerja sebagai PNS, saya tetap tidak bisa mengatasi kesulitan keuangan itu. Pada akhirnya saya memutuskan untuk berhenti dari PNS dan mulai menjadi seorang pengusaha. Saya belajar dari buku – buku dan mengikuti seminar – seminar kewirausahaan, hingga akhirnya saya membuka usaha catering makanan. Meskipun tidak ada modal, saya nekat dengan meminjam uang di bank untuk menjalankan bisnis ini. Namun, bisnis itu gagal, dan kami sekeluarga terliliit hutang yang sangat banyak sampai kami harus menjual rumah kami. Waktu itu saya hampir putus asa dan stress, dan saya pun mencari penghasilan dengan berjualan tahu keliling milik tetangga saya. Waktu itu saya sadar bahwa dengan berjualan tahu keliling saja saya bisa menghasilkan uang yang cukup, bagaimana jika saya mengekspor tahu ini keluar negeri. Semenjak saat itu muncullah ide pembuatan tahu ini, dan saya memulai bisnis ini dengan istri saya, kemudian setelah beberapa lama bisnis saya berkembang dan hingga kini saya telah mempekerjakan 100 karyawan.
Pewawancara : Wah ternyata menjadi seorang pengusaha sukses tidak mudah ya, kalau boleh tahu berapa omset perbulan yang bisa bapak dapatkan?
Pengusaha : Alhamdulilah hingga kini omset bisnis tahu ini sudah mencapai 10 juta perbulan. 
Pewawancara : Apakah Bapak sudah merasa puas dengan pencapaian Bapak itu ?
Pengusaha : Cita – cita saya di dalam bisnis ini adalah membantu sesama. Dengan omset begitu saya kira masih kurang untuk mencapai tujuan itu. Rencananya saya akan membuka beberapa cabang di luar kota dan mempekerjakan lebih banyak orang lagi. Doakan saja rencana ini bisa terlaksana!
Pewawancara : Aminnn, Kalau boleh tahu, apasih tips agar menjadi seorang pengusaha yang sukses seperti Bapak ?
Pengusaha : Tipsnya adalah terus berusaha dan jangan takut gagal karean tidak ada jalan kesuksesan tanpa adanya kegagalan terlebih. Untuk adik – adik yang ingin menjadi pengusaha teruslah belajar dan berlatih sejak dini karena jiwa pengusaha harus dididik sejak dini agar nantinya menajdi pengusaha yang memiliki mental kuat dan sukses.
Pewawancara : Terimakasih atas waktunya Pak, Semoga bisnis Bapak bisa bekembang lebih maju lagi!
Pengusaha : Terimakasih kembali Dik!

Tinggalkan komentar