BIAYA PELUANG/OPPORTUNITY COST ;Pengertian, Rumus, Ciri, Cara Menghitung dan Contohnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomitingkat SMA/SMK dan Perkuliahan yaitu tentang biaya peluang atau opportunity cost, adapun disini kita akan bahas lengkap mengenai pengertian biaya peluang secara umum dan menurut para ahli, rumus biaya peluang, ciri ciri, cara menghitung dan contoh biaya peluang. Semoga dapat membantu

Biaya Peluang

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran ekonomitingkat SMA/SMK dan Perkuliahan yaitu tentang biaya peluang atau opportunity cost, adapun disini kita akan bahas lengkap mengenai pengertian biaya peluang secara umum dan menurut para ahli, rumus biaya peluang, ciri ciri, cara menghitung dan contoh biaya peluang.

Pengertian

Pengertian biaya peluang atau opportunity cost adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan yang tidak bisa dilakukan.

Baca Juga: Rangkuman Ekonomi kelas 11

Biaya peluang menurut para ahli:
Menurut N. Gregoru Mankiw, Biaya peluang merupakan segala sesuatu yang wajib anda korbankan agar dapat mengorbankan sesuatu.
Menurut Robert B. Ekelund, Jr dan Robert D. Tollison, Biaya peluang adalah biaya penggunaan sumber daya ekonomi dengan maksud untuk tujuan yang tertentu yang di ukur berdasarkan ukuran keuntungan yang tidak jadi diperoleh yang disebabkan karena tidak memilih alternatif atau pilihan tersebut dibandingkan dengan komonditi yang diperoleh sebagai gantinya yang disebabkan karena memilih alternatif lain.
Menurut Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, jika keputusan untuk memilih biaya peluang disebabkan karena memilih 1 hal di dalam dunia kelangkaan yang menyebabkan harus menyerahkan sesuatu yang lainnya. Sehingga biaya peluang adalah nilai barang ataupun jasa yang paling berharga yang hilang.

Rumus

Adapun rumus opportunity cost atau biaya peluang adalah biaya peluang dihitung dari yang dikorbankan atau tidak dipilih.
rumusnya adalah dengan memepertimbangkan pilihan dan peluang yang di buang itu menjadi hasilnya.

Baca Juga: Materi Otoritas Jasa Keuangan / OJK

Sebagai Contoh: amel mendapat tawaran di lembaga keuangan dengan gaji Rp 2.500.000-per bln , mendapat tawaran lagi dari di lembaga instansi pemerintah dengan gaji Rp 2.000.000-per bln ,dengan penuh pertimbangan amel pun memilih menerima tawaran dari lembaga instansi pemerintah dengan gaji Rp 2.000.000-per bln,karena dia ingin menjadi instansi pemerintah.jadi biaya peluang yang ditanggung amel adalah 2.500.000 karena telah menolak tawaran kerja dari lembaga keuangan dengan penghasilan 2.500.000

Ciri Ciri

Adapun biaya peluang memiliki ciri ciri sebagai berikut:
  • Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang. Bisa berupa waktu, kesenangan, keuntungan di masa depan dan lain-lain.
  • Memiliki banyak kemungkinan penggunaan.
  • Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi individu.
  • Biasanya merupakan suatu kebutuhan sekunder atau tersier.

Cara Menghitung Biaya Peluang

Bagaimana cara menghitung biaya peluang? Secara garis besar, biaya peluang dapat dihitung dengan 2 (dua) cara yaitu:
  1. Dihitung dari nilai peluang yang tidak dipilih atau yang dikorbankan, jika ada 2 pilihan.
  2. Dihitung dari nilai peluang yang terbaik yang dikorbankan jika terdapat lebih dari 2 pilihan.
Perhitungan biaya peluang pada dasarnya telah dijelaskan secara implisit pada contoh biaya peluang. Cara menghitung biaya peluang diperoleh apabila terdapat dua pilihan atau lebih. Sedangkan dari beberapa pilihan tersebut ada pilihan yang ditinggalkan atau dikorbankan.

Contoh Biaya Peluang

Berikut ini adalah salah satu contoh biaya peluang :

Contoh 1

Perusahaan memiliki sumber daya misalnya gedung. Pilihannya adalah apakah perusahaan tersebut akan menyewakan beberapa bagian dari gedung tersebut untuk tempat usaha lain atau dengan menggunakan gedung tersebut sendiri. Namun perusahaan tersebut memilih untuk menggunakan gedung sebagai tempat usaha dan mengorbankan biaya peluang untuk mendapatkan keuntungan dari menyewakan beberapa bagian dari gedung.

Contoh 2

Setelah menjadi sarjana, Joko memperoleh 2 jenis penawaran pekerjaan. Satu, sebagai akuntan pada perusahaan A kemudian tawaran kedua sebagai Front Officer di Bank XYZ. Apabila Joko memilih untuk bekerja sebagai akuntan pada perusahaan A maka Joko dipastikan kehilangan kesempatan untuk menjadi Front Officer di Bank XYZ. Menurut ilustrasi tersebut biaya peluang yang dibebankan kepada Joko yaitu bekerja sebagai Front Officer di Bank XYZ. Hal ini dikarenakan Joko mengorbankan peluang kerjanya sebagai Front Officer di Bank XYZ.

Contoh 3

Anton mempunyai uang tabungan sebesar 15 juta. Jumlah uang tersebut dapat Anton gunakan untuk membeli komputer ataupun berlibur ke Singapura. Apabila Anton membeli komputer maka dia akan kehilangan peluang untuk menghabiskan liburannya di Singapura. Berlaku juga untuk sebaliknya jika Anton menetapkan untuk menggunakan uangnya untuk berpergian ke Singapore maka dia akan kehilangan kesempatan memperoleh Kompuer. “Peluang yang dikorbankan” inilah yang dinamakan dengan biaya peluang.

Tinggalkan komentar