Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran sejarah kelas 7 SMP semester 1 dan 2 kelas 10 / X Semester 1 yaitu tentang zaman pra-aksara atau prasejarah, adapun disini kita akan bahas rangkuman zaman pra-aksara lengkap mulai dari pengertian, jumlah periode di zaman pra-aksara (akaezoikum, palaozoikum, mesozoikum dan neozoikum), ciri-ciri dan pola kehidupan serta contoh peninggalan zaman pra-aksara. Semoga dapat membantu
Zaman Pra-Aksara
Pengertian Zaman Pra-Aksara
Sebutkan apa yang dimaksud dengan zaman praaksara? Pengertian zaman pra-aksara atau zaman prasejarah adalah zaman manusia belum mengenal tulisan. Zaman praaksara juga disebut zaman nirleka, yaitu zaman dimana tulisan belum ditemukan, nirleka berarti (nir = tidak; leka = tulisan aksara).
Zaman Pra-aksara dimulai sejak manusia ada di muka bumi sampai dengan saat manusia mengenal tulisan. Sejarah dan pra-aksara berbicara mengenai peristiwa atau kejadian yang berlangsung pada masa lalu. Perbedaan sejarah dengan pra-aksara yaitu sejarah meninggalkan bukti-bukti tertulis, sedangkan praaksara meninggalkan bukti-bukti yang tidak menorehkan tulisan.
Perdiode Zaman Pra-Aksara
Sebutkan macam macam zaman / periode zaman yang terdapat pada zaman praaksara!
Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman, berikut dibawah ini adalah periode / macam macam zaman pada zaman pra-aksara yaitu akaezoikum, palaozoikum, mesozoikum dan neozoikum
1. Zaman Akaezoikum
Zamain akaezoikum berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
Akaezoikum dapat diartikan sebagai masa tanpa kehidupan, dimana bumi masih dalam keadaan membara dan jarak bumi dan bulan masih sangat dekat, berarti benda ruang angkasa seperti meteor atau meteorit dengan mudah jatuh ke bumi yang belum terlindung udara. Meskipun demikian semua benda tersebut diatas langsung membara dengan suhu yang amat tinggi. Kejadian bumi dan pembentukan yang terjadi sekitar satu milyar tahun yang lalu dan beberapa ratus juta tahun kemudian kerak bumi suhunya semakin menyusut bagian bumi dalam keadaan cari diangkasa bumi terjadi badai magnetic menyelimuti bumi petir, guntur meteor dan meteroit membentur suhu gas mengembun uap air hujan lebat yang abadi membentuk lautan pembentukan air, udara makin sempurna terlindung dari benturan berbagai benda luar angkasa.
Secara umum meteroit terbagi menjadi 2 macam, yaitu meteroit logam (mengandung besi nikel) dan meteroit baju, beberapa contoh batuan kerak bumi dapat disaksikan di museum geologi.
2. Zaman Palaozoikum
Zaman palaozoikum atau sering disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang belakang.
3. Zaman Mesozoikum
Zaman mesozoikum atau biasa disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil besar berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering disebut dengan zaman reptil.
4. Zaman Neozoikum
Zaman neozoikum atau disebut zaman kehidupan baru, neozoikum dibagi menjadi dua zaman, yaitu zaman tersier dan zaman kuartier.
Zaman tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangan jenis binatang menyusui. Sementara itu, zaman kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting.
Zaman ini kemudian dibagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin.
Zaman pleitosen berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba. Sedangkan zaman pleitosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub bumi dan diselingi dengan zaman ketika es kembali mencair. Keadaan ini silih berganti selama zaman pleitsen sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan yang diselingi dengan zaman kering.
Ciri Ciri zaman pleitosen :
- Adanya manusia purba
- Meluasnya lapisan es di kedua kutub bumi
- Diselingi zaman es kembali mencair
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga banyak dasar laut yang kering dan menjadi daratan.
Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengeringi itu disebut dengan dataran sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut dengan dataran sahul.
Zaman pleitosen berakhir pada 10.000 tahun sebelum masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangusung sampai sekarang. Dari zaman ini munculnya nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.
Ciri Kehidupan Zaman Pra-Aksara
Sebutkan ciri ciri kehidupan masyarakat pada zaman pra-aksara!
Pada umumnya ciri ciri manusia pada zaman praaksara adalah berburu, mengambil makanan, bercocok tanam dan masa perundagian / logam, berikut penjelasannya:
1. Ciri-ciri kehidupan masyarakat berburu dan mengambil makanan
- Memiliki cara berifikir yang terbilang sangat sederhanan yang dimana pada waktu itu manusia tidak mampu membuat mulutnya untuk bisa berbicara dan kemudian pada kondisi fisik dari manusia pada masa itu tidak memungkinkan untuk dapat bertindak seperti manusia yang ada pada saat ini.
- Kelangsungan kehidupannya sangat bergantung terhadap kehadiran dari alam sehingga mereka hanya memakan sesuatu yang dimana disediakan oleh alam itu sendiri.
- Kehidupan sehari-harinya hanya dilakukan didaerah hutan belantara yang dimana terdapat banyak binatang buas.
- Tempat tinggal mereka tidak jauh sumber mata air seperti danau, sungai dan juga pantai.
- Kehidupannya sendiri melakukan perpindahan dari sebuah hutan ke hutan lainnya. Kemudian, sebagai tempat untuk menghindari hujan dan berbagai binatang buas biasanya mereka menggunakan gua sebagai tempat berlindung secara sementara.
- Manusia pada saat itu sudah mampu untuk menghiasi dirinya sendiri dengan kondisi yang sangat sederhana.
- Untuk mengarungi sungai, mereka menggunakan sebuah alat transportasi sederhana yang dibuat dari sampan dari kayu maupun bambu
2. Ciri-ciri kehidupan masa bercocok tanam
- Cara bercocok tanam yang digunakan oleh manusia pada masa pra aksara adalah dengan cara berladang dan menggunakan huma, yaitu sebuah cara yang dimana dilakukan pembersihan pada sebuah hutan lalu dilakukan penanaman berbagaimacam tanaman yang kemudian dapat dikonsumsi.
- Selain manusia praaksara dapat melakukan cocok tanam, manusia pada masa tersebut kemudian juga sudah mampu untuk melakukan kegiatan peternakan dan juga melakukan kegiatan pemeliharaan binatang. Para ahli pada saat ini menganggap bahwa binatang yang kemudian dilakukan ternak dan kemudian dijinakkan pada masa itu adalah 4njing yang kemudian dianggap sebagai teman ataupun partner dalam kegiatan berburu pada waktu itu.
- Kemampuan manusia praaksara pada saat itu tentang persediaan makanan dan kemudian pengawetan dibantu dengan adanya kemampuan untuk membuat sebuah wadah yang dimana terbuat dari sebuah tanah liat yang telah dibentuk yang kemudian dibakar agar keras.
- Manusia praaksara mengenal perdanganan pertama kalinya degan cara melakukan tukar menukar barang yang kemudian kini lebih dikenal dengan sebutan barter.
- Pada waktu itu, manusia telah mengenal sistem berhias dengan cara ditemukannya gelang yang pada waktu itu terbuat dari berbagai macam batu yang terlihat indah dan diberikan manik-manik.
3. Ciri-ciri kehidupan masa perundagian/logam
- Masyarakt praaksara pada masa ini dianggap telah teratur.
- Kehidupan sosial ekonomi pada era ini adalah sebuah peningkatan terhadap bentuk kehidupan sebelumnya yang dimana pada masa ini perunggu dan besi adalah salah komponen yang dimana menadi pembeda yang dimana sebelumnya tidak ada seorangpun yang mengenal logam.
Pola Kehidupan Zaman Pra-Aksara
Dahulu manusia hidup dengan pola semi nomaden yaitu harus terus berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya, kemudian setiap orang harus membangun tempat tinggal, padahal hanya untuk sementara waktu. Hal itu dirasa kurang menguntungkan karena tidak efektif dan juga tidak efisien, akhirnya kehidupan masyarakat praaksara ini mengalami perkembangan. Atas dasar untung dan rugi, mulailah muncul gagasan untuk merubah pola kehidupan menjadi menetap. dari situlah konsep yang mendasari perkembangan masyarakat praaksara.
Contoh Peninggalan Zaman Pra-Aksara
Sebutkan beberapa contoh peninggalan zaman praaksara!
Zaman aksara dibagi menjadi 3 yaitu zaman paleothikum, neolithikum dan megalithikum.
Berikut dibawah ini adalah contoh contoh peninggalan zaman praaksara, antara lain:
Contoh Peninggalan zaman praaksara zaman paleothikum
Berikut dibawah ini adalah contoh peninggalan zaman paleothikum
Pada tahun 1935, Ralph von Koenigswald berhasil menemukan sejumlah alat di Punung Kabupaten Pacitan. Alat-alat tersebut berupa kapak genggam yang terbuat dari batu dan Lempung. Bentuk fisiknya masih kasar. Alat-alat yang ditemukan di Pacitan tersebut disebut chopper atau alat penetak.
Kapak sumatralith atau pebble adalah sejenis kapak genggam yang terbuat dari batu kali yang dipecah atau dibelah. Sisi luarnya yang sudah halus tidak diapa-apakan Sedangkan Sisi dalamnya (tempat belah) dikerjakan lebih lanjut sesuai dengan keperluannya. Kapak ini ditemukan di kjokkenmoddinger di sepanjang Pantai Sumatra Timur Laut di antara Langsa (Aceh) dan Medan (Sumatera Utara).
Kapak pendek adalah sejenis kapak genggam yang bentuknya kira-kira setengah lingkaran dan dibuat dengan mukuli dan memecahkan batu tanpa diasah. Tajamnya terdapat pada sisi lengkung dan tidak diketahui secara pasti Apa kegunaan dari alat ini. Kapak ini ditemukan di kjokkenmoddinger di sepanjang Sumatera Timur laut, di antara Langsa (Aceh) dan Medan (Sumatera Utara).
Pipisan adalah batu-batu Penggiling beserta landasannya. Pipisan ini digunakan tidak hanya untuk menggiling makanan, tetapi juga untuk menghaluskan cat merah seperti yang terlihat dari bekas-bekasnya. Aktivitas ini di perkirakan berkaitan dengan upacara ritual dan kepercayaan. Alat ini ditemukan di kjokkenmoddinger di sepanjang Sumatera Timur laut, di antara Langsa (Aceh) dan Medan (Sumatera Utara).
Contoh Peninggalan zaman neolithikum
berikut dibawah ini adalah contoh peninggalan zaman neolithikum beserta fungsinya
Nama kapak persegi berasal dari von Heine Geldern berdasarkan penampang dari alat-alatnya yang berupa persegi panjang atau berbentuk trapesium. Alat ini bentuknya memanjang dengan penampang Alang berbentuk persegi dan bagian pangkalnya tidak biasa sebagai tempat ikatan tangkai.
Fungsinya:
Kapak berukuran kecil digunakan untuk memotong kayu sedangkan kapak persegi yang berukuran lebih besar berbentuk beliung atau Pacul biasanya digunakan sebagai alat cangkul. Kapak persegi ini dibuat dari bahan batu api dan batu chalcedon.
- Kapak Lonjong
- Perhiasan
- Alat gerabah
- Pakaian
Peninggalan zaman megalithikum
berikut dibawah ini adalah peninggalan zaman megalithikum
Contoh peninggalannya yaitu
- Sarkofagus
- Menhir
- Dolmen
- Kubur batu
- Arca atau patung
- Punden berundak