8 Tahapan Budidaya Kedelai Di Lahan Kering (Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Prakarya tingkat SMA kelas 10 Semester 1 kurikulum 2013 K13 revisi 2018 yaitu tentang menanam atau praktek budidaya kedelai di lahan kering, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen. Semoga dapat membantu

8 Tahapan Menanam Kedelai Di Lahan Kering

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Prakarya tingkat SMA kelas 10 Semester 1 kurikulum 2013 K13 revisi 2018 yaitu tentang menanam atau praktek budidaya kedelai di lahan kering, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai Pengolahan Lahan, Penanaman, Pemupukan, Penyulaman, Penyiangan, Pengendalian hama dan Penyakit, Panen dan PascaPanen.

1. Pengolahan Lahan

Tanah diolah dengan bajak dan cangkul sampai gembur. Untuk pengaturan
pengairan perlu saluran air pada setiap 4 meter di sekeliling lahan tanam sedalam
30 cm dan lebar 25 cm.

2. Penanaman

Dianjurkan menggunakan benih berserti kat dengan kebutuhan benih sekitar 40 kg/ha. Penanaman benih dengan cara ditugal, jarak tanam 40 x 10 cm atau 40 x 15 cm sesuai kesuburan tanah. Setiap lubang tanaman diisi 2 butir benih lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis. Setelah benih dimasukkan ke dalam lubang tanam, tanah diberi insektisida Furadan 3G yang dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 5-6 butir. Karbofuran adalah bahan aktif dari insektisida Furadan 3G.

3. Pemupukan

Pemupukan tanaman kedelai dianjurkan menggunakan pupuk Urea, SP-36, dan KCl dengan dosis masing-masing sebesar 50 kg/ha, 100 kg/ha dan KCl 50 kg/ha atau sesuai anjuran setempat. Semua jenis pupuk diberikan pada waktu bersamaan setelah tanam. Mula-mula urea dan TSP dicampur, lalu disebar merata, disusul penyebaran KCl, kemudian diratakan dengan penggaruan. Pupuk hayati
juga diberikan dengan cara mencampurnya dengan benih.

4. Penyulaman

Benih yang tidak tumbuh segera disulam, sebaiknya memakai bibit dari varietas dan kelas yang sama. Penyulaman paling lambat dilakukan pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam.

5. Penyiangan

Penyiangan dilakukan paling sedikit dua kali karena di lahan kering gulma tumbuh dengan subur pada musim penghujan. Penyiangan I pada saat tanaman berumur 2 minggu. Penyiangan dilakukan menggunakan cangkul atau kored. Penyiangan II jika tanaman sudah berbunga (kurang lebih umur 7 minggu), menggunakan kored atau gulma dicabut dengan tangan.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian dilakukan jika serangan sudah menimbulkan kerugian secara ekonomi agar tidak menambah biaya budidaya. Hama yang menyerang kedelai dapat dikendalikan menggunakan inseksitisida, sedangkan penyakit dikendalikan menggunakan fungisida. Beberapa jenis insektisida dan fungisida yang digunakan untuk kedelai adalah: Azodrin 15 WSC, Marshal 200 EC, Huslation 40 EC, Surecide 25 EC, Kharpos 50 EC, Agrothion 50 EC, Dursban 20 EC, Agrifos 400 SL.
Penggunaan insektisida dan fungisida harus sesuai dengan dosis anjuran yang terdapat dalam kemasannya.

7. Panen

Kedelai harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak biji keriput, sedangkan panen terlalu akhir menyebabkan kehilangan hasil karena biji rontok. Ciri-ciri tanaman kedelai siap panen adalah sebagai berikut:
  1. Daun telah menguning dan mudah rontok.
  2. Polong biji mengering dan berwarna kecoeklatan
  3. Panen yang benar dilakukan dengan cara menyabit batang dengan menggunakan sabit tajam dan tidak dianjurkan dengan mencabut batang bersama akar. Cara ini selain dapat mengurangi kesuburan tanah, juga tanah yang terbawa akan dapat mengotori biji. 

8. Pascapanen

ALAT PENGATUR GERAK SEDERHANA; (Pengertian, Fungsi, Macam, Jenis

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran prakarya kelas X semester 1 SMA/SMK kurikulum 2013 hasil revisi, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian, fungsi, tujuan, jenis-jenis, macam-macam, manfaat dan contoh rekayasa alat pengatur gerak sederhana. Semoga dapat membantu

Alat Pengatur Gerak Sederhana

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran prakarya kelas X semester 1 SMA/SMK kurikulum 2013 hasil revisi, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian, fungsi, tujuan, jenis-jenis, macam-macam, manfaat dan contoh rekayasa alat pengatur gerak sederhana. Semoga dapat membantu

Pengertian

Pengertian alat pengatur gerak sederhana adalah Sebuah alat rekayasa ( Prototype ) yang menghasilkan energi kinetik dari energi listrik atau energi panas yang tentunya masih belum kompleks atau bisa disebut sederhana.

Fungsi

Fungsi alat pengatur gerak sederhana sangatlah banyak, namun fungsi utamanya yaitu untuk memudahkan tugas tugas keseharian manusia menjadi mudah sehingga hasil kerja sangat efisien dan efektif.

Macam Macam dan Fungsi Gerak

Secara garis besar, macam macam fungsi gerak terbagi menjadi 4, yaitu:
  1. Sendi Engsel, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan hanya pada satu arah saja, sendi engsel biasanya hanya dapat ditekuk atau diluruskan. Contohnya pada tulang lutut dan siku.
  2. Sendi Pelana, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan pada dua arah.Contohnya adalah ruas telapak tangan.
  3. Sendi Peluru, adalah sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan ke segala arah, contohnya adalah sendi pada tulang paha dan bahu.
  4. Sendi Putar, yaitu sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan salah satu tulang yang berputar terhadap tulang lainnya. Contohnya adalah sendi pada tulang atlas.

Jenis Jenis dan Contoh

Apa saja jenis jenis alat pengatur gerak sederhana? dan sebutkan beberapa contoh dari alat pengatur gerak sederhana
Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh alat pengatur gerak sederhana bagi kegiatan manusia sehari hari dalam beberapa jenis:
  • Kursi Roda
  • Mobil
  • Motor
  • Kipas Angin
  • Troli
  • Kereta Bayi
  • Sepatu Roda
  • Dan lain-lain.

Rangkuman BUDIDAYA TANAMAN PANGAN (Pengertian,Tujuan, Fungsi, Jenis, Teknik dan Contoh Hasil Kegiatan budidata tanaman pangan)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran prakarya tingkat SMA/SMK/MA pada bidang keterampilan, adapun yang akan akan bahas artikel budidaya tanaman pangan lengkap mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, jenis jenis, macam macam, teknik dan contoh hasil dari budidaya tanaman pangan seperti jagung, padi dll. Semoga dapat membantu

Budidaya Tanaman Pangan

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran prakarya tingkat SMA/SMK/MA pada bidang keterampilan, adapun yang akan akan bahas artikel budidaya tanaman pangan lengkap mulai dari pengertian, tujuan, fungsi, jenis jenis, macam macam, teknik dan contoh hasil dari budidaya tanaman pangan seperti jagung, padi dll.

Pengertian Budidaya Tanaman Pangan

Pengertian budidaya tanaman pangan adalah kegiatan tanam menanam tanaman yang bisa menjadi sember penghasil karbohidrat dan protei yang nantinya bisa di konsumsi sendiri mau pun untuk di jual sebagai mata pencaharian bagi petani sebagai penanamnya. Berbicara tentang tanaman pangan, sebenarnya Indonesia merupakan negara dengan penghasil tanaman pangan yang baik.

Tujuan Budidaya Tanaman Pangan

Tujuan dilakukannya budidaya tanaman pangan adalah untuk
  1. Memenuhi kebutuhan seharihari
  2. Mendapatkan hasil yang setinggi mungkin baik dari segi kuantitas maupun kualitas apakah itu berupa bagian generatif atau vegetatif.
  3. Peningkatan pendapatan masyarakat tani ke arah yang lebih baik, dan
  4. Merubah perekonomian

Fungsi Budidaya Tanaman Pangan

Berikut ini adalah fungsi dari hasil budidaya tanaman pangan
  • Hasilnya dapat dijual
  • Dapat di konsumsi sendiri
  • Dapat dijual dalam bentuk bibit tanaman
  • Tidak banyak mengeluarkan banyak biaya
  • Mutu dan kualitas lebih terjamin

Jenis Jenis Budidaya Tanaman Pangan

Jenis jenis atau macam macam budidaya tanaman pangan secara umum dikelompokan menjadi 4 jenis, yaitu serealia, biji bijian, umbi umbian dan jenis tumbuhan lainnya, antara lain:

Serealia

Serealia adalah sekelompok tanaman yang ditanam untuk dipanen biji atau bulirnya sebagai sumber karbohidrat atau pati.
Contoh tanaman serealia adalah:
  1. Padi (Oryza sativa L)
    Tanaman padi merupakan golongan kerabat dekat dengan rumput-rumputan (Poaceae) berakar serabut, batang berbuku dan berongga membentuk rangkaian daun sebagai penopang daun,bunga tersusun majemuk,bulir padi terdapat pada malai dimiliki oleh anakan padi dan memiliki warna hijau muda hinggga hijau tua.
  2. Jagung (Zea mays ssp).
    Tanaman jagung masih termasuk golongan famili Poaceae, berakar serabut, batang beruas-ruas berdiri tegak,daun sempurna (pelepah, tangkai, helai daun),berumah satu (monoecious),bunga tersusun majemuk (bunga jantan berbentuk malai dan bunga betina berbentuk tongkol). Pemanfaatan tanaman jagung tidak hanya terbatas sebagai olahan pangan dan pakan ternak akan tetapi dewasa ini pemanfaatan tanaman jagung telah memasuki pasar industri bahan olahan biji jagung,kimiawi dan farmasi. Berdasarkan bentuk dan tipe biji tanaman jagung dapat dibedakan menjadi 7 kategori (jagung mutiara,jagung manis,jagung gigi kuda,jagung pod,jagung brondong,jagung ketan (pulut) dan jagung tepung)
  3. Gandum (Triticum spp).
    Tanaman gandum tergolong famili Poaceae,berakar serabut,batang beruas dan berongga,daun tumbuh tegak atau melengkung,berbunga majemuk,memilliki sistem penyerbukan sendiri (self polination) dan untuk struktur biji tersusun atas 3 bagian kulit (bran),endosperma (bagian inti)dan bagian lembaga (cangkang). Tanaman gandum kaya akan nutrisi tinggi seperti; Serat pangan,protein,vitamin B1, B2, B3, B6, asam folat, magnesium, tembaga, fosfor,seng, mangan ,selenium,vitamin E, zat besi ,lemak essensial dan tidak mengandung kolesterol. Dewasa ini pemanfaatan gandum ditelah merambah di industri makanan pokok dan pakan ternak.Berdasarkan bentuk biji dan tekstur tanaman gandum dapat dibedakan menjadi tiga yaitu :Triticum aestivum,Triticum compactum dan Triticum durum.
  4. Sorgum (Sorghum spp).
    Tanaman sorgum tergolong kedalam famili Poaceae,berakar serabut, batang berbuku-buku dan berdiri tegak,bentuk daun melengkung,bunga tumbuh dari malai terdapat pada ujung batang.sistem pembungaan tergolong hermafrodit (satu tanaman terdapat kelamin jantan dan betina) dan tanaman sorgum terlihat seperti tanaman jagung. Kandungan nutrisi yang terdapat pada tanaman sorgum antara lain; protein, lemak, karbohidrat, air, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), Besi (Fe) dan magnesium (Mg).oleh karena itu pemanfaatan sorgum secara luas dilakukan bidang industri;bahan pangan, bahan pakan ternak dan bahan bakar alternatif (bioetanol).

Tanaman Biji Bijian / Kacang Kacangan

Tanaman kacang-kacangan tergolong dalam kerabat dekat tanaman polong-polongan (Fabaceae ) tumbuhan dikotil,memiliki ukuran relatif besar,banyak mengandung protein,karbohidrat,folat dan besi.
  • Kacang tanah (Arashis hypogeae L).
Kacang tanah (Arashis hypogeae L).Tanaman kacang tanah tergolong kedalam famili fabaceae, memiliki sistem morfologi perakaraan tunggang dan berbintil (nodul),batang berukuran pendek, berbuku dan tunggal,bentuk  daun majemuk dan memiliki polong yang tumbuh didalam tanah.tanaman ini berasal dari Negara Brazillia, Amerika Selatan, dan kacang tanah di Indonesia merupakan tanaman terpenting ke-dua (2) dalam jenis kacang-kacangan setelah kedelai. Kondisi iklim Indonesia yang sesuai dengan syarat tumbuh tanaman ini menjadikan tanaman mudah sekali beradaptasi,
  • Kacang Hijau (Vigna radiata L).
Tanaman kedelai tergolong famili fabaceae,akar tunggang,batang tegak,bulat,berbulu,daun terdapat tiga (3) helai daun yang letak berselingan,bunga muncul pada batang dan tersusun pada tandan,sistem penyerbukan sendiri dan buah kacang hijau berbentuk polong.
Tanaman kacang hijau merupakan tanaman palawija terpenting ketiga setelah tanaman kedelai dan tanaman kacang tanah,dan merupakan sumber nabati hayati tertinggi jenis suku polong-polongan. Pembudidayaan kacang hijau memerlukan pemeliharaan yang intensif untuk menghasilkan biji kacang hijau yang berkualitas dan bermutu baik.
  • Kedelai  (Glycine max L).
Tanaman kedelai tergolong famili fabaceae, memiliki sistem perakaran tunggang,batang berkambium, tumbuh merambat,daun tunggal dan bentuk daun bertiga (trifoliate),buah kedelai berbentuk polong,bunga sempurna (setiap bunga memiliki alat kelamin jantan dan betina).
Kandungan sumber protein nabati yang tinggi kaya vitamin B, zat besi, asam folat, kalsium, potasium, dan serat. Tinggi permintaan pasar terhadap hasil olah berbahan baku kedelai menjadikan biji kedelai mempunyai harga yang terbilang tinggi berkisar 6000-7000/kg untuk biji kedelai kering ini yang kemudian menjadikan budidaya tanaman kedelai menjadi prospek bisnis budidaya cukup menjanjikan.

Tanaman Umbi Umbian

Tanaman umbi-umbian adalah tumbuhan atau tanaman yang mengalami modifikasi (perubahan) baik ukuran, bentuk,dan fungsinya.
  • Ubi Jalar (Ipomae batatas).
Tanaman ubi jalar merupakan tanaman dari famili Convolvulaceae (Suku Kankung-kankungan) memiliki batang yang menjalar dan pertumbuhan dapat berupa semak-semak. Terdapat jenis varietas Budidaya Ubi Jalar di Indonesia yang dikembangkan oleh Departemen Pertanian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Balitkabi) antara lain: Cilembu, Borobudur, Prambanan, Mendut, Kalasan, Ibaraki, Lampeneng, Sawo, Rambo, Jahe, Kleneng, Gedang, Tumpuk, Layang-layang,Goergia,Karya,SQ-27dan Daya.
  • Talas (Colocasia esculenta).
Tanaman Talas merupakan tanaman dari golongan talas-talasan (Araceae),monokotil (tanaman berkeping satu (1)),memiliki sistem perakaran serabut,berbatang pendek dan berbulu,bunga sempurna (helai daun,pelepah,tangkai daun).Tanaman talas atau keladi di Indonesia dimanfaatkan sebagai tanaman pokok dan makan tambahan. Bagian dari tanaman talas seperti; umbi,pelepah dan daun talas itu dimanfaatkan sebagai olahan bahan makanan,pakan ternak,pakan ikan dan pembungkus makanan yang mengandung nilai karbohidrat tinggi,protein,lemak dan vitamin. Terdapat jenis-jenis talas yang bernilai ekomonis tinggi yang banyak dibudidayakan di Indoensia.
  • Singkong (Manihot esculenta).
Tanaman singkong atau ketela pohon tergolong kedalam genus Manihot,berakar tunggang dengan akar cabang menjadi umbi,tanaman perdu mencapai tinggi 5-7 meter dan sistem percabangan yang jarang,  Tanaman Singkong merupakan jenis tanaman yang tumbuh baik di daerah Tropis dan berasal dari Amerika (Brazil dan Paraguay) dengan penamaan ilmiah Manihot esculenta.
Budidaya Singkong di Indonesia terbilang sangat populer dan familiar dengan beragam varietas singkong budidaya pangan dan kebutuhan industri Etanol,dalam kurun waktu 15-tahun terakhir ini dan tanaman singkong saat ini menempati urutan tiga (3) sebagai makan pokok sumber karbohidrat tertinggi setelah padi dan jagung yang mempunyai manfaat dan khasiat tanaman singkong bagi kesehatan tubuh manusia.
  • Kentang (Solanum tuberasum).
Tanaman kentang tergolong kedalam famili Solanaceae,memiliki batang yang berongga dan berkayu,daun majemuk terdiri tangkai daun dan anak daun dan sistem bunga hermafrodit. Di Indonesia tanaman kentang dibudidayakan secara komersial pada tahun 1811, pemanfaatan tanaman kentang terletak pada bagian umbi dengan masa tanam 90-180 hari bisa dipanen,tergantung dengan jenis varietas yang dipilih, kandungan umbi kentang antara lain; karbohidrat tinggi,protein,asam amino esensial,sumber vitamin dan mineral yang dominan dimanfaatkan untuk industri makan.