Rangkuman AMDAL ;(Pengertian, Fungsi, Tujuan, Komponen, Manfaat, Prosedur Operasional dan Contoh AMDAL)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran geografi kelas 11 SMA/SMK semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adapun kita akan merangkumnya mulai dari pengertian AMDAL, fungsi, tujuan, komponen-komponen AMDAL, manfaat dan prosedur operasional AMDAL dan contohnya. Semoga dapat membantu

AMDAL

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran geografi kelas 11 SMA/SMK semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adapun kita akan merangkumnya mulai dari pengertian AMDAL, fungsi, tujuan, komponen-komponen AMDAL, manfaat dan prosedur operasional AMDAL dan contohnya.

Pengertian AMDAL

Sebutkan apa yang dimaksud dengan AMDAL?
Pengertian AMDAL secara umum adalah proses yang terjadi di dalam studi atau ilmu formal untuk memperkirakan dampak dari suatu lingkungan. Atau rencana kegiatan dan aktivitas yang berasal dari proyek yang memiliki tujuan yaitu memastikan adanya suatu masalah pada dampak lingkungan yang dianalisis sebagai pertimbangan keputusan.

Pengertian AMDAL menurut PP No.27 Tahun 1999 adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan.

Tujuan AMDAL

Sebutkan tujuan AMDAL!
Adapun tujuan AMDAL adalah untuk menjaga kemungkinan dan dampak dari suatu rencana usaha atau kegiatan tertentu. Amdal sangat diperlukan karena harus ada studi kelayakan di dalam undang-undang atau peraturan pemerintah, untuk menjaga lingkungan dari sebuah operasi proyek pada kegiatan industri atau kegiatan yang dapat menyebabkan kerusakan di suatu lingkungan.
Tujuan amdal merupakan suatu penjagaan didalam rencana suatu usaha atau kegiatan, agar tidak memberi dampak buruk kepada lingkungan.
Sehingga dengan dibuatnya suatu analisis maka kerusakan pada suatu lingkungan dapat teratasi dengan baik, itulah pentingnya dibuat AMDAL oleh undang-undang atau peraturan pemerintah.

Komponen-Komponen AMDAL

Sebutkan macam macam komponen AMDAL! Sebutkan komponen-komponen yang terdapat dalam AMDAL!
AMDAL terdiri dari 5 komponen, yaitu :

1. Studi Pra-Proyek

Studi pra-proyek dilakukan guna mengukur dan memperkirakan perubahan keadaan lingkungan. Pengukuran ini dilakukan bedasarkan pada data baik data fisik, kimia, biologi, sosial ekonomi, dan sosial budaya

2. Laporan Penelitian

Laporan penilaian adalah laporan yang disusun dari hasil studi pra-proyek yang berupa kemungkinan yang akan terjadi jika proyek tersebut berjalan.

3. Pembuatan Keputusan

Proses pembuatan keputusan berdasarkan pada laporan penilaian serta hasil prediksi pengaruh proyek terhadap lingkungan kelak. Namun kenyataan dalam pengambilan keputusan ini sangat dipengaruhi oleh nuansa politik.

4. Persetujuan Proyek

Persetujuan proyek mengandung rekomendasi dari hasil analisis interaksi antara proyek dengan lingkungan, contohnya adalah proyek dapat disetujui dengan rekomendasi akan dilakukannya usaha-usaha untuk memperkecil pengaruh negatif terhadap lingkungan.

5. Pemantauan Proyek

Pemantauan proyek dilakukan dalam kurun waktu 2-3 tahun, untuk memantau sudahkah proyek tersebut berjalan sesuai dengan yang direkomendasikan dan disetujui proyek.
Atau juga dalam sumber lain dikatakan 5 komponen AMDAL yaitu:
  1. PIL (penyajian informasi lingkungan).
  2. KA (Kerangka acuan).
  3. ANDAL (analisis dampak lingkungan).
  4. RPL (rencana pemantauan lingkungan).
  5. RKL (rencana pengelolaan lingkungan).

Manfaat AMDAL

Sebutkan manfaat AMDAL bagi kehidupan masyarakat, bagi pemrakarsa dan bagi pemerintah!
Berikut dibawah ini adalah manfaat amdal bagi pemerintah, perrakarsa dan bagi masyarakat, antara lain:

Manfaat AMDAL bagi Pemerintah:

  • Dapat membantu di dalam suatu proses suatu perencanaan yang bertujuan untuk mencegah pencemaran dan kerusakan, yang terjadi di dalam lingkungan tertentu.
  • Dapat membantu dalam mencegah konflik yang muncul di kelompok masyarakat, terhadap dampak dari kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan atau usaha.
  • Menjaga suatu proses pembangunan yang berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan yang telah berkelanjutan.
  • Amdal dapat membantu mewujudkan suatu pemerintahan yang bertanggung jawab, di dalam bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Manfaat AMDAL bagi Pemrakarsa:

  • Dapat membantu mewujudkan sebuah usaha dan kegiatan menjadi lebih terjamin dan juga aman.
  • Dapat dijadikan sebagai sarana yang baik dalam membantu interaksi dengan masyarakat yang berada di sekitarnya, sebagai bukti nyata dari ketaatannya kepada hukum.
  • Dapat dijadikan sebuah referensi dalam pengajuan kredit atau pengajuan usaha misalnya pengajuan ke Bank.

Manfaat AMDAL bagi Masyarakat:

  • Dapat menjelaskan secara langsung kepada masyarakat sekitar tentang dampak dari sebuah usaha atau kegiatan yang telah dijalankan.
  • Masyarakat dibilehkan untuk ikut terlibat di dalam proses pengambilan suatu keputusan, yang nantinya akan berpengaruh pada lingkungan di tempat tinggalnya.
  • Masyarakat juga bisa ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan sebuah kegiatan serta dapat mengontrol kegiatan tersebut, melalui amdal.

Prosedur Operasional AMDAL

Sebutkan prosedur operasional AMDAL!
Prosedur operasional AMDAL terdiri dari 5 point utama yaitu: Proses penapisan atau screening atau wajib amdal, Proses pengumuman, Proses pelingkupan (scaping), Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL serta Penyusunan dan penilaian pada ANDAL, RKL, dan RPL

1. Proses penapisan atau screening atau wajib amdal

Proses penapisan pada amdal atau sering disebut juga sebagai proses seleksi wajib amdal adalah suatu proses untuk menentukan, apakah rencana kegiatan ini wajib menyusun amdal atau tidak. Di indonesia, proses penapisan ini biasanya dilakukan dengan sistem penapisan hanya 1 langkah saja.
Ketentuan di dalam suatu rencana kegiatan yang perlu menyusun dokumen amdal atau tidak, dapat dilihat dari keputusan Menteri Negara LH nomor 17 tahun 2001 tentang jenis rencana usaha atau kegiatan yang memang wajib dilengkapi dengan adanya amdal.
Yang menjadi bahan pertimbangan dalam penapisan biasanya mengacu kepada dasar pertimbangan, di suatu kegiatan dalam menjadi wajib amdal dalam Keputusan Mentri Negara LH nomor 17 tahun 2001. Yang isinya meliputi hal-hal berikut ini:
  • Keputusan BAPEDAL nomor 064 tahun 1994 tentang pedoman pada dampak penting, yang mengulas tentang ukuran dampak penting di dalam suatu kegiatan.
  • Ketidakpastian dalam kemampuan teknologi yang telah tersedia untuk menanggulangi dampak negatif, juga merupakan hal yang penting.
  • Referensi internasional yang isinya mengenai kegiatan wajib amdal yang telah diterapkan oleh beberapa negara.
  • Beberapa studi yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi yang di dalamnya ada kaitannya dengan wajib amdal.
  • Adanya masukan dan atau usulan dari berbagai sektor teknis yang terkait.

2. Proses Pengumuman

Segala rencana kegiatan yang dilakukan dan diwajibkan untuk membuat amdal, maka wajib mengumumkan segala rencana kegiatannya kepada masyarakat dari sebelum pemrakarsa melakukan penyusunan amdal. Pengumuman tersebut harus dilakukan oleh instansi yang bertanggung jawab serta oleh pemrakarsa kegiatan.
Tata cara dan juga bentuk pengumuman serta tata cara dalam penyampaian saran, pendapat, dan tanggapan harus diatur dalam Keputusan Kepala BAPEDAL nomor 08 tahun 2000. Yang isinya tentang keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi di dalam proses amdal.

3. Proses pelingkupan atau scaping

Pelingkupan disini adalah proses awal untuk menentukan lingkup permasalahan dan mengidentifikasi, dampak penting yang terkait dengan suatu rencana kegiatan. Tujuan dari pelingkupan ini adalah untuk menetapkan suatu batas wilayah studi, mengidentifikasi dampak penting suatu lingkungan, dan menetapkan tingkat kedalaman studi.
Tujuan lainnya yaitu menetapkan lingkup studi, menelaah kegiatan lain yang telah terkait dengan rencana kegiatan yang sudah dikaji. Hasil akhir dari proses pelingkupan ini adalah dokumen KA-ANDAL. Saran dan masukan dari masyarakat harus menjadi suatu bahan pertimbangan, di dalam proses pelingkupan.

4. Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL

Jika KA-ANDAL selesai disusun maka pemrakarsa pun dapat mengajukan dokumen kepada komisi penilai amdal untuk kemudian dinilai. Berdasarkan peraturan yang ada, lamak waktu maksimal penilaian pada KA-ANDAL tersebut adalah 75 hari. Waktu tersebut dihitung di luar yang telah dibutuhkan penyusun untuk memperbaiki atau menyempurnakan dokumennya.

5. Penyusunan dan penilaian pada ANDAL, RKL, dan RPL

Penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL tersebut dilakukan dengan mengacu kepada KA-ANDAL yang telah disepakati bersama.
Hal itu dapat dilihat dari hasil penilaian komisi amdal. Setelah semua itu selesai disusun, pemrakarsa baru boleh mengajukan dokumen kepada komisi penilai amdal untuk kemudian dinilai kembali.
Berdasarkan peraturan yang berlaku, lamanya waktu penilaian amdal tersebut adalah sekitar 75 hari. Sama halnya dengan RKL dan RPL, semuanya di luar waktu yang dibutuhkan oleh penyusun untuk memperbaiki atau atau menyempurnakan kembali dokumen tersebut.

Contoh AMDAL

ali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran geografi kelas 11 SMA/SMK semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) adapun kita akan merangkumnya mulai dari pengertian AMDAL, fungsi, tujuan, komponen-komponen AMDAL, manfaat dan prosedur operasional AMDAL dan contohnya.
Ada banyak contoh kasus amdal di Indonesia, misalnya kasus TPA, Bantar Gebang, Bekasi.

Latar Belakang Masalah

  • Apa dampak sampah yang ada di TPA Bantar Gebang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
  • Bagaimana sistem pengelolaannya dan kebijakan dari pemerintah dalam menanggulangi sampah yang ada di daerah Bantar Gebang Bekasi dan sekitarnya.

Data dan Fakta

Fakta menunjukkan bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar TPA tersebut banyak yang terkena penyakit. Seperti penyakit ISPA, Gastritis, Mialgia, Anemia, infeksi dan alergi kulit, Asma, Reumatik, Hipertensi, dan masih banyak lagi.
Hal itu menunjukkan bahwa TPA Bantar Gebang menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Sedangkan menurut data yang ada, jumlah sampah domestik yang berasal dari rumah tangga adalah sekitar 2.915.263.800/ton. Sedangkan untuk lumpur dari septi tanc jumlahnya mencapai 60.363,41 ton per tahunnya. Untuk sampah yang berasal dari industri pengolahan jumlahnya mencapai 8.206.824,03 ton per tahunnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah sampah yang ada di TPA Bantar Gebang tersebut, sudah melewati batas maksimal. Sehingga menimbulkan beragam penyakit di lingkungan sekitar, dan hal itu harus ditanggulangi secepatnya. Karena jumlah sampah yang menumpuk tersebut akan sangat berbahay bagi kehidupan manusia.
Ada banyak faktor yang menyebabkan jumlah sampah tersebut melonjak setiap tahunnya. Misalnya saja karena kegiatan operasional yang buruk, sehingga menimbulkan pencemaran di badan air yang ada di sekitar TPA. Serta air tanah yang diakibatkan oleh limbah dan munculnya kebakaran karena terbakarnya gas methan.
Dinas kebersihan sudah melakukan hal-hal berikut ini, untuk menanggulangi masalah sampah di TPA Bantar Gebang tersebut. diantaranya yaitu :
  1. Menambah fasilitas unit dalam pengolahan limbah dan meningkatkan efisiensi pengolahan sampah, agar kualitas limbah memenuhi syarat untuk kemudian dibuang.
  2. Meningkatkan sekaligus memperbaiki penanganan sampah agar sesuai dengan prosedur yang ada, yaitu sanitary landfill.
  3. Membantu masyarakat sekitar yang tinggal tak jauh dari TPA, dengan menyediakan air bersih, puskesmas, dan juga ambulance.
  4. Mengatur para pemulung yang biasa berkeliaran di TPA agar tidak mengganggu kegiatan operasional para petugas.

Hasil Analisa

  • Bagaimana dampak sampah bagi lingkungan masyarakat

Jumlah sampah yang melimpah dan kondisi TPA yang buruk akan mengakibatkan munculnya berbagai jenis penyakit. Yang terjadi pada masyarakat di sekitar TPA, selain itu keberadaan TPA tersebut juga akan merusak lingkungan dan ekologi di sekitarnya. Munculnya pencemaran tanah yang juga berbahaya.

Tanah yang tadinya bersih akan tercampur dengan limbah atau sampah yang ada di sana. Maka potensi pencemaran tanah yang dilihat secara fisik akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama.
  • Bagaimana sistem pengelolaan sampah dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah.
Ada banyak faktor yang menyebabkan pengelolaan sampah menjadi buruk dan memberi dampak negatif bagi lingkungan. Misalnya faktor internal, yang mencakup SDM yang kurang atau tidak berkualitas dalam mengelola sampah dan TPA. Faktor lainnya yaitu faktor eksternal yaitu minimnya lahan untuk TPA yang ada di kota besar.
Sehingga jumlah sampah yang masuk tidak sebanding dengan ukuran lahan TPA yang ada. Alasan eksternal lainnya yaitu penolakan dari masyarakat sekitar tentang adanya TPA yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka. Sedangkan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah dalam menanggulangi sampah di TPA Bekasi tersebut adalah:
  1. Menentukan siapa yang akan mengelola TPA dan bagaimana cara pengelolaan yang harusnya dilakukan.
  2. Akan diterapkan beberapa aturan dalam cara pengelolaan yang tepat, dan teknologi apa saja yang akan digunakan agar hasilnya sesuai dengan aturan yang ada mengenai kondisi dan pengelolaan suatu TPA.
  3. Teknologi yang akan digunakan akan disesuaikan dengan jumlah anggaran yang ada, terutama kemampuan pemilik proyek mengenai biaya yang dimiliki.

Kesimpulan

  1. TPA yang letaknya tak jauh dari lokasi atau tempat tinggal penduduk, atau masyarakat sekitar maka hal itu akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan orang-orang yang tinggal di sana.
  2. Sistem pengelolaan yang digunakan sudah ketinggalan zaman sehingga tidak mencapai hasil yang maksimal. Maka dari itu pemerintah harus membuat kebijakan baru baik secara internal maupun eksternal. Faktor internal yaitu kesadaran dari masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Sedangkan faktor eksternal biasanya meliputi minimnya lahan pembuangan sampah di suatu daerah, dan tidak ketatnya pemerintah dalam membuat aturan mengenai sampah baik pemerintah pusat maupun daerah.

RANGKUMAN SEMENANJUNG :(Pengertian, Manfaat, Karakteristik, Ciri dan Contoh Semenanjung)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang rangkuman/ringkasan materi semenanjung, adapun kita akan membahasnya mulai dari pengertian semenanjung, manfaat, karakteristik semenanjung, ciri ciri dan contoh semenanjung. Semoga dapat membantu

Semenanjung

Pengertian Semenanjung

Pengertian Semenanjung adalah sebuah formasi geografis yang berupa perpanjangan dari daratan yang menjorok ke lautan yang diapit oleh 3 sisi lautan. Daratan yang menjorok ke lautan ini cukup lebar sehingga bisa dijadikan sebagai tempat tinggal. Dengan kata lain semenanjung merupakan tanjung yang lebar. Sementara semenanjung yang ukurannya lebih luas disebut sebagai jazirah.
Apa perbedaan antara semenanjung, tanjung dengan teluk?
Mungkin ada beberapa orang yang masih sering tertukar atau membedakan antara teluk dan juga tanjung. Seperti sudah dijelaskan di atas, tanjung merupakan bagian dari daratan yang menjorok ke lautan. Sedangkan Teluk adalah kebalikan dari tanjung, yaitu merupakan laut yang menjorok ke arah darat, sehingga apabila dilihat dengan menggunakan peta, teluk akan terlihat cekung.

Manfaat Semenanjung

Sebagai daratan yang lebar dan diapit oleh perairan semenanjung memiliki banyak manfaat, berikut dibawah ini adalah manfaat semenanjung bagi kehidupan manusia sehari hari:
  • Sebagai tempat tinggal manusia
  • Sebagai tempat yang baik untuk dijadikan tambak
  • Dijadikan lahan ladang garam
  • Sebagai sumber mata pencaharian
  • Dijadikan tempat wisata
  • Meminimalisir dampak banjir yang disebabkan oleh air laut
  • Dapat dijadikan pelabuhan
  • Sebagai akses masuk utama perdagangan internasional

Karakteristik Semenanjung

Pada umumnya semenanjung memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Merupakan perpanjangan dari badan daratan yang menjorok ke tengah laut
    Karakteristik pokok dari semenanjung adalah semenanjung merupakan bagian dari daratan yang menjorok ke laut. Hal ini juga termasuk apabila daratan tersebut seperti hampir putus karena ada daratan sempit yang diapit oleh lautan.
  • Diapit oleh lautan pada ketiga sisinya
  • Merupakan daratan yang lebar
    semenanjung merupakan daratan yang diapit oleh laut di ketga sisinya sementara sisi satunya menyatu dengan daratan yang lebih luas.
  • Banyak angin
    Hal ini karena letak dari smenanjung yang diapit oleh lautan di ketiga sisinya. Kita tahu bahwa lautan sendiri banyak bertiup angin yang kencang, maka dari itulah angin ini juga sampai di semenanjung.
  • Cuaca di semenanjung sangat dipengaruhi oleh angin darat dan angin laut
  • Curah hujan cukup tinggi
    Kita tahu bahwa siklus hidrologi menyatakan bahwa proses terjadinya hujan disebabkan oleh air laut yang menguap karena disinari oleh sinar matahari. Oleh karena itulah semenanjung memiliki tingkat curah hujan yang cukup tinggi.

Ciri-Ciri Semenanjung

Berikut dibawah ini adalah ciri-ciri semenanjung, yaitu:
  1. Menjorok ke lautan
  2. Terlihat seperti tonjolan apabila dilihat dari peta
  3. Ketiga sisinya dikelilingi oleh laut

Contoh Semenanjung

Berikut dibawah ini adalah contoh semenanjung yang ada di indonesia, asia, malaya, malaysia, korea, semenanjung terbesar di dunia dan semenanjung yang ada di dunia
urutan semenanjung terbesar sampai terkecil didunia:

Semenanjung Jazirah Arab

Luas wilayah Semenanjung jazirah arab yaitu : 1.250.006 mil² (3.237.500,68 km²)
Negara di Jazirah Arab : Arab Saudi, Kuwait, Yaman, Oman,  Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Palestina, Israel, Irak, Suriah, Yordania, Libanon
Laut yang mengelilingi : Laut Arab, Teluk Persia, Teluk Aden, Teluk Oman dan Laut merah
Lokasi : Benua Asia (Timur Tengah)

Semenanjung Deccan (India)

Luas wilayah Semenanjung Deccan yaitu : 800.004 mil² (2.072.000,85 km²)
Negara di Semenanjung Deccan : India
Laut yang mengelilingi : Laut Arab, , Teluk Benggala, Samudera Hindia
Lokasi : Benua Asia (Asia Selatan)

Semenanjung Indochina

Luas wilayah Semenanjung indochina yaitu : 748.553 mil² (1.938.743,37 km²)
Negara di Semenanjung Indochina : Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja dan Malaysia
Laut yang mengelilingi : Teluk Benggala, Laut China, Samudera Hindia dan selat Malaka
Lokasi : Benua Asia (Asia Tenggara)

Semenanjung Tanduk Afrika (Horn of Africa)

Luas Wilayah Semenanjung tanduk afrika adalah 726.925 mil² (1.882.727,11 km²)
Negara di Semenanjung Tanduk Afrika : Somalia, Djibouti, Ethiopia dan Eritrea
Laut yang mengelilingi : Teluk Aden dan Laut Arab
Lokasi : Benua Afrika (Afrika Timur)

Semenanjung Alaska

Luas Wilayah Semenanjung alaska adalah 579.153 mil² (1.499.999,38 km²)
Negara di Semenanjung Alaska : Amerika Serikat (Alaska)
Laut yang mengelilingi : Laut Bering dan Samudera Pasfik
Lokasi : Benua Amerika Utara

Semenanjung Labrador

Laus Wilayah semenanjung labrador 540.543 mil² (1.399.999,94 km2 km²)
Negara di Semenanjung Labrador : Kanada
Laut yang mengelilingi : Samudera Atlantik, Teluk St. Lawrence, Teluk Hudson dan Laut Labrador
Lokasi : Benua Amerika Utara

Semenanjung Skandinavia

Laus Wilayah Semenanjung skandinavia adalah 289.577 mil² (750.000 km²)
Negara di Skandinavia : Norwegia, Swedia dan Denmark
Laut yang mengelilingi : Laut Baltik, Laut Utara dan Laut Norwegia
Lokasi :Benua Eropa

Semenanjung  Balkan

Luas Wilayah Semenanjung balkan adalah 257.414 mil² (666.699.2 km²)
Negara di Semenanjung Balkan : Albania, Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Makedonia, Montenegro, Romania, Serbia, Slovenia, and Turki (bagian yang secara geografis terletak di Eropa).
Laut yang mengelilingi : Laut Adriatik, Laut Aegean, Laut Hitam, Laut Ionian dan Laut Mediterania
Lokasi : Benua Eropa

Semenanjung Iberia

Luas Wilayah Semenanjung iberia adalah 224.711 mil² (581.998,82 km²)
Negara di Semenanjung Iberia : Spanyol, Portugal, Andorra, sebagian kecil wilayah Perancis dan Gibraltar (teritori seberang laut Britania Raya)
Laut yang mengelilingi : Samudera Atlantik dan Laut Mediterania
Lokasi : Benua Eropa

Semenanjung Korea

Luas Wilayah Semenanjung korea adalah 85.270 mil² (220.848.29 km²)
Negara di Semenanjung Korea : Korea Selatan dan Korea Utara
Laut yang mengelilingi : Laut China Timur, Selat Korea dan Laut Kuning
Lokasi : Benua Asia (Asia Timur)

PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Faktor Penyebab, Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya)

PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Penyebab Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya) adalah materi pembelajaran Geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman/ringkasan mulai dari pengertian pelapukan batuan secara kimia, fisika dan biologi atau organik, penyebab pelapukan, jenis-jenis / macam-macam pelapukan beserta contoh pelapukannya. Semoga dapat membantu

Pelapukan Batuan

PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Penyebab Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya) adalah materi pembelajaran Geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman/ringkasan mulai dari pengertian pelapukan batuan secara kimia, fisika dan biologi atau organik, penyebab pelapukan, jenis-jenis / macam-macam pelapukan beserta contoh pelapukannya.

Pengertian Pelapukan Batuan

Pengertian pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan juga material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan proses fisika, kimia, maupun biologi. Adapun proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Selain sangat dipengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga dipengaruhi berbagai macam faktor lainnya.

Faktor Penyebab Pelapukan

Adapun faktor faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan batuan salah satunya adalah waktu, jenis batuan dan struktur batuannya sendiri, topografi, organisme, cuaca dan iklim serta keadaan vegetasi. Berikut penjelasannya:

1. Waktu

Sering orang- orang mengatakan bahwasannya pelapukan ini terjadi karena sebuah batuan sudah terlalu lama atau terlalu tuan, hingga akhirnya batuan tersebut megalami pelapukan. Bahkan waktu merupakan faktor pertama yang akan digunakan sebagai alasan mengapa pelapukan tersebut terjadi.

2. Jenis dan Struktur Batuannya

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa batuan di dunia ini terdapat berbagai macam jenis batuan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kemudian mengenai struktur batuan, yaitu sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh batuan itu sendiri. Sifat fisik batuan meliputi warna batuan adapun jenis batuan ada batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Sementara sifat kimia batuan adalah unsur- unsur kimia yang terkandung di dalam batuan tersebut.

3. Topografi

Keadaan topografi muka Bumi juga mempengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan. Batuan- batuan yang berada di lereng yang curam cenderung akan mudah untuk mengalami pelapukan dibandingkan dengan batuan yang berada di tempat yang landai.

4. Organisme

Organisme adalah hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.

5. Cuaca dan Iklim

Unsur- unsur cuaca dan juga iklim yang akan mempengaruhi proses pelapukan antara lain adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, angin, dan lain sebagainya. Di daerah yang memiliki iklim lembab dan juga panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Selain itu pergantian antara siang dan juga malam yang dingin akan semakin membuat pelapukan mudah terjadi, apabila hal ini dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim dingin.

6. Keadaan Vegetasi

Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi proses pelapukan. Hal ini disebabkan akar-akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah-celah batuan. Apabila akar-akar tersebut semakin membesar maka kekuatannya semakin besar dalam menerobos batuan. Selain akar, serasah dedaunan yang gugur juga akan membantu mempercepat batuan melapuk. Hal ini disebabkan karena serasah batuan mengandung zat-zat asam arang dan juga humus yang dapat merusak kekuatan pada batuan.

Jenis-Jenis atau Macam-macam Pelapukan Batuan

Pelapukan batuan adalah proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Secara umum pelapukan batuan terdiri atas 3 macam yaitu pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Berikut penjelasannya:

1. Pelapukan Fisika / Mekanik

PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Penyebab Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya) adalah materi pembelajaran Geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman/ringkasan mulai dari pengertian pelapukan batuan secara kimia, fisika dan biologi atau organik, penyebab pelapukan, jenis-jenis / macam-macam pelapukan beserta contoh pelapukannya.
Pelapukan fisika / pelapukan mekanik adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan dalam pelapukan mekanik adalah suhu udara, tekanan, dan juga kristalisasi garam.
Pelapukan fisika ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim. Jenis pelapukan fisika ini hanya bisa ditemukan di daerah yang mempunyai iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, dan daerah-daerah yang mempunyai topografi yang curam.

2. Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia terjadi 3 macam reaksi yaitu solution, hidrolisis, dan oksidasi.
Berbicara mengenai pelapukan kimia, kita akan mengenal adanya 4 proses yang termasuk dalam pelapukan kimia. Berikut penjelasannya:
  • Hidrasi adalah proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja.
  • Hidrolisa adalah peroses penguraian air atas unsur- unsurnya menjadi ion- ion yang bersifat positif dan negatif.
  • Oksidasi adalah proses pengkaratan besi.
  • Karbonasi adalah pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida.

3. Pelapukan Biologi / Organik

PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Penyebab Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya) adalah materi pembelajaran Geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman/ringkasan mulai dari pengertian pelapukan batuan secara kimia, fisika dan biologi atau organik, penyebab pelapukan, jenis-jenis / macam-macam pelapukan beserta contoh pelapukannya.
Pelapukan biologi adalah jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup (organisme-organisme tertentu).
adapun organisme-organisme yang berperan dalam pelapukan biologi/organik antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan manusia. Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 cara, yaitu cara biokimia dan cara mekanis.

Contoh Pelapukan Batuan

Berikut dibawah ini adalah contoh pelapukan batuan secara fisika/mekanik, Kimiawi dan biologi/organik:

Contoh pelapukan batuan secara fisika (mekanik)

Adapun beberapa contoh pelapukan fisika ini antara lain adalah sebagai berikut:
  • Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, kemudian pada malam hari suhu udara akan turun dan membuat batuan menjadi mengkerut.
    Karena proses ini berlangsung secara berulang-ulang akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan sehingga pada akhirnya batuan akan hancur menjadi beberapa bagian.
  • Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menekan batuan secara endogen sehingga akan memunculkan kemungkinan batuan akan pecah.

Contoh pelapukan batuan secara kimiawi

Adapun beberapa contoh pelapukan kimia ini antara lain adalah sebagai berikut:
  • Hidrolisis air hujan yang akan mengakibatkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yangg muncul akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.
  • Proses pelarutan batuan kapur gamping akibat reaksinya terhadap air.
  • Dan, oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan menjadi lemah dan pada akhirnya mengalami pelapukan

Contoh pelapukan batuan secara biologi (organik)

Adapun contoh pelapukan secara biologi atau organik ini antara lain adalah:
  • Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi. Kelembapan di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di sekitar permukaan batuan akan membuat permukaan batuan tersebut mengalami korosi.
  • Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela- sela batuan akan menekan batuan tersebut, sehingga akan mengalami perpecahan.

Rangkuman Geografi GUNUNG ; (Pengertian, Manfaat, Jenis-Jenis Gunung Api, Lipatan dan Patahan beserta Contohnya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA/SMK kelas X kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang gunung, adapun berikut ini adalah rangkuman / ringkasannya mulai dari pengertian gunung, manfaat gunung, jenis jenis gunung api, lipatan dan patahan beserta contohnya yang ada di indonesia, horst. Semoga dapat bermanfaat

Gunung

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA/SMK kelas X kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang gunung, adapun berikut ini adalah rangkuman / ringkasannya mulai dari pengertian gunung, manfaat gunung, jenis jenis gunung api, lipatan dan patahan beserta contohnya yang ada di indonesia, horst.

Pengertian Gunung

Pengertian gunung adalah sebuah bentuk tanah yang menonjol di atas wilayah sekitarnya. Gunung juga bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit. Gunung terbentuk dari gerakan tektonik lempeng gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik.
Beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu. Contohnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.

Manfaat Gunung

Berikut ini adalah beberapa manfaat yang kita dapatkan dari adanya gunung :
  1. Sebagai sarana rekreasi atau objek wisata. Keindahan gunung dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata misalnya ketep pass yang berada di wilayah Magelang Jawa Tengah. Gunung bromo, Dll.
  2. Sebagai pengatur iklim dan penyimpanan air. fungsi gunung mengalirkan air ke daerah-daerah yang memiliki ketinggian yang lebih rendah.
  3. Sebagai sarana untuk bercocok tanam untuk warga, ini dikarenakan suhu udara di gunung atau pegunungan sangat cocok untuk bercocok tanam beberapa jenis sayur dan buah buahan yang tidak dapat tumbuh dengan baik dika di dataran rendah.
  4. Dapat menyuburkan tanah. Abu vulkanik yang dikeluarkan dari gunung berapi akan membuat tanah menjadi subur setelah mengalami proses betahun-tahun. Hal ini lah yang membuat lahan di sekitar gunung berapi menjadi sangat subur untuk ditanami berbagai jenis sayuran.
  5. Material gunung yang bermanfaat. Apabila gunung mengalami erupsi, maka material yang dikeluarkan oleh gunung berapi akan bermanfaat untuk dijual. Material letusan gunung api dalam waktu yang lama akan menyuburkan tanah, pasirnya dapat digunakan untuk bahan bangunan.
  6. Magma yang keluar dari dalam gunung berapi dapat menyebabkan terangkatnya barang material tambang ke muka bumi.

Jenis Jenis Gunung Beserta Contohnya

Secara umum, gunung terbagi menjadi 3 jenis, yaitu gunung api, gunung lipatan dan gunung patahan, berikut penjelasannya:

Gunung Api

Pengertian Gunung api adalah gunung yang terbentuk akibat material hasil erupsi menumpuk di sekitar pusat erupsi atau gunung yang terbentuk dari erupsi magma. Gunung api tidak dijumpai di semua tempat. Gunung api hanya terdapat pada tempat-tempat tertentu, yaitu pada jalur punggungan tengah samudera, pada jalur pertemuan dua buah lempeng kerak bumi, dan pada titik-titik panas di muka bumi tempat keluarnya magma, di benua maupun di samudera (hot spot).
Gunung berapi terbagi lagi menjadi 3 jenis yaitu berdasarkan aktivitasnya, bentuk dan proses terjadinya serta berdasarkan tipe letusannya, berikut penjelasannya:
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis gunung api berdasarkan aktivitasnya:
  1. Gunung api aktif adalah gunung api yang masih bekerja dan mengeluarkan asap, gempa, dan letusan.
  2. Gunung api mati adalah gunung api yang tidak memiliki kegiatan erupsi sejak tahun 1600.
  3. Gunung api istirahat adalah gunung api yang meletus sewaktu-waktu, kemudian beristirahat. Contoh, Gunung Ceremai dan Gunung Kelud.
Berikut dibawah ini adalah jenis gunung berapi berdasarkan bentuk dan proses terjadinya:
  1. Gunung api Maar adalah gunung api yang berbentuk seperti danau kawah. Terjadi karena letusan besar yang kemudian membentuk lubang besar di bagian puncak. Bahan-bahan yang dikeluarkan berupa benda padat/effiata.
    Contohnya Gunung Lamongan di Jawa Timur.
  2. Gunung api kerucut atau srato adalah jenis gunung berapi yang paling banyak dijumpai. Berbentuk seperti kerucut dengan lapisan lava dan abu yang berlapis-lapis. Terjadi karena letusan dan lelehan batuan panas dan cair. Lelehan yang sering terjadi menyebabkan lereng gunung berlapis-lapis sehingga disebut strato. Sebagian besar gunung api di Indonesia masuk dalam kategori gunung api kerucut.
    Contohnya Gunung Merapi.
  3. Gunung api perisai atau tameng adalah gunung berapi yang berbentuk seperti perisai, terjadi karena lelehan yang keluar dengan tekanan rendah, sehingga nyaris tidak ada letusan dan membentuk lereng yang sangat landai dengan kemiringan 1 sampai 10 derajat.
    Contohnya antara lain adalah Gunung Maona Loa Hawaii di Amerika Serikat.

Berikut dibawah ini adalah jenis gunung api berdasarkan tipe letusannya :

  1. Hawaian, memiliki tipe letusan dengan pancuran lava ke udara mencapai ketinggian hingga 200m, mudah bergerak dan mengalir secara bebas.
  2. Merapi, jenis ini memiliki tipe letusan dengan ciri guguran lava pijar saat kubah lava runtuh.
  3. Strombolian, memiliki ciri letusan mencapai 500m dengan pijaran seperti kembang api.
  4. Volcanian, memiliki ciri letusan yang membentuk volcano dan disertai dengan awan panas yang padat.
  5. Pelean, gunung api dengan tipe letusan yang paling merusak karena magma yang meletus dari bagian lereng gunung yang lemah.
  6. St. Vincent, gunung api dengan tipe letusan yang disertai longsoran besar dan awan panas yang bisa menutupi area yang sangat luas.
  7. Sursteyan, gunung api dengan tipe letusan dengan vulkanian tetapi kekuatan letusannya lebih besar.
  8. Plinian, gunung api dengan tipe letusan eksplosif yang sangat kuat dengan ketinggian letusan yang mencapai lebih dari500 km.

Gunung Patahan

Apa yang dimaksud dengan pegunungan patahan? pengertian Pegunungan patahan adalah pegunungan dengan struktur geologi patahan/ sesar. Terjadinya struktur patahan itu dikarenakan adanya gerakan mendatar lempeng kerak bumi yang mengenai lapisan batuan yang tidak lentur, sehingga akan mengalami patah-patah.
Sebutkan jenis jenis gunung pataha!
berikut dibawah ini adalah jenis jenis gunung patahan, antara lain:
  • Patahan Normal dapat terjadi jika letak bagian yang terpatah di atas bidang patahan.
  • Patahan Rebah (Thrush Fault) adalah patahan yang terjadi turun ke bawah yang merupakan akibat lanjutan dari lipatan. Apabila tekanan dari salah satu sisi lebih kuat serta berlangsung terus menerus, maka struktur lipatan akan rebah dan porosnya terjadi pada bidang patahan.
  • Sesar geser adalah patahan yang bergeser secara horizontal yang searah dengan garis poros. Contohnya yaitu wilayah yang menjadi pusat gempa di California Amerika Serikat, dan sesar Opak yang merupakan pusat gempa di Yogya karta pada tanggal 27 Mei tahun 2006.
  • Horst adalah segmen atau bagian dari patahan yang menonjol ke atas, kemudian graben adalah segmen yang mengalami turun ke bawah.
Berikut dibawah ini adalah contoh gunung berapi / gunung api yang ada di indonesia, antara lain:
Patahan Semangko
Contoh patahan yang ada di Indonesia adalah Patahan Semangko yang membentang mulai dari Aceh hingga Semaka, Provinsi Lampung.
Patahan Lembang
Patahan Lembang. Patahan Lembang ini berada di wilayah Bandung.
Patahan Opak
Patahan Opak merupakan patahan yang berada di wilayah Yogyakarta.
Patahan Flores
Patahan Flores merupakan patahan yang ada di wilayah Flores, Provinsi Nusa Tenggara.

Gunung Lipatan

Pegunungan lipatan adalah yang disebabkan oleh terlipatnya lapisan (strata) sedimen yang besar karena tekanan dari dalam bumi. Akibat proses pelipatan ini, lebar lapisan sedimen menciut sedangkan tebalnya bertambah.
Lapisan sedimen yang terlipat itu disebut lipatan atas atau disebut juga antiklinal. Sedangkan lapisan sedimen yang terlipat ke bawah dinamakan lipatan bawah atau sinklinal. 
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA/SMK kelas X kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang gunung, adapun berikut ini adalah rangkuman / ringkasannya mulai dari pengertian gunung, manfaat gunung, jenis jenis gunung api, lipatan dan patahan beserta contohnya yang ada di indonesia, horst.
Ada pegunungan yang disebabkan oleh pengangkatan kerak bumi. Pengangkatan kerak bumi ini khususnya sepanjang garis sesar/garis retakan. Oleh karena itu gunung ini disebut gunung bungkah atau horst.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran tingkat SMA/SMK kelas X kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang gunung, adapun berikut ini adalah rangkuman / ringkasannya mulai dari pengertian gunung, manfaat gunung, jenis jenis gunung api, lipatan dan patahan beserta contohnya yang ada di indonesia, horst.
Berikut dibawah ini adalah salah satu contoh gunung lipatan yang ada di indonesia, antara lain;

Bukit Barisan
Bukit barisan yang membentang di Pulau Sumatera merupakan salah satu contoh dari lipatan. Bukit ini merupakan hasil bentukan dari aktivitas lempeng- lempeng yang ada di bawah permukaan Bumi, yakni lempeng tektonik yang bergerak.
Pegunungan Ijen
Pegunungan Ijen merupakan hasil dari aktivitas lempeng-lempeng bumi yang bergerak atif di bawah permukaan bumi.
Pegunungan Tengger
Pegunungan Tengger merupakan pegunungan yang berada di wilayah provinsi Jawa Timur. Pegunungan ini terbentuk karena adanya aktivitas dari lempeng bumi yang aktif.

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, Batuan Penyusun, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer)

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, jenis/macam bagian-bagian Batuan Penyusun /batuan Beku, Sedimen dan batuan malihan atau metamorf, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer) adalah materi pembelajaran geografi tingkat SMA yang akan kita bahas kali ini, adapun makalah kali ini kita rangkum dengan sangat ringkas, semoga dapat membantu

Litosfer

Rangkuman Geografi Litosfer (Pengertian, jenis/macam bagian-bagian Batuan Penyusun /batuan Beku, Sedimen dan batuan malihan atau metamorf, Manfaat, Karakteristik dan Contoh Gambar Litosfer) adalah materi pembelajaran geografi tingkat SMA yang akan kita bahas kali ini, adapun makalah kali ini kita rangkum dengan sangat ringkas,

 

Pengertian Litosfer

Pengertian litosfer menurut bahasa / etimologi Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sphere (sphaira) berarti bulatan. Dengan demikian Litosfer dapat diartikan lapisan batuan pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain litosfer adalah lapisan bumi yang paling atas dengan ketebalan lebih kurang 66 km tersusun atas batuan.
Litosfer merupakan lapisan kulit bumi yang mengikuti bentuk muka bumi yang bulat dan tersusun atas batuan dan mineral.

Macam Macam Batuan Penyusun Litosfer

macam macam atau jenis jenis batuan litosfer,
Secara umum berdasarkan proses terjadinya, batuan dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu Batuan Beku, batuan Sedimen dan Batuan Metamorf dan dari batuan tersebut dibagi menjadi beberapa bagian lagi yaitu sebagai berikut :

Batuan Beku

Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma pijar yang membeku dan menjadi padat karena proses pendinginan. 
1. Batuan tubir/batu beku dalam 
Batuan tubir hanya terdiri dari kristal, terbentuk jauh di dalam kulit bumi. Bongkahan kristal yang besar besar terjadi karena proses pendinginan yang berjalan lambat.
Contoh: Batu Granit
2. Batuan leleran/batu beku luar
Pembekuan batuan ini terjadi di luar kulit bumi sehingga penurunan temperatur terjadi sangat cepat. Pada pembentukannya kadang-kadang magma sama sekali tidak menghasilkan kristal, tetapi ada juga yang membentuk kristal-kristal kecil, sehingga batuan leleran dapat berupa kristal kecil, kristal besar, dan bahan amorf seperti liparit. Namun, ada juga yang berupa bahan amorf saja seperti batu apung.
3.Batuan korok/batu beku gang
Batuan korok merupakan batuan yang terbentuk di dalam korok-korok atau gang-gang. Proses pendinginan berlangsung lebih cepat karena berada di dekat permukaan, sehingga batuan ini dapat berupa kristal kecil dan kristal besar, tetapi juga ada yang tidak mengkristal, seperti bahan amorf.
Contoh: granit fosfir.

Batuan Sedimen

Pelapukan yang dialami oleh batuan beku menyebabkan struktur batuan yang mudah lepas.
Bagian yang lepas akan mudah terbawa air, angin, atau es. Bagian yang terangkut ini akan terendap di suatu tempat. Bagian batuan yang mengendap ini lama-kelamaan akan menumpuk dan mengeras membentuk batuan sedimen. Pengerasan batuan ini disebut dengan pembaruan.
Ditinjau dari tempat terjadinya pengendapan, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Batuan sedimen kontinental, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, tanah los dan tanah gurun pasir.
2. Batuan sedimen marine, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di laut, misalnya, endapan radiolaria di laut dalam, lumpur biru di pantai, dan lumpur merah.
3. Batuan sedimen lakustre, merupakan batuan sedimen yang pengendapannya terjadi di danau, misalnya, tuf danau dan tanah liat danau.
Ditinjau dari proses pembentukannya batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga maca, yaitu :
1. Batuan sedimen klastik yaitu batuan asal yang mengalami penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil, kemudian mengendap membentuk batuan endapan klastik. Contoh umum batuan endapan klastik adalah batuan pasir dan batu lempung (shale).
2. Batuan sedimen kimiawi yaitu batuan yang terjadi karena proses kimiawi, seperti penguapan, pelarutan, dehidrasi, dan sebagainya. Contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur yang dinamakan stalaktit dan stalagmit yang terdapat di gua-gua kapur.
3. Batuan sedimen organik yaitu batuan yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme, yaitu sisa-sisa rumah atau bangkai binatang yang tertimbun di dasar laut seperti kerang, dan terumbu karang.
Sedangkan berdasarkan Perantara atau Mediumnya, batuan sedimen dibagi menjadi 3 yaitu :
1.Batuan sedimen aeris (aeolis). Pengangkutan batuan ini adalah oleh angin. Misalnya: tanah los, tuff, dan pasir di gurun.
2. Batuan sedimen glasial. Pengangkutan batuan ini adalah dilakukan melalui madia perantara es. Contohnya moraine.
3. Batuan sedimen aquatis. Batuan sedimen yang terdiri atas batubatu yang sudah direkat antara satu sama lain.

Batuan Metamorf

Pengertian Batuan malihan adalah batuan hasil ubahan dari batuan asal (batuan beku dan batuan endapan) akibat proses metamorfosis. Metamorfosis adalah suatu proses yang dialami batuan asal akibat dari adanya tekanan atau temperatur yang meningkat atau tekanan dan temperatur yang samasama meningkat. 
Perubahan batuan dapat terjadi karena 4 hal berikut ini :
  • Suhu tinggi, berasal dari magma karena berdekatan dengan dapur magma sehingga metamorfosis ini disebut metamorfosis kontak. Misalnya: marmer dari batu kapur dan antrasit dari batu bara.
  • Tekanan tinggi, berasal dari adanya endapan-endapan yang sangat tebal di atasnya. Contohnya batu pasir dari pasir.
  • Tekanan dan suhu tinggi, terjadi jika ada pelipatan dan geseran pada waktu terjadi pembentukan pegunungan. Metamorfosis ini disebut metamorfosis dinamo. Misalnya, batu asbak dan batu tulis.
  • Penambahan bahan lain, pada saat terjadi perubahan bentuk terkadang terdapat penambahan bahan lain. Jenis batuan metamorf tersebut dinamakan batuan metamorf pneumatalitis.

Manfaat Lapiran Litosfer

Adapun  manfaat lapisan litosfer bagi kehidupan manusia antara lain sebagai berikut :

  1. Minyak bumi dan batubara sebagai sumber energi.
  2. Memenuhi kebutuhan industri, peralatan rumah tangga, bahan bangunan, maupun kendaraan bermotor dapat menggunakan besi dan aluminium.
  3. Mineral intan, emas, perak dapat dipergunakan untuk membuat perhiasaan dan benda sebarguna lainnya.
  4. Unsur uranium (meskiupun jumlahnya sangat terbatas) dapat digunakan sebagai sumber energi dan bahan peledak, dan
  5. Olahan nitrogen, phosphate, dan kalim sebagai pupuk dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian.

Karakteristik Lapisan Litosfer

Adapun Karakteristik lapisan litosfer adalah sebagai berikut :

  • kerak dan bagian teratas dari mantel bumi yg menyebabkan pengerasan lapisan luar bumi
  • karakteristik astenosfer meruppakan lapisan dibawah lempeng tektonik, yg menjadi tempat bergeraknya lempeng benua
  • karakteristik barisfer bagian lapisan bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan nikel, ferum dan besi.