FISIKA HUKUM FARADAY (Pengertian, Sejarah, Bunyi, Rumus, Penerapan, Percobaan dan Contoh Soal Pilihan Ganda beserta pembahasannya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 12 semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang hukum faraday, adapun disini kita akan membahasnya lengkap mulai dari pengertian hukum faraday, siapa itu michael faraday, sejarah singkat hukum faraday, bunyi hukum, rumus, penerapan, percobaan dan contoh soal pilihan ganda PG tentang hukum faraday 1 dan 2 beserta pembahasannya. Semoga dapat membantu

Hukum Faraday

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 12 semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang hukum faraday, adapun disini kita akan membahasnya lengkap mulai dari pengertian hukum faraday, siapa itu michael faraday, sejarah singkat hukum faraday, bunyi hukum, rumus, penerapan, percobaan dan contoh soal pilihan ganda PG tentang hukum faraday 1 dan 2 beserta pembahasannya.

Pengertian Hukum Faraday

Pengertian hukum faraday adalah hukum dasar elektromagnetisme yang menjelaskan bagaimana arus listrik menghasilkan medan magnet dan sebaliknya bagaimana medan magnet dapat menghasilkan arus listrik pada sebuah konduktor.
Hukum faraday juga biasa disebut sebagai hukum induksi.

Sejarah Singkat Hukum Faraday

Elektromagnetik Faraday ini pertama kali dikemukakan oleh seorang Fisikawan Inggris yang bernama Michael Faraday pada tahun 1831.
Penemuan Faraday pertama yang penting di bidang listrik terjadi pada tahun 1821. Dua tahun sebelumnya Oersted telah menemukan bahwa jarum magnet kompas biasa dapat beringsut jika arus listrik dialirkan dalam kawat yang tidak berjauhan. Ini membuat Faraday berkesimpulan, jika magnet diketatkan, yang bergerak justru kawatnya. Bekerja atas dasar dugaan ini, dia berhasil membuat suatu skema yang jelas dimana kawat akan terus-menerus berputar berdekatan dengan magnit sepanjang arus listrik dialirkan ke kawat. Sesungguhnya dalam hal ini Faraday sudah menemukan motor listrik pertama, suatu skema pertama penggunaan arus listrik untuk membuat sesuatu benda bergerak. Betapapun primitifnya, penemuan Faraday ini merupakan “nenek moyang” dari semua motor listrik yang digunakan dunia sekarang ini.
Hal ini merupakan pembuka jalan yang luar biasa. Tetapi, faedah kegunaan praktisnya terbatas, sepanjang tidak ada metode untuk menggerakkan arus listrik selain dari baterei kimiawi sederhana pada saat itu. Faraday yakin mesti ada suatu cara penggunaan magnit untuk menggerakkan listrik, dan dia terus-menerus mencari jalan bagaimana menemukan metode itu. Kini, magnit yang tak berpindah-pindah tidak mempengaruhi arus listrik yang berdekatan dengan kawat. Tetapi di tahun 1831, Faraday menemukan bahwa bilamana magnit dilalui lewat sepotong kawat, arus akan mengalir di kawat sedangkan magnit bergerak. Keadaan ini disebut “pengaruh elektro magnetik,” dan penemuan ini disebut “Hukum Faraday” dan pada umumnya dianggap penemuan Faraday yang terpenting dan terbesar.
Penemuannya ini sangat monumental, dengan dua alasan. Pertama, “Hukum Faraday” mempunyai arti penting yang mendasar dalam hubungan dengan pengertian teoritis kita tentang elektro magnetik. Kedua, elektro magnetik dapat digunakan untuk menggerakkan secara terus-menerus arus aliran listrik seperti diperagakan sendiri oleh Faraday lewat pembuatan dinamo listrik pertama. Meski generator tenaga pembangkit listrik kita untuk mensuplai kota dan pabrik dewasa ini jauh lebih sempurna ketimbang apa yang diperbuat Faraday, tetapi kesemuanya berdasar pada prinsip serupa dengan pengaruh elektro magnetik.

Bunyi Hukum Faraday 1 dan 2

Berikut dibawah ini adalah bunyi hukum faraday 1 dan hukum faraday 2
Hukum Faraday 1 berbunyi :
Setiap perubahan medan magnet pada kumparan akan menyebabkan gaya gerak listrik (GGL) yang diinduksi oleh kumparan tersebut.
Hukum Faraday 2 berbunyi :
Tegangan GGL induksi di dalam rangkaian tertutup adalah sebanding dengan kecepatan perubahan fluks terhadap waktu.
Dari kedua bunyi hukum tersebut adajuga yang menggabungkan hukum faraday 1 dan 2 yaitu menadi :
Setiap perubahan medan magnet pada kumparan akan menyebabkan gaya gerak listrik (GGL) Induksi yang sebanding dengan laju perubahan fluks.

Rumus Hukum Faraday

Berdasarkan pernyataan bunyi hukum faraday 1 dan 2 dapat dinyatakan dengan rumus dibawah ini:
Rumus Hukum Faraday yaitu
ɛ = -N (ΔΦ/Δt)

Keterangan :
ɛ = GGL induksi (volt)
N = Jumlah lilitan kumparan
ΔΦ = Perubahan fluks magnetik (weber)
∆t = selang waktu (s)
Tanda negatif menandakan arah gaya gerak listrik (ggl) induksi.
Rumus Hukum Faraday 1
Jumlah berat (massa) zat yang dihasilkan (diendapkan) pada elektroda sebanding dengan jumlah muatan listrik (Coulumb) yang dialirkan melalui larutan elektrolit tersebut.
Dari dua pernyataan diatas, disederhanakan menjadi persamaan :
M  =    e  . i  . t / 96500
Q    =  i  x   t
Keterangan:
M = massa zat dalam gram
e = berat ekivalen dalam gram = berat atom: valensi
i = kuat arus dalam Ampere
t = waktu dalam detik
F = Faraday = 96.500

Rumus Hukum Faraday 2
m1 : m2 = e1 : e2
Keterangan:
m = massa zat (garam)
e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi

Penerapan Hukum Faraday

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 12 semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang hukum faraday, adapun disini kita akan membahasnya lengkap mulai dari pengertian hukum faraday, siapa itu michael faraday, sejarah singkat hukum faraday, bunyi hukum, rumus, penerapan, percobaan dan contoh soal pilihan ganda PG tentang hukum faraday 1 dan 2 beserta pembahasannya.
Salah satu contoh penerapan hukum faraday adalah pada dinamo sepeda yang digunakan untuk mengubah enegri gerak menjadi enrgi listrik pada sepeda, energi listrik yang dihasilkan digunakan untuk menyalakan lampu sepeda. dinamo terdiri dari sebuah kumparan yang bergerak dalam medan magnet tetap. dibagian luar dinamo ada bagian yang dpat disentuhkan atau dilepaskan dari roda sepeda. bagian tersebut berhubungan dengan kumparan didalam dinamo. ketika bagian ini disentuhkan keroda sepeda maka bagian tersebut berputar mengikuti putaran roda sepeda sehingga kumparan didalam dinamo berputar. akibatnya fluks yang kandung kumparan berubah-ubah, perubahan fluks tersebut menghasilkan GGL induksi yang pada akhirnya mengaklirkan arus kelampu dan lampu akhirnya menyala. disiang hari kita melepaskan dinamo dengan roda sepeda sehingga lampu tidak menyala.
berikut ini merupakan gambar dari dinamo sepeda:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 12 semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang hukum faraday, adapun disini kita akan membahasnya lengkap mulai dari pengertian hukum faraday, siapa itu michael faraday, sejarah singkat hukum faraday, bunyi hukum, rumus, penerapan, percobaan dan contoh soal pilihan ganda PG tentang hukum faraday 1 dan 2 beserta pembahasannya.
Adapun faktor faktor yang mempengaruhi besarnya GGL
Berikut dibawah ini adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya Gaya Gerak Listrik (GGL).
  • Jumlah lilitan pada kumparan, semakin banyak lilitan pada kumparan semakin besar tegangan yang diinduksikan.
  • Kecepatan gerak medan magnet, semakin cepat garis gaya medan magnet atau fluks yang mengenai konduktornya semakin besar pula tegangan induksinya.
  • Jumlah garis gaya medan magnet atau fluks, semakin besar jumlah garis gaya medan magnet atau fluks yang mengenai konduktor, semakin besar juga tegangan induksinya.

Percobaan Hukum Faraday

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 12 semester 2 kurikulum 2013 edisi revisi yaitu tentang hukum faraday, adapun disini kita akan membahasnya lengkap mulai dari pengertian hukum faraday, siapa itu michael faraday, sejarah singkat hukum faraday, bunyi hukum, rumus, penerapan, percobaan dan contoh soal pilihan ganda PG tentang hukum faraday 1 dan 2 beserta pembahasannya.
Rumus rumus hukum faraday diambil dari percobaan hukum faraday berikut ini:
Dalam percobaan Faraday atau sering dikenal dengan istilah Eksperimen Faraday ini,
Michael Faraday mengambil sebuah magnet dan sebuah kumparan yang terhubungkan ke galvometer. Pada awalnya, magnet diletakkan agak berjauhan dengan kumparan sehingga tidak ada defleksi dari galvometer. Jarum pada galvometer tetap menunjukan angka 0. Ketika magnet bergerak masuk ke dalam kumparan, jarum pada galvometer juga bergerak menyimpang ke satu arah tertentu (ke kanan). Pada saat magnet didiamkan pada posisi tersebut, jarum pada galvometer bergerak kembali ke posisi 0. Namun ketika magnet digerakan atau ditarik menjauhi kumparan, terjadi defleksi pada galvometer, jarum pada galvometer bergerak menyimpang berlawanan dengan arah sebelumnya (ke kiri). Pada saat magnet didiamkan lagi, jarum pada galvometer kembali ke posisi 0. Demikian juga apabila yang bergerak adalah Kumparan, tetapi Magnet pada posisi tetap, galvometer akan menunjukan defleksi dengan cara yang sama.
Dari percobaan Faraday tersebut juga ditemukan bahwa semakin cepat perubahan medan magnet semakin besar pula gaya gerak listrik yang diinduksi oleh kumparan tersebut.
Galvometer adalah alat uji yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya arus listrik yang mengalir.

Contoh Soal Hukum Faraday

Berikut dibawah ini adalah contoh soal hukum faraday 1 dan 2, antara lain:

Contoh 1 Soal Hukum Faraday

Sebuah kumparan terdiri dari 50 lilitan, fluks magnet dalam kumparan berubah sebesar 5 x 10-3 weber dalam selang waktu 10ms (milidetik). Hitunglah Gaya Gerak Listrik atau GGL induksi pada kumparan tersebut.
Penyelesaian:
Diketahui :
Jumlah Lilitan (N) = 50
Selang waktu (Δt) = 10ms = 10 x 10-3 second
ΔΦ = 5 x 10-3 weber
GGL induksi (ɛ ) = ….?
Jawaban:
ɛ = -N (ΔΦ/∆t)
ɛ = -50 (5 x 10-3 wb / 10 x 10-3)
ɛ = -50 (0,5)
ɛ = -25V
Jadi Gaya Gerak Listrik Induksinya adalah -25V.

Contoh 2 Soal Hukun Faraday

Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan elektroda inert, dialirkan listrik 10 amper selama 965 detik.
Hitunglah massa tembaga yang diendapkan pada katoda dan volume gas oksigen yang terbentuk di anoda pada (O°C, 1 atm), (Ar: Cu = 63.5 ; O = 16).
Jawaban:
CuSO4 (aq) ® Cu2+(aq) + SO42-(aq)
Katoda [elektroda – : reduksi] : Cu2+(aq) + 2e– ® Cu(s)
Anoda [elektroda + : oksidasi]: 2 H2O(l) ® O2(g) + 4 H+(aq) + 4 e–
A.
massa tembaga: m = e . i . t/96.500 = (Ar/Valensi) x (10.965/96.500) = 63.5/2 x 9.650/96.500 =   31.25 x 0,1 = 3,125 gram
B.
m1 : m2 = e1 : e2mCu : mO2 = eCu : eO2
3,125 : mO2 = 6.32/2 : 32/4
3,125 : mO2 = 31,25 : 8
mO2 = (3.125 x 8)/31.25 = 0.8 gram
mol O2 = 0.8/32 = 8/320 = 1/4 mol
volume O2 (0°C, 1 atm) = 1/40 x 22.4 = 0.56 liter

Rangkuman TERMODINAMIKA (Pengertian, Prinsip, Rumus, Jenis, Sistem dan Hukum Termodinamika 1 2 3, Mesin, Siklus Carnot dan Contoh Soal Termodinamika)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya. Semoga dapat membantu

Termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya.

Pengertian Termodinamika

Pengertian Termodinamika adalah cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang proses perpindahan energi sebagai kalor dan usaha antara sistem dan lingkungan.
Kalor yaitu perpindahan energi yang disebabkan oleh perbedaan suhu, sedangkan usaha merupakan perubahan energi melalui cara-cara mekanis yang tidak disebabkan oleh perubahan suhu.

Prinsip Prinsip Termodinamika

Prinsip prinsip termodinamika meliputi Mekanika, Panas dan Kalkulus.
Prinsip termodinamika adalah hal alami yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mekanisme yang dapat membantu manusia dalam melakukan kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu termodinamika sejak abad ke-17. Pengembangan ilmu termodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik yaitu perilaku umum partikel zat yang menjadi media pembawa energi.

Rumus Termodinamika Lengkap

Rumus Kesetaraan Kalor dan Energi:
Kalor adalah salah satu bentuk energi. Kesetaraan kalor dalam termodinamika dirumuskan
1 Kalori = 4,186 Joule= 4,2 Joule
1 Joule = 0,24 Kalori
Rumus Gas yang Dipengaruhi Usaha dari Lingkungannya
Gaya sebesar F yang diperlukan oleh piston yang mempunyai luas penampang A untuk menekan gas di dalam ruang tertutup sebesar p dirumuskan F = pA
Besarnya usaha yang dilakukan oleh gas adalah:
W = pA (h2-h1)

oleh karena A (h2-h1) adalah volume maka dapat disederhanakan
W = p (V2-V1) atau W = p ΔV
dengan
V1 = volume mula-mula
V2 = volume akhir
ΔV = perubahan volume
W = usaha luar yang diterima
p = tekanan gas
Bila W > 0 → sistem melakukan usaha (V2 > V1)
Bila W < 0 → sistem menerima usaha dari lingkungan (V2 < V1)
Rumus Menentukan Usaha Luar menggunakan Grafik
Usaha luar yang dilakukan oleh gas pada tekanan tidak tetap dapat dinyatakan dalam diagrar p-V, yang besarnya sebanding dengan luas daerah di awah kurva:
1. Proses ke arah kanan:
V2 > V1, berarti W bernilai positif
W = p (V2-V1)
2. Proses Kearah Kiri
V2 < V1, sehingga W bernilai negatif
W = -p (V2-V1)
3. Proses Berbentuk Siklus
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika kelas 11 XI SMA/SMK/MA semester 1 kurikulum 2013 K13 edisi revisi tahun 2017 2018 yaitu tentang termodinamika, berikut bahasan kita yaitu rangkuman termodinamika, mulai dari pengertian, prinsip-prinsip, rumus, jenis-jenis, sistem, dan hukum termodinamika 1,2 dan 3 serta mesin carnot, siklus carnot dan contoh soal termodinamika dengan jawabannya.

Proses 1 ke 2 → W = 0
Proses 2 ke 3(ke kanan) → W = positif
Proses 3 ke 4 → W = 0

Proses 4 ke 1 (ke kiri) → W = negatif
W Total = Δp x ΔV (p2-p1) x (V2-V1)

Jenis Jenis Sistem Termodinamika

Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan sifat dari batasan dan arus benda, energi dan materi yang melaluinya. Secara umum ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungannya, yaitu antara lain:

1. Sistem Terbuka

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi atau (panas dan kerja), dan benda (materi) dengan lingkungannya. Sistem terbuka ini meliputi peralatan yang melibatkan adanya aliran massa kedalam atau keluar sistem seperti pada kompresor, turbin, nozel dan motor bakar.
Contohnya Sistem mesin motor bakar adalah ruang didalam silinder mesin, dimana campuran bahan bahan bakar dan udara masuk kedalam silinder, dan gas buang keluar sistem. Pada sistem terbuka ini, baik massa maupun energi dapat melintasi batas sistem yang bersifat permeabel. Dengan demikian, pada sistem ini volume dari sistem tidak berubah sehingga disebut juga dengan control volume.
Perjanjian yang kita gunakan untuk menganalisis sistem adalah:
  1. Untuk panas (Q) bernilai positif bila diberikan kepada sistem dan bernilai negatif bila keluar dari sistem dan
  2. Untuk usaha (W) bernilai positif apabila keluar dari sistem dan bernilai negatif bila diberikan (masuk) kedalam sistem.

2. Sistem Tertutup

Sistem yang mengakibatkan terjadinya pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran zat dengan lingkungan. Sistem tertutup terdiri atas suatu jumlah massa yang tertentu dimana massa ini tidak dapat melintasi lapis batas sistem. Tetapi, energi baik dalam bentuk panas (heat) maupun usaha (work) dapat melintasi lapis batas sistem tersebut.
Dalam sistem tertutup, meskipun massa tidak dapat berubah selama proses berlangsung, namun volume dapat saja berubah disebabkan adanya lapis batas yang dapat bergerak (moving boundary) pada salah satu bagian dari lapis batas sistem tersebut. Contoh sistem tertutup adalah suatu balon udara yang dipanaskan, dimana massa udara didalam balon tetap, tetapi volumenya berubah dan energi panas masuk kedalam masa udara didalam balon.
Suatu sistem dapat mengalami pertukaran panas atau kerja atau keduanya, biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya :
  1. Pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
  2. Pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.
Dikenal juga istilah dinding, ada dua jenis dinding yaitu dinding adiabatik dan dinding diatermik. Dinding adiabatik adalah dinding yang mengakibatkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang lama (lambat).
Untuk dinding adiabatik sempurna tidak memungkinkan terjadinya pertukaran kalor antara dua zat. Sedangkan dinding diatermik adalah dinding yang memungkinkan kedua zat mencapai suhu yang sama dalam waktu yang singkat (cepat).

3. Sistem terisolasi

Sistem yang mengakibatkan tidak terjadinya pertukaran panas, zat atau kerja dengan lingkungannya. Contohnya adalah air yang disimpan dalam termos dan tabung gas yang terisolasi. Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.
Karakteristik yang menentukan sifat dari sistem disebut property (koordinat sistem/variabel keadaan sistem), seperti tekanan (p), temperatur (T), volume (v), masa (m), viskositas, konduksi panas dan lain-lain. Selain itu ada juga koordinat sistem yang didefinisikan dari koordinat sistem yang lainnya seperti, berat jenis, volume spesifik, panas jenis dan lain-lain.
Suatu sistem dapat berada pada suatu kondisi yang tidak berubah, apabila masing-masing jenis koordinat sistem tersebut dapat diukur pada semua bagiannya dan tidak berbeda nilainya. Kondisi tersebut disebut sebagai keadaan (state) tertentu dari sistem, dimana sistem mempunyai nilai koordinat yang tetap. Apabila koordinatnya berubah, maka keadaan sistem tersebut disebut mengalami perubahan keadaan.
Suatu sistem yang tidak mengalami perubahan keadaan disebut sistem dalam keadaan seimbang (equilibrium).

Hukum Termodinamika

Pada dasarnya hukum termodinamika ada 4, yaitu Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika, hukum pertama, ke-2 dan ke-3, berikut bunyi dari hukum termodinamika awal kesatukedua dan ketiga berikut penjelasannya:

1. Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika

Hukum awal menyatakan bahwa “dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya. Hukum ini dimasukkan setelah hukum pertama”.

2. Hukum Pertama Termodinamika

Hukum yang sama juga terkait dengan kasus kekekalan energi. Hukum ini menyatakan “perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup, sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem. Hukum ini dapat diuraikan menjadi beberapa proses, yaitu proses dengan Isokhorik, Isotermik, Isobarik, dan juga adiabatik”.

3. Hukum Ke-2 Termodinamika

Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Tidak ada bunyi untuk hukum kedua termodinamika yang ada hanyalah pernyataan kenyataan eksperimental yang dikeluarkan oleh kelvin-plank dan clausius.
Pernyataan clausius: “tidak mungkin suatu sistem apapun bekerja sedemikian rupa sehingga hasil satu-satunya adalah perpindahan energi sebagai panas dari sistem dengan temperatur tertentu ke sistem dengan temperatur yang lebih tinggi”.
Pernyataan kelvin-planck: “tidak mungkin suatu sistem beroperasi dalam siklus termodinamika dan memberikan sejumlah netto kerja kesekeliling sambil menerima energi panas dari satu reservoir termal”.
Total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya hal ini disebut dengan prinsip kenaikan entropi” merupakan korolari dari kedua pernyataan diatas (analisis Hukum kedua termodinamika untuk proses dengan menggunakan sifat entropi).

4. Hukum ke-3 Termodinamika

Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa “pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol”.

GAYA : Pengertian, Jenis, Pengaruh, Hubungan, Pengukuran, 7 Macam dan Contoh gaya dalam kehidupan sehari-hari)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari. Semoga dapat membantu

GAYA

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari.

Pengertian Gaya

Pengertian Gaya, gaya merupakan dorongan, tarikan dan putaran yang membuat benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat, berubah arah atau bentuk.
Ketika gaya sedang mempengaruhi suatu benda berarti kerja sedang dilakukan pada benda tersebut sebagai wujud perubahan dari bentuk energi ke bentuk lain. Gaya dapat bekerja pada arah yang sama atau arah yang berlawanan. dan gaya tidak dapat dihilangkan tapi dapat dirubah ke bentuk gaya / energi lainnya.

Pengaruh Gaya

Pengaruh gaya terhadap benda lain dapat menyebabkan gerak benda dan atau mengubah bentuk benda, berikut dibawah ini adalah penjelasan dan contoh pengaruh gaya terhadap benda:

Gaya Mempengaruhi Gerak Benda
Gaya yang diberikan ke sebuah benda mengakibatkan berbagi perubahan. Contohnya diuraikan menjadi berikut:

  • Benda diam menjadi bergerak karena ada gaya. Contohnya yaitu bola yang berhenti kita tendang menjadi bergerak.
  • Benda bergerak menjadi diam. Contohnya yaitu pada saat kita menggayuh pedal sepeda yang sepeda tadi bergerak di rem menjadi berhenti.
  • Benda bergerak menjadi berubah arah. Contohnya yaitu pada saat kita menaiki motor yang tadinya bergerak kita belokan menjadi berubah arah.

Gaya Dapat Mengubah Bentuk Benda

Gaya yang kita lakukan juga dapat mengubah bentuk benda. Contohnya antara lain:
  • Almunium yang dibakar dan dipipihkan
  • Besi yang dibakar menjadi dipipihkan
  • Plastisin yang kita tekan akan berubah

Hubungan Gaya Dengan Kecepatan

Percepatan adalah dampak gaya yang paling mudah diamati.
Percepatan didefinisikan sebagai perbandingan antara perubahan kecepatan dengan selang waktu terjadinya perubahan itu. 
Memperbesar gaya pada suatu benda akan meningkatkan laju percepatannya.
Hubungan antara percepatan, gaya dan massa adalah bahwa gaya merupakan hasil kali massa dengan percepatan.
Benda dengan massa tertentu yang dijatuhkan dari ketinggian akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Gaya gravitasi tersebut membuat benda semakin cepat ke permukaan bumi. Benda itu mengalami percepatan karena pengaruh gaya gravitasi yang bekerja ke arah bawah. Percepatan beda semakin tinggi jiha pada saat benda dijatuhkan ada gaya dorong ke bawah.

Pengukuran Gaya

Besaran gaya dapat diukur menggunakan alat ukur gaya yang sederhana yang biasa disebut dengan neraca pegas.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK/MA kurikulum 2013 yaitu tentang gaya, adapun disini kita akan bahas lengkap materi gaya mulai dari pengertian gaya, jenis-jenis, pengaruh gaya, hubungan gaya dengan kecepatan, pengukuran, macam macam gaya beserta contohnya dalam kehidupan sehari hari.
Neraca pegas terdiri atas sebuah pegas yang digantungi dengan kait penggantung beban. Di atas pegas terdapat jarum penunjuk gaya. Ketika gaya pada kait beban merentangkan pegas, jarum penunjuk akan bergerak pada skala neraca. Angka pada skala neraca menunjukkan besar gaya yang sedang diukur. Semakin kuat pegas, semakin besar gaya yang dapat diukur oleh neraca pegas.
Satuan gaya dalam Satuan Internasional (SI) adalah newton dan dilambangkan N.
Satuan yang lainnya adalah dyne
1 Newton = 105 dyne
Gravitasi menimbulkan gaya sebesar 9,8 N pada setiap kilogram massa

Macam Macam Gaya Beserta Contohnya

Setelah kita memahami apa yang telah kita bahas tadi, mulai dari pengertian, pengaruh, hubungan, dan pengukuran gaya. Ada beberapa macam gaya yang kita kenal diantaranya Gaya gesek, Gaya gravitasi, Gaya otot, Gaya mesin, Gaya pegas, Gaya magnet berikut dibawah ini adalah macam-macam atau jenis jenis gaya beserta contohnya:

1. Gaya Gesek

Gaya gesekan adalah gaya yang ditimbulkan oleh permukaan benda yang saling bergesekan. Kedua permukaan yang bergesekan pasti bersentuhan sehingga gaya gesekan dikatakan gaya sentuh. Gaya gesekan arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda, sehingga dapat melambatkan gerak benda.
Gesekan mengubah energi kinetik menjadi energi panas ketika gesekan menahan gaya gesekan.
Gaya Gesek secara umum terbagi menjadi 2, yaitu gaya gesek statis dan kinetis:
  1. Gaya gesekan statis adalah gaya gesekan yang timbul sejak benda diberi gaya sampai sesaat sebelum benda dimulai bergerak.
  2. Gaya gesekan kinetis adalah gaya gesekan yang timbul ketika benda bergerak.
Gaya gesekan sangat ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran suatu permukaan benda yang bersentuhan. Semakin halus permukaan benda maka semakin kecil gaya gesekan. Dan sebaliknya, semakin kasar permukaan benda, semakin besar gaya gesekan.
5 Contoh Gaya Gesek Dalam Kehidupan Sehari-hari:
  1. Pembuatan jalan raya tidak boleh licin sehingga saat bergesekan dengan ban tidak akan tergelincir
  2. Gesekan antara sepatu pemain sepak bola dengan rumput menyebabkan pemain tidak mudah jatuh. Pada bawah sepatu terdapat paku-paku agar tidak tergelincir.
  3. Mata bor dengan gerinda dan pisau yang diasah juga memanfaatkan gaya gesekan sehingga pisau bisa lebih tajam
  4. Korek api menggunakan gesekan.
  5. Rem pada sepeda dengan menggunakan dua bantalan karet untuk menjepit poros ban sepeda.
Selain itu, gaya gesek juga ada yang merugikan, berikut ini adalah gaya gesek yang merugikan antara lain:
  1. Gaya gesekan pada permukaan dan yang sedang bergerak menimbulkan panas pada permukaan tersebut. Ban yang melaju dengan waktu yang lama akan menjadi panas dan mudah pecah.
  2. Gaya gesekan antara air hujan dengan tanah pegunungan yang tandus menyebabkan erosi dan kesuburan tanah menjadi hilang.
  3. Gaya gesekan pada mesin kendaraan menyebabkan mesin cepat aus, cepat panas, dan penggunaan bahan bakar menjadi boros. Karena itu, mesin diberi minyak pelumas untuk mengurangi gesekan.
  4. Gesekan antara mobil dengan udara menyebabkan mobil tidak dapat bergerak dengan kecepatan maksimal.

2. Gaya Gravitasi / Gaya Berat

Gaya gravitasi gaya tarik antara dua benda yang memiliki massa.
Adanya gaya gravitasi bumi menyebabkan semua benda yang ada di permukaan bumi selalu ditarik ke arah pusat bumi. Semakin jauh dari pusat bumi, maka berat benda semakin berkurang.
Contoh Penerapan gaya gravitasi dalam kehidupan sehari hari antaralain:
  1. Para penerjun bebas mengalami percepatan gravitasi penuh hanya selama beberapa saat setelah melompat dari pesawat.
  2. Pesawat luar angkasa yang sedang beredar mengelilingi bumi akan mengalami percepatan ke arah bumi akibat gaya gravitasi. Akibatnya penumpang pesawat merasa kehilangan berat badan karena gaya yang dapat menyebabkan benda jatuh bebas.

3. Gaya Pegas

Pengertian Gaya pegas adalah gaya yang dimiliki oleh pegas yang tergantung atau pegas yang terenggang ataupun termampatkan.
Contoh gaya pegas: perenang yang meloncat dari papan loncat di kolam renang.

4. Gaya Listrik

Pengertian Gaya listrik adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda-benda yang memiliki atau bermuatan listrik.
Contoh gaya listrik adalah alat rumah tangga yang digerakkan dengan tenaga listrik, seperti solder dan setrika listrik mengubah energi listrik menjadi energi panas, radio mengubah energi listrik menjadi energi bunyi, serta lampu mengubah energi listrik menjadi energi cahaya.

5. Gaya Otot

Pengertian Gaya otot adalah tarikan atau dorongan terhadap suatu benda yang dihasilkan oleh otot.
Contoh gaya otot dalam kehidupan sehari-hari adalah kuda yang menarik kereta, orang yang mendorong mobil.

6. Gaya Mesin

Pengertian Gaya mesin adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh mesin.
Contohnya adalah sebuah mobil atau kendaraan yang sedang bergerak melaju karena adanya gaya mesin.

7. Gaya Magnet

Pengertian Gaya magnet adalah tarikan atau dorongan yang dilakukan oleh magnet.
Contohnya besi diatas meja akan tertarik oleh magnet saat didekatkan.

SUHU DAN PENGUKURNYA (Pengertian, Alat Ukur, Konversi Suhu, Pengertian dan Jenis Jenis serta Contoh Termometer)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin. Semoga dapat membantu

Suhu dan Penhukurnya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin

Pengertian Suhu

Pengertian Suhu adalah derajat/tingkatan panas suatu benda atau kuantitas panas suatu benda. Seperti dalam materi sebelumnya, suhu juga merupakan salah satu besaran pokok dengan satuan derajat Kelvin.

Alat Ukur Suhu

Untuk menentukan panas atau tidaknya suatu benda atau objek, kita dapat menggunakan jari tangan kita, tetapi tangan tidak dapat dipakai untuk menentukan tingkat panas suatu benda secara tetap. sehingga digunakanlah alat yang bernama termoneter untuk menentukan tingkat atau ukuran panas suatu objek.
Termometer adalah alat untuk mengukur panas atau suhu. Pada umumnya, termometer terbuat dari tabung kaca yang diisi zat cair termometrik. Termometer berasal dari bahasa Latin thermo, yang artinya panas, dan meter, yang artinya untuk mengukur. Zat cair termometrik adalah zat cair yang mudah mengalami perubahan fisis jika dipanaskan atau didinginkan, misalnya air raksa dan alkohol.

Jenis-Jenis Termometer

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin
Kita akan membahas mengenai jenis jenis atau macam macam termometer berdasarkan termometrik, pembuatan dan kegunaannya.
Berikut dibawah ini adalah jenis jenis termometer berdasarkan termometriknya, antara lain:

1. Termometer Zat Padat

Termometer zat padat menggunakan prinsip perubahan hambatan logam konduktor terhadapap suhu sehingga sering juga disebut sebagai termometer hambatan. Biasanya termometer ini menggunakan kawat platina halus yang dililitkan pada mika dan dimasukkan dalam tabung perak tipis tahan panas.
Contohnya Termometer platina

2. Termometer Zar Cair

Termometer zat cair dibuat berdasarkan perubahan volume. Zat cair yang digunakan biasanya raksa atau alkohol.
Contohnya yaitu termometer Fahrenheit, Celcius, Reamur.
Mengapa air raksa atau alkohol digunakan sebagai isi termometer? alasannya, air raksa atau alkohol digunakan sebagai bahan isian termometer yaitu :
  • mudah dilihat karena raksa terlihat mengkilap sedangkan alkohol dapat diberi warna merah.
  • daerah ukurannya sangat luas (raksa : – 390C s/d 3370C dan alkohol: -1140C – 780C)
  • keduanya merupakan panghantar kalor yang baik
  • keduanya mempunyai kalor jenis yang kecil.

3. Termometer Gas

Termomter gas menggunakan prinsip pengaruh suhu terhadap tekanan. Bagan alat ini sama seperti nanometer. Pipa U yang berisi raksa mula-mula permukaannya sama tinggi. Jika salah satu ujungnya dihubungkan dengan ruangan yang bersisi gas bertekanan, maka akan terjadi selisih tinggi.
Contohnya adalah termometer gas pada volume gas tetap
Lalu berikut dibawah ini adalah jenis jenis termometer berdasarkan Pembuatannya :
  • termometer Celcius
  • termometer Fahrenheit
  • termometer Reamur
  • termometer Kelvin
Jenis Jenis termometer berdasarkan kegunaannya:
  • Termometer suhu badan / klinis
Termometer ini khusus untuk mengukur suhu badan manusia. Termometer ini biasanya digunakan dalam bidang medis dan mempunyai batas skala 34-42 derajat Celcius.
  • Termometer Laboratorium
Termometer yang biasanya digunakan untuk eksperimen di lab.

Skala Termometer 

Skala pada termemoter ada 3 jenis yaitu fahrenheit, celcius dan Kelvin
1. Fahrenheit
Pada tahun 1714, seorang ilmuwan Jerman yang bernama Daniel George Fahrenheit membuat termometer yang mula-mula diisi alkohol dan kemudian diganti dengan raksa. Sebagai titik tetap pertama ia menggunakan campuran es dan garam dapur yang diberi angka 00F (suhu terendah yang ia ketahui) dan titik tetap kedua ia menggunakan tubuh manusia dan diberi angka 960C.
Berdasarkan definisi modern, skala termometer Fahrenheit adalah skala dengan temperatur air mendidih ditetapkan sebagai 212 derajat dan temperatur es melebur sebagai 32 derajat.
Pada jaman dulu termometer ini banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat, tetapi pada saat ini negara-negara di Eropa sudah banyak beralih ke termometer Celcius sedangkan Amerika Serikat masih tetap menggunakannya.
2. Celcius
Sekitar 20 tahun setelah Fahrenheit membuat termometer, seorang profesor dari Swedia yang bernama Ander Celsius juga membuat termometer. Termometer ini menggunakan titik tetap bawah adalah suhu es sedang mencair sebagai 00C dan titik tetap atas adalah suhu air sedang mendidih sebagai 1000C masing-masing pada tekanan standar. Skala antar kedua temperatur ini dibagi dalam 100 derajat.
Termometer ini banyak digunakan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia
3. Kelvin
Pada dasarnya skala kelvin sama dengan skala celcius (seperseratus). Hanya saja skala kelvin dimulai dari suhu nol mutlak (0 K) yang besarnya sama dengan -273,150C. Sehingga untuk suhu es mencair sama dengan 273,15 K dan air mendidih sama dengan 373,15 K.

Macam Macam Termometer

Secara umum termomether terbagi menjadi 5 macam jenis yaitu:
  1. Termometer Air Raksa: Termometer air raksa adalah termometer cairan yang menggunakan air raksa sebagai pengisinya. Termometer air raksa merupakan thermometer yang banyak digunakan dibandingkan dengan termometer alkohol. Termometer air raksa sering disebut termometer maksimum karena dapat mengukur suhu yang sangat tinggi. Jika suhu panas, air raksa akan memuai sehingga kita akan melihat air raksa pada tabung kaca naik. Ketika suhu turun, air raksa akan tetap berada pada posisi ketika suhu panas. Hal itu disebabkan adanya konstraksi yang menghambat air raksa untuk kembali ke keadaan semula. OIeh karena itu, untuk mengembalikan air raksa ke posisi dasar, kita harus mengibas-ngibaskan termometer ini dengan kuat.
  2. Termometer Alkohol: Termometer alkohol adalah termometer cairan yang menggunakan alkohol sebagai pengisinya. Alkohol lebih peka daripada air raksa sehingga ketika memuai, perubahan volumenya lebih terlihat jelas. Termometer alkohol disebut juga termometer minimum karena mampu mengukur suhu yang sangat rendah. Untuk menghindari gaya gravitasi bumi, termometer minimum diletakkan mendatar. Apabita suhu dingin, cairan alkohol akan bergerak ke kiri dan membawa indeks penunjuk berwarna. Sebaliknya, apabila suhu naik, indeks penunjuk berwarna akan tetap berada di posisinya walaupun cairan alkohol mengembang dan bergerak ke kanan.
  3. Termometer Klinis: Termometer klinis adalah termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan yang banyak dimanfaatkan di bidang kedokteran. Suhu badan dapat diukur dengan termometer klinis melalui rongga mulut, ketiak, atau di antara lekukan tubuh lainnya. Suhu manusia normal berkisar pada 37°C dan tidak pernah lebih rendah dan 35°C dan tidak pernah lebih dari 42°C. Termometer klinis bisa dibedakan menjadi dua, yaitu termometer klinis analog dan termometer klinis digital. Perbedaan keduanya terletak pada penampilan nilai suhu. Pada termometer klinis analog, nilai suhu ditampilkan oleh naiknya air raksa dan kita mengetahui nilainya dengan melihat angka yang dicapai oleh air raksa pada pipa kapiler. Sementara itu, pada termometer klinis digital, nilai suhu ditampilkan langsung dalam bentuk angka yang tertera pada layar kecil termometer.
  4. Termometer Inframerah: Termometer inframerah digunakan untuk mengukur suhu benda yang sangat panas. benda yang bergerak cepat, atau benda yang tidak boleh disentuh karena berbahaya. Termometer inframerah bisa juga disebut termometer laser, jika menggunakan sinar laser untuk mengukur suhu benda. dan
  5. Termometer Bimetal Mekanik: Termometer bimetal mekanik adalah termometer yang terbuat dari dua buah kepingan logam yang memiliki koefisien muai yang berbeda. Bimetal merupakan gabungan dari dua kata, yaitu bi dan metal. Bi artinya duo dan metal artinya logam. Dua kepingan logam pada termometer bimetal mekanik akan melengkung jika terjadi perubahan suhu. Prinsip kerja dari termometer bimetal adalah pada suhu tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih tinggi. Sebaliknya, jika suhu rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai yang lebih rendah.

Konversi Skala Termometer

Untuk mengkorvensi suhu menurut termometer satu ke suhu menurut termometer yang lain, digunakan persamaan sebagai berikut :
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin
Sedangkan untuk skala celcius, fahrenheit dan kelvin berlaku rumus berikut:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika SMP kelas 7 kurikulum 2013 hasil revisi tahun 2018 semester 1 yaitu tentang suhu dan alat pengukurnya yang akan kita rangkum mulai dari pengertian suhu, alat ukur suhu, pengertian termometer, jenis jenis termoneter, termometer zat padat, cair, gas, cara pengukuran farhenheit ke celcius, rumus merubah / konversi suhu dari celcius ke fahrenheit ke kelvin

Rangkuman LENSA CEKUNG ;(Pengertian, Fungsi, Manfaat, Sifat Bayangan, Sinar Istimewa dan Rumus Lensa Cekung)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung. Semoga dapat membantu

Lensa Cekung

Pengertian Lensa Cekung

Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis ketimbang bagian tepinya yang lebih tebal.
Lensa cekung biasanya berbentuk lingkaran, meski ada lensa cekung yang tidak berupa lingkaran, dan umumnya terbuat dari kaca atau plastik sehingga lensa mempunyai indeks bias lebih besar ketimbang indeks bias udara.

Fungsi Lensa Cekung

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahsa sifat lensa cekung yaitu bersifat menyebarkan sinar.
namun sifat lensa cekung juga memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
  • Sinar-sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama akan dibiaskan oleh lensa cekung seolah-olah berasal dari titik fokus.
  • Sinar-sinar yang menuju titik fokus dibiaskan oleh lensa cekung sejajar sumbu utama.
  • Sinar yang melewati pusat lensa (vertex) tidak akan dibiaskan melainkan diteruskan tanpa mengalami pembiasan.

Manfaat Lensa Cekung

Berikut ini adalah manfaat dan penggunaan dari lensa cekung itu sendiru,
Penggunaan lensa cekung sering dijumpai pada orang-orang yang memiliki penyakit miopi atau rabuh jauh.
Dengan memanfaatkan lensa cekung sebagai kacamata sehingga orang yang menderita miopi bisa melihat benda-benda seperti mata normal.
Lalu saat teropong bumi menggunakan lensa pembalik, teropongnya terlalu panjang. Nah agar okuler teropong bumi pendek, maka digunakanlah lensa pembalik yaitu lensa cekung.

Sifat Bayangan Lensa Cekung

Seperti yang telah kita ketahui yaitu bahwa lensa cekung memiliki menyebarkan cahaya atau lensa divergen. Karena sinar yang datang yang sejajar sumbu utama akan dibiaskan menyebar seakan-akan berasal dari satu titik.
sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung.
Lensa cekung mempunyai 2 titik fokus.
1. Titik fokus aktif (F1) berada di depan lensa dan
2. titik fokus pasif F2 berada di belakang lensa.
Karena fokus aktif lensa cekung (F1) terletak di depan lensa maka fokus aktif lensa cekung ialah Fokus Maya dan jarak fokus lensa cekung (F) selalu mempunyai tanda Negatif. Maka dari itu lensa cekung disebut lensa negatif.

1.) Benda terletak lebih jauh dari titik pusat kelengkungan lensa (2F1)

sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung.
Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, diperkecil, dan terletak di antara O dan F1

2.) Benda terletak di antara titik pusat kelengkungan lensa (2F1 ) dan titik fokus lensa (F1)

Bayangan yang terbentuk bersifat bersifat maya, tegak, diperkecil dan terletak di antara F1 dan O
sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung.

3.) Benda terletak di antara titik fokus (F1)  dan O

sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung.
Bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, diperkecil, dan terletak di antara F1 dan O

Sinar Istimewa Lensa Cekung

sebuah materi pembelajaran fisika, adapun disini akan kita bahas secara lengkap materi lensa cekung mulai dari pengerian, fungsi, manfaat, sifat bayangan, sinar istimewa dan rumus lensa cekung.
Pada gambar sinar-sinar istimewa lensa cekung seperti pada gambar diatas, berikut penjelasannya:
a) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus (di depan lensa).
b) Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus lensa pertama (F1) akan dibiaskan sejajar sumbu utama.
c) Sinar yang datang melewati pusat optik lensa (O) tidak dibiaskan.

Rumus Lensa Cekung

Rumus lensa cekung adalah:
rumus lensa cekung
Keterangan:
s′ = jarak bayangan
s′ = (+) positif, bayangan nyata
s′ = (-) negatif, bayangan maya
s = jarak benda
f = jarak titik api, bernilai negatif
Rumus Pembesaran (m) pada lensa cekung adalah :
rumus pembesaran (m) lensa cekung
Keterangan:
h′ = (–) negatif, bayangan terbalik
h′ = (+) positif, bayangan tegak
m = (+) positif, bayangan tegak
m = (–) negatif, bayangan terbalik

CAHAYA (Pengertian, Hukum, 7 Sifat, Macam pemantulan dan Contoh Penerapan serta Gambar Cahaya)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika yaitu tentang cahaya, adapun yang akan dibahas yaitu pengertian cahaya, jenis jenis cahaya, 7 sifat sifat cahaya, pemantulan cahaya, Hukum pemantulan cahaya, macam macam cahaya dan contoh penerapan cahaya dalam kehidupan kita sehari hari serta gambar cahaya yang merambat lurus, semoga dapat membantu.

Cahaya

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika yaitu tentang cahaya, adapun yang akan dibahas yaitu pengertian cahaya, jenis jenis cahaya, 7 sifat sifat cahaya, pemantulan cahaya, Hukum pemantulan cahaya, macam macam cahaya dan contoh penerapan cahaya dalam kehidupan kita sehari hari serta gambar cahaya yang merambat lurus, semoga dapat membantu.

Pengertian Cahaya

Pengertian Cahaya adalah pancaran elektromagnetik yang dapat terlihat oleh mata manusia. Atau pengertian cahaya yang lainnya yaitu merupakan radiasi elektromagnetik, baik itu dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Sedangkan benda yang memancarkan cahaya disebut dengan sumber cahaya.

Sifat Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat, berikut ini adalah 7 sifat cahayaantara lain:
1. Cahaya merambat lurus
Sifat Cahaya ini dapat kamu perhatikan pada saat cahaya matahari masuk kedalam suatu ruang melalui celah yang sempit pada pintu maupun jendela, cahaya yang masuk itu akan kelihatan merambat lurus.

2. Cahaya dapat menembus benda bening
Sifat cahaya ini ialah setiap benda yang dapat memancarkan cahaya dikenal dengan sumber cahaya,
3. Cahaya dapat mengalami pembiasan
Sifatnya ini ialah merambat ke segala arah. pada saat cahaya tersebut merambat melalui dua medium yang tidak sama kerapatan optiknya maka cahaya juga akan mengalami perubahan arah rambat(dibelokan).
4. Cahaya dapat mengalami interferensi
Interferensi adalah penggabungan dari dua gelombang ataupun lebih.

5. Cahaya dapat mengalami difraksi (Pelenturan)
pada saat celah sempit , cahaya akan mengalami Difraksi(Pelenturan) gelombang ialah , peristiwa pembelokan arah rambat gelombang yang disebabkan oleh karena melewati celah sempit.

6. Cahaya dapat mengalami polarisasi
Yang dimaksud dengan Polarisasi Cahaya adalah peristiwa dimana terserapnya sebagian arah getar cahaya sehingga cahaya tersebut akan kehilangan sebagaian besar arah getarnya.
7. Cahaya dapat dipantulkan
Cahaya adalah suatu gelombang sehingga cahaya tersebut juga dapat dipantulkan , yang pada dasarnya cahaya akan dipantulkan jika mengenai suatu permukaan.

Macam Macam Pemantulan Cahaya

Pada Dasarnya adalah jika ada cahaya yang mengenai suatu permukaan maka akan terjadi pemantulan.
Hukum Pemantulan cahaya dikenal karena adanya berkas cahaya yang mengenai suatu permukaan pada benda akan dipantulkan sesuai dengan aturan.
Berikut jenis jenis pemantulan cahaya:

1. Pemantulan difus atau pemantulan baur,

yaitu pemantulan cahaya ke segala arah yang terjadi karena bekas sinar datang jatuh pada permukaan kasar atau tidak rata. Pemantulan ini akan memberi kesan menyilaukan mata.

2. Pemantulan teratur,

yaitu pemantulan yang terjadi karena berkas sinar datang jatuh pada permukaan halus atau rata. Pada pemantulan teratur, cahaya akan dipantulkan ke satu arah. Pemantulan ini akan menyejukkan mata.

3. Pemantulan Cahaya lewat Cermin:

 -Cermin Datar
Cermin datar merupakan cermin yang permukaannya tidak melengkung, seperti cermin yang digunakan oleh kita sehari-hari.
-Cermin Cembung
Cermin cembung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kearah luar. Cermin ini biasanya digunakan pada kaca spion kendaraan. Bayangan dari cermin cembung bersifat maya, tegak, diperkecil dari ukuran benda sesungguhnya.

-Cermin Cekung
Cermin cekung yaitu cermin yang permukaannya melengkung kea rah bagian dalam. Biasanya cermin ini digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil, lampu senter, dan pada sendok.

Contoh Penerapan cahaya dalam kehidupan sehari hari

Cahaya sangat berguna bagi kehidupan, adapun berikut ini salah satu contoh penerapan cahaya dalam kehidupan sehari hari antara lain :
  • Pembelokan Posisi Bintang
  • Terbentuknya Pelangi
  • Atap yang bolong, sehingga sinar matahari masuk
  • Mesin Fotocopy

Hukum Cahaya

Hukum Pemantulan cahaya dikenal karena adanya berkas cahaya yang mengenai suatu permukaan pada benda akan dipantulkan sesuai dengan aturan.
Adapun Hukum Pemantulan cahay berbunyi :
+Sinar datang , sinar pantul , dan garis normal terletak pada suatu bidang yang datar.
+Besar sudut datang cahaya (i) sama dengan sudut pantul (r)

BESARAN POKOK TURUNAN (Pengetian, Alat ukur, besaran satuan, tabel, dimensi dan contoh besaran pokok)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan. semoga dapat membantu

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

Pengertian

Pengertian besaran pokok atau Base Quantities adalah besaran yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan dari besaran lain. Contoh Besaran pokok dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Pengertian besaran turunan atau Derived Quantities adalah besaran fisika yang diturunkan dari satu atau lebih besaran pokok. Selain tujuh besaran pokok, besaran fisika yang lainnya termasuk dalam besaran turunan. Contoh Besaran Turunan dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.

Alat Ukut Besaran Pokok

Berikut ini adalah alat ukur yang digunakan dalam pengukuran besaran pokok :

Panjang

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran panjang, yaitu:
– Penggaris
– Pita ukur
– jangka sorong
– Mikrometer sekrup

Massa

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa yaitu:
– Neraca pasar
– Neraca lengan
– Neraca kimia
– Neraca pegas
– Neraca digital

Waktu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran waktu:
– Jam matahari
– jam pasir
– Jam dinding
– Jam tangan
– Stopwatch
– jam atom

Kuat Arus listrik

Alat ukur yang digunakan:
– Amperemeter

Suhu

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran suhu:
– Termometer

Intensitas Cahaya

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran cahaya:
– Candlemeter atau luxmeter

Jumlah Zat

Jumlah zat tidak diukur secara langsung, tetapi dengan cara mengukur terlebih dahulu massa zat.

Tabel dan Dimensi

Berikut dibawah ini adalah tabel dan dimensi dari besaran pokok dan besaran turunan:
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.
Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA/SMK dalam kurikulum 2013 maupun ktsp, adapun kita akan membahas mengenai pengertian besaran pokok dan pengertian besaran turunan, alat ukut besaran pokok dalam satuan SI, tabel / table besaran pokok, dimensi besaran pokok, dan contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan.

Contoh Besaran Pokok dan besaran turunan

Berikut ini adalah beberapa contoh besaran pokok dan contoh besaran turunan
besaran pokok
– panjang – meter – m
– massa – kilogram – kg
– waktu – sekon (detik) – s
– arus listrik – ampere – A
– suhu – kelvin – K
– intensitas cahaya – candela – cd
– jumlah zat – mol – mol
Besaran Turunan : Luas = m² 
Volume = m³
Gaya = Newton
Usaha = Joule
Daya = Watt

MAGNET (Pengertian, Sifat, Ciri, Macam dan Teori Magnet) atau kemagnetan

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan. Semoga dapat membantu

Magnet

Kali ini Kita akan membahas sebuah materi pembelajaran fisika tingkat SMA/SMK yaitu tentang magnet, adapun disini kita akan membahas lengkap tentang pengertian magnet, sifat sifat magnet, Ciri ciri magnet dan macam macam magnet serta teori kemagnetan

Pengertian Magnet

Pengertian magnet adalah suatu benda yang mampu menarik benda lain disekitarnya, yang memiliki sifat khusus. Setiap Magnet mempunyai sifat kemagnetan. Apa yang dimaksud dengan sifat kemagnetan? sifat kemagnetan adalah kemampuan benda dalam menarik benda-benda lain disekitarnya.
Adapun kata “Magnet” diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi.

Sifat Sifat Magnet

Adapun magnet memiliki sifat sifat magnet sebagai berikut :
  • Magnet hanya dapat menarik benda tertentu yang ada disekitarnya dan atau tidak semua jenis benda bisa ditarik oleh magnet serta meski berada dalam jangkauannya.
  • Gaya Magnet dapat menembus benda.
  • Magnet mempunyai dua kutub, yakni Kutub Utara dan Kutub Selatan
  • Apabila Kutub magnet yang sejenis didekatkan satu sama lain, maka kedua kutub ini akan saling tolak menolak. Dan bila kutub yang berlainan didekatkan satu sama lain, maka mereka akan saling Tarik Menarik. Misal, kutub selatan di dekatkan dengan kutub selatan maka kedua kutub akan saling menolak. Dan bila kutub selatan didekatkan dengan kutub utara, maka keuda kutub akan saling menarik dan berdekatan.
  • Medan Magnet akan membentuk Gaya Magnet. Semakin dekat suatu benda dengan Magnet, maka medan magnetnya akan semakin rapat.
  • Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah dikarenakan beberapa hal, seperti : terus menerus jatuh, terbakar, dan lainnya.

Jenis Jenis Magnet

Berdasarkan sifat kemagnetannya jenis jenis magnet secara umum terbagi menjadi dua yaitu magnetik (Faromagnetik) dan benda non magnetik :

Benda Magnetik (Faromagnetik)

Pengertian faro magnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Jadi, jika benda jenis ini berada dekat dengan magnet, maka magnet akan dengan mudah menariknya mendekat.

Benda Magnetik yang bukan magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dll.

Benda Non-Magnetik

Benda non magnetik terbagi menjadi dua jenis lagi yaitu paramagnetik dan diamagnetik:

  1. Paramagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, contohnya alumunium, tembaga, platina, dll.
  2. Diamagnetik adalah benda yang menolak magnet, atau benda ini tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang kuat. Contoh benda diamegnetik adalah emas, seng, merkuri, dan lainnya.

Macam Macam Magnet

Magnet memiliki berbagai macam bentuk, secara umum bentuk magnet yang diketahui ada 5 yaitu :

  • Magnet Batang, bentuknya menyerupai batang atau balok atau kubus.
  • Magnet Silinder, bentuk magnet ini menyerupai tabung panjang.
  • Magnet Jarum, bentuk magnet ini menyerupai jarum kompas dengan kedua ujung atau kutub magnetnya lebih runcing.
  • Magnet U (Magnet Ladam), magnet ini berbentuk seperti tapal kuda atau serupa dengan huruf U.
  • Magnet Cincin, magnet ini memiliki bentuk bulat menyerupai cincin.

Teori Kemagnetan

Dalam materi kemagnetan kita perlu memahami beberapa prinsip yang perlu dipahami yaitu :

  • Sebuah Magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
  • Pada Benda Magnetik, Magnet elementer ini tersusun secara teratur, Namun pada benda non-magnetik, magnet elementer tersusun secara acak.
  • Bahan Magnetik lunak lebih mudah dijadikan magnet karena lebih mudah untuk menyusun magnet elementer menjadi teratur
  • Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip membuat magnet elementer menjadi teratur.
  • Apabila sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan kutub selatan

Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contoh Soal Hukum Termodinamika 1, 2 dan 3 serta prinsip termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA, yaitu tentang pengertian hukum termodinamika, bunyi hukum termodinamika 0, I, II dan III (0,1,2,3) beserta rumus hukum termodinamika dan contoh soal termodinamika serta Prinsip termodinamika. semoga dapat membantu

Hukum Termodinamika

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran Fisika tingkat SMA, yaitu tentang pengertian hukum termodinamika, bunyi hukum termodinamika 0, I, II dan III (0,1,2,3) beserta rumus hukum termodinamika dan contoh soal termodinamika serta Prinsip termodinamika.

Pengertian Termodinamika

Pengertian termodinamika secara bahasa adalah Termodinamika berasal dari bahasa Yunani dimana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan. Termodinamika merupakan ilmu yang menggambarkan usaha  untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu fisika ini mempelajari pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.

Bunyi Hukum Termodinamika

Hukum termodinamika ada 4 yaitu hukum termodinamika 0 / nol, hukum termodinamika I, hukum termodinamika II dan III

Hukum Awal (Zeroth Law/Hukum ke-0)

Bunyi Hukum Termodinamika 0 : “Jika dua sistem berada dalam kesetimbangan termal dengan sistem ketiga, maka mereka berada dalam kesetimbangan termal satu sama lain”

Hukum Termodinamika I

Bunyi Hukum Termodinamika 1 yaitu : “Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, melainkan hanya bisa diubah bentuknya saja.”
Rumus/Persamaan 1 Termodinamika:
Q = W + ∆U

Q = kalor/panas yang diterima/dilepas (J)
W =  energi/usaha (J)
∆U = perubahan energi (J)

Hukum ke-2 Termodinamika

Bunyi Hukum Termodinamika 2 yaitu : “Kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah dan tidak mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya.”

Hukum Termodinamika ke-3

Bunyi Hukum Termodinamika 3 :
“Suatu sistem yang mencapai temperatur nol absolut, semua prosesnya akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum.”
“Entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.”

 Prinsip Termodinamika

Adapun Prinsip hukum termodinamika yaitu Prinsip termodinamika sebenarnya adalah hal alami yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, termodinamika direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi bentuk mekanisme yang dapat membantu manusia dalam kegiatannya. Aplikasi termodinamika yang begitu luas dimungkinkan karena perkembangan ilmu termodinamika sejak abad 17. Pengembangan ilmu termodinamika dimulai dengan pendekatan makroskopik yaitu perilaku umum partikel zat yang menjadi media pembawa energi.

Contoh Soal Hukum Termodinamika

Berikut ini adalah salah satu contoh soal dan jawabannya tentang termodinamika
1. Kalor sebanyak 3000 Joule ditambahkan pada sistem dan sistem melakukan usaha 2500 Joule pada lingkungan. Perubahan energi dalam sistem adalah…

Pembahasan
Diketahui :
Kalor (Q) = +3000 Joule
Usaha (W) = +2500 Joule

Ditanya : perubahan energi dalam?
2. Kalor sebanyak 2000 Joule ditambahkan pada sistem dan lingkungan melakukan usaha 2500 Joule pada sistem. Perubahan energi dalam sistem adalah…

Pembahasan
Diketahui :
Kalor (Q) = +2000 Joule
Usaha (W) = -2500 Joule
Ditanya : perubahan energi dalam sistem