PELAPUKAN BATUAN ; (Pengertian, Penyebab Jenis, Macam, Fikisa, Kimia, Biologi/Organik dan Contoh Pelapukannya) adalah materi pembelajaran Geografi tingkat SMA/SMK kurikulum 2013 edisi revisi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai rangkuman/ringkasan mulai dari pengertian pelapukan batuan secara kimia, fisika dan biologi atau organik, penyebab pelapukan, jenis-jenis / macam-macam pelapukan beserta contoh pelapukannya. Semoga dapat membantu
Pelapukan Batuan
Pengertian Pelapukan Batuan
Pengertian pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan juga material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang disebabkan proses fisika, kimia, maupun biologi. Adapun proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang sangat lama. Selain sangat dipengaruhi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini juga dipengaruhi berbagai macam faktor lainnya.
Faktor Penyebab Pelapukan
Adapun faktor faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan batuan salah satunya adalah waktu, jenis batuan dan struktur batuannya sendiri, topografi, organisme, cuaca dan iklim serta keadaan vegetasi. Berikut penjelasannya:
1. Waktu
Sering orang- orang mengatakan bahwasannya pelapukan ini terjadi karena sebuah batuan sudah terlalu lama atau terlalu tuan, hingga akhirnya batuan tersebut megalami pelapukan. Bahkan waktu merupakan faktor pertama yang akan digunakan sebagai alasan mengapa pelapukan tersebut terjadi.
2. Jenis dan Struktur Batuannya
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama bahwa batuan di dunia ini terdapat berbagai macam jenis batuan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Kemudian mengenai struktur batuan, yaitu sifat fisik dan sifat kimia yang dimiliki oleh batuan itu sendiri. Sifat fisik batuan meliputi warna batuan adapun jenis batuan ada batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Sementara sifat kimia batuan adalah unsur- unsur kimia yang terkandung di dalam batuan tersebut.
3. Topografi
Keadaan topografi muka Bumi juga mempengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan. Batuan- batuan yang berada di lereng yang curam cenderung akan mudah untuk mengalami pelapukan dibandingkan dengan batuan yang berada di tempat yang landai.
4. Organisme
Organisme adalah hal yang cukup penting dalam proses pelapukan, seperti halnya dengan proses penguraian tumbuh-tumbuhan secara alami.
5. Cuaca dan Iklim
Unsur- unsur cuaca dan juga iklim yang akan mempengaruhi proses pelapukan antara lain adalah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, angin, dan lain sebagainya. Di daerah yang memiliki iklim lembab dan juga panas, batuan akan cepat mengalami proses pelapukan. Selain itu pergantian antara siang dan juga malam yang dingin akan semakin membuat pelapukan mudah terjadi, apabila hal ini dibandingkan dengan daerah yang memiliki iklim dingin.
6. Keadaan Vegetasi
Vegetasi atau tumbuh-tumbuhan juga merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi proses pelapukan. Hal ini disebabkan akar-akar tumbuhan tersebut dapat menembus celah-celah batuan. Apabila akar-akar tersebut semakin membesar maka kekuatannya semakin besar dalam menerobos batuan. Selain akar, serasah dedaunan yang gugur juga akan membantu mempercepat batuan melapuk. Hal ini disebabkan karena serasah batuan mengandung zat-zat asam arang dan juga humus yang dapat merusak kekuatan pada batuan.
Jenis-Jenis atau Macam-macam Pelapukan Batuan
Pelapukan batuan adalah proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melalui proses kimia, fisika atau biologi. Secara umum pelapukan batuan terdiri atas 3 macam yaitu pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Berikut penjelasannya:
1. Pelapukan Fisika / Mekanik
Pelapukan fisika / pelapukan mekanik adalah proses pelapukan dari batuan yang diakibatkan adanya pengaruh faktor fisik pada batuan. Ada faktor utama yang paling berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling dominan dalam pelapukan mekanik adalah suhu udara, tekanan, dan juga kristalisasi garam.
Pelapukan fisika ini juga dikenal sebagai pelapukan yang disebabkan oleh adanya perubahan suhu atau iklim. Jenis pelapukan fisika ini hanya bisa ditemukan di daerah yang mempunyai iklim ekstrim, seperti sub tropis, gurun, pesisir pantai, dan daerah-daerah yang mempunyai topografi yang curam.
2. Pelapukan Kimia
Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang diakibatkan perubahan struktur kimiawi yang ada pada batuan melalui reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia terjadi 3 macam reaksi yaitu solution, hidrolisis, dan oksidasi.
Berbicara mengenai pelapukan kimia, kita akan mengenal adanya 4 proses yang termasuk dalam pelapukan kimia. Berikut penjelasannya:
- Hidrasi adalah proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja.
- Hidrolisa adalah peroses penguraian air atas unsur- unsurnya menjadi ion- ion yang bersifat positif dan negatif.
- Oksidasi adalah proses pengkaratan besi.
- Karbonasi adalah pelapukan batuan yang disebabkan karena karbondioksida.
3. Pelapukan Biologi / Organik
Pelapukan biologi adalah jenis pelapukan batuan yang dilakukan oleh organisme melalui aktivitasnya di sekitar lingkungan batuan tersebut berada. Dengan kata lain pelapukan biologi ini terjadi karena disebabkan oleh makhluk hidup (organisme-organisme tertentu).
adapun organisme-organisme yang berperan dalam pelapukan biologi/organik antara lain berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan manusia. Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 cara, yaitu cara biokimia dan cara mekanis.
Contoh Pelapukan Batuan
Berikut dibawah ini adalah contoh pelapukan batuan secara fisika/mekanik, Kimiawi dan biologi/organik:
Contoh pelapukan batuan secara fisika (mekanik)
Adapun beberapa contoh pelapukan fisika ini antara lain adalah sebagai berikut:
- Melapuknya batuan di daerah gurun akibat adanya perubahan cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan membuat batuan memuai, kemudian pada malam hari suhu udara akan turun dan membuat batuan menjadi mengkerut.
Karena proses ini berlangsung secara berulang-ulang akan memungkinkan ikatan mineral dalam batuan mengalami pelemahan sehingga pada akhirnya batuan akan hancur menjadi beberapa bagian. - Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di sekitar ekosistem pantai akan menekan batuan secara endogen sehingga akan memunculkan kemungkinan batuan akan pecah.
Contoh pelapukan batuan secara kimiawi
Adapun beberapa contoh pelapukan kimia ini antara lain adalah sebagai berikut:
- Hidrolisis air hujan yang akan mengakibatkan naiknya tingkat keasaman di sekitar batuan. Ion H+ yangg muncul akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.
- Proses pelarutan batuan kapur gamping akibat reaksinya terhadap air.
- Dan, oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi akan memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan menjadi lemah dan pada akhirnya mengalami pelapukan
Contoh pelapukan batuan secara biologi (organik)
Adapun contoh pelapukan secara biologi atau organik ini antara lain adalah:
- Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan mengalami degradasi. Kelembapan di permukaan batuan akibat adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di sekitar permukaan batuan akan membuat permukaan batuan tersebut mengalami korosi.
- Penetrasi akar tumbuhan ke dalam sela- sela batuan akan menekan batuan tersebut, sehingga akan mengalami perpecahan.



