Kali ini kita akan membahas sebuah materi pembelajaran penjaskes / olahraga tingkat SMP, SMA/SMK kurikulum 2013 revisi tentang lempar cakram, adapun yang akan kita bahas yaitu mengenai pengertian lempar cakram, sejarah lengkap singkat di dunia dan di indonesia, cara melakukan, cara memegang cakram yang baik dan benar, teknik dasar, macam macam gaya dan peraturan lempar cakram dalam pertandingan resmi. Semoga dapat membantu
Lempar Cakram
Pengertian Lempar Cakram
Apa yang dimaksud dengan lempar cakram? Pengertian lempar cakram adalah salah satu cabang olah raga atletik pada nomor lempar dimana sang atlet harus melempar cakram sebanyak maksimal 3 kali dalam setiap pertandingan untuk memperoleh jarak lempar terjauh pada lapangan khusus lempar cakram dengan aturan yang berlaku.
Olahraga perorangan ini sangat membutuhkan skill/keterampilan dari masing-masing individu, karena dalam cabang olahraga lempar cakram awalan menyamping yang diandalkan hanyalah diri-sendiri bukan teman atau oarang lain dan ini membutuhkan mental yang kuat serta latihan yang disiplin.
Olahraga ini sering dilakukan di suatu lapangan yang berbentuk limgkaran dan luas, untuk mengukur jarak lemparan cakram yang jatuh ke lapangan, yang dihitung adalah dari hasil pertama kali jatuhnya cakram tersebut dan untuk gerakan kaki tidak boleh melebihi batas lingkaran
Sejarah Lempar Cakram
Aktivitas melempar awalnya bukan dianggap olah raga, melainkan aktivitas sehari-hari manusia untuk bertahan hidup pada masa berburu dan meramu hingga masa saat ini.
Kapan olahraga lempar cakram pertama kali di pertandingkan?
Lempar cakram menjadi sebuah olah raga yang dipertandingkan diperkirakan mulai ada bahkan sejak abad ke 5 sebelum masehi.
Di Yunani, olah raga ini menjadi salah satu olah raga tertua yang ditandai dengan adanya peninggalan patung kuno seorang lelaki yang memegang cakram dalam posisi akan melempar, yakni patung Myron Discobolus.
Tak hanya di Yunani, di beberapa negara Eropa terdapat patung kuno sejenis, yakni seseorang atau dua orang yang sedang melemparkan cakram.
Hal ini menandakan bahwa olah raga lempar cakram di Eropa masa lalu merupakan olah raga yang penting.
Lempar cakram merupakan olah raga yang selalu ada dalam setiap ajang olah raga internasional seperti olimpiade. Tak hanya itu, lempar cakram merupakan olah raga yang menjadi ikon.
Sejak olimpiade modern yang diadakan pertamakali pada tahun 1896, gambar atas figur atlet lempar cakram menjadi ikon untuk mempromosikan ajang bergengsi tersebut yang bahkan dibuat untuk stempel pada tahun 1896.
Gambar atlet lempar cakram juga menjadi ikon dalam poster olimpiade tahun 1920 dan 1948.
Semenjak runtuhnya kejayaan eropa kuno, olah raga ini sempat menghilang dalam kehidupan masyarakat dan hanya menjadi cerita dalam narasi sejarah.
Olah raga ini kemudian ditemukan kembali oleh seorang German, Christian Georg Kohlrausch bersama muridnya pada tahun 1870 melalui riset sejarah yang panjang.
Dalam penelitian tersebut, Georg tak hanya meneliti tentang olah raga lempar cakram, namun juga menggali teknik yang dipergunakan atlet lempar cakram di masa lalu dan kemudian hasil riset tersebut dipublikasikan sejak tahun 1880.
Waktu itu belum ada olimpiade modern.
Pada olimpiade modern pertama, lempar cakram hanya diikuti oleh kaum lelaki saja. Hingga pada tahun 1928 akhirnya pertandingan olahraga lempar cakram bisa diikuti oleh perempuan dan termasuk dalam ajang Olimpiade.
Cara Melakukan Lempar Cakram
Berikut dibawah ini adalah langkah langkah bagaimana cara melakukan lempar cakram yang baik dan benar :
- Kita berdiri dengan kaki selebar bahu,membelakangi arah lapangan/lingkaran
- Kemudian tangan kanan memegang cakram kecuali kidal sebaliknya, dan kita pegang cakram dengan jari-jari terbuka lebar,seolah-olah cakram kita tempelkan di atas pergelangan tangan, atau lengan bawah
- Tangan kanan yang memegang cakram kita ayunkan kebelakang samping badan kita, setelah 2x ayunan, ayunan ke 3 kita melakukan gerakan memutar kekiri dengan tangan kanan sebagai penyeimbang gerakan memutar
- Setelah memutar satu kali maka kita lemparkan cakram tersebut sekuat mungkin ke depanarah sudut lapangan lempar cakram
- Dengan hasil lemparan yang baik adalah putaran cakram searh jarum jam
- Dan kaki kanan diangkat tetapi menahan agar tidak jatuh atau keluar lapangan (untuk keseimbangan / gerak lanjutan)
- Dan perlu diperhatikan kaki tidak boleh melewati batas garis lingkaran/lapangan tolak peluru
Cara Memegang Cakram dengan Baik
Cara memegang cakram yang baik dan benar serta efisien ada 2 macam yaitu
- Cakram dipegang dengan tangan kanan (atau tangan kiri bila atlet yang kidal).
Posisi cakram melekat pada telapak tangan dan ditahan dengan jari-jari tangan, yakni ruas jari telunjuk-kelingking mencengkram pinggir cakram dan ibu jari diposisikan bebas.
Posisi jari telunjuk-kelingking terbuka lebar sehingga menjangkau lebih luas pinggiran permukaan cakram.
Selain itu, posisi tangan agak ditekuk ketika memegang cakram agar bagian cakram yang tidak dicengkram jari bisa mendapatkan tumpuan sehingga tidak mudah jatuh ketika diayun dan dilemparkan.
- Posisi ini hanya sedikit berbeda dengan posisi pertama dan perbedaannya hanya terletak pada kerapatan jari.
Cara melakukannya adalah, cakram dipegang dengan tangan kanan (atau tangan kiri bagi atlet yang kidal).
Posisi cakram melekat pada telapak tangan dan ditahan dengan jari-jari tangan, yakni ruas jari telunjuk-kelingking mencengkram pinggir cakram dan ibu jari diposisikan bebas.
Posisi jari telunjuk-kelingking tidak terbuka lebar alias rapat sehingga tidak menjangkau secara luas pinggiran permukaan cakram.
Selain itu, posisi tangan agak ditekuk ketika memegang cakram agar bagian cakram yang tidak dicengkram jari bisa mendapatkan tumpuan sehingga tidak mudah jatuh ketika diayun dan dilemparkan.
Selain dua cara tersebut sebenarnya masih ada satu cara lagi yang jarang dipergunakan. Secara teknis caranya mirip dengan poin 1 dan dua, hanya saja pada cara ini, posisi jari dibagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama adalah jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan, kelompok kedua jari manis dan jari kelingking dirapatkan. Antara kelompok jari pertama dan kedua direnggangkan atau diberi jarak.
Namun teknik tersebut sulit untuk dilakukan bagi yang tangan / jari jaringan kaku.
Teknik Dasar Lempar Cakram
Umumnya teknik dasar dalam lempar cakram ada 5 yaitu teknik memegang cakram, teknik melempar cakram dengan awalan dan tanpa awalan, teknik ayunan lengan saat melempar cakram, dan gerakan akhir saat melakukan lemparan cakram.
- Teknik Memegang cakram, penjelasan dan cara yang baik serta efektif sudah kita bahas sebelumnya diatas.
- Teknik melempar cakram ada 2, yaitu dengan awalan dan tidak dengan awalan.
Untuk yang pertama, kita akan mengenal teknik lemparan cakram yang memakai awalan. Lemparan cakram dengan awalan perlu dilakukan oleh pemain dengan bentuk gerakan berputar.
Perputaran tersebut masih dibagi lagi menjadi 3 macam banyaknya, yakni 1 ¾, 1 ½ dan juga 1 ¼ putaran di mana setiap awalan apapun yang digunakan perlu dilakukan dengan tepat. Lemparan yang maksimal hasilnya ditentukan oleh awalan ini.
- Teknik melempar tanpa awalan
Cara melakukan teknik lempar cakram tanpa awalan
1. Posisikan tubuh berdiri menyamping arah lemparan.
2. Bukalah kaki yang lebarnya sebahu dan tekuklah sedikit sambil rileks.
3. Tumpukan berat badan pada kaki secara merata.
4. Setelah perhatian terpusat penuh untuk melakukan lemparan, ayunkan cakram beberapa kali ke samping kanan belakang dan lanjutkan ke kiri. Ulangi gerakan ini 2-3 kali sebelum cakram akhirnya dilempar.
Gaya Gaya dalam Lempar Cakram
Pada umumnya gaya dalam lempar cakram ada 2, yaitu lempar gaya samping dan belakang
1. Gaya samping dalam lempar cakram adalah gaya dalam lempar cakram dimana pada saat persiapan, posisi tubuh atlet menghadap ke samping atau searah dengan tangan yang dipergunakan untuk memegang cakram.
Umumnya adalah samping kanan karena sebagian besar atlet lempar cakram menggunakan tangan kanannya untuk memegang cakram.
Melalui gaya ini, atlet bisa mengambil ancang-ancang dengan dua cara, yakni membuat ayunan dari samping ke depan beberapa kali untuk mengukur sudut lalu pada ayunan kesekian ia akan melepaskan cakram sejauh mungkin ke depan.
2. Lempar cakram gaya belakang pada dasarnya sama dengan lempar cakram gaya samping, hanya saja yang membedakannya adalah posisi tubuh saat memulai awalan.
Gaya belakang ini memiliki keuntungan, yakni jarak untuk menciptakan momentum lempar lebih luas sehingga secara teoritis hasil lemparan akan lebih jauh.
Namun demikian, gaya ini lebih sulit daripada gaya samping dan cenderung memiliki resiko yang lebih besar karena ketika atlet menghadap kebelakang ia tak bisa menentukan titik lempar sebaik pada gaya sisi samping.
Ada dua cara dalam melakukan lempar cakram gaya belakang, yang pertama atlet akan membuat gerakan setengah lingkaran lalu melepaskan cakramnya, dan yang kedua atlet membuat satu putaran penuh lalu melepaskan cakramnya.
Sebagaimana pada gaya samping, para atlet profesional akan menggunakan cara kedua untuk bisa menghasilkan jarak lempar yang jauh dan tentunya cara tersebut sangatlah sulit.
Peraturan Lempar Cakram
Peraturan Lapangan lempar cakram
Gambar diatas adalah gambar lapangan lempar cakram, berikut penjelasannya
- Area lempar seluruhnya berbentuk persegi dengan lingkaran yang berada tepat di tengah. Lingkaran tersebut merupakan tempat atlet untuk melempar cakram.
- Lingkaran tersebut sedikti lebih rendah, 5cm dari permukaan, terbuat dari logam setebal 5 mm yang dilapisi semen agar tidak licin. Diameter lingkaran adalah 2,5 meter.
- Di sisi kanan, kiri dan belakang lingkaran, kira-kira sejauh minimal 75 cm dari lingkaran, dipasang jaring tinggi yang berfungsi untuk menahan cakram apabila terjadi kesalahan teknis seperti cakram terlepas sebelum dilontarkan ke arah lapangan pendaratan.
- Titik tengah lingkaran merupakan poros yang diambil sudut mengarah kedepan sebesar 34,92 derajad dari garis tengah. Garis pinggir sudut sisi kiri dan kanan akan ditarik hingga sejauh minimal 100 meter ke arah depan (lapangan pendaratan). Tepi garis sudut itu diberi warna putih dengan lebar 5 cm sebagai tanda bagian luar dan dalam. Cakram yang dinilai merupakan cakram yang jatuh di area dalam sudut.
Peraturan Pertandingan Lempar Cakram
Berikut ini beberapa peraturan dalam pertandingan lempar cakram lengkap
- Untuk pertandingan berskala internasional, ukuran lapangan dan ukuran cakram menggunakan ukuran standard yang ditetapkan IAAF sebagaimana telah dijabarkan pada bagian sebelumnya.
- Dalam pertandingan ada 5 wasit, 2 wasit berada di area atlet melempar yang bertugas untuk mengawasi kaki atlet saat berputar sekaligus memberikan aba-aba kepada atlet, sedangkan 3 wasit lainnya berada di lapangan pendaratan yang bertugas mengawasi titik jatuh cakram dan mengukur jarak jatuh cakram dari titik lempar.
- Atlet tidak boleh keluar lingkaran setelah berada pada posisi siap dan sebelum menyelesaikan lemparan.
- Atlet tidak boleh menginjak bagian luar lingkaran ketika melakukan lemparan.

